Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Happy


__ADS_3

Keenan yang tengah diminta mendatangi pool taksi yang sudah jadi itu menemui Danu yang tengah berada di ruangan yang akan Keenan gunakan nanti. Besok pool akan beroperasi secara normal, kali ini Danu hanya mengajak Keenan berkeliling mengamati keadaan pool taksi pemberian sang ayah.


Setelah itu Keenan pun memakai salah satu taksinya. Taksinya berwarna hijau tosca, sesuai keinginan Keenan. Sebenarnya warna itu karena sesuai dengan warna favorit Zoya. Jadilah pool penyewaan taksi itu dibangun.


Keenan kembali ke rumah atap, dan tiba-tiba Zoya memeluknya kesenangan. Zoya melihat video di media akan boyband yang dance dengan lagu indonesia dan itu lagu jawa.


"Sayang, ayo kita bikin video ini!" ucap Zoya seraya menunjukan video durasi sekitar 30 detik itu.


"Oh kamu mau main toktok hehe.." ujar Keenan.


"Hum.." dan akhirnya mereka buat video itu berdua. Mereka begitu kompak berjoget, dan diakhiri dengan dekapan keduanya serta tawa bahaknya.


"Kamu kaku sayang haha.."


Mereka menikmati video itu setelah terunggah di toktok.


"Kok kamu lentur banget sayang haha..." Zoya merasa kagum pada suaminya itu.


"Nggak tau gara-gara sempet ikut dance dadakan, jadi bisa sekarang." ujar Keenan.


Setelah membuat video seperti boyband Korea itu, Keenan memberikan pesanan Zoya. Namun Zoya bersikap biasa saja, nampaknya Zoya sudah tak berselera lagi.


"Ini kuenya, foto aku." ujar Keenan sumringah.


"Hum..aku udah nggak selera lagi sayang, gara-gara ada foto kamu di kue ini." betapa entengnya jawaban bumil. Keenan memelas, namun ia harus bersabar.


"Oh haha..gara-gara ada foto aku ya, ini bisa dicongkel sayang, tumbuk aja mukanya, terus kamu seleranya makan apa?" ujar Keenan.


"Jangan, sayang kuenya! Mending aku tumbuk aja muka kamu sini!" ujar Zoya sehingga Keenan menaikan sudut mulutnya. Namun Zoya malah tersenyum dan memakai lipstik merah menyala dan menangkup wajah sang suami menciumi bertubi-tubi wajah sang suami. Hingga tanda bibir terceplak sempurna di wajahnya.


"Mood booster banget jadiin suami mainan haha..diam ya sayang biar aku foto, nah kan ganteng mirip ichang hehe..." ujar Zoya berkelakar dan cekikikan tiada henti.


Keenan pasrah saja yang penting Zoya bahagia. Namun tiba-tiba Zoya menginginkan sesuatu lagi.


"Sayang, aku mau makan di tempat yang bawahnya ada ikannya tuh, kayaknya ada di kota B deh, daerah x. Nih disini sayang!" ujar Zoya dan memberitahu tempat yang Zoya inginkan.


"Oke, ayo kita kesana. Tapi makanannya enak nggak?" tanya Keenan memastikan.


"Aku nggak peduli makanannya enak apa nggak, yang jelas aku mau makan disana sekarang, atau kalau nggak silakan kamu tidur diluar aja!" pinta Zoya sambil mengancam.


"Iya sayang, jangankan makan disana, makan di atas pohon pun aku jabanin." ujar Keenan percaya diri.

__ADS_1


"Oh, kamu mau aku suruh makan diatas pohon rambutan?" tanya Zoya terkekeh geli.


"Jangan sayang bisa bentol aku dikerubutin semut rangrang." sahut Keenan merinding karena ia sudah terbayang duluan. Dan Zoya mengakak lagi. Keenan menggeleng, Zoya tak judes lagi namun selalu menertawakan dirinya sepuas hatinya.


"Tadi katanya mau makan diatas pohon?" Zoya menautkan alis, matanya memincing dan berusaha menahan tawa.


"Ketawa aja sayang, jangan ditahan!" Keenan mengerti.


"Udah ayo, bawa Cloud taksi ya!" ajak Keenan.


"Cloud taksi, kok unyu banget sih namanya haha.." ujar Zoya terkekeh melulu.


"Ayah yang kasih nama, aku mah ikut aja." sanggah Keenan.


"Terserah apa kek namanya, aku siap-siap dulu ya!" ujar Zoya.


"Iya sayang." sahut Keenan dengan lembutnya.


