
Setelah mengantar Danu untuk bekerja, Dila mendapati Keenan akan pergi lagi. Ia tak suka dikekang, ia sudah terbiasa hidup bebas dan menentukan jalan hidupnya. Sehingga Dila pun mencekal tangan Keenan.
"Kamu mau kemana, Keenan?" tanya Dila.
"Lepasin aku, bu! Aku nggak bisa ikutin apa kata Ayah, Aku mau cari uang buat melamar, Zoya!" ujar Keenan namun Dila tak juga melepaskan cekalannya itu.
"Kamu mulai lagi, Keenan!" Dila yang tak mau Keenan pergi lagi memukul tangan Keenan berkali-kali.
"Auh, sakit bu! Tapi, aku nggak mau terkurung disini!!" Keenan beranjak pergi dari hadapan Dila sehingga Dila tak sempat mengejarnya.
Keenan berlari secepat mungkin dan Dila meminta Satpam untuk menghadang Keenan.
"Pak, tangkap Keenan dan bawa ke hadapan saya!" titah Dila sehingga Keenan dan satpam malah jadi main kucing-kucingan sekarang.
"Bu, aku janji akan mengurus diri aku sendiri!' ujar Keenan.
"Den Keenan, sudah nurut aja apa kata nyonya, Den!" pinta satpam.
"Hehe..pak ada siapa tuh??" Keenan mengalihkan perhatian.
"Mana-mana?" Satpam sempat tertipu sehingga Keenan segera berlari dan menaiki bus menuju ke rumah atap lagi.
"Keenan, kamu benar-benar keras kepala!" keluh Dila yang pening kemudian masuk kembali ke rumahnya.
Seturunnya dari bus, Keenan berjalan kaki dengan santai nya menuju ke rumah atap. Sesaat tiba di rumah atapnya Keenan kembali membuka pintu dan mencari pekerjaan yang bisa memberikannya banyak uang. Keenan membuka internet lewat laptopnya dan memutar otaknya agar bisa mendapat uang secara instan selain memuaskan wanita kesepian.
"Haduh, dari tadi tawarannya jadi simpanan janda kaya semua, emang sih, satu hari bayarannya 50 juta. Tapi kalau harus ngorbanin keperjakaan, Ah..jangan Keenan, kamu masih polos nanti kamu terkontaminasi!" monolog Keenan dan kembali mencari info tentang cara mendapatkan uang secara instan.
Karena takut kehilangan Zoya, ia jadi bertindak bodoh. Keenan guling-guling kasur mencari ide sehingga Keenan teringat Rangga. Keenan bergegas menemui Rangga, Rangga sendiri bahkan lebih bingung lagi dengan ucapan Keenan yang terdengar seperti candaan.
"What! 100 juta dalam waktu 3 hari, itu calon mertua kamu, gila. Keenan!" ucap Rangga.
"Eh, jangan asal bicara kamu, dia ibu dari pacarku, aku jejalin sendal jepit nanti mulut, kamu!" ancam Keenan.
"Ya lagian kamu, ck..kamu yang disuruh cari 100 juta aku yang pusing. Nasib kamu jadi orang blangsak haha.." cibir Rangga.
"Sial!" ucap Keenan seraya menoyor kepala Rangga.
Setelah menghubungi Jordan, ternyata berhasil. Jordan sedang butuh penyanyi untuk mengisi soundtrack sebuah film televisi. Bayarannya juga lumayan karena biaya rekaman free dan yang penting Keenan harus sukses melakukannya.
"Emang, rezeki anak soleh! Jordan mau bantu kamu, buat rekaman!" ujar Rangga.
"Rekaman, maksudnya? Suara aku, fals dan rekaman apa?" tanya Keenan dan Rangga segera menyambar jaketnya dan merangkul Keenan dengan paksa menaiki motornya.
"Katanya mau seratus juta, ayolah!" ajak Rangga sehingga terpancar senyuman Keenan saat ini.
"Nah, gitu, kan, ganteng!"
Saat dibonceng oleh Rangga dengan motor matic nya. Rangga menjelaskan,
"Sebenarnya Jordan udah berapa kali mau minta kamu rekaman, nanti suara kamu akan di promosikan lewat film televisi, untuk soundtrack. Tapi, aku lupa mulu mau ngasih tau, maklum aku, kan orang sibuk!" ujar Rangga.
"Cih, sibuk pacaran!" ucap Keenan seraya menoyor kepala Rangga.
"Bedebah kamu, OKB haha..!" ujar Rangga dengan tawanya.
