Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Bersepeda


__ADS_3

Tak peduli dengan yang barusan terjadi. Keenan yang sudah membersihkan diri, menggunakan kaos putih dan sweater putih bergaris serta training siap memainkan sepedanya sore ini. Terlihat begitu cute, wangi tubuhnya menyeruak membuat Zoya yang tengah menyapu rumahnya langsung keluar mencari kekasihnya.


"Eh, mau kemana Keenan, aku udah bilang kalau keluar jangan tebar pesona, sengaja dandan cakep biar ada yang melirik, hah??" tanya Zoya.


"Cakep, dandan, aku cuma pakai parfum, main sepeda yuk!" ajak Keenan dengan senyuman.


"Ah, main sepeda." Zoya melirik kursi bonceng di sepeda tersebut.


Zoya segera mengacak-acak rambut Keenan dan tertawa.


"Kenapa, aku udah sisiran, ish.." Keenan mencebikkan bibirnya.


Zoya benar-benar tak mau Keenan terlihat memesona. Sebisa mungkin kelebihan Keenan dari Tuhan di wajahnya saat ini hanya jadi miliknya saja. Setelah memakai kaos dan celana selutut serta rambut dikuncir kuda. Zoya pun naik di belakang Keenan. Zoya memegang erat perut Keenan dan mereka bermain mengitari komplek menuju ke lapangan basket dekat rumah.


"Sayang, sepeda ini dibeliin sama Ayah kamu, kah?" tanya Zoya mulai curiga lagi.


"Beli sendiri, pakai uangku sendiri, kenapa?" tanya Keenan setelah itu dia menambahkan lagi.


"Aku nggak begal sepeda orang, kok."


"Haha..dasar!" ucap Zoya menarik rambut Keenan.


"Zoya..Zoya. Nanti kita jatuh,"


"Oke, aku pegangan yang erat di perut tukang ojek sepedaku. ini yuhuuu..." ungkap Zoya begitu sumringah bisa bersepeda dengan kekasihnya itu.


Eh, dia begitu bahagia...


Keenan tersenyum dan kembali mengayuh sepedanya itu. Hingga tiba di taman, terlihat abang ketoprak mangkal dekat taman. Keenan mengajak Zoya menikmati ketoprak bersama.


"Zoya, mau ketoprak, nggak?" tanya Keenan sedangkan Zoya melihat ketoprak yang ramai dipadati pembeli.


"Rame," sahut Zoya.


"Batagor, mau, atau sosis bakar?" tawar Keenan lagi.


"Batagor aja sayang, sama minumannya beli teh botol aja." ajak Zoya.


"Oke,"


Keenan dan Zoya melipir ke tukang batagor membelinya. Terlihat anak sma lagi pada cengengesan cari perhatian pada Keenan. Keenan hanya tersenyum menanggapinya. Keenan yang berpostur tinggi itu terlihat good looking bagi para pengunjung di taman tersebut.


Setelah itu mereka menikmati batagor dan teh botol di kursi sebuah taman.


"Enak nggak, sayang, batagornya?" tanya Keenan dengan senyuman.


"Enak, aku jadi sering jalan-jalan sore sejak sama kamu, meskipun cuma makan batagor dan minum teh botol, aku udah bahagia." ungkap Zoya penuh arti.


Mengulas senyum simpul di bibir Keenan. Lalu Keenan menggenggam tangan Zoya dan mencium punggung tangannya.


"Kapan kamu siap aku lamar, kamu belum kasih keputusan kan, kemarin?" tanya Keenan.


"Ah, soal itu. Kita undur dulu, ya!" pinta Zoya.


Keenan terkejut, namun tetap tenang, " Kenapa?"

__ADS_1


"Aku masih harus menyelesaikan urusan di perusahaan, ini hari pertamaku. Jadi kasih aku waktu buat bernafas!" pinta Zoya dan ditanggapi dingin oleh Keenan.


Keenan menghela nafas berat, "Hah..iya, maaf aku bahas ini. Aku cuma mau segera menghalalkan kamu, menjadikan kamu istri aku, supaya kamu jadi milikku seutuhnya. Tolong, jangan buat aku lama menunggu, kamu udah dekat lagi sama Aiden, aku takut kamu berubah pikiran dan ninggalin aku, fiuh.." Keenan memandang ke arah lain untuk menenangkan perasaannya.


"Hum, bersabarlah sebentar!" pinta Zoya seraya menangkup pipi Keenan dengan tangan kanannya itu. Keenan tersenyum lagi.


"Ayo, habiskan batagornya! Nanti kita main sepeda lagi!" ajak Keenan sedangkan Zoya merespon dengan anggukan.


"Hum..iya." sahutan Zoya disambut senyuman manis dari Keenan seraya merapikan rambut Zoya dan membelainya. Keenan begitu menyayangi kekasihnya itu.


********


Pertemuan keluarga kemarin hanyalah obrolan biasa mengenai kecocokan dan sejauh mana hubungan Keenan dan Zoya. Harapan Keenan masih kelabu, apa yang Zoya pikirkan. Apa Zoya ragu, padahal Keenan begitu menggebu. Apa hanya Keenan yang mencinta.


Keenan kembali membonceng Zoya dengan sepedanya. Keenan membawanya dengan mengebut,


"Keenan, kalau kita jatuh, aku jitak kepala kamu, ya!" ancam Zoya karena Keenan merasa kesal.