*******


Sore ini ada yang sudah bisa pulang, Aiden kembali pulang ke kediamannya. Ia sudah bisa fokus lagi memikirkan pernikahannya. Chelsea masih lagi setia merawat calon suaminya itu. Meski Aiden sudah mengatakan kalau ia sudah baik-baik saja.


"Hei, aku udah nggak apa-apa, sayang. Habis ini kamu pulang ya, istirahat perawatan, pernikahan kita tinggal 5 hari lagi." ujar Chelsea menggenggam tangan Aiden.


"Udah ada bibi, alangkah baiknya kamu istirahat aja, aku juga nggak akan kemana-mana, kok." Aiden menciumi pucuk kepala Chelsea yang bersandar di dada bidangnya.


"Sayang, bolehkah aku bertanya?" tanya Aiden takut-takut akan menyinggung Chelsea.


"Mau tanya apa Chief?" tanya Chelsea seraya memandangi wajah Aiden.


"Apa kamu masih punya perasaan sama Keenan?" tanya Aiden sehingga Chelsea terbelalak. Pertanyaan macam apa pikirnya.


"Apa nggak ada pertanyaan lain Chief?" tanya Chelsea seraya mengelus perut lengan kekar bosnya itu.


"Nggak, jawab aja pertanyaan bos kamu. Ini perintah!" jawab Aiden sementara Chelsea menarik diri dan ganti memandang Aiden.


"Nggak usah bawa-bawa bos kalau lagi dirumah, ya!" ujar Chelsea seraya mengelus pipi Aiden.


"Oke, muah" dan Aiden mendaratkan kecupannya di pipi Chelsea.


Chelsea memperhatikan luka Aiden yang masih terbalut plester saja.

__ADS_1


"Gimana luka kamu, masih sakit?" tanya Chelsea seraya fokus mengelus kening Aiden yang terluka.


"Nggak kok, kemarin tuh aku kepentok stir, aku pingsan karena benturannya cukup menyakitkan sehingga bikin aku pingsan." jawaban Aiden membuat Chelsea merasa tenang.


"Syukurlah, yang penting lain kali hati-hati, jaga diri kamu, jangan buat aku khawatir lagi, ya!" pinta Chelsea.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku, sayang!"


"Oh, aku kira kamu lupa."


"Aku belum tua sayang, jawablah!" titah Aiden terlihat memaksa.


"Hum..nggak ada, aku anggap dia teman. Kamu sendiri, gimana sama Zoya, apa masih ada hati?" Chelsea kini balik bertanya.


"Nggak ada, di hatiku cuma ada kamu, coba belah dadaku!"


Chelsea meraup wajah Aiden membuat Aiden tertawa.


Hahaha...


"Lawakan jaman old banget sih," tukas Chelsea.


"Biarin. Sayang, kita ke roof top aja yuk, adem kan diatas banyak angin semilir! Suntuk aku dikamar!" ajak Aiden yang kini melingkari tangan di pinggang Aiden.


"Ayo!"


Setelah itu mereka berjalan ke roof top, Aiden merasa damai saat Chelsea menyuapinya bubur. Chelsea sengaja membuatnya untuk Aiden, sesekali menyuapi Aiden, Aiden juga memetik bunga dan menyelipkan di balik cuping telinga sang kekasih.


"Cantik nggak aku hehe.."


"Cantik, perfect, muah.."


Aiden mencuri kesempatan lagi untuk mencium pipi Chelsea.


"Kamu nih, curi kesempatan ya?"


"Hum..cuma cium pipi, bukan yang ini (menunjuk cherry pink lip) atau, boleh nggak?" tanya Aiden seraya menangkup wajah kekasihnya itu.


Chelsea pun mengangguk sehingga Aiden segera mendekati wajah kekasihnya itu. Perlahan-lahan hingga mata Chelsea terpejam saat Aiden mengemut bibir tanpa torehan itu. Chelsea yang menyambutnya juga merasakan sensasi yang tak biasa, ciuman pertama Aiden begitu istimewa untuknya. Chelsea menyukainya.


Setelah puas memadu kasih, Aiden kembali disuapi bubur oleh Chelsea. Aiden senyum-senyum tersipu dengan wajah memerah. Sedangkan Chelsea juga merasakan hal yang sama ketika mereka telah usai menyalurkan kecupan yang membuat perasaan mereka bahagia.

__ADS_1


********


Mohon dukungannya ya, like, komentar, dan vote kalau ada, makasih 😍...


__ADS_2