Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Married


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian...


Tak pernah terbayangkan, saat pertengkaran menjadi cinta dan cinta itu akan terikat dalam kesucian hubungan. Kemegahan terlihat dalam pesta pernikahan yang bertabur bunga, keceriaan tamu undangan menghiasi acara perhelatan pernikahan keduanya.


Waktu begitu cepat berlalu, kini dua insan yang berbeda watak itu akan mengikat janji suci. Hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Mereka akhirnya akan berganti status menjadi sepasang suami istri. Namun dua orang yang pernah dekat dengan mereka ternyata tak menghadiri acara sakral tersebut. Aiden dan Chelsea, tak ada dalam acara. Namun itu tak mengurangi kekhidmatan acara yang berlangsung.


Setelah saling bertukar cincin dan menunjukan buku nikah. Mereka bersalaman, Keenan juga mencium kening Zoya yang kini resmi menjadi istrinya. Setelah itu karena terlalu bahagia Keenan memeluk sang istri dengan eratnya.


Setelah itu mereka melakukan sesi pemotretan dengan seluruh keluarga besar. Danu wijaya sudah menghadiahkan rumah beserta isinya, rumah minimalis yang tak jauh dari rumahnya kini. Mereka pun menempatinya dan memulai hidup baru untuk pertama kalinya sebagai sepasang suami istri.


Mereka tengah berada di ranjang saat ini, ranjang yang sudah terhias dengan bunga mawar. Namun Zoya yang yang sangat menyukai bunga itu begitu bahagia. Keenan yang baru pertama kali merasakannya merasa gugup dan canggung. Ia sedikit keringatan karena bagai mimpi sudah berada di posisi saat ini.


"Hah..serasa mimpi sayang, kita beneran udah nikah?" tanya Keenan yang masih belum menyangka itu.


"Iya, kita nggak mimpi, ini nyata." jawab Zoya dengan sumringah dan memeluk Keenan sejak tadi dan tak melepasnya.


"Ayo sayang!" ajak Keenan dengan lembutnya.


"Pemanasan dulu, sayang hehe.."


"Oh iya Keenan, kita harus punya panggilan sayang dong, misalnya ayah bunda, atau sesuatu yang manis." ajak Zoya sehingga Keenan jadi memikirkannya.


"Apa, ya. Terserah aja sayang, gimana kalau sayang aja panggilannya. Menurut aku itu simpel hehe.." pinta Keenan yang sudah terlihat sedikit gugup.


"Iya, sayang." jawab Zoya kemudian mencium pipi Keenan dan Keenan balas melumatt dan mengulum bibir Zoya dengan lembutnya. Sensasi yang akhirnya Keenan rasakan setelah ia begitu menjaga Zoya selama ini. Saat Zoya sudah jadi istrinya, ia bisa bebas menjamahnya tanpa takut akan menyakitinya.


Lumattann itu terus terjadi hingga Zoya berada di posisi berbaring. Keenan mulai menyusuri manik pakaian Zoya dan membukanya perlahan satu demi satu dengan masih melumatt dengan lembut bibir merona yang tak ingin ia lewatkan.


Berkali sepasang insan yang melakukan malam pertama mereka sebagai pengantin baru itu. Meneguk saliva merasakan desiran yang menggelora dalam jiwa, Keenan juga menyusuri leher jenjang sang istri menghujani ciuman lembutnya dan menyesap hingga Zoya melenguh. Merasakan gigitan halus itu, Keenan yang sudah merasa semakin menegang mulai berangsur menatap kedua gundukan yang begitu ranum itu.


Meremass dengan lembut sehingga Zoya tak berhenti melenguh. Menyesap, memilin, kemudian menyesapnya lagi dengan perlahan. Lalu kembali mengarahkan lumatann di bibir Zoya sedari tadi menggigitnya. Seraya tangan kanannya masih sibuk memainkan bukit kenyal yang besar.


"Hmph, sayang!" Zoya ingin bicara namun Keenan tak peduli. Ia sudah menegang dan tak bisa dihentikan. Zoya meneguk salivanya berkali-kali merasakan sensasi lembut tak terbantahkan yang terus Keenan lakukan.


