Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Rajutan cinta dua pasang sejoli


__ADS_3

Chelsea tak menyangka jika Aiden menyatakan perasaannya begitu saja. Apa dia semudah itu melupakan perasaan yang pernah singgah di hati sebelumnya. Ia bahkan belum sepenuhnya melupakan Zoya, namun sekarang malah menyatakan perasaan.


"Maaf, aku nggak tau Aiden, aku butuh waktu untuk mikirin ini!" ucap Chelsea namun Aiden meraih jemari Chelsea. Ia seperti trauma mendengar kata butuh waktu. Karena saat itu Zoya mengatakan itu malah bukan menjawab iya malah mencampakannya.


"Tolak aja aku, kalau kamu nggak terima, buat apa menunggu kalau akhirnya aku ditolak," keluh Aiden seraya menarik diri. Melepas genggaman tangannya dan sekarang meremass jemarinya sendiri.


"Kenapa, kamu udah nyerah?" tanya Chelsea dengan senyuman.


"Aku nggak nyerah, aku cuma ngerasa kalah sebelum berperang!" sahut Aiden mencoba menenangkan dirinya.


"Jangan begitu Aiden, aku juga menyukai kamu, kok." jawaban Chelsea membuat Aiden sumringah perlahan menatap Chelsea, Aiden menarik kedua sudut bibirnya dan masih meyakinkan diri.


"Jadi, kamu menerima aku?" tanya Aiden memastikan


"Hum." sahut Chelsea sehingga Aiden lekas memeluk wanita cantiknya itu dengan eratnya.


"Makasih Chelsea, karena udah menerima perasaanku." ucap Aiden dan Chelsea pun sangat bahagia.


"Aku juga makasih karena kamu udah mau menyatakan perasaan kamu, kita bisa belajar saling menyukai mulai hari ini?" tanya Chelsea. Sedangkan Aiden mengangguk dan kembali memeluk erat wanitanya itu.


Setelah itu, Aiden berniat mengajak Chelsea ke suatu tempat. Mengajak kekasih barunya jalan-jalan ke suatu tempat kenangan mereka sewaktu kecil. Aiden dan Chelsea pergi ke wahana permainan, Chelsea sudah lama sangat ingin naik roller coaster, dan akhirnya sepasang sejoli yang di mabuk asmara itu melakukannya seraya teriak dengan kencang.


Setelah puas, Aiden mengajak Chelsea membeli permen kapas dan memakannya bersama lalu mengabadikan lewat ponselnya.


"Wah, keren ya hehe..Apa semenarik ini memiliki kekasih?" tanya Aiden karena ini pertama kalinya ia menjalin asmara.


"Makanya jangan sibuk mikirin karir aja, sampai kamu nggak tau seperti apa rasanya dikasihi hehe.." cibir Chelsea seraya menangkup wajah Aiden yang terlihat begitu tampan dengan tampilan casualnya itu.


"Kamu ini bikin aku malu hehe..setelah ini, kita akan kemana? Kamu bebas memberi perintah sama aku hari ini, selama ini kan, aku yang memerintah kamu hehe.." Aiden berusaha membuat Chelsea senyaman mungkin ketika berada di dekatnya.


"Apapun, kamu akan lakukan? Really, Aiden?" tanya Chelsea dengan sumringah. Nampak sekali siapa yang sebenarnya ia cintai. Cinta yang ia simpan serapi mungkin akhirnya bisa tercurah kepada sang pemilik hati yang memang ia harapkan bisa menjaganya.


"Really, Chelsea, Really haha.." sahutan Aiden dengan tawa bahaknya membuatnya semakin manis.

__ADS_1


"Of course, kita makan yuk! Aku lapar, beib!" ajak Chelsea seraya mengalungkan tangannya si tengkuk Aiden. Ia menggelayut manja pada kekasih hatinya itu.


"Makan apa, kita ke restoran favorit kita waktu SMA, Kamu ingat nggak?" tanya Aiden sedangkan Chelsea tengah memikirkan karena itu sudah sangat lama.


"Yang mana haha..aku lupa, kamu tau 'kan aku sibuk kerja, aku sibuk sendiri, sampai aku lupa kenangan kita haha.." cibir Chelsea membuat Aiden termangu.


"Jadi kamu lupa, fiuh.." keluh Aiden seraya menundukkan kepalanya.


"Maaf ya, kita nggak usah main tebak-tebakan lagi, kita ke rumah makan sederhana, disana meramu telor ceplok ditambah sambal rahasia dengan taburan serundeng dan bawang goreng!" ujar Aiden.


"Sederhana, tapi menggoda hehe..boleh sayang! Ayo," ajak Chelsea sehingga Aiden termangu lagi saat Chelsea memanggilnya sayang. CEO baik hati itu terlihat sangat imut.


"Kamu memanggil aku sayang heh..hehe.." Aiden merasa terpaku.


