
Saat mereka saling bertatapan tadi, ternyata Sandi terkejut karena ia pikir putri satu-satunya itu tengah berbuat tidak senonoh dengan Keenan. Keenan dan Zoya segera duduk di hadapan Sandi. Mereka sesekali menatap Sandi yang terus menatap mereka.
"Apa yang kalian lakukan barusan?" tanya Sandi.
Zoya dan Keenan saling bertatapan, mereka menjawab yang sebenarnya, tentu tak ada yang mereka lakukan. Mereka hanyalah bercanda saja tak ada yang lain hanya saja moment itu tidak seperti yang Sandi lihat.
"Kami cuma bercanda Ayah, terus nggak sengaja aku terjatuh diatas tubuh Keenan hehe.." sahut Zoya berusaha mencairkan suasana yang menegang.
"Iya, Zoya benar Pak Sandi, itulah kejadian yang sebenarnya. Kami nggak melakukan apa-apa." Keenan menambahkan.
"Baiklah, kalian ini sepertinya sangat dekat. Zoya belum punya kekasih, kamu juga Keenan, kamu masih sendiri, kan? Ayah setuju kalau kalian hidup bersama!" ujaran Sandi membuat mata Zoya dan Keenan terbelalak.
"Ayah ini, kami 'kan belum menikah, mana mungkin kami hidup bersama?" kilah Zoya berusaha menepis usulan sang Ayah yang mengejutkan itu.
"Yang suruh kamu hidup bersama Keenan saat ini siapa Zoya, Ayah cuma mengusulkan, kalian ini akrab sekali lho Ayah lihat, sering berdua di rumah atap, kalian ini sepertinya cocok, Ayah setuju kok sama Keenan." jelas Sandi seraya mengembangkan senyumnya.
"Nggak ayah, aku nggak mau." jawaban Zoya yang awalnya membuat Keenan berbunga tadi jadi merubah Keenan menghela nafas.
Keenan tau ia akan mendapat penolakan, ditolak mentah-mentah bagaikan makanan sehari-hari baginya. Jadi ia tak pernah membanggakan ketampanannya itu, karena baginya wajah tampan hanyalah bonus dari Tuhan untuknya. Sedangkan yang diinginkan wanita tetaplah kenyamanan.
"Tapi Keenan baik, Zoya." kilah Sandi yang gagal menyatukan putrinya dengan Keenan.
"Tapi, aku nggak bisa ayah, Keenan menyukai orang lain, dan aku juga menyukai orang lain, kami dekat karena aku menganggap dia sebagai kakak aja. Ih, Ayah ini, buat aku malu aja, aku turun dulu!" Zoya yang tiba-tiba dicecar demikian malah tak terima dan memilih meninggalkan sang Ayah begitu saja.
Keenan menunduk pilu, dia sudah tau hal itu. Itu kenapa ia tak pernah mau mengubah apapun.
"Maaf pak Sandi. Benar apa yang Zoya katakan, sebaiknya bapak jangan memaksanya, kami tadi hanya bercanda dan nggak sengaja Zoya terjatuh dengan posisi menindih saya. Biarkan Zoya memilih siapa yang pantas menjadi pendampingnya!" jelas Keenan.
"Saya nggak mengerti dengan jalan pikiran anak itu, sejak ada kamu, dia itu banyak berubah, Keenan. Seperti orang yang sedang kasmaran setiap harinya, jadi saya pikir dia menaruh hati sama kamu." ujar Sandi berpikir perubahan Zoya akhir-akhir ini karena Keenan.
Keenan hanya tersenyum, Rupanya Sandi sangat memperhatikan gelagat putrinya selama ini. Keenan juga merasa Zoya berubah sejak bekerja sebagai office girl di perusahaan Aiden. Tapi, Keenan tak mau banyak berspekulasi. Ia takut akan salah bicara, karena ini menyangkut hati.
__ADS_1
"Yaudah, saya turun dulu. Kamu makan yang banyak, ya! Biar badan kamu ini makin atletis dan tampan, kamu harus sabar! Mungkin, Zoya masih malu mengakuinya." ujar Sandi malah salah paham lagi.
"Bukan, begitu pak Sandi, tapi.." ujaran Keenan terpotong karena Sandi malah pergi begitu saja dari hadapannya.
Saat Sandi tengah turun, Keenan kembali menutup pintu. Seperti yang dia pikirkan, Zoya tak akan mungkin menyukainya. Ah, sudahlah Keenan menjadi temannya saja sudah bersyukur. Jelas-jelas selama ini, Zoya selalu ketus padanya, tidak seperti pada Aiden yang bagai pangeran berkuda putih selalu membuat Zoya bahagia.
"Ah, pak Sandi ini, mana mungkin Zoya suka sama aku, apa sih aku ini, cuma butiran debu," keluh Keenan.
Kemudian ia perhatikan jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 4 sore. Ia teringat harus latihan hingga jam 9 nanti karena besok mereka akan tampil.
"Haduh, aku kan harus latihan dance. Haish!" ujar Keenan segera menyambar jaketnya kemudian keluar dari rumah atap dan tergesa ke studio untuk latihan dance.
