Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Aigoo!!


__ADS_3

Keenan tak mau ambil pusing mengurus ucapan Risna yang dalam hanya membuatnya terus berpikir. Dan ia mungkin akan cepat tua jika menanggapinya. Keenan nampak cekikikan melihat drama korea favoritnya di salah satu stasiun tv yang tayang setiap pukul 9 malam. Ia menonton seraya menikmati kripik sanjay yang menjadi makanan favoritnya belakangan ini.


"Zoya, mungkin nggak klo aku jadi CEO juga, Ibu kamu akan peduli sama aku?" tanya Keenan sementara Zoya tengah menyetrika pakaian sambil ikut menonton tv.


"Jadi supir taksi udah cukup, nggak usah mengkhayal jadi CEO segala." jawaban Zoya membuat Keenan tersenyum.


"Aku cuma pingin ibu kamu berhenti ketus sama aku, aku mau hubungan kita tuh bagai ibu dan anak kandung. Aku nggak mau diketusi melulu." Keenan menguraikan keinginan yang membuat Zoya menghela nafas.


Keenan beranjak mengambil segelas air dan meneguknya hingga tandas.


"Sabar aja, yang penting kan, ayah sayang sama kamu," Zoya mencoba menghibur.


"Hum, kita pindah lagi aja yuk sayang kerumah kita, kayaknya sejak kita pindah ibu kamu jadi berubah deh!" ajak Keenan seraya mengambil es krim lolipop dan mengemutnya.


"Kita disini aja kek sayang, nggak usah mikirin sikap ibu, soal momongan aku juga nggak mau ambil pusing, meski aku pengennya dikasih cepat, mungkin kita disuruh menikmati masa pacaran dulu, berhubungan intim tanpa gangguan, ya pokoknya menjalin kemesraan deh," ujar Zoya lalu merapikan baju yang telah selesai disetrika ke lemari resleting.


"Hah pedas sshh.." Keenan meletakan keripik itu di meja.


"Minumlah! Sayang kita ngedate yuk nanti malam!" ajak Zoya sumringah.


"Kemana?" tanya Keenan masih menatap acara drama korea favoritnya.


"Enaknya kemana?" Zoya malah balik bertanya sehingga Keenan berpikir keras.


Malam ini Keenan dan Zoya hendak makan bakso diluar. Menikmati suasana temaram sambil berjalan kaki ke tukang bakso langganan. Mereka memesan bakso dan menikmatinya. Di tengah asik menikmati bakso, salah satu anggota genk motor yang cari masalah dengannya kemarin mengenali wajahnya.


"Eh, kamu sopir taksi itukan?" Keenan hanya mengangguk.


"Woy, temen-temen, si sopir taksi kemarin ada di mari!" seru Dewa sedangkan segerombol pria datang menghampiri Keenan dan Zoya.


"Mereka siapa sayang?" tanya Zoya merasa heran.


"Mereka yang mukulin aku kemarin," Keenan bicara pelan sedangkan Dewa serta Jack mengapit tubuhnya.


"Maaf aku lagi makan, apa kalian mau cari masalah lagi?" tanya Keenan.


"Siapa nih, Keenan. Pacar kamu?" tanya Jack.


"Dia Zoya, istri aku." sahut Keenan.


Dewa hendak menepuk punggung Keenan dan membuat Keenan tersedak. Segera Keenan meminum air, Zoya sudah jengah akan gangguan dari para genk motor itu.

__ADS_1


"Maaf, kalian ganggu. Bisa pergi nggak?" tanya Zoya kesal.


"Santai mba, kami cuma mau berteman sama dia, kami nyesel udah mukulin dia kemarin. Maafin kita ya bro!" Dewa merangkul leher Keenan dengan paksa sehingga Keenan mengangguk saja.


"Udah, pergi kita, Eh Keenan kalo kamu ada apa-apa hubungi kita ya, mana ponsel kamu?" tanya Jack sehingga Keenan memberikan ponselnya sehingga Zack mencatat nomornya.


"Save ya, kita pergi dulu, bro! Ayo cabut-cabut!" ajak Zack pada para anggota yang lain sehingga Keenan menghela nafas. Dan bisa menikmati bakso dengan tenang.


"Mereka ngajak berteman?" tanya Zoya merasa aneh.


"Karena mereka ngerasa bersalah udah mukulin aku kemarin, udahlah! Yang penting bukan si Billy," ujar Keenan malah teringat Billy.


Usai makan bakso, mereka hendak pulang. Namun tiba-tiba sebuah mobil jeep datang di hadapan mereka dan membawa Zoya bersama mereka. Kejadiannya begitu cepat sehingga Keenan tak sempat lagi menyelamatkan sang istri.


"Keenan, tolong!" ucap Zoya sedangkan Keenan yang terkejut segera meminta tukang ojek untuk mengikuti mobil jeep itu.


"Mereka siapa ya, pak cepat ya! Istri saya dibawa mereka," Keenan merasa cemas dan terus mengikuti Zoya yang tengah pingsan karena dibekap dengan saputangan yang diberikan obat bius.


