Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Markas wanita malam


__ADS_3

Hai semua makasih yang udah mampir, untuk penyemangatku boleh dong kasih tanda cinta kalian, berupa like, komentar, vote dan bunga juga boleh kok, ikuti terus ya kisah ku yang belibet ini, semoga kalian selalu terhibur pembacaku tersayang...


🌺🌺🌺


Keenan merasa galau saat ia merasa telah mencampakkan seorang wanita yang baik. Ia masih melamun melihat bir di hadapannya, sedangkan Jordan dan Rangga sudah teler karena mereka sudah meneguk banyak minuman keras.


"Eh, Keenan, kamu aneh deh! Ini uang kamu, traktir kami miras, kenapa kamu malah nggak minum, dasar payah!" ucap Rangga yang sudah setengah sadar tengah teler karena terlalu banyak minum.


"Maaf, bukan aku nggak menghargai, aku nggak pernah minum miras ini, mau kalian bayar aku, aku nggak mau melakukan itu," jawaban Keenan membuat Jordan yang juga dilanda mabuk tertawa dengan puas.


"Hahaha..Emang payah kamu, eh, siapa nanti yang antar kita hah.. Gimana kalau abis ini kita menghabiskan malam di hotel haha..." ajak Jordan.


"Kalian lakukanlah, aku akan pulang. Ini udah hampir pagi!" Keenan menggeleng kepala melihat kedua temannya sudah teler itu.


"Kenapa kita nggak bawa Keenan ini ke taman hiburan aja, Rangga. Lihatlah, dia malah memesan teh botol dari warung sebelah, harusnya kamu minum juga Keenan haha..ini nikmat.." seloroh Jordan yang ternyata sama juga layaknya Rangga saat mabuk.


"Haish, emang iya aku minum teh, setidaknya warnanya sama. Udahlah minumnya, nggak kebayang kalau aku juga mabuk, padahal aku mau ajak kalian makan di restoran mahal, kalian malah milih kesini, aku nggak akan mau minum ini hah.."


"Cekoki aja dia, kamu cekal tangannya, biar aku paksa dia minum haha.." Rangga mulai tak terkendali.


"Cekoki aku, bahkan kamu udah teler seperti itu. Aku pukul sekalian kamu biar pingsan, dasar payah!" Keenan yang kerepotan dengan tingkah Rangga dan Jordan malah dipepet wanita cantik yang langsung duduk di pangkuannya.


"Hai ganteng, mau menghabiskan malam berdua?" tanya si wanita yang membuat Keenan menelan saliva itu.


"Eng..enggak, carilah pria lain, aku nggak mau!" elak Keenan.


"Ayolah beib! Satu malam aja, aku beruntung ya, kamu ganteng banget, pasti kamu juga bersemangat, kan?" wanita itu makin memaksa.


"Nggak, aku mau pulang, aku mau bawa kedua teman payahku ini pulang!" sanggah Keenan namun wanita yang terpesona akan wajah Keenan itu memeluk Keenan dan menarik tangan Keenan menjauh dari Rangga dan Jordan.


"Mbak, jangan seperti ini. Saya nggak bisa, Carilah pria lain!" Keenan berusaha melepaskan tangan sang wanita yang bernama Eva, malam itu dan datang lagi satu wanita lainnya yang mencekal tangannya ia adalah Seli, yang juga bertindak sebagai kupu-kupu malam.


"Tapi aku nggak bisa melewatkan kamu, dia ganteng ya, beib! Kita pakai aja untuk semalam ini secara gantian, gimana?" ujar Seli bersemangat.


"Nggak, ajak yang lain aja! Aku nggak mau!" Keenan terus menolak namun Seli dan Eva sudah tak bisa melewatkannya. Jadilah Keenan dibawa masuk ke dalam mobil dimana ada 4 perempuan di dalamnya.


"Astaga, setidaknya biarlah aku pulang, apa kalian nyulik aku sekarang, hah.." Keenan kebingungan, ini pertama kalinya ia masuk club namun ia jadi sasaran beberapa wanita malam yang menginginkan tubuhnya.


"Lucu banget dia, beib! Kita ke hotel mana malam ini sayang,"


"Kenapa dia begitu ketakutan Eva, kayaknya dia pria lugu haha..." seru Intan.


"Iya, bisa kalian lepasin aku, aku nggak sudi melakukan itu," pinta Keenan.


"Sekali aja, habiskan malam dengan kami, tampan! "


Keenan berusaha tenang saat dua wanita mengapit tubuhnya dan menggerayangi setiap inci tubuhnya. Ia hanya perlu mempersiapkan diri untuk melarikan diri, entah mereka akan membawa Keenan kemana.