"Eh, tau dari mana kamu?" tanya Keenan bingung.
"Aku melihat kamu beberapa hari yang lalu, aku juga mantau, dan aku nggak nyangka. Kamu tuh lelaki terbuang yang kembali terpungut haha..canda ganteng!" ucap Rangga.
"Kamvret, tapi iya, sih! Aku nggak nyangka penyamaranku terbongkar haha.." ucap Keenan.
"Kamu tau kenapa aku bilang kamu, oncom! Karena kamu oon Keenan, punya keluarga kaya, tapi malah kelimpungan nyari duit sendiri, Ah..aku jual juga nih kamu sama tante girang haha.." kelakar Rangga dengan ucapan anehnya.
"Dasar laknat!" ucap Keenan dengan kembali menoyor kepala Rangga yang menggunakan helm.
"Haha..berhenti noyor kepala, atau aku hanyutin kamu di kali!" ujar Rangga mengancam.
"Huu..takut hahaha..!" cibir Keenan dengan melanjutkan tawanya.
__ADS_1
"Tutup mulut kalau ketawa tuh, nanti keselek banci hahha.." ejek Rangga.
"Ck, ngeledek mulu nih, toa mesjid!" keluh Keenan.
"Hahaha.."
Keenan tak meladeni Rangga lagi karena Rangga selalu habis menggoda Keenan jika ia mau. Ia hanya akan fokus berangan semoga ia bisa berjuang demi untuk bisa melamar pujaan hati.
Setibanya di studio, Jordan tak banyak berbasa-basi dimintanya Keenan segera menyanyikan sebuah lagu.
"Keenan, kamu udah siap. Langsung aja, ya!" pinta Jordan.
"Iya, aku agak gugup!" ucap Keenan.
"Bismillah Keenan, kamu nyanyikan lagu Andmesh, "kumau dia" ya!" pinta Jordan.
"Kamu hafal lagunya?" tanya Jordan lagi.
"Hafal banget, ini tentang cinta beda agama kan, tapi kalau aku karena kasta." jawab Keenan sendu.
"Kamu lagi ada masalah sama pacar kamu, Keenan?" tanya Jordan.
"Eng..enggak. Aku cuma asal ngomong tadi hehe.." jawab Keenan.
Keenan segera masuk ke studio rekaman memakai earphone mendekatkan diri ke mikrofon dan bersiap untuk menyanyi. Alunan musik diputar, luar biasa disaat hati sedang gundah gulana. Bahkan suara Keenan terdengar makin merdu saja.
Ku mau dia-Andmesh
Ow...o...
Kuharap semua ini bukan sekedar harapan...
Dan juga harapan ni bukan sekedar khayalan...
Biarkan ku menjaganya ...
Jadi saksi cintaku padanya...
Tak main-main hatiku...
Apapun rintangannya kuingin bersama dia...
Reff..
Kumau dia...
Tak mau yang lain..
Hanya dia yang selalu ada..
Kala susah dan senangku..
Ku mau dia..
Walau banyak perbedaan..
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku..
Bukan ku memaksa oh..Tuhan...
Tapi ku cinta dia...
Begitulah kira-kira kutipan lagu yang Keenan nyanyikan. Karena suasana hatinya sedang buruk. Jadi Keenan terlihat sangat menjiwai lagu itu. Jordan merasakan kalau Keenan sangat fasih seperti tengah mengalami saja.
Setelah selesai, Mereka menyaksikan rekaman sekali take. Keenan langsung sukses membawakannya. Mereka lanjut menikmati minuman kaleng di sebuah sofa.
"Honor kamu, Keenan!" ucap Jordan.
"Langsung bayar di muka hehe.." ujar Keenan dengan senyuman.
__ADS_1
"Hum, by the way lagunya menjiwai banget. Kamu keren Keenan, kayak lagi ngalamin aja. Ini baru honor dari aku, ya! Kalau suara kamu terpilih uang 10 juta itu akan bersih kita berikan sama kamu.." ujar Jordan dimana ia begitu peka dengan apa yang Keenan rasakan.
"Kok bersih, bagian kamu?" tanya Keenan.
"Aku kan akan mendapat royalti nggak ada habisnya nanti setelah suara kamu didengar jutaan orang." jawab Jordan.
"Maaf, tapi ini lagu kan ada hak ciptanya. Apa nggak apa-apa?" tanya Keenan kuatir.
"Aku udah mengurus semua, kamu terima beres aja! Sukses ya!" ucap Jordan.