"Kamu tuh serius nggak sayang sama aku?" tanya Keenan sejenak menghentikan laju sepedanya.


"Hum..kenapa nih, senewen lagi. Kita duduk dulu, yuk! Kamu ngambek kayaknya, nih hehe.." Zoya mengajak Keenan duduk di sebuah kursi dan mereka tak jadi mengayuh sepedanya lagi.


Keenan sudah memasang wajah muram karena sikap Zoya yang tak pasti. Keenan masih membuang wajahnya kemudian Zoya menangkup wajah Keenan dan mengarahkan ke wajahnya. Zoya menghela nafas.


"Kenapa kamu nanya keseriusan aku?" tanya Zoya dan Keenan berniat melepaskan tangan Zoya namun Zoya masih menagkupnya.


Keenan melepaskan tangan Zoya dan ganti menggenggamnya.


"Aku mau menikah sama kamu, ayo kita menikah!" ajak Keenan dengan senyuman penuh pengharapan.


"Aku cuma menunggu keraguan kamu, ayah sama ibu udah setuju sama kamu, orangtua kamu juga. Kamu malah menundanya, bukannya kamu tuh ragu, nggak serius?" Keenan bicara pelan dan menunggu tanggapan Zoya.


"Kamu yakin sama aku, beneran mau menikah sama aku?" tanya Zoya memastikan.


Keenan mengacak-acak rambutnya karena Zoya menanyakannya lagi. Lalu Keenan memegang jemari tangan Zoya.


"Itu kenapa tadi aku marah kamu begitu dekat sama Aiden, aku nggak mau kamu dekat lagi sama dia." jelas Keenan.


"Tapi, aku nggak bisa membahas ini sekarang, kita lakukan perlahan, ya!" sanggah Zoya.


"Yaudah lah, kita pulang aja! Kamu juga istirahat, besok aku antar kamu lagi, ya! Ayo, naiklah!" tukas Keenan kemudian Zoya kembali naik bersamanya dan mereka pulang lagi ke rumah atap.


********


Malam ini Zoya melamun di kamarnya teringat ucapan Keenan. Memang semua keputusan ada di tangan Zoya, Danu juga sudah menyiapkan jika Keenan hendak melamar Zoya. Kemudian, Zoya mendatangi Keenan yang tengah merebahkan dirinya. Keenan belum mengunci pintu, jadi Zoya bisa masuk.


Zoya duduk di samping Keenan dengan membawa Kino bersamanya. Keenan beranjak dan kini duduk di samping Zoya.


"Ada apa?" tanya Keenan dan menyandarkan kepalanya di bahu Zoya.


"Apa kalau aku katakan, iya. Itu berarti kita akan menikah?" tanya Zoya meyakinkan.


"Iya, kita akan menikah, dalam waktu dekat." jawab Keenan masih meragu karena takut Zoya berkilah lagi.


Zoya sumringah dan segera mendekap Keenan dari samping. Zoya senang bukan kepalang saat Keenan katakan mereka akan menikah.

__ADS_1


"Aku nggak mimpi, kan? Aku senang, aku mau menikah sama kamu, Keenan." ujar Zoya sehingga Keenan ganti memeluk Zoya dengan eratnya.


"Kamu serius kali ini?" tanya Keenan bahagia.


"Serius kesayangan." jawaban manis itu membuat Keenan mencium kening Zoya kemudian memeluknya kembali dengan erat.


Keenan menghela nafas lega, karena akhirnya mereka akan segera menikah. Zoya mengambil sebuah gitar dan meminta Keenan menyanyi.


"Nyanyi dong buat aku!" pinta Zoya.


"Oke, lagu apa?" tanya Keenan bersemangat.


"Kisah romantis, glen Fredly, reff nya aja hehe.."


Keenan mengambil gitarnya dan memetik nadanya mulai menyanyikan lagu tersebut.


Dan dengarlah sayangku...


Aku mohon kau menikah denganku..


Ya..hiduplah denganku...


Berbagi kisah hidup berdua...


Zoya memberikan tepuk tangannya dan memeluk tengkuk Keenan dengan eratnya. Keenan mengelus punggung sang kekasih dengan bahagia.


"Kita menikah 'kan? kamu mau jadi istri aku, sayang?" tanya Keenan lalu melepas pelukannya lagi.


"Yes, i will."


Setelah jawaban itu Keenan kembali memeluknya. Sehingga Zoya begitu bahagia.


"Makasih, Zoya." ucap Keenan.


"Iya sayang." jawaban Zoya tak kalah sumringahnya.


Keenan terus memeluk kekasih yang amat sangat dicintainya itu dan tak pelak melepasnya lagi.


"Love you my wife!"


"Love you my husband."


Keenan dan Zoya terkekeh karena akhirnya mereka akan menikah. Mereka memikirkan hal yang sama saat sebuah pergelutan berubah menjadi cinta yang mengikat dan panjang menuju jenjang pernikahan yang terpatri dalam hati.


Mereka saling terbahak dan kembali Zoya memeluk tengkuk Keenan membenamkan kepalanya dalam peluknya.


"Really, aku akan menikahi si sableng ini haha.." ucap Zoya.


"Iya,,mak lampir haha..." ucap Keenan membalas.


"Ah, gerandong resek haha.." ucap Zoya membalas lagi.


Kemudian kini Keenan ganti memeluk sepenuhnya Zoya dengan erat sehingga kedua sejoli itu merasakan bahagia yang tiada terkira.


*******

__ADS_1


__ADS_2