"Lihatlah, dia begitu menggoda. Aku udah nggak sabar untuk menghabiskan malam sama kamu!"


Sial, emang aku pria seperti apa, enak aja dia mau menghabiskan malam sama aku, mereka wanita atau serigala, benar-benar ganas..

__ADS_1


**********


Sementara, Jordan yang merasa lelah akan pulang masih setengah sadar mencari Keenan yang dipikirnya sudah pulang duluan.


"Eh, Rangga! Keenan mana, dia pulang duluan apa, hadeeh aku kebanyakan minum, jam berapa ini?" tanya Jordan.


"Pulang duluan kali, dia itu nggak mabuk. Dia minum teh tadi hah..ayo ke mobil! Kita balik aja!" ajak Rangga dan mereka pun keluar dari club.


"Cari Keenan dulu dong, jangan-jangan dia diajak main! Kamu tau kan wanita malam disini, pada nekad!" ujar Jordan berusaha menghubungi Keenan namun tak diangkatnya.


"Nggak mungkin, udahlah aku teler banget ini, sebaiknya kita pulang, mana mobil kamu, biar aku yang menyetir!" ajak Rangga tak peduli pikirnya Keenan sudah pulang duluan.


"Keenan gimana?" Jordan merasa khawatir.


"Eh dia kan lelaki, dia tau cara menjaga diri, udahlah, ayo kita pulang, ayolah!" paksa Rangga lalu mereka pun akhirnya pulang.


Ponsel Keenan memang mati, ia lupa mencharge dan membiarkan ponsel tak hidup itu di saku jaketnya.


*****


Sementara Chelsea, ia tengah merana seraya memandangi foto Keenan. Namun tak lama rekannya Sari memberitahu sesuatu yang mengejutkan. Sari melihat Keenan dibawa ke sebuah rumah kost dengan sekawanan wanita. Putri tau Chelsea menaruh hati pada Keenan yang suka dicurhatinya. Chelsea segera melajukan motornya untuk melihat keadaan Keenan. Mengajak serta kedua tetangganya yang sudah berteman baik dengannya.


Keenan sendiri, dicekal dan dibawa masuk oleh 4 wanita malam sekaligus. Mereka berada di atas ranjang empuk sekarang. Keenan dikelilingi 6 wanita pemuas nafsuu.


"Apa yang mau kalian lakuin, ya ampun begitu banyak wanita di sini!!" Keenan mendapati 4 wanita dan 2 wanita lagi dimana mereka tinggal di sebuah rumah kost.


"Jangan galak-galak dong ganteng, bermain itu nggak sakit, kok. Malah enak haha.." ucap Eva.


"Gila, aku nggak mau, aku mau pulang!" ujar Keenan namun dua wanita menahannya dan mendorong tubuhnya ke ranjang empuk yang nyaman itu.


"Mangsa baru, kita bisa memakainya bergantian." ujar Eva bersemangat.


"Memakai apa maksudnya, hah.." Keenan bergidik.


"Gantengnya, nemu dimana kamu?" tanya Sisil menyeringai Keenan yang tengah dicekal oleh 3 wanita di hadapannya. 6 wanita dengan profesi yang sama. Wanita malam yang terbiasa memuaskan nafsuu pria hidung belang.


"Lakukan bergantian aja, uh..gemesnya, dia ganteng tau!" Kini Keenan bahkan masuk ke dalam mulut buaya. Mereka terbiasa mengajak pria ke dalam perangkap mereka. Sudah tak terhitung pria yang jadi korban, karena mereka berani bayar mahal makanya para korban itu tutup mulut.


"Kalian ini wanita, kenapa melakukan ini, bisa kalian melepaskan aku?" tanya Keenan berusaha meminta dilepaskan.


"Pasti, setelah kami puas menikmati kamu haha.." sambung Sisil.


Tak menunggu lama, mereka segera melucuti pakaian Keenan, membuang jaket ke sembarang arah. Membuka paksa kemeja itu. Entah begitu banyak peran mereka. Ada yang mencekal tangan, menindih tubuh Keenan dan berusaha melepaskan celana yang membalut kaki jenjangnya.


"Ya Tuhan apa-apaan ini, kenapa mereka melakukan ini sama aku haish.." Keenan terus berusaha melepaskan diri dari nafsuu berahi yang berkobar dalam jiwa 6 wanita pemuas tersebut.


