Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Wanita Terindah


__ADS_3

...Mahakarya Tuhan...


...Menciptakanmu...


...Begitu indahnya makhluk sepertimu...


...Saat kau bicara aku tak kuasa...


...Mendengar suaramu...


...🌺🌺🌺🌺🌺...


Setelah mood Zoya mulai berubah lagi, Zoya meminta Keenan mengantarnya pulang. Zoya menaiki taksi dan Keenan mengarahkan ke rumah atap. Keenan menyetir sembari mengusap-usap perut Zoya yang mulai membesar. Zoya tersenyum dan menikmati sentuhan lembut dari suaminya itu.


"Kamu mau makan apa sayang, mumpung kita diluar, jadi sekalian nyari aja!" tawar Keenan dan pas sekali sejak tadi Zoya ingin makan sesuatu.


"Aku mau lihat senyuman kamu aja." jawaban Zoya membuat Keenan mengembangkan senyumannya pada Zoya.


"Ish,,makin ganteng aja sih!" ucap Zoya seraya mengarahkan cubitannya ke pipi Keenan. Tak lama melepaskannya.


"Keenan, kamu kan udah jadi pimpinan sekarang, berpakaian yang rapi, jangan urakan lagi." nasihat Zoya pada Keenan.


"Hum.." Keenan hanya menanggapi dengan deheman.


"Ham..hem..ham..hem.."


Keenan tersenyum, "Kan aku menyimak sayang, yaudah kita cari sesuatu setelah itu aku antar kamu ke rumah atap dan aku harus kembali ke pool ya!" Dan Zoya hanya mengangguk.


Setelah mengantar Zoya, Keenan kembali ke pool taksinya lagi. Namun, saat hendak melangkah ke ruangannya. Salah satu pengemudi taksi memberitahukan sesuatu.


"Mas Keenan, ada pria yang menunggu mas Keenan dari tadi, dia udah saya suruh pergi dulu, tapi dia ngotot untuk menunggu." jelas Akbar.


"Oh, makasih ya Akbar." ucap Keenan.


"Iya, kalau begitu saya juga mau narik lagi mas, permisi!" ucap Keenan pada karyawannya itu.


"Iya, hati-hati." ucap Keenan kemudian melangkah ke ruangan kerjanya. Sudah Keenan duga, dia adalah Mario yang kini duduk di kursi panasnya seraya tidak sopan membuka laci mejanya.


"Assalamualaikum, ayah!" ucap Keenan.


"Kemana aja kamu lama amat?"


"Jawab dulu salam aku, ayah!" sanggah Keenan.


"Hum..waalaikumsalam." sahut Mario.


Mario kini berpindah dan duduk di sebrang meja Keenan. Tangan Mario kembali menengadah, Keenan memandangnya lagi.


"Kenapa ayah?" tanya Keenan tak mengerti.

__ADS_1


"Ayah butuh uang, cepat berikan!" todong Mario kepadanya.


"Uang yang aku beri semalam, ayah kemana 'kan?" tanya Keenan memelas.


"Sudah habis, ayah butuh uang lagi. Cepat berikan!" pinta Mario dengan paksa.


"Apa ayah nggak mau menanyakan tentang keadaan aku dulu, kita bisa ngobrol sebentar dan berbagi cerita?" harap Keenan berusaha mengakrabkan diri pada ayah kandungnya itu.


"Buat apa, itu hanya membuang waktuku. Aku kesini untuk minta uang, bukan mengobrol!!" ketus Mario.


"Aku nggak mau memberikannya ayah, maaf!" ucapan Keenan kembali memancing emosi Mario.


"Kamu minta dihajar lagi!!" ujar Mario dengan tatapan elang.


"Mengobrol dulu sebentar, aku akan bayar waktu ayah, aku janji. Uang bukan masalah buatku, berapa yang harus aku bayar demi ayah bisa memberikan sedikit waktu ayah sama aku?" tanya Keenan nampak berkaca.


Mendengar penuturan dari sang anak, Mario kembali merasa tercekat. Yang Keenan butuhkan sekali lagi hanyalah kasih sayang, bagi Keenan memberikan uang berapa pun pada orangtuanya bukanlah masalah.


"Kamu ini!"


Mario hendak melayangkan pukulannya lagi pada Keenan dan Keenan hanya memejamkan matanya. Sehingga Mario mengurungkan niatnya. Keenan kembali membuka matanya.


"Kenapa berhenti, pukul aja aku, ayah!" Keenan meminta.


"Baiklah, kita bisa mengobrol." tanggapan dari Mario membuat Keenan berbinar dan sumringah.


"Silakan diminum ayah!" ucap Keenan.


"Hum.." Dan Mario menyeruput teh buatan Keenan tersebut.


Keenan menghela nafas lega karena akhirnya ia punya moment yang membahagiakan. Dimana setelah lama, Keenan bisa berhadapan dengan sang ayah, guratan tuanya. Wajahnya yang mirip dengannya, masih tampan setampan dirinya meski sudah lanjut usia.


"Ayah tinggal dimana sekarang, apa ayah diurus Minho dengan baik?" tanya Keenan.


"Buat apa kamu tanya itu, apa kamu akan menyuruh orang untuk menagih uang kalau kamu tau rumahku?" tanya Mario.


"Enggak, jangan bilang hutang ayah. Aku ikhlas memberikannya sama ayah, jika ayah minta nyawa aku, aku pasti juga akan memberikan." jawaban Keenan membuat Mario meneguk saliva kasar.


