
Sementara itu, Chelsea dan Aiden tengah berjalan-jalan di sekitar taman untuk mencari angin. Mereka baru saja memilih design undangan yang cocok untuk acara mereka. Mereka berbincang di taman dan Chelsea tengah menyandarkan kepalanya di bahu Aiden.
"Design undangannya bagus, makasih ya sayang, kamu udah memberikan segalanya." ucap Chelsea.
"Undangan tadi warna lilac, apa kamu suka warna itu, sayang?" tanya Aiden seraya melihat wajah cantik yang bersandar di bahunya itu.
"Suka banget, aku suka yang berbau ungu hehe.." ujar Chelsea.
"Apa konsep pernikahan nanti mau bertema lilac juga?" tanya Aiden memberi penawaran pada wanita pujaannya itu.
"Boleh sayang, gimana kalau kita minta tamu undangan juga memakai warna lilac, sentuhan warna itu. Sepertinya seru," ujar Chelsea.
"Hum, oke kita akan selipkan note nanti di kartu undangan ya!" ujar Aiden.
"Iya sayang." sahut Chelsea kemudian menarik diri dari bahu Aiden dan menangkup wajah Aiden. Lelaki yang sebentar lagi akan jadi calon suaminya itu.
"Aku sayang kamu, Aiden. Sangat menyayangi kamu." ujar Chelsea.
"Aku juga, ekhm..bicara soal ungu, ayo ikut aku, aku mau kasih sesuatu yang ungu-ungu untuk kamu!" ujar Aiden dan lekas menggandeng tangan Chelsea ke suatu tempat untuk menunjukan soal ungu yang dikatakan Chelsea tadi.
Aiden mengajak Chelsea ke sebuah toko perhiasan dan memilih batu permata ungu untuk design cincin pernikahan mereka. Chelsea tak menyangka Aiden begitu gerak cepat untuk membahagiakan wanitanya itu.
"Ini mahal sayang!" ujar Chelsea.
"Jangan bicarain soal itu sayang, kalau untuk kamu, apapun akan aku berikan apalagi hanya sebuah cincin!" ujar Aiden membuat Chelsea tak menyangka. Tentu saja Aiden memiliki segalanya dengan jabatannya saat ini. Memberikan cincin seperti itu bukanlah hal yang sulit.
"Makasih sayang!" ucap Chelsea kemudian mengecup pipi Aiden sekilas. Rasanya saja sudah meleleh. Kemudian mereka beranjak membayarnya dan hendak pergi ke tempat lain.
********
Keenan terlihat masih menyirami bunga-bunga Zoya dengan senyuman. Ada kebahagiaan tersendiri saat berkutat bersama bunga-bunga cantik itu. Pantas saja Zoya selalu betah berlama-lama dirumah atap demi mengurus semua bunganya.
"Hah..kayaknya dia lebih merindukan semua bunga ini. Makanya dia mau berada disini lagi. Kamu benar Zoya rumah ini memang meninggalkan banyak kenangan tentang cinta yang tumbuh diantara kita, makanya kamu terasa berat meninggalkan rumah kenangan kita ini fiuh.." Keenan kembali menyirami bunga-bunga kesayangan Zoya.
Tak lama Zoya datang seraya membawakan camilan untuk mereka. Zoya juga membawakan es krim kesukaan Keenan. Padahal dulu ia selalu mengatakan Keenan seperti anak-anak hanya karena begitu sering ngemil es krim sekarang bahkan Zoya jadi sangat ingin memakannya juga.
"Eh, kamu nyiram bunga sayang. Aku bawain es krim buat kamu!" ujar Zoya menyodorkan es krim cup rasa stroberi untuk mereka.
"Makasih sayang!" ucap Keenan kemudian mereka menikmati es krim itu di kursi bale seraya mendengar petikan gitar dari Keenan diiringi sebuah lagu.
Gimme a chocolate..gimme a vitamin..
Ponsel berdering dan Keenan segera melihat siapa yang memanggil. Dan ternyata Billy, hah..Billy lagi. Keenan meletakkan lagi dan tak menghiraukannya.
"Kenapa nggak diangkat sayang?" tanya Zoya seraya menyesap es krim.
"Dari Billy sayang, kenapa lagi sih tuh orang. Tuh kan aku udah merinding duluan," ujar Keenan.
"Terus kenapa sama Billy?" tanya Zoya penasaran karena sebelumnya Zoya tak pernah tau siapa Billy sebenarnya.
__ADS_1
Keenan menghela nafas, haruskah ia ceritakan kesialan yang selalu menimpanya saat berhadapan dengan Billy.
"Billy tuh, pernah mau make aku," ujar Keenan menceritakan masa lalu memalukannya dulu.
"Make gimana sih?" Zoya benar-benar tak paham dengan maksud Keenan.
"Gimana ya jelasinnya, memalukan ini sebenarnya hehe...udah lupain aja, deh!" Keenan kembali mengemut es krimnya dan Zoya malah menatapnya penuh rasa penasaran. Seraya masih mengemut es krim Keenan mulai bertanya.
"Kenapa lihatin aku kayak gitu?"
"Coba ceritain kronologi nya, kenapa Billy? Siapa dia? Kenapa kamu selalu bergidik kalau ada dia ataupun tau dia?" tanya Zoya makin penasaran saja.
