
Hoam..selamat pagi dunia penuh cinta bagi pasangan yang berbunga-bunga.
Apakah ia Keenan kali ini sedang berbunga-bunga, Keenan memetik gitarnya kemudian guling-gulingan di kasur tipisnya. Ia lompat-lompat menggerakkan tubuhnya karena ia merasa gugup tak terbendung. Terakhir kali ia memiliki kekasih adalah saat sekolah menengah atas, kemudian ia sering dicampakkan.
Keseringan mereka hanya melihat tampang nya saja kemudian karena tak seru karena tak pernah mengajak making love pada kekasihnya. Ia akhirnya diputuskan karena dinilai terlalu alim untuk ukuran pria yang mereka pikir bernafsuu besar. Padahal Keenan hanya ingin melakukan hubungan sehat tanpa melibatkan urusan hubungan badan sebelum menikah.
Hubungan yang tak melulu mengedepankan making love agar dikatakan serius. Keenan segera menyambar handuknya dan mandi kembali guna mencari rezeki memainkan stirnya mengantar penumpang.
Sementara Zoya tak kalah bahagianya, kekasih Keenan itu kini berdandan begitu cantik demi menarik hati sang pangeran hati yang kini sudah ia miliki. Bahkan memintanya menjadi istrinya, pendamping hidupnya.
"Ah, Keenan. Akhirnya, si somplak itu, hah..kenapa rasanya gugup. Aku butuh angin segar untuk menghalaunya..Auh..bahagianya!!" Zoya begitu sumringah saat pria tampan yang kini berada di rumah atap itu menyatakan keseriusan.
Saat sarapan, Risna yang melihat gelagat Zoya hanya geleng kepala.
"Hah..yang lagi kasmaran, cepatlah putuskan, kapan akan menikah!" saran Risna.
"Iya, Zoya. Kapan kalian akan menikah, pak Danu sering menanyakan agar kalian segera menikah." ujar Sandi.
"Iya, kah ayah. Uh..hihihi.." Zoya nampak antusias sehingga Risna dan Sandi saling bertukar pandang.
"Kamu sehat, kan, Zoya? Kenapa sejak tadi cengengesan?" tanya Sandi memeriksa kening putrinya.
"Ayah ini, begitulah kalau kasmaran, melebihi orang gila perasaannya. Oh, iya. Ini berikan sama Keenan, ibu buatin omlet dan nasi goreng." ujar Risna dimana ia membuatkan Keenan nasi goreng dan omlet telur yang terbungkus dalam kertas nasi.
"Ah, iya. Nanti aku berikan haha.." Zoya tak berhenti kasmaran, ia masih gila karena bahagia.
Keenan sendiri menggunakan baju hitam, celana levis hitam dan sweter coklat. Disemprotkannya parfum sehingga wangi tubuhnya. Ia juga memakai pelembab wajah agar wajahnya tak terlalu kering. Perlahan tubuhnya mulai besar lagi. Kemudian Keenan menuruni tangga dan berpapasan dengan Zoya.
Zoya sudah memberikan senyumannya pada Keenan. Entah kenapa sekarang ia jadi bucin akut pada kekasihnya yang makin berkharisma itu. Saat Keenan sudah berada di dekatnya. Zoya langsung menyambar tangan Keenan dan menggandengnya dengan masih menahan bahagia tiada terkira. Ingin rasanya ia tertawa dan terbang ke angkasa saking senangnya.
Keenan menyimpulkan senyuman, "Kamu kenapa sih, sayang?" Keenan sedikit lucu dengan tingkah kekasihnya itu.
"Shut, aku lagi berbunga-bunga, tau." jawab Zoya kembali memasang wajah cool.
"Wow, kok bisa, karena apa?" tanya Keenan sehingga mereka jalan beriringan menuju ke penyewaan taksi.
"Karena kamu." sahut Zoya seraya mendusel lengan Keenan. Keenan tersenyum dan membelai rambut Zoya sehingga Zoya merasa nyaman.
"Kamu kayak ulat bulu ya, aslinya haha.." ucapan Keenan seketika membuat wajah Zoya berubah.
"Ah, ulat bulu. Enak aja," ujar Zoya.
"Jangan marah dulu, maksudnya ulat bulu karena nempel mulu ke aku haha..iya." Keenan merasa malu karena sikap Zoya yang mudah berubah-ubah frekuensinya. Ah..namanya juga wanita.
__ADS_1
Setelah tiba di penyewaan taksi. Keenan segera mengambil mobilnya dan Zoya menyusul masuk, Zoya terus melihat wajah Keenan yang lebih bersih saat ini.
"Kamu pakai pelembab, sayang?" tanya Zoya seraya mencubit sekilas pipi Keenan.
"Iya, aku selalu pakai kok. Kamu aja yang baru perhatiin selama ini, kamu terlalu sibuk marahin aku," jawaban Keenan membuat Zoya malah jadi gemas.
"Ah, jangan ngambek dong. Aku nggak kuat hihi.." Keenan meringis dengan sikap kekasihnya itu. Entah apa yang merasuki tubuh Zoya sehingga si pemalu itu berubah jadi garang.
"Kamu kenapa, sih?" tanya Keenan lalu melihat ponselnya dimana ia mendapat penumpang lagi. Dengan segera ia mengantar Zoya agar Zoya segera tiba di perusahaan dan Keenan bisa ganti menjemput penumpangnya itu.
"Sayang, aku ada penumpang. Aku percepat ya, ke perusahaan." ujar Keenan dimana ia segera mempercepat laju kendara.
"Iya my love hihi.." sahut Zoya seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Uh, lucu banget sih, kamu." ujar Keenan.
