
Sore ini Keenan sengaja pulang lebih awal karena Zoya meminta untuk USG. Keenan menjemput sang istri dengan kaca mata hitamnya. Terlihat begitu keren dan makin ganteng saja. Keenan memarkirkan mobilnya di hadapan Zoya.
"Hai cewek, butuh tumpangan?" tanya Keenan sehingga Zoya tak berkedip. Keenan pun keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk sang istri. Zoya pun masuk ke dalam dan Keenan beranjak ke kursi kemudi. Setelah itu, Zoya langsung mengambil kacamata yang Keenan kenakan. Keenan hanya menghela nafas,
"Udah nikah nggak usah belagak perjaka deh!" ucap Zoya.
"Cuma pake kacamata hitam sayang, aku kan mau tebar pesona sama kamu heheh.."
Zoya menarik kedua sudut bibirnya dan melayangkan kecupan di pipi Keenan. Zoya kembali tersenyum mencium bibir Keenan dengan hasrat. Setelah itu, Zoya menarik diri dan tersenyum simpul.
"Jadi USG hari ini?" tanya Keenan memastikan.
"Jadi, mumpung diluar jadi sekalian. Oh iya sayang, hari ini Aiden sama Chelsea udah kembali ke kantor lagi, aku senang karena akhirnya mereka bisa bersama." ujar Zoya sementara Keenan melajukan taksinya lagi.
"Iyalah sayang, mereka kan sahabat kita sekarang, jadi kalau mereka bahagia, kita juga ikut bahagia dong. Setidaknya aku aman sekarang!" ungkap Keenan seraya memainkan kemudi dan menghadap kedepan membelah jalanan kota.
"Aman, maksudnya?" tanya Zoya tak mengerti.
"Aman karena Aiden nggak akan ganggu kamu, dia sudah menikah dan kamu udah menikah." jawaban Keenan direspon senyuman oleh Zoya. Zoya menyandarkan kepalanya di bahu Keenan.
"Masih aja cemburu sama CEO itu ya?" tanya Zoya seraya menarik pipi suaminya itu.
"Aish.." Keenan meringis seraya mengusap pipinya.
"Aku nggak cemburu, ngapain cemburu segala, dasar kepedean!" ucap Keenan mulai meledek Zoya.
"Hum..awas kamu, nanti malam nggak aku kasih jatah." ancam Zoya kesal.
"Biarin,"
Keenan teringat akan perdamaian antara dirinya dan ayahnya tadi. Keenan menggenggam tangan Zoya dan menciumnya. Tak lama mereka tiba di dokter kandungan, Zoya dan Keenan menunggu antrian dan tak lama mereka dipanggil. Setelah Dokter mengisi data, Zoya mulai berbaring dan dokter memberikan gel dan mengeceknya dengan alat pemindai.
"Perutnya besar sekali, udah berapa bulan ini, bu?" tanya Dokter Mila.
"Jalan 5 bulan Dokter." sahut Zoya sementara Keenan duduk di samping brankar.
Dokter Mila pun mengecek isi dalam, detak jantung dan letak janin.
"Apa ini pertama kalinya ibu Zoya, usg?" tanya Dokter Mila.
__ADS_1
"Iya, dokter. Emang kenapa?" tanya Zoya.
Dokter memberitahukan letak posisi janin, dengan tiga kantung sekaligus di layar USG. Betapa Keenan tak menyangka kalau mereka akan dikarunia tiga anak kembar sekaligus. Karena kandungan Zoya sudah jalan 5 bulan, maka terlihat sekali 3 kantung yang berbeda. Sayangnya jenis kelamin belum terlihat karena posisi janin yang membelakangi alat pemindai.
"Ada tiga kantung dengan tiga janin didalamnya. Selamat ya, ibu Zoya akan dikarunia, tiga anak kembar." ujar Dokter Mila.
"Tiga, Dokter? Kembar?" Zoya sempat terbelalak terlebih Keenan.
"Iya, mereka masih aktif. Jagalah kandungan ibu dengan baik, untungnya kandungan ibu ini termasuk kuat. Allah melindungi mereka." jawab Dokter Mila.
Mendapat kabar yang menggembirakan itu, tentu Keenan sangat bahagia. Keenan tiada henti memeluk Zoya ketika mereka sudah tiba di rumah atap.
"Pantaslah, perut kamu nih besar banget sayang. Aku kira bayi kita beratnya 5 kiloan, karena perut kamu udah sebesar ini." tukas Keenan seraya memeluk erat perut buncit yang terlihat besar itu.
