Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Memikirkanmu


__ADS_3

Sementara itu, Zoya tengah tiba di perusahaan dan hendak duduk di meja kerjanya. Ia sebenarnya khawatir pada Keenan karena mengurung suaminya sendiri di dalam rumah atap. Pintu itu menggunakan gembok dan kuncinya Zoya bawa. Namun ia tak peduli, karena kalau tidak begitu Keenan pasti akan melarikan diri.


"Kasian juga my hubby , tapi kalo nggak gitu, dia pasti kabur, maaf ya sayang! Maaf banget," ucap Zoya bermonolog.


"Hah..yaudah, bodo amat, nanti kalau pulang aku kasih hadiah aja, supaya dia nggak marah karena aku kurung hihi.. oh iya, dia lagi apa ya sekarang hehe.." Zoya malah merindukan suami malang yang dikurungnya itu.


Tentu saja Keenan merasa sangat boring karena ulah sang istri. Ia sudah streaming nonton drama korea favoritnya dan melakukan banyak hal misalnya melipat pakaian, menyapu, mengepel, membersihkan toilet. Mondar-mandir tak jelas, dan sampai karena kelelahan ia merebahkan diri di ranjang.


"Hah..lama banget waktu berputar, aku udah suntuk banget ini. Zoya tega banget ngurung aku kayak gini, awas kamu sayang! Aku balas nanti!!" Keenan merasa kesal dan hendak menghukum sang istri saat pulang nanti.


🌺🌺🌺🌺🌺


Sementara itu, Zoya tengah makan siang bersama Aiden dan Chelsea. Belakangan mereka bagai kepompong, perselisihan mereka tepis demi hubungan baik. Aiden juga berusaha menunjukan sikap kepemimpinan sebagai orang nomor satu di perusahaan.


"Gimana hubungan kamu dengan Keenan, katanya kemarin mau merawat bayi?" tanya Chelsea.


"Aku yang cerita ke Chelsea, Zoya." ujar Aiden.


"Nggak jadi, Chelsea, pak Aiden. Keenan nggak mau begitu juga dengan orang tua kami." sahut Zoya.


"Aku setuju sama Keenan, Zoya!" sahut Chelsea sehingga Aiden dan Zoya langsung memandangnya.


"Iya, kalau menurut aku, dia melakukan itu karena sayang sama kamu, dia berharap untuk memiliki anak hanya dari kamu," ujar Chelsea lagi.


"Iya, Chelsea. Oh iya, selamat ya buat kalian. Maaf kalau sempat ada perselisihan hati diantara kita, Aku harap kalian bisa segera menikah, menyusul kami!' harap Zoya lalu Chelsea memegang tangan yang kini sudah menjadi sahabat dekatnya itu.


"Aamiin, kamu juga cepat isi, ya! Mari saling mendukung mulai sekarang!" ajak Chelsea dengan lembutnya.


"Hum, kita saling suport ya hehe.." sahut Zoya dengan tawanya lalu Chelsea memeluk Zoya dengan erat, nampak Aiden memandangi Chelsea dengan penuh cinta dan Zoya menyadarinya.


Setelah makan siang Chelsea dan Aiden jalan beriringan menuju ke ruang kerja mereka. Tampak raut bahagia terpancar dari wajah Chelsea. Aiden merasa perlu untuk bertanya. Ia menghampiri meja Chelsea saat ini.


"Kamu kayaknya bahagia banget, aku jadi ya melamar kamu seminggu lagi!" ujar Aiden.


"Iya CEO, kita akan lakukan privat kan, hanya mengundang orang terdekat aja!" ujar Chelsea.


"Sesuai keinginan kamu, sayangku hehe.." tukas Aiden.


"Oke, selamat bekerja, ya!" ucap Chelsea.


Cup..cup..Aiden mencium kedua pipi Chelsea sehingga wajahnya memerah.


"Sayang, nanti ada yang lihat hehe.." sanggah Chelsea tersipu malu seraya menutup mulutnya.


"Biarin, ini perusahaan aku, yang penting aku nggak berbuat asusila disini hehe...yaudah, selamat bekerja my wife," bahkan Aiden sudah seberani itu menyebut Chelsea my wifenya.


"Terima kasih my husband!" sahut Chelsea seraya menyimpulkan senyuman.

__ADS_1


Kemudian Aiden beranjak masuk kembali ke ruangan kerjanya dan Chelsea mengulum senyum dengan hati yang berbunga-bunga.


******


Tak terasa senja tengah menyapa penduduk bumi yang kelelahan karena aktivitas mereka. Zoya juga bersiap untuk pulang dan membeli sesuatu karena masih moment tahun baru. Ia membeli kembang api dan mainan ular tangga. Ia hendak mengulang masa lalu memainkan hal yang sudah lama tak dilakukannya.


Setelah turun dari bus, Zoya mempercepat langkahnya dan membuka pintu rumah atap. Zoya memasuki rumah itu dan melihat Keenan yang tengah tertidur. Ia merasa kasihan dengan sang suami, kemudian mencium keningnya seraya membangunkannya.


"Assallamuallaikum sayang, aku pulang!" ucap Zoya dengan lembut di telinga Keenan.


Keenan yang terbangun tak menatap Zoya dan dia ganti posisi membelakangi sang istri.


"Kamu marah sama aku?" tanya Zoya.


"Bersihkan diri kamu, aku hampir mati karena nggak bisa melihat matahari hari ini!" keluh Keenan.


"Hum..seriusan, masih untung cuma aku kurung, nggak aku ikat kaki dan tangan kamu!" Zoya berucap kemudian jalan sambil lalu ke toilet.


Ikat tangan dan kaki aish...menyebalkan!!


