
Keenan senang karena akhirnya pertemuan dua kelurga telah terjadi. Namun sikap Risna jadi berubah total dimana sekarang ia mendapat perlakuan seperti Aiden. Bagaimana jika tadi ia datang sendiri, mungkin Keenan hanya mendapat rasa kecewa.
Setelah kehangatan kedua keluarga yang saling bercengkerama tadi. Keenan malah terlihat sedih, ia memetik gitarnya dan menyanyi lagu melow. Kemudian Zoya mendatanginya dan segera memeluk Keenan dengan eratnya.
"Semangat sayang, ternyata orang tua kita merestui kita sekarang!" ucap Zoya sumringah.
Keenan berekspresi biasa saja sejenak wajahnya muram.
"Kenapa wajah kamu begitu datar, kamu nggak senang kita akan melaksanakan lamaran sebentar lagi?" tanya Zoya kesal.
"Suka sayang, apa wajah aku kelihatan muram hehe... Kamu bahagia kan, aku menepati janjiku?" tanya Keenan dengan senyuman.
Zoya teringat selama ini, ia selalu mengatakan tentang orangtua pada Keenan. Makanya Keenan selalu sedih saat Zoya mengatakan hal itu. Ia merasa sudah sangat jahat selama ini, berkali ia menyakiti namun Keenan selalu saja bersikap baik padanya.
"Aku mau minta maaf, karena aku baru tau soal orang tua kamu belakangan ini, Aku sering mengatakan sembarangan tentang orang tua kamu saat emosi waktu itu. Maafin aku!" ucap Zoya lalu menyandarkan dirinya di dada bidang kekasihnya.
"Nggak apa-apa sayang, aku udah terbiasa dengan hal yang seperti itu. Dari kecil aku udah dituntut untuk memahami keadaan aku, jadi kamu nggak usah pikirin soal itu lagi!" pinta Keenan.
"Em...iya Keenan. Kayaknya kondisi kamu udah lebih baik sekarang," ujar Zoya seraya merapikan poni Keenan yang berantakan.
"Alhamdulillah sayang, Zoya! sebentar lagi kan kita akan menikah, janji sama aku, apapun yang terjadi jangan tinggalin aku, kamu boleh marah. Tapi jangan sampai ninggalin aku, dan jangan terlalu dekat sama Aiden!" pesan Keenan seraya menggenggam tangan Zoya menaruh harapan besar.
Zoya segera melepas genggaman tangannya itu, "Belum apa-apa kamu udah posesif kayak gini, kamu sendiri bukannya tadi bermesraan sama Chelsea, kamu mau balas dendam kan, karena Aiden sering kesini dan kami dekat!" ucap Zoya terlihat mulai emosional karena ia cemburu tadi.
"Aku nggak bermesraan sayang, dia cuma pakai jasaku aja!" ujar Keenan lalu kembali memetik gitarnya.
"Oke, aku akan percaya sedikit. Ngomong-ngomong ada yang mau aku tanya, apa kamu pernah tidur sama wanita sebelumnya?" tanya Zoya seraya menyeringai sehingga Keenan bergidik.
"Kamu pikir aku serendah itu, sayang? Aku menghindari semua itu. Aku cuma mau melakukan itu sama istriku nanti."
"Candaan kemarin soal buka celana, bukannya kamu terpancing?" tanya Zoya lagi.
Keenan hanya tersenyum menanggapi ucapan Zoya. Namun Zoya malah mendekati Keenan. Ia menyeringai lagi dan membuka manik kemeja Keenan perlahan.
"Jangan Zoya, aku nggak mau melakukan ini, mungkin aku mencium kamu juga memeluk kamu, tapi untuk ini, aku belum pernah melakukannya Zoya, sumpah! Karena aku tau mereka harus dihargai bukan dinikmati." ujar Keenan menjelaskan sehingga Keenan menghalangi tangan Zoya yang menjamah manik bajunya.
"Bukannya sejak awal kamu selalu sengaja mengatakan kalau aku terpesona sama kamu, terus kamu beberapa kali nggak berpakaian demi memancing berahi,"
"Anu, aku nggak nyangka kamu menanggapi serius karena aku cuma bercanda, soal nggak berpakaian setiap cuci baju. Soalnya, aku terbiasa ngelakuin itu, sayang hehe.." kilah Keenan.
"Oh bercanda, ya! Yaudah, aku ke bawah dulu, ya!" ujar Zoya lalu menunduk dan berjalan perlahan meninggalkan Keenan. Rupanya Keenan sudah terlalu sering membuat Zoya terbawa perasaan belakangan ini.
Keenan menghela nafas merasakan debaran jantung yang tak berhenti berdetak. Zoya berubah total saat ia sudah memilikinya, ia jadi sedikit berani.