"Suara kamu udah aku ikut sertakan, audisi secara online! Jadi aku sengaja bawa kamu ke dapur rekaman sekalian, karena aku tau suara kamu bagus biar makin perfect hehe.." ucapan Jordan mengulas senyum tipis tanpa arti di wajah Keenan.
"Makasih Jordan, aku banyak berhutang sama kamu! Aku beruntung dipertemukan dengan orang baik seperti kalian!" ucap Keenan merasa terharu.
"Haha..mulai melow nih. Sini cup..cup..kakak peluk dedek haha.." kelakar Rangga lagi.
"Haish..nggak mau dipeluk cowok haha.." ujar Keenan.
"Halah..Billy apa kabar?" tanya Rangga sehingga Keenan menginjak kaki Rangga.
"Auh..vangsat!!" ucap Rangga lalu menoyor kepala Keenan. Dan Keenan segera menendang kaki Rangga pelan.
Jordan mengernyit, "Eh, bercanda mulu kakak adek nih. Billy siapa, Keenan?" tanya Jordan kemudian.
"Billy banci yang cinta mati ama Keenan, Jordan hahaha..." sambar Rangga.
"Bisa diam nggak, aku cabein juga mulut kamu, nih!" gerutu Keenan.
"Sabar Keenan, emang Rangga minta dipites nih, karungin aja yuk haha.." ucap Jordan.
"Ah, curang kalian!" ucap Rangga.
"Biarin, makanya punya mulut jangan kayak kompor meleduk haha.." ujar Keenan lalu mengacak-acak rambut Rangga dan ditimpali senyuman oleh Jordan.
*********
Keenan kembali tersenyum, video rekaman tadi sudah terunggah di youtube sehingga Keenan bisa melihatnya di rumah atap. Zoya yang baru kembali dari perusahaan, mengganti pakaiannya dan berniat menyiram bunga.
Tak beda dari Keenan, Zoya juga merasa galau karena Keenan tak memberi kabar. Namun saat Zoya mendapati Keenan tengah rebahan di kursi bale. Zoya segera memekik sehingga Keenan terperanjat.
"Keenan!" ucap Zoya tanpa aba-aba segera berlari menjatuhkan diri di pelukan sang kekasih. Keenan tersenyum tipis, mendapat pelukan dari Zoya yang selama ini sangat ia rindukan. Keenan membelai punggung Zoya dan mencium pucuk kepala Zoya.
"Aku kira kamu nggak akan kembali lagi!" keluh Zoya sendu.
"Mana mungkin, aku nggak bisa jauh dari kamu." ucap Keenan.
"Kamu jangan pikirin soal keinginan nyeleneh ibu, ya!" pinta Zoya lalu melepas dekapannya. Keenan meraih tangan Zoya dan menggenggamnya.
"Nggak bisa Zoya, itu tantangan aku, aku akan tetap berusaha menjalaninya." jawaban Keenan membuat Zoya muram.
"Kamu tenang aja, jangan sedih, ya!" pinta Keenan.
"Kamu udah makan belum, mau aku masakin sesuatu?" tanya Zoya seraya membelai pipi Keenan.
"Aku udah makan, kamu istirahat, ya! Kamu kan abis pulang kerja!" pinta Keenan.
"Hum..kamu jangan kemana-mana lagi, ya!" pinta Zoya seraya menjimpit dagu Keenan.
"Iya, aku akan selalu disamping kamu, sayang!" ucap Keenan lalu melayangkan kecupan di kening Zoya sehingga Zoya tersenyum.
"Yaudah, aku masak dulu, ya!" ucap Zoya dan diangguki oleh Zoya kemudian Zoya beranjak pergi dari hadapan Keenan.
Namun, tiba-tiba Zoya kembali lagi sedikit berlari kecil menyentuh kedua belah pipi Keenan dan melayangkan kecupan di bibir Keenan. Keenan sempat terbelalak tak percaya seorang Zoya bisa melakukan itu. Keenan memejamkan matanya menikmati lumatann itu.
Tak lama Zoya kembali melepasnya, "Maaf Keenan, aku nggak bisa menahannya!" ucap Zoya. Keenan menanggapi dengan anggukan.
"Nggak apa-apa, masaklah! Setelah itu, istirahat ya, sayang!" ucap Keenan barulah Zoya beranjak sedikit berlari kecil karena tak menyangka ia senekad itu mencium Keenan karena terlalu merindukannya. Keenan memegangi mulutnya seraya tersenyum kemudian masuk kembali ke rumah atapnya.
***********
__ADS_1