Zoya melihat Keenan yang berlalu pergi untuk menaiki bus. Saat di bus, Keenan teringat akan kejadian barusan. Terlebih tiba-tiba saja Sandi meminta mereka untuk mengikat hubungan, Keenan jadi bingung saat ini. Apa ia harus belajar mencintai Zoya, namun saat ini kan ia menyukai Chelsea. Kenapa sekarang Zoya malah ikut masuk ke dalam relung hatinya.
"Ck, pening mikirin cinta, fokus latihan dulu!" gumam Keenan kembali fokus melihat jalan yang terus membawanya ke studio.
*******
Tak lama Keenan tengah tiba di studio, Keenan segera menghampiri Rangga dan keempat teman lainnya. Mereka berjumlah 6 orang 4 pria termasuk Keenan dan dua wanita. Kedatangan Keenan disambut dengan hangat oleh mereka.
"Nggak, Keenan. Gimana kamu hafal nggak gerakannya, lagunya, kamu vocal ya sama dance?" tanya Rangga.
"Kok, aku gemetar ya, ini pertama kalinya teman-teman, kalau salah tolong dikoreksi, ya hehe.." pinta Keenan.
"Iya, santai aja Keenan, ikutin aja irama musik, nanti akan jalan dengan sendirinya kok, gerakannya." ujar Putri salah seorang dancer wanita.
"Ah, iya. Huft! Semoga aku nggak mengecewakan kalian!" harap Keenan.
Tak lama mereka membentuk formasi dan irama musik diputar. Singlenya Ed Sharen dengan judul Shape of you. Rangga kagum, Keenan bahkan diluar ekspektasinya. Ia bahkan sangat lihai menggerakkan tubuhnya mengikuti irama musik dan suaranya juga merdu.
Percobaan itu mereka lakukan berulang hanya sekali mis namun selebihnya perfect. Keenan menjelma menjadi dancer dalam waktu satu minggu, bener-benar mendadak dancer. Usai latihan yang menyenangkan disertai peluh keringat, mereka akhirnya melakukannya dengan sempurna tanpa mis. Mereka saling bertepuk tangan dan berpelukan berharap besok berjalan lancar.
__ADS_1
"Semoga besok, sukses ya!" harap Rangga.
"Aamiin!" sahut Keenan dan yang lainnya.
Usai latihan, Keenan bermotor bersama Rangga. Sehingga Rangga mengantarnya ke tempat tinggal Keenan. Saat tiba, Keenan pun turun dan setelah mengobrol sedikit Keenan kembali ke rumah atap mempersiapkan hari mendebarkannya besok.
*********
Keesokan harinya...
Zoya terlihat tergesa lagi untuk melakukan rutinitasnya. Namun Keenan tiba-tiba meraih tangan Zoya untuk menggandengnya.
"Eh, ngapain kamu pegang tangan aku?" protes Zoya.
"Ayo, bareng aku aja, kamu pasti lagi buru-buru 'kan? Aku akan antar kamu, gratis." sahut Keenan dengan percaya dirinya lalu Zoya mengangguk seraya tersenyum.
"Oke, ayolah!" sahut Zoya namun ia melepas genggaman tangan Keenan.
"Nggak usah gandengan segala, emang mau menyeberang!" protes Zoya lagi lalu meninggalkan Keenan.
"Tapi, kita 'kan romantis, Zoya. Kayak sepasang kekasih haha.." seru Keenan kembali meledek Zoya.
"Nggak usah mimpi, deh!" tukas Zoya.
"Aku nggak mimpi, ini nyata haha.." kelakar Keenan.
"Ih, dasar sengkleh ketawa melulu. Cepetan ah!" sanggah Zoya lalu tergesa menunggu Keenan dan tak lama Keenan datang dengan taksinya membawa serta Zoya untuk mengantarnya ke perusahaan Aiden.
Namun, melihat Keenan sekilas yang tertawa bersama Zoya tadi membuat hati seseorang tercabik-cabik. Jelas-jelas Billy dengan setia menunggu Keenan di sebrang jalan penyewaan taksi. Namun, Keenan malah sudah mendahuluinya jalan dengan Zoya sehingga ia merasa kecolongan.
"My handsome, udah aku tunggu disini. Eh, dia malah selingkuh sama wanita. Awas kamu my prince, nanti kalau kita ketemu aku karungin kamu, biar nggak lari lagi dari aku hum..udah aku pulang aja, cuaca panas nanti aku hitam, ugh!" keluh Billy kesal karena Keenan my prince- nya itu sudah berlalu bersama Zoya.
__ADS_1
Billy seharusnya masih dalam masa pengobatan, hanya saja ia sering kabur-kaburan saat Rayan memintanya kontrol ke dokter. Padahal dia sudah janji pada Rayan, namun pria berkepribadian ganda itu benar-benar membuat kepalanya pusing tak karuan.
"Hadeh, Billy. Nyusahin aja kerjanya, kemana coba tiap pagi pergi. Dia bilang mau ketemu my sweetie. By the way my sweetie, dia tuh perempuan atau laki-laki, ya? Hadeh, semoga perempuan deh, huft!" Rayan mengeluh akan sikap abnormal adiknya itu. Ia harap Billy tak akan mengulangi kesalahan untuk yang kedua kalinya karena ia sudah berjanji. Kemudian, Rayan kembali bekerja di sebuah perusahaan milik orangtuanya kini.