
Chelsea belum tau tentang apa yang sudah terjadi antara Aiden, Keenan, dan Zoya. Chelsea masih berharap akan kedekatan mereka. Lalu Aiden menghampiri Chelsea.
"Chelsea, bisa ke ruangan aku, sekarang!" pinta Aiden.
"Hum," sahut Chelsea lalu mengekori Aiden dari belakang.
Mereka duduk di sebuah sofa, Chelsea bingung ada apa sebenarnya. Aiden tersenyum dan memberitahukan tentang hubungan Keenan dan Zoya.
"Chelsea, Zoya dan Keenan sudah bersama. Mereka sudah jadi sepasang kekasih." ujar Aiden.
"Apa, kenapa secepat ini? Bukannya mereka hanya berteman biasa aja," Chelsea sangat kecewa mendengar penuturan Aiden.
"Nyatanya mereka saling menyukai, Chelsea. Aku juga kaget, bukannya sebelum ini, Keenan mendekati kamu, bukan? Kenapa dia berubah secepat itu," Aiden menambahkan.
Kenapa harus terkejut, sebelumnya juga Chelsea hanya main-main saja dengan Keenan. Namun, saat ia meyakini perasaanya, Keenan malah menjalin hubungan dengan Zoya. Chelsea merasa patah arang, ia tak ingin berlama-lama di ruangan Aiden.
"Maaf, pak Aiden. Saya permisi dulu!" ucap Chelsea lalu keluar meninggalkan ruangan Aiden.
Chelsea yang kalut segera menghubungi Keenan. Ia ingin menemuinya kali ini, Keenan yang sudah berada di taksi lagi segera membaca pesan Chelsea dan menemui Chelsea di cafetaria. Terlihat Chelsea tengah menunggunya. Kemudian Keenan menghampirinya.
"Chelsea!" sapa Keenan.
"Keenan, ayo duduk!" ucap Chelsea kemudian Keenan duduk di sebuah kursi.
"Kamu mau pesan makanan atau minuman?" tanya Chelsea lagi saat Keenan sudah duduk.
"Terserah kamu aja, Chel." jawab Keenan dengan senyuman.
Chelsea memesankan Keenan minuman. Kemudian Chelsea kembali menatap Keenan. Chelsea begitu cantik karena profesinya sebagai sekertaris menuntut ia untuk tampil demikian terlebih memang parasnya sudah ayu yang sempat membuat Keenan terpesona saat itu.
Tak lama minuman datang kemudian Chelsea mulai bicara.
"Maaf, apa aku ganggu kamu, Keenan?" tanya Chelsea.
"Aku bebas Chelsea, harusnya aku yang bertanya. Apa kamu nggak mengganggu pekerjaan kamu saat menemui aku seperti ini?" tanya Keenan.
"Enggak kok, aku cuma mau minta kejelasan. Kenapa tiba-tiba kamu berpacaran dengan Zoya, bukannya kemarin kamu seperti memberikan harapan pada hubungan kita?" tanya Chelsea.
"Harapan, maksud kamu, Chel?" tanya Keenan jadi tak enak hati dengan Chelsea.
"Belakangan ini kita dekat Keenan, kamu udah lancang membuat aku memiliki perasaan ini. Terus tiba-tiba kamu bersama Zoya, saat kamu tau Aiden akan bersamanya?" tanya Chelsea sendu.
"Kamu salah paham Chelsea, aku nggak tau sebelumnya. Aku emang menyukai Zoya, iya kita sempat dekat saat itu tapi sepertinya perasaan aku lebih besar pada Zoya!" ujar Keenan.
__ADS_1
"Kamu ini, semudah itu kamu menghapus perasaan itu saat kamu udah membuat aku menyukai kamu. Kamu ini nggak punya perasaan Keenan!" Chelsea menitihkan air mata saat pria yang disayanginya tak lagi sendiri. Padahal Chelsea sudah mulai merasai.
"Jangan menangis, Chelsea! Aku nggak bisa lihat tangisan itu, Maafin aku!" Keenan merasa dirinya begitu cemen saat harus membuat wanita menangis.
"Jadi, apa yang kamu mau, aku hanya nggak mau menangis sendirian. Aku cuma mau kasih tau kalau aku kecewa sama kamu, Keenan!" Chelsea terus merutuki Keenan.
Keenan mengambil tisu dan menghapus airmata yang membasahi pipi Chelsea. Namun tiba-tiba Chelsea memegang tangan Keenan sehingga Keenan terdiam sejenak.
"Aku antar kamu pulang, ya! Jangan seperti ini, Chelsea!" Chelsea masih menggenggam tangan Keenan.
Kenapa rasanya jadi tak karuan seperti ini. Tindakannya yang menyatakan perasaan pada Zoya telah merubah segalanya begitu cepat.
"Aku udah minta izin untuk pulang lebih awal, jadi kamu antar aku pulang, ya!" pinta Chelsea.
"Ah, iya. Ayo aku antar kamu pulang!" sahut Keenan dengan senyuman.
Chelsea benar-benar tak rela saat Keenan harus dimiliki orang lain. Saat mereka jalan bersama Chelsea memilih meraih tangan Keenan dan menggandengnya.
"Maaf Chelsea, tapi!" sanggah Keenan berusaha melepas tangan Chelsea.
"Shut," Chelsea memberi isyarat agar Keenan tak menghentikan sikapnya lalu mereka kembali bermobil lagi saat ini.
Chelsea tak bicara sepatah kata pun ia hanya diam menatap ke jalan. Keenan juga tak enak jika ingin bertanya ia terus melajukan mobilnya hingga tiba di kediaman Chelsea. Chelsea yang terkejut membuat suhu tubuhnya menurun dan ia tengah dilanda demam saat ini. Sepertinya ia begitu kecewa dan terpukul. Merasa Keenan telah mengkhianatinya. Chelsea malah tertidur saat ini, Keenan jadi merasa bersalah.
