Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Gara-gara obat


__ADS_3

Rangga dan Jordan berniat menjahili Keenan. Ia membelikan Keenan obat perangsang yang katanya vitamin. Mereka sudah merencanakan itu agar Keenan dan Zoya cepat mendapat anak. Dua teman payahnya itu tak habis mengganggu Keenan dan menjadikan Keenan kelinci percobaan.


"Jordan, kita kasih aja obat ini sama Keenan, kan dia mah enak udah nikah. Lah kita jatuhnya memperkosa kalau gunain ini." ujar Rangga.


"Aku setuju, si Zoya kan katanya lagi di rumahnya tuh ngambil barang punya dia buat dibawa ke rumahnya saat ini pas banget dia lagi sendiri, kita bikin aja dia teler haha.." ujar Jordan.


Benar-benar kedua teman laknat mereka itu. Entah apa yang akan terjadi pada Keenan nanti, dan benar saja Keenan baru mengantar Zoya yang tak ikut bersamanya. Mereka berpapasan dengan Keenan dan Keenan membawa mereka masuk.


"Kalian mau minum nggak?" tanya Keenan.


"Mau, jangan yang bening ya, yang ada warnanya kalau bisa." sahut Rangga.


"Oke,"


Rangga menyeru, " Eh Keenan, aku bantuin ya!" Rangga pun mengikuti Keenan dan membuatkan sirup oranye. Lalu meneteskan bertetes-tetes obat yang tak terkira obat perangsang itu ke minuman Keenan. Kemudian segera menyimpannya di saku celananya.


"Ayo, udah nih!" ajak Keenan sedangkan Rangga menahan tawa agar misinya tak ketahuan.


Mereka mengobrol seraya memainkan gitar dan bernyanyi. Tak lupa menyesap rokok untuk Jordan dan Rangga. Keenan membiarkan meskipun ia tak merokok, ia tak masalah. Kepulan asap membuat Keenan terbatuk sehingga meminum minuman nya.


"Rokok, bro!" tawar Jordan.


"Baru menghirup asapnya aja udah batuk apalagi ngerokok, maaf ya!" sanggah Keenan kemudian memetik gitarnya.


"Hah, iyalah anak alim. Oh iya, kalau nanti ada audisi lagi kamu ikutan aja lewat online, siapa tau menang lagi!" ujar Rangga.


"Iya, suara bagus kayak gitu. Harus dimanfaatin, Keenan, bersulang!" ucap Jordan.


Mereka bersulang dan menyeruput oranye jus, awalnya Keenan hanya minum sedikit dan merasa ada yang aneh dengan rasanya.


"Kenapa bro?" tanya Rangga seraya melirik Jordan yang tengah menahan tawa.


"Rasanya beda sih, kayak ada manis-manisnya."


"Yah iklan itu mah haha..."


"Manis lah oncom! Kan oranye kalau mau pahit jus pare mau, kamu? haha.. " tanya Rangga dengan tawanya.


"Kamu aja situ yang minum," Dan Keenan pun meminumnya hingga tandas. Barulah kedua teman jailnya itu memuaskan tawanya.

__ADS_1


Hahahaha...


Rangga memberi kode dan Jordan mengiyakan.


"Bro, tiba-tiba Felly minta jemput nih, kita balik dulu ya!" pamit Rangga dengan merangkul Jordan.


"Loh cepat amat, kamu juga Jordan?" tanya Keenan.


"Iya bro, yaudah ayo Rangga, kita balik dulu, assalamualaikum!" Setelah pamitan mereka berlari secepat kilat dan bermotor secepatnya.


"Waalaikumsalam, aneh banget itu dua kunyuk!" ujar Keenan kemudian membereskan minuman dan membawanya ke dapur.


Beberapa menit kemudian, obat mulai bereaksi. Keenan tiba-tiba merasa seperti dapat serangan penyakit bertubi-tubi. Ia segera melangkah ke kamarnya dan merasakan pusing kepala, mual, suhu tubuhnya juga terasa hangat, ia menggeliat kesana kemari mengitari ranjangnya. Kepalanya semakin sakit dan oerutnya makin mual dan melilit ia butuh mencurahkan hasrat se**sualnya itu.


"Kok, tiba-tiba aku jadi kayak gini, sih! Kenapa rasanya aku mau bercinta, ahh..."


Lalu, Rangga mengirimkan pesan dan meminta maaf karena ia baru mengerjai Keenan. Soal obat perangsang itu.


"Ah, kampret mereka! Sekarang apa, Zoya nggak ada disini, aku main dengan siapa, haish..dasar teman laknat!!!" pekik Keenan yang kesal tiada tara.