Tak lama mereka tiba di depan perusahaan Aiden. Zoya mengulurkan tangan, Keenan bingung lalu menjabat tangan Zoya. Sedangkan Zoya mencium punggung tangan Keenan.
"Sebelum kerja, sungkem dulu sama calon suami." ucap Zoya membuat Keenan tersipu.
"Haish, sumpah kamu imut banget hehe.." ucap Keenan pada kekasihnya itu.
"Kamu juga, ganteng hehe.. Ini ada bekal dari ibu buat kamu, dimakan ya! Ya udah aku duluan, sayang. Bye.." ucap Zoya.
"Makasih sayang, hati-hati kerjanya!" pinta Keenan dengan senyuman.
"Zoya kesurupan nggak, sih. Kok, dia jadi aneh begitu, ya. Haish..terserah lah, yang penting dia masih waras." Keenan menghela nafasnya berat kemudian melihat satu pesan masuk lewat aplikasinya.
Keenan tersenyum, Billy mengajaknya main ke karaoke. Keenan langsung menolaknya namun ternyata Rayan juga ikut. Kenapa harus ke tempat karaoke, ya. Namun, ia terima penawaran dari Rayan.
Keenan menunggu di dalam taksinya, tak lama kemudian Rayan dan Billy datang kemudian masuk ke dalam taksi. Rayan duduk di depan sedangkan Billy duduk di belakang.
"Emang, kamu nggak apa-apa karaokean?" tanya Rayan.
"Hum, nggak apa-apa. Aku lagi butuh hiburan juga," sahut Keenan kemudian melirik Billy yang bersikap begitu cool.
"Billy, sehat, kan?" tanya Keenan pada Rayan.
"Lagi sehat Keenan, belum ada perubahan." jawaban Rayan membuat Keenan nyengir.
"Lagi sehat? Fiuh..okelah kita jalan sekarang!" ujar Keenan kemudian melajukan taksinya itu membelah jalanan ke tempat karaoke.
Tak lama mereka tiba, Rayan juga mengajak satu orang teman wanitanya yang berpenampilan begitu seksi. Pikir Keenan nemu dimana, perasaan tadi mereka hanya bertiga saja.
__ADS_1
"Rayan, ini siapa?" tanya Keenan bingung.
"Teman, eh kenalin ini, Keenan sopir taksi." ujar Rayan pada Sinta teman wanitanya itu.
Billy masih mengawasi, ia seperti tidak suka Sinta memepet Keenan. Lalu mereka mulai menyanyi, giliran Keenan, Sinta masih saja menggelayut manja.
"Hey, jangan dekati dia, dia punyaku." sinis Billy pada Sinta lalu menarik Sinta dan merangkul Keenan serta nyanyi bersama Keenan. Keenan tak peduli, ia masih fokus menyanyi namun sejak tadi diperebutkan Sinta dan Billy.
"Eh, udah kalian!" Rayan melerai Sinta dan Billy yang bersitegang.
"Gila kamu, udah nggak waras!" ucap Sinta.
"Eh, udah-udah aku teman kalian bukan punya kalian. Kalian udah punya masing-masing. Aku putar lagunya kita nyanyi sambil menari, ya!" ajak Keenan sehingga Sinta dan Billy berhenti bersitegang.
"Punya masing-masing apa, maksudnya Keenan?" Rayan berbisik.
"Haha..lihat dibalik celana kamu!" titah Keenan sehingga Rayan antusias menoyor kepala Keenan. Keenan terkekeh.
"Wah nakal dia, ya. Rayan hihi.." sambung Sinta.
"Haduh, teruskan menyanyi." Keenan tak peduli dan kembali bernyanyi dengan Billy sambil berangkulan. Sesekali Billy melayangkan kecupan karena ia mulai berubah-ubah, namun Keenan menahan dengan telapak tangannya.
Rayan terkekeh melihat Billy dan terhanyut dalam suasana riang dalam ruang karaoke tersebut. Setelah puas menyanyi. Keenan kembali mencari penumpang dan melihat foto yang Billy kirimkan di taksinya. Sebenarnya ia agak geli, namun Keenan tak ambil pusing lagi.
**********
Sementara karena terlalu bahagia Zoya jadi tidak fokus bekerja. Namun, ia berusaha mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Dari kejauhan CEO Aiden, nampak memperhatikannya. Zoya nampak begitu fokus dengan jabatannya saat ini.
Tak lama Aiden mengajak Zoya makan siang dan anehnya Chelsea juga ada, mereka makan semeja saat ini. Terlihat. canggung, namun akhirnya mereka saling bercengkerama.
"Tumben, kita makan siang semeja, ya!" ulas Chelsea dengan senyum simpul ke arah Zoya.
"Iya, biar lebih akrab, kan." sambung Aiden.
Sementara Zoya hanya tersenyum akan ucapan mereka.
"Kenapa kamu diam aja, Zoya. Kamu mikirin, Keenan?" tanya Chelsea tiba-tiba dan membuat Aiden melihat ke sekeliling membuang keresahannya.
"Ah, enggak. Aku cuma sedang mendengarkan kalian." jawab Zoya.
"Hum..gimana hubungan kamu dengan Keenan, apa benar kalian akan menikah?" tanya Chelsea seraya melirik Aiden.
"Em..iya, kami akan segera menikah." Antusias Aiden memandang Zoya. Ternyata Aiden sudah melewatkannya.
__ADS_1
"Menikah??" Aiden sempat membulatkan matanya sedangkan Chelsea hanya pasrah dan tak peduli. Meskipun hatinya begitu sakit. Ungkapan yang begitu menyayat hati keduanya.
*******