
Aiden POV
Aku masih menutup mataku, tenang Chelsea sayang, aku tak akan kenapa-kenapa. Maaf kalau aku membuatmu menangis karena tak bisa menjaga diriku dengan baik. Aku lengah karena terlalu bahagia. Mungkin Tuhan sedang memperingatkanku untuk fokus padamu.
Mencintaimu yang sebenarnya juga mencintaiku. Aku beruntung kita bersatu meskipun diawali dengan jalan berliku. Jangan pernah pergi sayang, permintaan maaf ku hanya untukmu sedalam-dalamnya.
Seperti yang Tuhan lakukan padaku, yang menegurku untuk berpijak pada satu hati. Lakukan juga hal yang sama padaku. Aku hanyalah Aiden, manusia biasa yang kebetulan diberikan nasib yang baik oleh Allah. Menjadi seorang CEO di perusahaan milik keluarga kami.
Jika tanpa Tuhan, aku hanyalah butiran debu yang tak berharga. Terhempas, tertiup angin semilir hingga hilang bersama udara tak tersisa. Itulah kenapa aku tak mau memanfaatkan jabatanku, karena setiap amanah akan dimintai pertanggung jawabannya kelak, jika aku jadi pemimpin yang dzolim, tentu Tuhan akan murka padaku.
Berjanjilah untuk menemaniku hingga akhir waktu dan menualah bersamaku, sayang.
-Aiden Fernando-
🌺🌺🌺🌺🌺
Chelsea tengah tiba di rumah sakit, lalu Chelsea dan sang ayah melintasi koridor guna mencari keberadaan Aiden. Setelah bertanya akan ruangan Aiden dirawat, Chelsea segera menghampiri ruangan Aiden. Tampak Hilman dan Nike tersenyum melihat calon menantu mereka.
"Chelsea!" ucap Aiden parau.
"Kalian bicaralah, kami tinggal dulu, ya! Ayo pak Fadli," ajak Hilman sehingga orang tua mereka keluar dari kamar rawat sekarang.
Chelsea duduk disisi brankar, Aiden berusaha menggerakkan tangannya sehingga Chelsea segera meraihnya. Dan mengecup punggung tangan pria yang wajahnya masih pucat dengan kasa yang membalut kepalanya yang terluka. Tangan kanannya terulur membelai rambut lelakinya.
"Iya sayang?"
"Maafin aku,"
"Maaf untuk apa?"
"Maaf untuk segalanya, aku nggak mau kehilangan kamu sayang, untungnya aku masih tetap bisa menyelamatkan ini."
Aiden memberikan kotak perhiasan berwarna merah dan memberikannya pada Chelsea.
"Jadi karena ini kamu jadi celaka?" tanya Chelsea sedikit kesal.
"Bukan, karena aku terlalu bahagia jadi lupa daratan hehe.." jawaban Aiden disertai senyuman membuat hatinya yang bergemuruh menjadi kelegaan. Untunglah tidak parah.
"Apa yang kamu rasakan saat ini?" tanya Chelsea.
"Aku merasa sehat setelah kamu datang." jawaban Aiden membuat Chelsea bernafas lega. Dan terpancarlah senyuman dari wajah cantiknya.
"Mata kamu sembab, apa kamu menangis tadi?" tanya Aiden seraya menyeka pelupuk mata yang masih sembab.
"Hum..aku takut kehilangan kamu." jawab Chelsea.
__ADS_1
"Iya, maaf ya, bikin kamu cemas. Aku nggak apa-apa kok, cuma kepalaku aja tadi terantuk stir mobil jadi mereka mengikat kepalaku dengan kasa begini." ulas Aiden seraya memijat pelipisnya.
"Gimana dengan tubuh lain, apa ada yang sakit?" tanya Chelsea.
"Iya, tapi hati aku." jawaban Aiden membuat Chelsea tersenyum simpul.
"Kenapa dengan hati kamu, sayang?" tanya Chelsea seraya menjimpit dagu prianya itu.
"Pipi aku juga sakit harus dicium kayaknya! Yang ini, bagian ini," ungkap Aiden seraya menyodorkan pipinya dan menunjuk pipi kanannya seraya memejamkan mata.
"Aish kamu ini, muah.." kecupan mendarat sempurna di pipi Aiden sehingga wajah Aiden memerah.
"Kamu jangan buat aku khawatir lagi, kalau mau keluar rumah sebaiknya di supiri aja, pernikahan kita seminggu lagi sayang, jangan buat aku sedih!" pinta Chelsea dan diangguki oleh Aiden.
"Iya, maafin aku ya! Besok aku udah boleh pulang kok," ujar Aiden sehingga Chelsea tersenyum dan mengangguk.
"Awas kalau seenaknya lagi! Kamu tau nggak kadang terdengar seperti mitos kalau calon pengantin dipingit, jangan melakukan apapun atau jangan pergi kemana pun, tapi kadang sebagian prasangka bisa jadi doa sayang, jangan membiarkan prasangka buruk itu jadi nyata. Makanya kita dirumah aja, kecuali ke perusahaan, setelah itu dirumah aja." jelas Chelsea.
"Maaf sayang, tapi aku hanya percaya sama Allah. Hidup dan mati itu udah Allah tentukan, tapi aku akan nurut deh, maaf bikin kamu khawatir ya!" ucap Aiden seraya mencium punggung tangan sang calon istri.
"Hum..sekarang kamu makan dulu ya, aku tadi masakin bubur untuk kamu!" ucap Chelsea.
"Kamu masih sempat masakin aku bubur?" tanya Aiden.