Mobil jeep itu jalan begitu cepat sehingga Keenan sempat kehilangan jejak. Keenan merasa kesal, ia harus kembali untuk memberitahukan hal ini pada kedua orangtua Zoya.


"Apa, Zoya diculik orang! Kok bisa, kamu gimana sih, Keenan!" Risna sangat marah begitu tau Zoya dibawa lari oleh sebuah mobil.


"Maaf bu, aku kehilangan jejak, tapi aku udah mencatat plat nomornya sebelum aku kehilangan jejaknya tadi.


Tamparan mendarat mulus di pipi Keenan sehingga nampak bekas kemerahan.


"Dasar suami nggak becus, kalau Zoya sampai kenapa-kenapa ibu nggak akan maafin kamu!" ujar Risna begitu marah.


"Maaf bu, kejadiannya begitu cepat!" ucap Keenan seraya mengelus pipi bekas tamparan itu.


"Ibu, kenapa menampar Keenan? Kita nggak mau ini terjadi, ayah sudah menghubungi polisi tapi karena belum 24 jam mereka belum bisa mengusutnya, sebaiknya kita coba cari Zoya sekarang!" ajak Sandi segera menaiki mobil pick up bersama Keenan.


"Eh Keenan, awas kalau Zoya kenapa-kenapa, kamu akan merasakan akibatnya!" ancam Risna sehingga Keenan hanya mengangguk.


"Iya bu, saya nggak akan kembali sebelum menemukan Zoya. Saya janji!" ucap Keenan sehingga Sandi memacu kendaraannya dan mencari jejak Zoya yang tak jelas dibawa kemana.


Sementara itu,


Zoya merasakan pusing yang teramat sangat karena ia berada di suatu kamar yang besar. Sepertinya yang membawanya kali ini bukan orang sembarangan. Tangan dan kaki terikat sedangkan mulut diikat sehelai kain.


Aku dimana? Kenapa rumah ini begitu megah, siapa yang kurang kerjaan menculik orang miskin seperti aku, Keenan kamu dimana? Tolong aku sayang!

__ADS_1


**********


Keenan masih berusaha menghubungi ponsel Zoya namun saat Zoya berusaha mengangkatnya. Seorang anak buah yang menculiknya tadi mengambil ponsel itu dari saku celana Zoya dan mengangkatnya.


"Halo!" ucapnya.


"Halo, heh..dimana Zoya. Kenapa kamu menculik dia, pengecut!!" ucap Keenan sehingga Sandi nampak bertanya.


"Zoya dimana, Keenan?" tanya Sandi.


"Santai dong, kamu supir taksi yang payah! Nggak bisa menjaga istrimu, gimana kalau istri kamu yang sangat kamu cintai ini, kamu serahkan aja ke bos kami!" pria itu tersenyum smirk seraya memberi penawaran yang memuakkan.


Kok, d**ia tau aku supir taksi..


"Serahkan?? Kalau kalian sampai menyakitinya, aku nggak maafin kalian!!" pekik Keenan merasa kesal.


"Huu..kalau begitu datanglah dan selamatkan istri kesayanganmu ini, sebelum kamu menyesalinya!"


Tuut..tuut..


"Halo, damn!!"


Telepon diputus sepihak, lalu terlihat pesan yang memberikan lokasi keberadaan mereka saat ini. Keenan segera melajukan mobilnya menuju ke alamat tersebut.


"Keenan, apa nggak terlalu berbahaya hanya kita aja, gimana kalau kita laporkan aja ke polisi!" ujar Sandi.


"Yaudah, gini aja, kita laporkan ke polisi, setelah itu biar Keenan yang lanjut mencari Zoya, ayah." ujar Keenan.


"Dia udah memberitahukan lokasinya ayah, aku kirimin ke ayah ya! Nanti ayah menyusul!" ujar Keenan sehingga Sandi menuruti apa kata Keenan.


"Iya, kamu hati-hati ya nak!"


Tak lama mereka tiba di kantor polisi, Sandi memberitahukan kejadiannya sedangkan Keenan hendak melakukan pengejaran, ia menghidupkan sinyal gps agar Sandi mudah melacaknya nanti.


Namun karena sudah memikirkan dengan matang kembali orang itu memberikan lokasi yang berbeda pada Keenan. Namun, ia tengah melihat lokasi kedua. Namun ponsel Keenan malah mati karena ia belum mengisi daya.


"Sial bisa-bisanya mereka berpikir selicik itu, Hah..mana ponselku mati, gimana aku bisa menghubungi polisi, damn.." Keenan segera melajukan pick up milik Sandi itu ke lokasi yang pria itu berikan.


"Semoga mereka nggak menyakiti kamu sayang, kamu sabar ya, aku akan segera nolongin kamu!" Keenan segera melajukan kendaraannya dengan cepat menuju ke lokasi kedua yang diberikan penelpon itu.


********

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😊..


__ADS_2