Sementara Sandi merasa aneh karena tiba-tiba saja, Risna menerima lamaran dadakan dari Keenan. Sandi meyakini ada sesuatu, mereka berbincang di kamarnya.
"Bu, Ayah aneh, kenapa ibu jadi menerima Keenan, ibu setujunya sama Keenan atau Aiden?" tanya Sandi.
"Ibu setuju sama Keenan, Ayah." jawab Risna.
"Bukan karena ternyata Keenan dari keluarga kaya, kan?" tanya Sandi mencecar.
"Ish, gimana tadi kalau dia datang sendiri, dia anak yang baik, bu! Ibu jangan sembarangan bersikap lagi!" Sandi menambahkan.
"Iya, Ayah tenang aja!" sahut Risna penuh semangat.
Keenan selalu bosan berada di rumah atap, apa yang harus dilakukannya kini. Terlihat ada kucing yang tengah kawin di depan matanya, Keenan kesal karena bahkan kucing betina itu sedang bunting tapi tetap saja menerima gigitan dari sang jantan.
"Pus..pus.." Keenan memberikan tulangan untuk kucing yang sudah menyelesaikan hubungannya. Ia mengambil salah satu kucing berbulu oranye itu dan membelainya.
"Kamu lagi hamil kenapa malah selingkuh, mana kucing yang bikin kamu bunting, hah?" Keenan meletakan kembali kucing itu dan berniat berjalan-jalan di sekitaran komplek tempatnya tinggal.
Sementara Zoya yang sudah berdandan secantik mungkin terkejut karena Keenan tak ada di rumah atap. Zoya galau, ia melipir mengedarkan pandangan dan melihat Keenan tengah mengobrol dengan tetangga. Keenan memang mudah bergaul dengan siapa saja. Ia tengah gitaran dengan beberapa pemuda di depan warung nasi.
"Eh Keenan, tadi itu siapa? ramai kerumah Zoya, kamu mau melamar ya?" tanya Arman seraya mengepulkan asap rokok ke sembarang arah.
__ADS_1
Keenan masih memetik gitarnya, "Kepo. Bu, teh tarik satu, ya!" jawab Keenan.
"Rokok, Keenan!" tawar Jerry.
"Maaf, aku nggak ngerokok," tepis Keenan dan tak lama teh tarik pesanannya datang.
"Kamu hebat Keenan bisa jadian sama Zoya, padahal dia tuh cewek dingin."ungkap Arman.
"Makasih, kamu sendiri kapan kawin haa.." ujar Keenan.
"Ah santai kita mah, eh Keenan! Nyanyi dong, lagunya once," ujar Arman lagi.
"Oke,"
Keenan memetik gitarnya dan nyanyi bareng tetangganya yang sering nongkrong di depan warung nasi tersebut.
Kau bolehkan acuhkan diriku
Dan anggap aku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku, kepadamu
Ku yakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku dan takkan pernah melepasku.
Saat reff mereka nyanyi bersama.
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
"Anjay, bagus banget suara kamu, mas bro haha..Keenan aku lihat video kamu nyanyi lagu andmesh di youtube. Kamu ikut audisi nyanyi online itu, kah?" tanya Jeri.
"Iya, dadakan itu. Tapi aku nyanyi nya pakai hati, tuh haha.." ujar Keenan.
"Aku tau kamu kan, keren! Btw makin ganteng aja sekarang, olahraga lagi kamu, sana! biar sixpack lagi tuh perut haha.." ajak Jeri.
"Malas nge-gym, kalau ada temannya aku mau, sama kamu, yuk!" ajak Keenan.
"Oke, besok ya!" ujar Jeri.
"Siap!" sahut Keenan lalu meminum teh tariknya itu dan mengupas kacang goreng seraya menyanyi lagi dengan gitarnya.
*********
Keenan melihat ponselnya dan mendapati pesan dari Chelsea. Ia sepertinya kecewa saat mendengar kabar dari Aiden soal lamaran itu. Keenan agak kesal, entah mungkin Risna memberitahu secepat kilat pada Aiden soal itu.
Chelsea meminta waktunya untuk bertemu, atau Chelsea sendiri yang mendatangi Keenan. Keenan kembali berjalan ke penyewaan taksi untuk menemui Chelsea. Sesaat Keenan tiba, Chelsea membuka pintu dan memeluk Keenan dengan erat.
Keenan berusaha melepasnya dan Chelsea membawa Keenan masuk lalu menutup pintu. Ia dengan sepuas hati memukuli bahu Keenan sehingga Keenan tak mengerti.
"Auh, kenapa kamu memukulku, Chelsea?" tanya Keenan.
