Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
My mom


__ADS_3

Zoya segera menuju ke arah sumber suara dimana sang ayah hendak meminjam gunting karena ia akan memotong sesuatu.


"Ayah, kenapa?" tanya Zoya seraya menghela nafas dengan rambut yang agak berantakan.


"Eng..maaf ayah ganggu, ayah mau pinjam gunting, nak!" sahut Sandi seraya nyengir kuda.


Zoya beranjak dan mengambil sebuah gunting dan diberikannya gunting itu pada sang ayah. Setelah itu, Zoya kembali menutup pintu dan menghampiri Keenan yang baru berpakaian karena ia langsung ambil langkah untuk mandi. Keenan menyisir rambutnya dan menyemprot parfum.


"Ayah mau ngapain sayang?" tanya Keenan seraya merapikan rambutnya lewat pantulan cermin.


"Pinjam gunting, aku mandi dulu deh!" ujar Zoya kemudian menyambar handuk dan beranjak ke toilet untuk mandi. Sedangkan Keenan beranjak menonton tv untuk menonton drama Korea favoritnya yang tayang tiap sore hari.


********


Semalaman hujan deras turun membasahi bumi sehingga pagi ini suasana jadi berembun. Zoya dan Keenan sudah bersiap untuk bekerja, Keenan menggandeng tangan Zoya menuju ke penyewaan taksi.


"Tangan kamu dingin banget sayang!" ujar Keenan yang makin mengeratkan genggamannya itu.


"Iya cuacanya juga lagi dingin sayang, huh.."


Tak lama mereka tiba di tempat penyewaan taksi dan Keenan segera mengambil taksinya. Kemudian mereka beralih menuju ke perusahaan untuk mengantar Zoya. Ketika turun, Keenan juga hendak turun bermaksud untuk melihat sang istri melangkah memasuki perusahaan hingga tak nampak lagi.


Kemudian Keenan kembali memasuki taksinya dan beranjak mencari penumpang lagi. Sesaat tiba di ruangannya Zoya dikejutkan dengan Aiden yang tengah duduk di meja kerjanya.


"Pak Aiden, apa yang anda lakukan disini?" tanya Zoya dan Aiden lekas meminta Zoya duduk.


"Duduk dulu, ada yang mau aku tanyain sama kamu," ujar Aiden.


"Menurut kamu, konsep pernikahan serba ungu apakah bagus?" tanya Aiden.


"Kenapa bapak bertanya pada saya, tanyalah pada calon istri anda hehe.." jawab Zoya seraya terkekeh.


"Chelsea suka warna ungu, jadi apakah akan bagus kalau konsepnya nanti dihiasi warna ungu Lilac?" tanya Aiden.


"Bagus, seperti aku yang menyukai warna hijau. Tapi aku nggak terlalu mikirin konsep sih pak, yang penting adalah makna dibalik pernikahan itu sendiri. Jadi kapan nih?" tanya Zoya.


"Shut, nanti kamu pasti dapat undangannya hehe..Oke aku ke ruanganku dulu, tolong laporan penjualan pengiriman seperangkat kursi dan meja nanti diantar ke ruangan saya ya!" ujar Aiden begitu berkharisma.


"Iya pak Aiden!" sahut Zoya dengan senyuman.

__ADS_1


Entah kenapa ia jadi teringat awal pertama datang ke perusahaan dan menaruh hati pada Aiden. Tak disangka takdir menggariskan hal lain, namun Zoya sudah memilih kepada siapa hatinya akan berlabuh. Meskipun dulu Aiden membalas perasaannya. Namun hatinya sudah terpaut pada Keenan.


"Selamat ya Aiden, semoga kamu bahagia bersama Chelsea. Pada akhirnya kita digariskan tetap menjadi atasan dan bawahan aja. Chelsea juga akhirnya menemukan orang yang tepat, fiuh.." Zoya kembali memfokuskan diri pada layar dihadapannya dan memulai pekerjaannya lagi.


Sementara CEO tampan itu tengah berjalan dengan percaya diri. Semenjak mencinta Aiden makin berkharisma saja, namun bukan keangkuhan yang ia tunjukan tetapi makin bersahaja. Makin bisa mengayomi seluruh karyawannya. Meskipun banyak yang menaruh hati padanya ia tetap akan bertahan pada satu hati, yakni wanita pilihannya yang tengah menyambut kedatangannya saat ini.


"Pagi pak Aiden!" sapa Chelsea wanita cantik yang sebentar lagi akan manjadi teman hidupnya.


"Pagi cantik!" ucap Aiden sehingga Chelsea tersenyum tipis.


"Apa agenda hari ini calon istriku?" tanya Aiden seraya menggodanya.


"Hum..mulai lagi, kita ada meeting dengan investor dari ATB group, soal kerjasama kita pak Aiden!" ujar Chelsea.


"Oke, hum..ada lagi sayang?" tanya Aiden dengan seksama.


"Untuk sementara hanya itu pak Aiden," jawab Chelsea.


"Terima kasih sekertarisku canduku hehe..seperti judul novel, tapi kamu memang bikin candu kok, aku ke ruanganku dulu canduku!" ujar Aiden sehingga Chelsea tersenyum tipis. Kemudian berlalu dari hadapan Chelsea dan Chelsea kembali duduk di kursinya.


"Judul novel, apa Aiden suka membaca novel juga hehe.." Chelsea terkesima dengan ungkapan Aiden yang sukses membuatnya makin mencintainya.


*******


"Kenapa kamu berpenampilan begitu tampan kamu mau nge grab atau mau cari istri lagi?" tanya Dila mengacak-acak rambut putranya itu.