Rasanya mual namun ia tak ingin muntah kepalanya pusing berputar. Ia butuh penyegaran, ia butuh sentuhan. Tapi sentuhan siapa, segera Keenan mengirim pesan pada Zoya agar pulang. Karena Keenan membutuhkannya, namun Zoya menolak pulang karena urusannya belum selesai.


"Sakit..huft!!" Keenan terus menarik ulur nafasnya, ingin rasanya ia membungkus wanita dan sesegera mungkin menyalurkan hasratnya agar mengurangi rasa sakitnya karena akan makin sakit jika terus ditahan.


"Ah, tega banget kalian sama aku, pulang Zoya, ayo kita main, hiks..hiks.." Keenan guling-guling di kasurnya dan menahan hasrat yang membuat keringatnya bercucuran ditambah ingin rasanya ia mengeluarkan isi perutnya namun tak ingin.


***********


Sementara Zoya tengah membawa satu pot bunga mawar merah dengan menaiki bus. Ia sengaja tak ingin merepotkan Keenan dan bersantai hingga bus membawanya ke tujuan.


Tak lama Zoya tiba dirumah dan meletakan bunga mawar itu di teras depan rumahnya. Rumah tampak sepi dan Zoya segera menuju ke kamarnya. Terlihat Keenan tengah menonton video itu dan menyelimuti diri dengan selimut tebal padahal ia tengah keringat dingin.


"Keenan, sayang, ngapain selimutan kayak gini?" tanya Zoya bergegas mendekati Keenan.


"Hah..Zoya, kamu udah datang?" Keenan sumringah saat melihat keberadaan Zoya di dekatnya.


"Iya, kenapa? Kamu selimutan begini? Kamu sakit?" Zoya memberondong pertanyaan.


Keenan menelan saliva berkali-kali setelah Zoya berada di hadapannya.

__ADS_1


"Ayo Zoya, kita main, please!" pinta Keenan memohon karena ia merasakan kesakitan yang amat sangat. Ia harus segera menyalurkannya.


"kamu kenapa emangnya? aku mau mandi dulu," Zoya malah bersikap santai.


"Nanti sayang, please nanti kamu bisa mandi, aku udah nggak tahan sayang!" pinta Keenan seraya memeluk pinggang Zoya dengan eratnya.


"Kamu aneh banget sih, pokoknya aku mau mandi, lepasin!!" ujaran Zoya membuat Keenan melepaskan pelukannya. Sepertinya ia harus lebih sabar lagi menantikannya.


"Huaaa.. sakitt..." Keenan benar-benar merasa kesakitan. Dosis obat perangsang itu melebihi dosis dari resep. Sehingga malah berakibat fatal untuk Keenan.


"Aneh banget sih, bodo amat ah!"


Zoya begitu santai mandi dan keluar dengan handuk kimono. Melihat Keenan yang meringkuk di sudut ranjang. Keringatnya bercucuran, sehingga Zoya menanyakannya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Zoya.


"Rangga sama Jordan ngerjain aku, mereka masukin obat perangsang ke minuman aku." jawaban Keenan seraya bergetar.


"Mereka kesini tadi, ada-ada aja sih, kelakuan mereka." ujar Zoya tak dihiraukan Keenan.


Ya ampun malah bahas ini, aku udah nggak kuat...


Keenan hanya terdiam saat ini, lalu Zoya mengajak Keenan perlahan ke ranjang. Zoya menutupi mereka dengan selimut dan akhirnya nafsuu yang Keenan tahan terjadi juga di balik selimut.


Memuaskan segalanya hingga keduanya kelelahan, keringatan dan Keenan merasa lebih baik setelah efek obat yang menyiksanya berangsur hilang. Keenan membuka selimut dan melumatt bibir Zoya dengan lembut.


"Gimana perasaan kamu sekarang, udah lebih baik?" tanya Zoya seraya menidurkan diri di dada bidang sang suami.


"Iya, lumayan hah..hah.." Keenan terengah-engah namun lega karena rasa sakitnya sudah mereda.


"Kenapa bisa nggak tau kalau dikerjai, tega banget sih teman kamu, tuh!" tukas Zoya.


"Udahlah, aku malas bahas lagi. Seenggaknya aku udah mendingan, makasih ya sayang." ucap Keenan kemudian mencium sekilas bibir merona yang berada di hadapannya kini.


"Dasar bodoh!!" ucap Zoya seraya mencubit perut Keenan sekilas.


"Auh..hehe..kalau aku tau, aku nggak akan minum racun itu. Fiuh..maaf ya, udah nggak sakit lagi, kan, tapi?" tanya Keenan dengan lembutnya.


Zoya mengangguk, "Iya, udah nggak sakit lagi." sahut Zoya seraya menidurkan kepalanya di lengan Keenan yang melingkari di punggungnya sambil sama-sama merebahkan diri.

__ADS_1


*********


__ADS_2