"Chelsea! bangunlah kita udah sampai!" ucap Keenan dan Chelsea sempat meracau serta menggigil.
"Keenan, kamu keterlaluan!" itulah yang Chelsea racaukan saat ini.
"Matanya terpejam tapi kok malah bicara, Chelsea!" tak sengaja Keenan menyentuh lengan Chelsea dengan suhu tubuh yang hangat. Kemudian Keenan memberanikan diri memeriksa kening Chelsea dan ternyata badannya panas tinggi.
"Dingin Keenan, kenapa rasanya begitu dingin?!" tanya Chelsea.
"Apa kamu bisa berjalan, ayo! aku antar ke dalam!" Namun sepertinya Chelsea begitu lunglai karena bahkan ia tak mampu menahan bobot tubuhnya.
Hingga akhirnya Keenan segera membopong Chelsea ke ruang tamunya. Keenan celingukan mencari dapur dan mencari sesuatu membuatkan Chelsea jahe hangat dan mengompres kening Chelsea.
"Maaf, sebaiknya kamu istirahat di kamar, Chelsea. Supaya lebih nyaman. Maaf ya!" Keenan kembali membopong tubuh Chelsea lagi ke kamarnya dengan menaiki tangga.
Kini wajah mereka begitu dekat, Chelsea tersenyum melihat pria yang disayanginya begitu perhatian dengannya. Bahkan Keenan jauh lebih menyejukkan saat mereka sudah berada sedekat ini. Chelsea perlahan menyentuh pipi Keenan yang tampak khawatir akan keadaan Chelsea. Hingga mereka tiba di kamar Chelsea.
Keenan meletakkan tubuh ramping itu di ranjang dan segera menyelimuti Chelsea.
"Sebaiknya kamu istirahat, aku akan ambilkan jahe hangat supaya kondisi kamu lebih baik!" ujar Keenan namun Chelsea meraih tangan Keenan sehingga Keenan kembali duduk di dekatnya serta merta Chelsea terbangun dan memeluk dengan erat tubuh Keenan.
__ADS_1
"Maaf Chelsea!" ucap Keenan.
"Kenapa kamu berulang kali minta maaf, aku hanya mau memeluk kamu sebentar, seperti..seperti seorang teman memeluk temannya!" ucap Chelsea sehingga Keenan membelai punggung Chelsea dan sesaat Chelsea kembali tertidur dengan pulasnya di pelukan Keenan.
"Chelsea?" Keenan memastikan sesuatu dan ternyata Chelsea sudah pulas dalam pelukannya.
Keenan perlahan menidurkan Chelsea di ranjangnya dan menyelimuti tubuh Chelsea kemudian memberikan kompres di kening Chelsea, meletakkan jahe hangat di nakas dan membenahi selimut agar Chelsea merasa nyaman. Barulah setelah itu, Keenan kembali beranjak menuju ke taksinya.
**********
Sejak tadi ada yang terus mondar-mandir di kamarnya menunggu seseorang yang tumbenan belum kembali hingga waktu menjelang malam. Saat ini sudah pukul 7 dan biasanya Keenan kembali setiap jam 5 sore.
"Keenan kemana, sih? apa benar dia menemui Chelsea seperti yang Aiden katakan tadi. Apa mereka sedang melakukan perpisahan karena nggak jadi bersama, hah..mengharukan sekali!" sungut Zoya bermonolog karena Keenan juga membuat hatinya cemburu dan terluka saat ini.
Tak lama terdengar langkah kaki dan sudah dipastikan Keenan baru saja pulang. Zoya segera bergegas keluar dari kamarnya dan menghampiri Keenan.
"Keenan!" panggil Zoya.
"Iya sayang." sahutan Keenan terdengar keras sehingga Zoya tiba-tiba membungkam mulut Keenan.
Keenan membulatkan matanya tak mengerti lalu Zoya kembali melepaskan mulut Keenan.
"Kenapa, apa aku nggak boleh memanggil kamu, sayang?" tanya Keenan pelan.
"Cepatlah naik, kita mengobrol dirumah atap aja!" titah Zoya kemudian menautkan tangannya di lengan Keenan dan menarik Keenan begitu saja.
"Pelan aja Zoya!" pinta Keenan dimana Zoya tak pernah memperlakukannya dengan lembut.
Kemudian Keenan membuka kunci rumahnya dan mereka melanjutkan obrolan mereka di kasur tipis milik Keenan.
"Kamu bisa nggak sekali aja lembut, sayang!" pinta Keenan dengan lembut.
"Kata Mitha, dia melihat kamu makan bersama Chelsea tadi di cafetaria dekat perusahaan, apa yang kalian bicarakan, apa kalian mau selingkuh di belakang aku?" tanya Zoya dimana ia semakin menunjukkan sikapnya yang posesif setelah mereka bersama saat ini.
"Eng..enggak Zoya, Kami cuma mengobrol aja!" sahut Keenan.
"Apa yang kalian obrolin? kenapa begitu lama? Apa kalian melakukan hal lain?" Zoya memberondong Keenan dengan pertanyaan. Betapa Zoya sangat cemburuan, ia bahkan lebih bucin dari Keenan saat ini. Tak dipungkiri kenapa Zoya lebih memilihnya.
"Huft, baru aja pulang bukannya di kiss, malah dicemburui nggak jelas kayak gini." keluh Keenan namun sambil tersenyum tipis.
"Cemburu?? Haish.." sungut Zoya.
**********
__ADS_1
Makasih yang sudah setia mampir di karya remahanku, mohon dukungannya yaa gaes 😍...