"Aish jangan diacak-acak bu, ya harus rapi dong, kan biar penumpangnya senang." Keenan merapikan rambutnya lagi dan melajukan taksinya.


"Gimana Zoya udah ada tanda-tanda mau isi, sudah dua bulan kalian menikah?" tanya Risna.


"Belum kayaknya bu, masih proses." jawab Keenan demikian karena dia memang tak mengetahuinya.


"Kenapa kamu pindah lagi ke rumah atap, ibunya Zoya nggak marah kan?" tanya Dila mengkhawatirkan putranya karena Dila tau bagaimana sikap Risna sebelumnya pada Keenan.


"Enggak bu, kenapa ibu tanya itu?" Keenan menyembunyikan sikap Risna yang berubah sejak ia dan Zoya memutuskan untuk kembali ke rumah atap.


"Takutnya dia kecewa sama kamu, nak! Jaga diri kamu, jangan sampai dipukuli lagi seperti kemarin, cukup ibu aja yang memukuli kamu, kalau orang lain yang melakukan itu, itu bikin hati ibu sakit nak!" ujar Dila, dimana ia begitu menyayangi anak yang pernah ditolaknya itu.


Terkadang tanpa sadar seorang ibu begitu mudah melontarkan kata-kata yang menyakitkan pada anaknya. Namun jauh di lubuk hatinya ibu kandung tetaplah menyayangi anak kandungnya. Ia banyak mengumbar kata dan betah mengomel hanya jika anaknya diperlakukan demikian selain dirinya ia merasa tidak terima.

__ADS_1


"Aku nggak janji bu, aku banyak dengar kabar yang kurang sedap soal soal supir taksi yang meregang nyawa karena terlibat masalah dengan penumpangnya atau seperti yang aku alami kemarin, tapi itu udah resiko bu, aku nggak bisa meninggalkan profesi ini, aku mengerti kekhawatiran ibu, aku berharap ibu selalu mendoakan aku supaya Tuhan selalu melindungi aku!" ulas Keenan dengan senyuman.


"Dasar bodoh! Anak nakal, sudah dikasih enak masih saja bertahan jadi supir taksi. Apa kamu akan lekas kaya dengan terus seperti ini?" tanya Dila seraya menoyor kepala sang putra.


"Jangan katakan aku bodoh, gimana kalau malaikat mencatat, ibu mau punya anak bodoh nakal pula hehe.." kelakar Keenan.


"Kamu ini sok tua banget hehe.." ucap Dila terkekeh.


"Aku kan emang udah tua bu, sebentar lagi akan jadi ayah dan ibu jadi nenek hehe.." tukas Keenan.


"Iya, berikanlah ibu cucu yang banyak, ya!" ujar Dila.


"Aamiin," ucap Keenan.


"Meskipun kamu dulu terlahir diluar nikah nak, kamu punya hati yang lapang, maaf ibu pernah membuat kamu terluka dan benci saat tau kamu hidup, sejujurnya ibu berharap bisa mengakhiri hidup kamu saat itu. Tapi untungnya ibu nggak melakukan itu, Keenan." ucap Dila sangat menyesali perbuatannya.


"Saat pertama ketemu ibu saat itu aku ngerasa memiliki semangat baru lagi, aku tau ibu pasti akan menerimaku jadi aku berjuang meskipun diawal harus dipukuli dulu hehe..." tukas Keenan.


"Ibu janji akan menjaga kamu Keenan, menyayangi kamu, ibu akan curahkan kasih sayang yang selama ini nggak kamu dapatkan karena udah menelantarkan kamu, sayang!" Dila nampak tercekat saat mengatakan itu.


Tangannya terulur membelai rambut putra tampannya itu. Keenan menikmati belaian lembut dari tangan malaikat tak bersayapnya itu sesekali bulir bening jatuh membasahi pipi dengan segera Dila menyekanya.


"Jangan menangis, putraku yang tampan, nanti tampan nya luntur hehe.." ucap wanita paruh baya yang memiliki wajah cantik tak termakan usia itu. Keenan mewarisi wajah sang ibu, andai Keenan wanita ia pasti berwajah cantik pula seperti paras sang ibu.


"Tampan dari Hongkong hehe.." Keenan selalu merendah ia tak mau terlalu percaya diri.


Plak!!


Tamparan pelan namun ditanggapi tawa oleh Keenan, "Auh haha..Kenapa pipiku ditepuk bu, emang ada nyamuk yang hinggap di pipiku hehe.." ucap Keenan berkelakar lagi tiada henti. Bahkan sang ibu tak lepas dicandainya. "


"Kamu nih bisa nggak serius dikit, ngelawak mulu kerjaannya!" ujar Dila.


"Haha..biar awet muda bu. Nah, udah sampai nih, ayo bu!" ajak Keenan karena mereka tengah tiba di mall.


"Ambil trolly dulu," ujar Dila kemudian Keenan menjadi pengawalnya membawakan belanjaan yang Dila inginkan.


"Kamu mau apa, sekalian belikan susu untuk Zoya, ya!" ujar Dila sedangkan Keenan hanya mengangguk.


"Iya nyonya hehe.." Keenan menggoda lagi.

__ADS_1


"Jangan panggil itu, kalau mengingatnya ibu jadi malu sendiri hehe.." Dila terkekeh.


Keenan hanya menggeleng seraya tersenyum akan sikap sang ibu. Namun nampak sang ibu begitu bahagia karena lawakan yang Keenan lontarkan tadi.


__ADS_2