"Iya, please jangan canggung lagi! Kita kan udah bersama sekarang! Mari kita saling mencurahkan kasih sayang dan cinta, jangan ditahan lagi, Aiden. Karena aku udah cukup lama menahannya, sampai aku hampir putus asa dan ternyata kita kembali dipersatukan dengan jalan yang indah!" pinta Chelsea sehingga Aiden tiba-tiba mencium kening wanita cantiknya itu.


"Iya, sayang." teramat singkat namun membuat debaran di dada Chelsea terpancar juga senyuman manisnya.


"Yaudah kita makan aja, yuk!" ajak Chelsea kemudian Aiden mengangguk dan mereka kembali ke mobil untuk menuju ke restoran yang mereka inginkan.


Zoya tengah memandangi rumah atap yang sudah dipenuhi bunga lewat ponselnya. Entah kenapa ia rindu untuk kembali kesana lagi. Mengurai kenangan dimana pertama kali ia bertemu dengan Keenan. Keributan kecil mereka, bunga-bunga yang masih sama letaknya. Keenan yang baru pulang bekerja menghampiri sang istri.


Dor..


Zoya sudah biasa, jadi ia tak merasa kaget seperti harapan Keenan.


"Kok, kamu nggak kaget, sayang?" tanya Keenan kemudian duduk di samping Zoya.


"Aku udah kebal, udah biasa ama kelakuan resek kamu!" ujar Zoya.


Keenan melihat Zoya yang terus memandangi rumah atap miliknya. Kemudian ia membuka jaketnya dan masuk ke toilet untuk membersihkan dirinya. Dan Zoya pun sudah tak ada lagi karena ia hendak menyiapkan makanan untuk Keenan. Lalu Zoya mengajak Keenan makan bersama.


"Udah mandi, makan dulu, yuk!" ajak Zoya seraya menautkan lengannya ke lengan Keenan dan mengajaknya makan malam.

__ADS_1


Zoya masih terdiam, ia takut-takut ingin mengutarakan keinginannya. Ia benar-benar merindukan suasana rumah atap. Keenan yang melihat guratan kegelisahan itu merasa perlu untuk bertanya.


"Kamu kenapa sayang, kayak lagi mikirin sesuatu?" tanya Keenan.


"Em..aku kangen rumah atap," jawaban Zoya membuat Keenan tersenyum.


"Kamu mau kesana, kerumah mama Risna?" tanya Keenan berpikir Zoya tengah merindukan kedua orangtuanya.


"Bukan, tapi kerumah atap. Kerumah kamu, dulu." jawab Zoya dengan senyuman tipis.


"Eh, kamu mau kesana? Seingatku, masih ada barang-barangku lengkap, karena kamu melarang aku mengangkutnya. Kasur tipis, wajan jelek dan lemari resleting." ujar Keenan dengan senyuman.


"Karena aku mau, nggak ada yang berubah, karena rumah atap itu meninggalkan banyak kenangan manis tentang perasaan yang tumbuh di hati kita, Keenan." Zoya menguraikan hal yang membuat Keenan tersenyum.


"Makanlah dulu, nanti kita kesana!" ajak Keenan.


"Kita akan kerumah atap, malam ini kita menginap disana, ya!" ajak Zoya sumringah.


"Mau menginap dirumah atap seperti mau nginap di vila sumringahnya haha.." ujar Keenan.


"Karena aku menantikannya, sayang. Aku akan bawa baju piyama, dan boneka Kino ku, sama kita juga akan mengajak Michi supaya dia mengenali rumah atap!" ujar Zoya.


"Kalau Michi nggak masalah dibawa, apa juga harus bawa boneka dolphin yang sudah mulai buluk itu?" tanya Keenan.


"Ck, buluk? Itu boneka kesayanganku karena pemberian kamu, kamu katakan itu boneka buluk. Aku akan membuangnya kalau kamu katakan buluk lagi!" sergah Zoya.


"Iya maaf! abisnya kamu udah lama nggak mencuci boneka itu, harusnya warnanya kan biru laut, jadi biru tua, saking nggak pernah dicuci!"


"Aku nggak sengaja menumpahkan blau saat mencucinya, yang penting warnanya masih biru dan nggak berubah jadi hitam!" sarkas Zoya.


Keenan terkekeh, "Baiklah, terserah kamu! Ayo habiskan dulu makannya, setelah itu kita bersiap liburan di rumah atap, untuk beberapa hari, atau sesuka kamulah! Atau kita pindah aja lagi kesana! aku ikut kamu aja!" ujaran Keenan membuat Zoya berbunga, Keenan selalu membiarkan Zoya melakukan apa yang menjadi kebahagiaan Zoya.


"Makasih sayang, muach.." ucap Zoya sehingga melayangkan kecupan di kening Keenan sehingga terpancarlah senyuman dari wajahnya itu.

__ADS_1


"Sama-sama sayang!" sahut Keenan seraya menarik pipi Zoya karena gemas dan memunculkan tawa di wajah sang istri yang amat disayanginya itu.


*********


__ADS_2