Keenan hanya membatin saja dengan ucapan Zoya yang kini tengah mandi. Usai mandi, Zoya melihat luka di pelipis Keenan. Ia mengganti perban dan plester yang baru. Lukanya sudah mulai mengering.


"Maafin aku sayang, kamu bosan ya, kesal sama aku?" tanya Zoya sementara Keenan hanya menggeleng tak ingin mendiami sang istri terlalu lama.


"Aku beli kembang api, ayo kita nyalakan nanti malam!" ajak Zoya seraya mengeluarkan kembang api berukuran besar.


"Emang kamu mau apa? Mau aku masakin sesuatu? Kamu hari ini makan, kan?" tanya Zoya seraya menyingkap poni Keenan dan melihat luka yang tertutup poninya itu.


"Aku makan, dan jadi bi Ijah hari ini." sahut Keenan.


"Besok kamu nggak akan jadi bi Ijah lagi, aku lihat luka kamu udah mendingan. Kalau aku nggak kunciin kamu, kamu pasti akan nekad bekerja, jadi maafin aku ya, kalau itu membuat kamu merasa kesal." Zoya memaparkan maksudnya karena ia sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya. Ia merasa sedih, melihat Keenan terluka kemarin karena membuat hatinya ikut terluka.


Kemudian satu kecupan Keenan layangkan ke bibir merona di hadapannya itu. Tangan kanannya menyusuri leher jenjang sang istri mendekatkan tubuhnya sehingga Zoya hanya pasrah menikmati lumatann yang Keenan lakukan. Perlahan Keenan melepaskan kecupan lembutnya itu. Membenahi anak rambut dan menyelipkan ke cuping telinga sang istri.


"Aku udah nggak kesal lagi, aku udah hukum kamu barusan!" ungkapan Keenan membuat Zoya tersenyum.


"Jadi aku dihukum karena mengurung kamu hehe.." Zoya tersenyum seraya menangkup pipi Keenan dengan tangan kanannya.


"Hum, kalau tadi kamu ikat aku segala, hukuman kamu pasti lebih berat!" jelas Keenan berkelakar.


"Hehehe..bodo amat, yang penting kamu nggak kemana-mana dan usahaku berhasil, cuma hari ini sayang, besok kamu bisa bekerja lagi, ya!" ujar Zoya sedangkan Keenan mengangguk.


"Iya sayang, ini terakhir ya! Jangan lakuin lagi!" pinta Keenan.


"Kalau kamu tadi nurut, sebenarnya nggak ada adegan kunci pintu. Karena kamu keras kepala tadi, oh iya aku beli kembang api dan permainan ular tangga," ujar Zoya lalu mengeluarkan mainan itu dari tasnya.


"Ular tangga untuk apa, kamu nih kayak anak-anak aja!" ucap Keenan.

__ADS_1


"Nggak tau kangen aja, mau main ular tangga sama kamu, kayaknya seru aja gitu," jawab Zoya dengan sumringah.


"Yang penting kamu suka sayang, lakukanlah apa yang jadi keinginan kamu!" Keenan selalu mendukung.


"Makasih sayang! Kita main sepeda yuk!" ajak Zoya.


"Udah ngurung aku sekarang ngajak main sepeda, hmm.." keluh Keenan.


"Jangan sampai nanti aku lanjutin hukuman kamu aku kunciin di toilet biar tidur sama gayung, mau?" ancam Zoya. Sehingga Keenan terkekeh,


"Iya sayang aku nggak mau dikurung lagi, ayo kita main sepeda sambil cari cemilan ya!" ajak Keenan dengan bersemangat.


"Ayo!" sahut Zoya lebih bersemangat lagi.


"Kamu udah mandi belum?" tanya Zoya.


"Udah abis beberes rumah tadi, sebelum bobo cantik aku mandi dan ketiduran." sahut Keenan.


"Anak baik hehe.." ucap Zoya seraya memeluk dada bidang sang suami sambil menyeringai wajahnya sehingga Keenan menutup matanya sejenak.


"Sayang, jangan kayak gini. Nanti malam aja!" sanggah Keenan karena wajah Zoya begitu dekat menyusuri dada bidangnya sehingga mengganggu wajahnya.


"Hum..oke," Zoya menghela nafas kemudian keluar dari rumah atap. Mereka bersepeda bersama menyusuri jalan komplek.


"Kamu berat sayang!" ucap Keenan.


"Sini biar aku yang bonceng!" Zoya menahan kaki Keenan sehingga Keenan berhenti.


"Emang kamu kuat, biar aku aja yang bonceng, kamu marah kah, aku bilang berat?" Keenan merasa tak enak hati pada sang istri.


"Aku tau badan kamu jauh lebih berat, aku bilang suruh kurus malah makin kekar aja, tapi itu bukan masalah, ayo tukar posisi!" ulas Zoya sehingga Keenan mengulum senyum akan tingkah sang istri.


"Kamu kuat nggak?" Keenan merasa khawatir.


"Kuat!" sahut Zoya pasti.


Namun saat tukar posisi sepeda malah oleng karena Keenan jauh lebih berat, malah Keenan beberapa kali hampir terjungkal karena tak seimbang.


"Zoya nanti aku kejungkal, ini nggak seimbang!" ujar Keenan terkekeh.


"Kamu ini yang kejungkal bukan aku haha.." Zoya malah meledek. Dan saat membawa dengan sempoyongan akhirnya sepeda yang mereka tumpangi jatuh menubruk pohon.


"Auh, gimana sih," keluh Zoya.


Keenan malah terkekeh, "Haha...udah aku bilang masih aja ngeyel 'kan!" kelakar Keenan yang tak pernah tega memarahi sang istri yang berbuat ulah. Zoya juga tak bisa menahan tawanya karena sudah terlanjur malu jadi untuk menghilangkan rasa malunya ia tertawa saja.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2