"Aku kecewa sama kamu, Keenan. Kenapa kamu mengecewakan aku sejauh ini, gimana menghilangkan perasaan ini?" tanya Chelsea.
"Apa maksud kamu?" tanya Keenan tak mengerti.
Chelsea segera memeluk Keenan dengan eratnya. Keenan berusaha melepasnya namun Chelsea tak ingin melepas dekapannya itu.
__ADS_1
"Aiden bilang kamu akan menikah sama Zoya, setidaknya buatlah aku membenci kamu, agar aku bisa move on dari kamu." pinta Chelsea yang menitihkan airmatanya.
"Kita kan bisa tetap berteman, aku janji!" ujar Keenan.
"Tapi aku menyukai kamu, Keenan!" sanggah Chelsea.
"Maaf Chelsea, tapi!" namun Chelsea segera melayangkan kecupan itu di pipi Keenan.
Setelah itu menutup mulut Keenan dengan telapak tangannya.
"Jangan bicara, biarin tetap seperti ini!" Chelsea segera menyandarkan dirinya di pelukan Keenan.
Chelsea meraih tangan Keenan dan mengalungkan di punggungnya menyandarkan tubuh mungilnya di dada Keenan. Keenan mengelus lengan Chelsea.
"Maafin aku!" ucap Keenan.
Chelsea begitu nyaman bersandar di pelukan Keenan. Lalu Chelsea kembali menarik tubuhnya itu.
"Pulanglah, berbahagialah!" ujar Chelsea dengan senyuman lalu kembali mengecup lembut bibir Keenan. Dan melepasnya lagi.
"Maaf, aku sayang sama kamu, Keenan!" ucap Zoya kemudian kembali menyandarkan diri di pelukan Keenan.
Setelah itu Keenan kembali pulang, terlihat Zoya sudah menunggunya di depan pintu. Keenan memegang pundak Zoya yang setelah itu menatapnya. Malam ini, mereka saling menggenggam jemari tangan seraya berselimut di kasur tipis milik Keenan.
"Kamu mau tidur sama aku, malam ini?" tanya Keenan dengan memiringkan tubuhnya menatap Zoya.
"Nggak, aku cuma mau sedekat ini sama kamu, aku nggak nyangka, kamu dan keluarga kamu melamar aku hari ini!" jawaban Zoya seraya membelai pipi Keenan.
"Aku kalau cinta nggak mau banyak menyakiti sayang, apapun akan aku lakuin demi bikin kamu bahagia," ujar Keenan.
"Really, gimana kalau kamu buatin aku nasi goreng?" tanya Zoya.
"Ah, kamu minta aku masak? Tapi, goreng telur aja aku baru bisa belakangan ini, gimana nanti kalau nggak enak, hehe.."jawab Keenan kebingungan diminta memasak.
"Harus enak,"
Keenan pun akhirnya memasakkan nasi goreng untuk Zoya. Zoya sendiri sibuk memeluk punggung Keenan sejak tadi.
"Jadi pertama kita potong bawang dan cabe rawit, kan? Hai, kenapa kamu terus memeluk aku, bantuin aku, sayang!" pinta Keenan yang kebingungan.
"Hum," Zoya melepaskan Keenan dan berdiri di samping Keenan menyeringai wajah Keenan dan terus menatapnya.
"Kan, aku bilang. Kamu begitu jatuh cinta sama aku, hmm?" tanya Keenan seraya memotong bawang.
"Iya, kamu makin cakep. Tadi kamu dari mana? Kamu nggak menemui Chelsea, kan? Kamu nggak boleh ketemu dia, lagi!" ucap Zoya.
"Eng..enggak. Aku abis ngobrol sama tetangga, mereka ngajak aku nge gym lagi, fiuh.." Keenan menghela nafas berat.
"Beneran," Keenan mengangguk dengan senyuman.
Zoya kembali melihat Keenan yang sudah menyelesaikan memotong bawang dan cabe rawit. Mereka akan membuat nasi goreng kampung.
"Biar aku yang masakin sayang!" sergah Zoya tak ingin menikmati nasi goreng yang Keenan masak. Karena Keenan sangat payah soal memasak.
"Baiklah, aku nggak mau bikin kamu keracunan karena masakanku hehe.."
"Hum.."
Zoya hanya mendehem dan ganti memasak untuk Keenan. Lalu Keenan memeluk Zoya dan menyandarkan dagunya di pundak Zoya seraya melingkari tangannya di pinggang ramping sang kekasih. Zoya sesekali membelai pipi Keenan sehingga Keenan semakin mengeratkan pelukannya itu.
"Aku sayang kamu, Keenan!" ucap Zoya.
"Me too, sayang." jawab Keenan lalu mengecup pipi Zoya sehingga senyuman terpancar dari wajah manisnya.
**********
__ADS_1