"Iya sayang, sayangnya belum terlihat jenis kelaminnya." ujar Zoya sedikit menyesalinya.
"Yang penting sehatlah sayang, mau ketiganya perempuan atau laki-laki. Atau campuran, yang penting sehat dan bisa segera ketemu dengan ayah sama bundanya hehe.." harap Keenan dengan masih terus menciumi perut Zoya.
"Ingat kan kata Dokter tadi, untuk berhubungan baiknya kita kurangi. Tunggu ya sayang demi kesehatan bayi-bayi kita loh!" pinta Zoya seraya menjimpit dagu Keenan dan Keenan mengangguk.
"Tapi, kok bisa ya, kita punya anak kembar. Bukannya kita nggak ada keturunan kembar?" Keenan bertanya-tanya.
"Aku nggak tau sayang, bagaimana pun caranya kita harus menjaga mereka. Jangan kelelahan saat bekerja ya!" pinta Keenan seraya menciumi bibir polos tanpa polesan berkali-kali.
"Udah sayang, aku lagi nggak mood!" pinta Zoya.
"Hah..yaudah, aku buatin kamu susu ya!" ucap Keenan hendak beranjak membuatkan Zoya susu ibu hamil.
"Aku juga mau masak." ucap Zoya namun Keenan melarangnya.
Keenan memberikan kejutan berupa seperangkat alat masak yang sudah lengkap di dapur. Jadi Zoya tak perlu bolak-balik untuk masak. Zoya juga bisa dengan mudah memasak jika ingin sesuatu.
"Tara..aku udah belikan kamu seperangkat alat masak." ucap Keenan.
"Kapan kamu belinya sayang, perasaan tadi belum ada?" tanya Zoya sumringah.
"Iya pas kamu kerja tadi," jawaban Keenan langsung dihadiahi kecupan oleh Zoya.
"Wah, makasih ya! Kamu kayaknya jadi royal banget sejak jadi Presdir nih. Ini beneran uang kamu bukan?" tanya Zoya masih saja mencurigai Keenan.
__ADS_1
"Aku ngepet sayang hehe.." kelakar Keenan.
"Hum..ngarang aja kamu nih!" ucap Zoya seraya memeluk Keenan dengan eratnya. Keenan juga mencium pucuk kepala Zoya dan mengelus punggungnya.
"Lagian kamu nih, masih aja curiga."
"Iya maaf deh. Aku cuma bercanda."
Setelah bercanda riang, Zoya ganti memasak ditemani oleh Keenan. Keenan membantu Zoya memotong wortel dan kentang karena mereka hendak masak sup ayam. Meskipun Keenan tak terlalu pandai dalam memasak, ia berusaha membantu Zoya dengan hati-hati agar tidak salah.
Setelah sup ayam matang, Keenan ganti memasak tempe goreng tepung. Zoya menyiapkan sambal, dan ayam goreng. Tak lama setelah selesai masak, mereka pun makan bersama.
"Masakan kamu nih selalu enak, sayang hehe.." puji Keenan sehingga mood Zoya naik lagi.
"Iya dong, aku kan sebelum kerja, jadi bi ijah. Sepi gitu, sendirian, sejak ada kamu aja, aku ngerasa risih karena aku skeptis, aku ngerasa banyak kekurangan. Aku nggak cantik dan nggak berbakat, tapi kehadiran kamu merubah segalanya, sayang hihi.." jelas Zoya seraya memeluk perut Keenan dan bersandar di dada bidang sang suami.
"Hum..aku jadi menaklukan hati kamu ya, kamu tergila-gila sama aku karena aku tampan dan imut-imut hihi.." Keenan berlagak lagi.
Zoya terkekeh, "Tapi ngeselin banget!" sanggah Zoya.
"Ngeselin tapi bucin kamu sama aku!" ujar Keenan.
"Abis kamu gantengnya kelewatan,... muah.." Zoya mengecup pipi Keenan lagi.
"Haha..iya dong, menurut kamu aku mirip siap Lee Minho atau Liliput heheh.."
"Lolipop hehe..." ucap Zoya seraya menangkup wajah Keenan.
"Udah ah bercanda terus, aku lapar banget nih, ayo kita makan dulu!" ajak Zoya.
"Iya." sahut Keenan sehingga mereka makan bersama kali ini.
Episode kali ini spesial Keenan sama Zoya ya, happy reading 😍
*********
Jangan lupa dukungannya berupa like, koment, hadiah, vote juga boleh. Sambil nunggu up selanjutnya bisa mampir juga ke novel temanku yaa, makasih 😍
__ADS_1