Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Hasrat


__ADS_3

Bunyi alarm dengan deringan lagu korea favorit memekakkan telinga. Mata Keenan mengerjap dan meraba ponselnya untuk mematikan alarm yang begitu ribut itu. Tampak waktu sudah menunjukan pukul 4 pagi. Ia menghela nafas sejenak mengumpulkan nyawanya yang belum sepenuhnya masuk dalam tubuhnya.


Setelah itu, Keenan membangunkan sang istri dengan mengecup keningnya dan cuping telinganya sehingga Zoya merasa geli.


"Bangun sayang, mandi yuk!" ajak Keenan pelan.


"Hmph..." Zoya hanya menggeliat dan malah memeluk tubuh Keenan.


"Mandi dulu, sebentar lagi subuh!" ajak Keenan sehingga Zoya membuka matanya perlahan dan tersenyum tipis. Keenan kembali mengecup bibir yang menggoda itu.


Saat mulai terbangun sepenuhnya Zoya menahan wajah Keenan dengan tangannya dan membekap mulut yang leluasa menjamah wajahnya itu. Keenan mematung sesaat,


"Jangan cium lagi, jam berapa ini?" tanya Zoya.


"Hmmph...hmph..@#%@$%@@..." Keenan menjawab tapi karena Zoya menahan mulutnya jadi hanya terdengar isyarat saja. Zoya terkekeh lalu melepaskan tangannya dari mulut sang suami.


"Jam 4 pagi, ayo mandi!" ajak Keenan.


"Jam 4 pagi? Hah..mager banget," Zoya kembali ambil posisi tidur memeluk gulingnya.


"Ck,," Keenan tak mau berbasa-basi lagi dibopongnya tubuh mungil Zoya dan mereka melangkah menuju ke toilet untuk membersihkan diri.


"Aah..nggak mau sayang!!" Zoya merengek namun Keenan tak peduli. Dan tetap membawa sang istri ke toilet untuk mandi bersama.


Kecipak air terdengar dari bilik toilet, Zoya memekik karena Keenan mengguyur Zoya seenaknya dengan segayung air. Mereka melakukan keributan kecil dibalik toilet.


"Dingin Keenan!" pekik Zoya.


"Ini masih pagi jangan teriak-teriak sayang!" pinta Keenan terkekeh.


"Aku guyur kamu!" Zoya ganti mengangkat seember air dan mengguyurkan ke kepala Keenan tanpa aba-aba.


Byur...


Seember air sukses membuat tubuh Keenan gelagapan.


"Aku cuma nyiram segayung kenapa kamu seember??" Keenan merasa gelagapan setelahnya karena ia terkejut dan mendapati air yang memasuki lubang telinganya. Penderitaan Keenan ditertawakan sepuas hati oleh Zoya.


Hahaha..


"Itu berarti sedikit yang kamu beri ke aku, akan aku balas dengan hal yang lebih dari itu, understand?" tanya Zoya kegirangan.


"Hah.." Keenan hanya menghela nafas dan menyalakan shower untuk membasahi tubuh mereka, melakukan hadas besar bersama dengan mesra. Sempat juga Keenan hendak mengajak lagi disela guyuran shower, namun Zoya menepis wajah Keenan dan membenamkan kepalanya kedalam bak mandi sehingga Keenan gelagapan lagi.


Zoya yang kegirangan kembali melepaskan, Keenan hampir kehabisan nafas karena ulah jahil sang istri.


"Kamu mau bikin aku mati?" tanya Keenan dengan nafas tersengal.


"Aku lagi gemas, sini aku sabunin!" Zoya pun menyabuni sang suami sementara Keenan menikmatinya. Giliran Keenan melakukan itu. Zoya terkekeh karena merasa geli.

__ADS_1


"Geli sayang hehe.." Zoya menggeliat karena kegelian.


"Tahan sayang, aku melakukannya dengan lembut kok hehe.." Keenan menikmatinya.


"Hum, iya.." sahut Zoya seraya menangkup wajah Keenan dan melayangkan kecupan dengan hasrat dibawah guyuran shower. Mereka melanjutkan pergumulan semalam hingga membuncah.


Setelah puas mandi bersama, mereka segera berpakaian dan mensucikan diri untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Usai sholat, mereka berdoa dan tak berselang lama terlihat matahari perlahan menampakan pesonanya. Memberi terang pada penghuni jagad raya.


******


Sementara di sisi lain, Aiden juga tengah membenahi dasinya. Ia sudah rapi dengan kemeja biru muda dan jas berwarna abu polos yang sukses menambah auranya makin terpancar. Setelah melihat tampilan diri di depan cermin, Aiden menyemprotkan parfum ke area pakaiannya. Wangi aroma coklat yang terhirup oleh Nike.


"Wah, yang mau nikah semangat sekali, ya!" ucap Nike.


"Iya dong ma, gimana aku udah ganteng belum?" tanya Aiden seraya memutar tubuhnya.


"Ganteng dong, jaga diri kamu baik-baik ya, sebaiknya kamu membawa sopir, jangan menyetir sendiri!" ujar Nike.


"Loh kenapa emangnya ma, macam dipingit aja, jadinya hehe.." kelakar Aiden.


"Iya seharusnya kamu udah mulai mengurangi aktivitas, meskipun acaranya private tapi kan tetap aja, kesehatan sangat penting menjelang hari H, nak!" ujar Nike.


"Siap, aku minta pak Toha supirin aku ya!" ujar Aiden dan Nike mengangguk.


"Iya, mama setuju!" ucap Nike.


"Aiden berangkat Ma, assallamuallaikum!" ucap Aiden dan beranjak pergi dari hadapan Nike.