"Banyak bicara anak haram!" ucap Mario yang begitu menusuk hatinya.


"Aku bisa mencabut nyawa kamu kalau kamu nggak berhenti berceloteh, kamu tau, kamu sama sekali nggak penting bagiku. Yang aku butuh dari kamu hanyalah uang kamu, kamu ingat dimana kamu pantas tinggal, di tempat sampah Keenan. Adanya kamu membuat luka lama Dila tergores lagi,"


"Aku nggak minta kalian bikin aku jadi anak haram, aku cuma minta kalian mengakui aku aja. Bukannya ini adalah kesalahan kalian, kenapa sepertinya seolah akulah biang keladinya." ujar Keenan.


"Ck, omongan nggak penting kayak gini sebaiknya disudahi, cepatlah berikan aku uang!" sanggah Mario dan Keenan mengeluarkan dompetnya serta memberikan pada Mario.


"Ambilah berapa yang ayah mau!" Serta merta Mario merebut dompet itu dan menguras seluruh isi dompet Keenan. Dan melemparkan dompet itu ke wajah Keenan.


"Mau kasih uang aja ribet, aku pergi. Kalau aku butuh uang lagi, aku akan datang lagi dan kamu harus memberikannya." ujar Mario dan melenggang pergi dari hadapan Keenan.

__ADS_1


Tak lama salah satu karyawannya datang dan menanyakan akan keadaan Keenan.


"Mas Keenan, baik-baik aja? Tadi aku seperti mendengar beliau marah-marah?" tanya Akbar nampak khawatir.


"Nggak apa-apa, teruskan aja pekerjaan kamu, ya!" ujar Keenan seraya berlalu dari hadapan Akbar.


*********


Lain halnya dengan Aiden, pasangan pengantin baru itu tengah menikmati indahnya liburan di kota B. Mereka menginap di sebuah cottage pribadi milik keluarga Aiden.


Siang ini mereka menikmati makan siang di sebuah kolam renang. Mereka makan di kolam itu dengan romantisnya. Setelah pelayan Aiden menyajikan banyak makanan di atas meja apung dengan sajian cemilan dan dua gelas jus. Aiden hanya memakai celana renang pendek sedangkan Chelsea memakai bikini sehingga memperlihatkan body goalsnya yang semampai.


Aiden yang baru turun menyelupkan tubuhnya dalam air mendekati Chelsea yang tengah menikmati jus. Ia memeluk Chelsea dan menciumi ceruk wanitanya hingga kegelian.


"Hai, my wife, jangan makan terus nanti gendut hehe.." ucap Aiden seraya menggelitik pinggul sang istri sehingga Chelsea menjauh namun Aiden terus menggodanya. Aiden merasa tertantang, Chelsea menelan saliva kasar melihat tubuh kekar yang basah.


"Kamu keren Chief hehe.." ucap Chelsea sedangkan Aiden mendudukkan Chelsea di tepi kolam.


Aiden menangkup wajah sang istri dan mencium bibir polos dengan hasrat. Chelsea juga menikmati ciuman itu dengan memegang pundak Aiden. Beralih menangkupi kepalanya dan sesekali melepasnya. Kemudian menciuminya lagi seraya tersenyum. Lalu menempelkan hidung mereka dan Aiden kembali mencium cherry lip itu.


"I love you my wife"


"Love you too my hubby."


Setelah itu Aiden menurunkan Chelsea kembali dan menikmati cemilan di meja apung yang tersedia. Setelah puas memadu kasih di kolam renang. Mereka mengganti pakaian mereka, Aiden masih sibuk dengan kacamatanya melihat pekerjaannya di ranjang. Dan ponselnya tak berhenti berdering karena Aiden sengaja tetap mengontrol perusahaan meski tengah bulan madu.


Chelsea memaklumi, lelakinya memang work holic. Apalagi jabatannya kini membuat ia harus tetap membagi antara pekerjaan dan pribadinya.


"Sayang, kalau perusahaan begitu butuh kamu, kita bisa pulang ke kota D besok." Chelsea begitu mengerti.


"Sayang, kita kan baru beberapa hari di pulau dewata. Aku masih mau liburan, tau!" bahkan Aiden yang merengek minta honeymoon mereka diperpanjang.


"Iya, iya, baiklah. Seperti yang kamu inginkan Chief!" sahut Chelsea seraya memeluk Aiden dari samping.


"Jangan panggil Chief lagi, sekarang kamu adalah istri aku, my soulmate, panggil mas Aiden!" pinta Aiden.


"Kita berdua nggak ada keturunan jawa, agak riskan memanggil Mas." ujar Chelsea.


"Aku nggak peduli meski kita keturunan eropa sekali pun, aku mau kamu manggil aku mas, itu terdengar seksi, sayang." ucap Aiden seraya berbisik di telinga Chelsea hingga bulu romanya meremang.


"Astaga, aku baru tau kalau panggilan "mas" itu terdengar seksi haha..Kamu juga bisa manggil aku, Dek. Dek Chelsea, gimana apa kamu suka?" tanya Chelsea seraya memeluk tubuh kekar suaminya itu.


"Aku suka Dek Chelsea." sahut Chelsea seraya tersenyum simpul dan mendaratkan kecupan di pipi Aiden


Cup..


"Makasih dek." ucap Aiden sehingga memeluk erat tubuh ramping sang istri dan menciumi cherry lip itu lagi dengan penuh gelora yang tentu saja mendapat sambutan hangat dari sang istri.


*******

__ADS_1


__ADS_2