"Wah, tubuh kamu boleh juga, baby!" ucap Sisil yang matanya berubah hijau melihat dada bidang dan tangan kekar terpampang di hadapannya.


"Oh, shitt..!"


Salah satu dari mereka melumatt habis bibir Keenan. Keenan yang sudah jengah segera mendorong mereka semua dan berusaha membenahi pakaian dan celana yang tak karuan. Keenan kembali dihujani lumataan dan ia merangkak keluar, ingin rasanya Keenan menghajar mereka. Namun mereka wanita.

__ADS_1


"Jangan biarin dia pergi sebelum kasih kita kepuasan!!" pekik Eva.


"Kepuasan? wanita brengsekk kalian semua!" ucap Keenan.


"Bukannya kamu juga brengsekk hah..dasar munafik, atau kamu mau memilih satu diantara kamu, lakukanlah!" ujar Eva.


"Ish," Keenan melihat jendela yang terbuka. Dengan segera ia keluar, namun karena sedikit tinggi, Keenan mengalami luka saat terjatuh di sikunya. Namun mereka ternyata masih nekad dan mengejar Keenan.


Keenan segera berlari dan bersembunyi. Namun, sebuah motor mendatanginya. Keenan merasa terkejut dan ganti naik motor dibonceng oleh Chelsea.


"Berpegangan lah, aku akan ngebut!" pinta Chelsea.


"Iya, kenapa kamu tau aku disini?" tanya Keenan merasa aneh.


"Teman aku yang kasih tau, untunglah kamu baik-baik aja, aku datang sama dua temanku tadi, tapi mereka aku suruh kembali karena aku udah menemukan kamu," ujar Chelsea.


"Berhentilah, biar aku yang bawa motornya!" ujar Keenan kemudian Chelsea menghentikan motornya.


Mereka pun bertukar posisi, "Pegang erat, aku akan ngebut!" pinta Keenan. Chelsea segera memegang erat perut Keenan dan menyandarkan diri memeluk punggungnya. Lagi, Chelsea bisa merasakan debaran itu, Keenan menelan saliva saat tangan halus itu memeluknya.


"Jagalah diri kamu, kenapa bisa masuk mulut buaya, aku tau hal ini karena kost itu memang ditinggali para wanita malam. Temanku yang memberitahu." ujar Chelsea.


"Iya, aku nggak tau. Mereka membawa aku begitu aja, maaf ya bikin kamu khawatir!" ucap Keenan merasa nyaman berada di dekat Chelsea saat ini.


"Nggak apa-apa, fiuh..gimana brownies dariku tadi, enak?" tanya Chelsea.


"Enak banget, kamu pintar masak, ya!" ucap Keenan dengan senyuman.


"Nggak juga, sih. Tapi, karena aku dari kecil udah nggak punya mama, jadinya aku berusaha mandiri, sehingga keahlian itu datang begitu aja. Eh, Keenan kamu kok berantakan banget, darah apa merembes di siku kamu ini?" tanya Chelsea khawatir.


"Oh, aku jatuh saat lompat dari jendela. Nggak apa-apa ini hal biasa," tukas Keenan.


Namun setibanya dirumah Chelsea, Chelsea segera mmbalut luka Keenan di sikunya dengan plester. Keenan terus memperhatikan wajah ayu di hadapannya itu. Setelah selesai membalut luka Keenan, Chelsea sejenak menatapnya.


"Kenapa?" tanya Chelsea dengan senyuman.


"Ah, nggak. Aku mau minta maaf, karena sempat mendekati kamu." ucap Keenan.


"Tapi aku suka, jadi kamu nggak perlu meminta maaf!" ujar Chelsea kemudian mereka berdiri.


"Pulanglah, kasian Zoya pasti khawatir sama kamu!" ucap Chelsea.


"Aku pulang dulu, makasih karena udah peduli sama aku." ucap Keenan lalu tiba-tiba Keenan memeluk Chelsea karena merasa bersalah padanya.


"K-Keenan!" malah Keenan makin mengeratkan dekapannya. Sehingga Chelsea juga melingkari tangannya di punggung Keenan.


"Ada apa, jangan seperti ini, jangan memberi harapan kosong lagi!" pinta Chelsea.


"Jangan bicara begitu, aku cuma mau memeluk kamu!" pinta Keenan lagi.


"Kamu jahat, Keenan. Berhentilah membuat aku makin jatuh cinta, atau aku buat kamu benar-benar jadi milikku!" ancam Chelsea.

__ADS_1


"Maafin aku!"..


*******


__ADS_2