Karena Chelsea masih belum berangkat dan sudah bersiap, Aiden sengaja menjemput sang calon istri. Chelsea terkejut karena Aiden tiba-tiba menjemputnya.


"Sayang, tumben?" tanya Chelsea merasa heran karena biasanya Aiden selalu datang belakangan dan tak mengajak Chelsea bersama ke perusahaan.


"Lagi semangat demi kamu hehe..Ayo berangkat sayang!" ajak Aiden seraya menyodorkan lengannya pada Chelsea sehingga Chelsea senyum tersipu lalu memegang lengan Aiden dengan kedua tangannya.


"Ayo sayang!" dan Aiden membukakan pintu untuk Chelsea sementara Chelsea memasuki mobil sedangkan Aiden menyusul masuk dan pak Toha kembali melajukan mobilnya menuju ke perusahaan.


Ketika di mobil Aiden tak hentinya menggenggam tangan Chelsea. Perasaan Aiden begitu bahagia saat ini.


"Ada apa?" tanya Chelsea seraya menatap wajah tampan sang kekasih.


"Udah nggak sabar mau memiliki kamu." sahut Aiden seraya membelai rambut terurai panjang dan menyelipkan di cuping telinga Chelsea. Wajah Aiden mulai mendekat sedikit demi sedikit dan Chelsea tak menyangka sepertinya Aiden hendak menciumnya. Namun Chelsea segera menghadang wajah yang tengah mencucu itu.


"Sayang, no!" Chelsea menggeleng sedangkan Aiden ambil posisi sedikit bergeser dan memandang jalan lewat kaca mobilnya. Chelsea mengulum senyum karena chief Aiden terlihat bete karenanya.


"Agak ngebut ya pak!" ujar Aiden sesekali melirik Chelsea yang masih tersenyum.


*******


Sementara Zoya juga tengah di taksi bersama Keenan. Keenan sudah bekerja seperti biasa lagi saat ini. Ada perasaan was-was dalam hati Zoya karena ia masih belum.sepenuhnya ikhlas membiarkan sang suami bekerja lagi.

__ADS_1


"Kamu kenapa diam aja sayang?" tanya Keenan seraya memandangi wajah manisnya itu.


"Aku sebenarnya masih khawatir sayang. Kamu jaga diri ya, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa!" pinta Zoya sendu.


"Aamiin sayang, kamu doain aku ya! Aku pasti akan selalu dalam lindungan Allah. Kamu tenang aja!" ucap Keenan seraya mengelus pipi mulus sang istri.


"Hah..iya, janji, jangan terluka lagi!" Zoya menghela nafas berat lalu memberikan kelingkingnya dan Keenan mengaitkan kelingkingnya juga.


"Insya allah aku janji!" sahut Keenan pasti seraya melayangkan senyumannya.


Zoya mendekat dan mengecup pipi Keenan sehingga terbitlah senyuman dari wajah tampannya itu. Zoya mengusap pipi Keenan dengan tangannya.


"Udah, aku kerja dulu, ya!" Zoya meraih tangan Keenan dan mengecup punggung tangan sang suami Keenan juga menimpalinya.


"Aku kerja dulu, sayang! Hati-hati ya!" ucap Zoya.


"Selamat bekerja sayang!' ucap Keenan kemudian Zoya keluar dari taksi dan menutup pintunya kembali.


********


Perasaan istri selalu benar, karena malah Keenan jadi terbawa-bawa saat ini. Vero yang menyebabkan luka di pelipisnya kemarin menyeret Keenan dalam masalahnya. Vero adalah CEO yang dikenal kejam dan pemaksa. Sebenarnya para genk motor kemarin hanya ingin membalas dendam karena temannya terbaring di rumah sakit karena ulah anak buah Vero yang salah sasaran tembak.


Genk motor itu Keenan seperti mengenalinya. Sepertinya ia baru sadar kalau mereka mengejar Keenan.


"Mereka itu ngejar taksiku, ya??" Keenan bertanya-tanya dan benar saja saat ia mempercepat laju kendara. Para genk motor itu juga mempercepat tarikan motornya.


"Aish," Keenan terus berusaha menghindari mereka karena ia tak mau mendapat masalah.


"Kenapa sekarang aku yang jadi sasaran mereka aish.." Keenan berkendara dengan kecepatan tinggi sehingga mereka sengaja menggiring Keenan ke tempat yang lengang sepi dari maraknya orang-orang.


Entah apa yang mereka inginkan, Keenan terus berdoa agar dia baik-baik saja dan berusaha menghubungi Vero, penumpang yang katanya CEO kemarin. Entah benar atau tidak, ia menelan saliva saat mereka semakin dekat.


"Astagfirullah mereka mau ngapain, lindungi aku ya Allah!" Keenan meremang, bergidik ngeri karena ia tak mau mereka berbuat hal yang tak diinginkan. Vero mengangkat telfonnya.


Vero : Halo siapa ini?


Keenan : Halo, Vero mereka mengejar aku saat ini. Apa yang harus aku lakuin, kamu menyeret aku dalam masalahmu!!


Vero : Maaf Keenan, aku nggak sengaja menembak salah satu anggota mereka. Aku salah sasaran, katanya saat ini dia masih terbaring di rumah sakit.


Keenan : Kamu ini, sekarang apa? Lakukanlah sesuatu, apa mereka malah akan membalas perbuatan kamu padaku, aku kan nggak tau apa-apa?


Vero : Mungkin mereka mengira kamu mengenal aku, aku akan kirim anak buahku untuk menolong kamu! Bersabarlah!


Tuut..tuut..


Vero mematikan ponselnya sepihak...


"Halo..Vero!!" Keenan masih kewalahan dan memilih berhenti menghadapi mereka setelah menggiring mereka ke tempat yang lengang.

__ADS_1


********


__ADS_2