"Eng.." Keenan memijat pelipisnya karena sudah pusing duluan. Entah perasaan apa yang hendak Keenan ekspresikan. Ia malu mengutarakan itu, kalau Rangga mendengarnya ia pasti sudah tertawa terpingkal-pingkal karena dia yang paling tau apa yang sudah terjadi antara Keenan dan Billy.
********
Rayan melihat guratan kegelisahan dari wajah Billy. Billy nampak memakai bandana kawat warna pink, kaos warna pink dan celana training warna pink. Billy masih suka berubah-ubah meskipun sudah mulai bisa tenang. Ia merasa merindukan Keenan yang tak menjawab telfon nya.
"Ngapain Billy, muka ditekuk begitu?" tanya Rayan seraya melihat pemandangan dari balkon kamar Billy.
"I miss my love.." ucap Billy
"My love? Keenan lagi, ayolah Bil, Keenan itu lelaki, pria, cowok. Dia sejenis dengan kamu, bisakah kamu menyukai lawan jenis kamu, hah?" tanya Rayan dan menghampiri sang adik di ranjangnya.
"Nih apaan coba pakai bando beginian, pink semua ya salam, haduh.." keluh Rayan ikut pening.
"Aku mau ketemu dia Rayan, aku rindu menggunung sama dia!" ungkap Billy.
"Kenapa dia mengkhianatiku, Rayan. Aku akan kasih dia pelajaran!" ujar Billy.
"Pelajaran apa, bahasa inggris atau matematika haha.." tukas Rayan terkekeh.
"Suruh siapa dia ganteng, aku udah terpesona sama dia, wajahnya mengalihkan duniaku yang hampa tanpa cinta," Rayan ingin muntah mendengar ungkapan hati Billy.
"Gosh, udahlah Billy. Kasian Keenan, kamu jangan mengusik hidupnya lagi!" pinta Rayan seraya memegang bahu sang adik untuk menguatkan hati dan memberi dukungan moril padanya.
"Tapi aku kangeeen, Rayan. Udahlah besok aku temui dia aja di tempat kerjanya, aku mau makan lapar!" ujar Billy kemudian beranjak dari ranjang menuju dapur untuk mengisi perutnya yang keroncongan.
"Hah, anak itu. Semoga Keenan sabar menghadapi ujian dari Billy, fiuh.." Rayan menghela nafas berat dan menyusul Billy ke dapur untuk makan siang.
******
"Apa!! Billy suka sama kamu?" kejut Zoya hingga menelan saliva berulang kali.
"Iya, nih dia ngirim pesan." Keenan menunjukan pesan manis dari Billy dan Zoya membacanya.
Dear Keenan ku yang ku sayang
Sudah lama aku merindukanmu
__ADS_1
Aku tak bisa menahan amuk massa yang ada dihatiku
Mereka terus berdemo dalam diriku
Menyemangatiku agar segera bertemu denganmu.
Duhai matahariku,
Meskipun kamu memilih wanita sebagai pasangan mu
Aku akan tetap bersemayam dalam pikiranmu
Mimpikan aku dalam tidurmu
Maka aku akan datang untuk memelukmu
by : Billy Davidson.
"Astagfirullah, ngakak aku bacanya hahaha.." ucap Zoya dan Keenan mengatupkan kedua tangan ke wajahnya menahan rasa malu tak terbantahkan.
"Kamu senang aku dikagumi lelaki?" tanya Keenan seraya mengerucutkan bibirnya.
"Bukan gitu sayang, abis nih orang. Kok bisa sih, dia ngefans banget sama kamu, haduh..hahaha.." Zoya malah tak kuasa menahan tawa.
"Kamu nggak marah sayang, dia anarkis loh, dan hampir aja menodai aku," Keenan bertanya-tanya akan respon Zoya yang demikian.
"Aku sebenarnya kasian sama dia, kalau menurut aku dia orangnya baik sayang. Tapi karena dia berkepribadian ganda ya jadi begitu deh." ulas Zoya dan Keenan hanya menanggapi ucapan sang istri dengan senyuman.
"Udah sore sayang, sebelum mandi sore, main yuk!" ajak Keenan.
"Nggak aku malas!" Zoya berlalu meninggalkan Keenan masuk ke rumah atap.
"Eh, tunggu sayang. Nggak boleh nolak kalau suami kepingin!" Keenan menyusul Zoya yang lari darinya.
"Nggak mau," sahut Zoya.
"Harus mau!!" Keenan memaksa dan membawa tubuh Zoya ke ranjang. Keenan masih memeluk tubuh mungil Zoya yang memberi tatapan tanpa kedipan. Zoya sudah berada dalam kungkungan tubuh kekar itu.
Nafas mulai memburu, Zoya menarik tengkuk sang suami menciumi dengan lembut. Kecupan itu terus menimbulkan bunyi decakan, sementara tangan mulai menyusuri manik bulat yang masih menutup. Membukanya satu demi satu hingga tampak bra yang menutupi dua bilah kenyal.
Setelah itu diremassnya dengan lembut hingga Zoya melenguhh dan mendesahh. Merasakan geli yang menggelitik hingga menggigit bibir bawahnya. Keenan hendak membuka bra itu dan menyesap dua bilah kenyal di hadapannya namun...
Tok..tok..
"Zoyaaa!" Zoya antusias mendorong tubuh Keenan hingga terjungkal ke lantai.
"Auh.." Zoya segera merapikan pakaiannya dan tersenyum melihat suami yang baru saja dibuat terjungkal olehnya.
"Maaf sayang!" ucap Zoya.
__ADS_1
*******