"Sebenarnya aku buatin untuk makan malam aku sama ayah, jadi karena buat banyak, aku bawain juga buat kamu, tapi ini masih hangat kok, makan ya!" ungkap Chelsea sehingga Aiden mengangguk dan Chelsea mulai menyuapi Aiden.
*******
"Maafin Aiden jika bikin masalah ya, pak Fadli!" ucap Nike merasa tak enak dengan calon besannya.
"Jangan bicara begitu, bu Nike. Ini musibah, saya yakin Aiden juga nggak mau ini terjadi, kita doakan saja setelah ini semua lancar sampai hari H, karena mereka akan menikah seminggu lagi." ujar Fadli dan diangguki oleh Hilman.
"Iya, saya akan menjaga Aiden, supaya dia nggak bepergian sendiri lagi. Untungnya hanya luka ringan, jadi kita tetap bisa melangsungkan pesta pernikahan tanpa harus menundanya." ucap Hilman.
"Apa nggak masalah, nggak akan mengganggu kesehatan nak Aiden?" tanya Fadli agak cemas dengan kesehatan calon menantunya itu.
"Aiden hanya mengalami luka di keningnya, dan untungnya bagian tubuh lain tak mengalami luka serius. Biarlah dua calon pengantin itu rehat, saya udah memberikan cuti untuk keduanya." jelas Hilman dengan sumringah.
"Terima kasih atas perhatian anda, pak Hilman," ucap Fadli sedikit terharu akan kebaikan hati kedua orang tua Aiden. Fadli merasa beruntung karena putri sematawayangnya bisa diterima di keluarga terpandang dan berhati mulia. Dan sifat itu menurun pada Aiden meski Nike sedikit mengatur siapa wanita yang hendak Aiden pinang.
**********
Seperti yang Aiden inginkan Zoya dan Keenan sudah tau kalau ia dirawat namun Aiden meminta Zoya dan Keenan untuk tetap stay karena Aiden sudah baik-baik saja. Namun tetap saja Keenan merasa tak enak karena Aiden, teman yang baik. Apalagi sudah malam.
"Aku aja sayang yang ke rumah sakit, ini kan udah malam. Kamu dirumah dulu ya, kemarin Aiden udah begitu perhatian sama aku, aku juga mau melihat keadaannya." ujar Keenan seraya memakai jaket jeansnya.
__ADS_1
"Yaudah, salam aja buat Aiden. Kasian banget sih tuh orang, mau nikah malah kena musibah." ujar Zoya agak sendu.
"Namanya musibah sayang, nggak ada yang tau. Yaudah aku pergi dulu ya, assallamuallaikum!" ucap Keenan dan disahuti Zoya.
"Waalaikumsalam hati-hati sayang." ucap Zoya.
Keenan mengambil taksinya dan beranjak menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan Aiden. Setibanya di rumah sakit tampak hanya ada Chelsea di ruangan Aiden. Keenan pun masuk dan melihat keadaan saingan yang kini jadi sahabatnya itu.
"Assallamu' allaikum!" ucap Keenan.
"Waalaikumsalam." sahut Aiden dan Chelsea bersamaan.
Keenan tersenyum dan menghampiri pasangan itu. Keenan duduk di sisi brankar satunya. Dan sedikit canggung, terutama Chelsea. Kecanggungan itu tercipta lagi saat mereka berhadapan secara langsung. Aiden segera memecah keheningan yang terjadi.
"Makasih Keenan kamu udah datang," ucap Aiden.
"Iya, aku tau kabar ini dari teman sekantor Zoya, maaf Zoya nggak bisa datang. Dia hanya berpesan, semoga kamu segera sembuh karena sebentar lagi kan kalian akan menikah." ucap Keenan.
"Makasih ya salam juga buat Zoya (melirik Chelsea sekilas) em..maksud aku, bilang terima kasih juga untuk doanya." ucap Aiden dan diangguki oleh Keenan.
"Makasih ya Keenan." ucap Chelsea.
"Iya Chel, btw gimana ceritanya bisa terjadi, katanya kamu nyetir sendiri, harusnya minta supir kamu untuk membawa mobilnya." ucap Keenan.
"Hum..sebenarnya aku lebih nyaman nyetir sendiri, Keenan. Mungkin udah musibah aja, mau gimana lagi hehe.." jawab Aiden dengan mengulas tawa.
"Iya, untungnya kamu hanya luka ringan, sabar ya Chelsea! Semoga pernikahan kalian berjalan lancar!" ucap Keenan.
"Makasih Keenan." ucap Aiden tak lama Aiden beralih memandang Chelsea.
"Chelsea, kamu pulang sama Keenan ya! Kamu naik bus atau bawa taksi kesini, Keenan?" tanya Aiden.
"Aku bawa taksiku." jawab Keenan.
"Tapi aku mau menemani kamu sayang." sanggah Chelsea.
Aiden menggeleng, "Jangan kelelahan, nanti mama akan kesini, lagian juga ada suster yang siap siaga. Keenan, tolong antar calon istri aku selamat hingga sampai ke rumah ya!' pinta Aiden.
"Iya Aiden." sahut Keenan dan mereka saling tersenyum memandang.
Setelah berpamitan Chelsea dan Keenan pun memasuki taksi dan beranjak pulang. Keenan masih fokus berkendara sedangkan Chelsea juga hanya diam. Sesekali Keenan melirik wanita yang pernah disukainya itu.
"Chelsea!" sapa Keenan.
"Iya." Chelsea pun menatap wajah Keenan setelah sejak tadi merasa canggung dan bingung hendak bicara apa.
__ADS_1
******