Kini Keenan ganti menyusuri alam bawah dan membuka celan* d*lam yang mengganggu penglihatannya. Sehingga terpampang sudah apa yang ingin dilakukannya. Setelah memberi sentuhan lembut dimana Zoya semakin melenguh dengan serangan bertubi dari Keenan tersebut dan perlahan memasukan kepemilikannya ke dalam lubang perlahan karena masih begitu sempit. Sebab Zoya baru melakukan itu dengan Keenan.


"Auh.." Zoya sempat meringis.


"Ini pertama kalinya sayang, sakit kah?" tanya Keenan.


"Hum..auh..ssh..." Zoya berusaha menahannya dan akhirnya Keenan menghentikannya. Sehingga terlihat bercak darah di seprai.

__ADS_1


"Maaf ya, apa itu menyakitkan?" tanya Keenan yang kini hanya menutupi tubuh telanjang mereka dengan selimut. Sehingga tampak kepala mereka saja.


Zoya yang kelelahan terlelap begitu saja setelah pergulatan panas dari Keenan. Keenan tersenyum dan menyelimuti dengan benar istrinya yang amat dicintainya kemudian dikecupnya keningnya itu.


"Nite sayang!" Keenan pun mengeloni Zoya dan berlanjut tidur hingga pagi menjelang.


******


Pagi ini Zoya mengerjapkan matanya dan masih merasa aneh. Selangkangannya terasa sakit karena semalam. Zoya melihat Keenan yang tidur menghadap nya seraya memeluknya. Wajah itu begitu dekat, wajahnya yang bersih, alisnya yang tebal dan bibirnya yang merah serta hidung mancungnya.


Perlahan Zoya menatap wajahnya dan meraba pipinya. Keenan pun membuka mata dan tersenyum.


"Pagi sayang!" ucap Keenan.


"Pagi, bangun yuk! Kita mandi dulu!" ajak Zoya.


"Mandi bareng?" tanya Keenan dengan senyuman.


Zoya mengangguk. "Aku lupa berpakaian lagi semalam," keluh Zoya.


"Aku juga nggak berpakaian sekarang. Nggak apa-apa dong, kan, kita udah sah sekarang hehe.." ucap Keenan sekilas mengecup bibir Zoya.


"Coba aku lihat hehe.." Zoya memasukan kepalanya ke dalam selimut.


"Sayang ambilin handuk kimono, malu dong keluar dari selimut tanpa pakaian!" pinta Zoya.


"Tapi aku juga masih telanjang sayang. Sebentar aku ambil celanaku dulu, ada di samping ranjang."


Keenan pun memakai celananya dan mengambilkan Zoya handuk sehingga Zoya menarik tangan Keenan untuk ikut.


"Ayo sayang, mandi bareng!" ajak Zoya menarik tangan Keenan begitu saja.


"T-tapi malu, sayang!"


"Malu gimana sih, kita kan udah married, bodoh!" ujar Zoya seraya menjitak kepala Keenan.


"Auh, aku suami kamu sayang sekarang, bisa nggak jangan jitak kepalaku!" pinta Keenan.


"Hehe..maaf! Ayolah, mau aku paksa apa?" tanya Zoya meledek.


"Mau dong dipaksa ahaha.." kelakar Keenan.

__ADS_1


"Nggak lucu! Ayo buruan!" ajak Zoya.sehingga mereka masuk toilet bersama.


********


Zoya menyiapkan sarapan untuk Keenan, ini hari pertama mereka sebagai sepasang suami istri yang sah. Zoya buatkan nasi goreng dan susu hangat. Kemudian menyajikan untuk Keenan di meja. Zoya sudah tak canggung lagi, karena Zoya sudah terbiasa melakukannya.


Keenan melihat Zoya yang seperti meringis saja sejak tadi. Keenan merasa khawatir,


"Kamu kenapa sayang?" tanya Keenan saat Zoya tengah duduk disampingnya.


"Perih" jawab Zoya dengan senyuman.


"Maaf ya, kalau aku kurang lembut kamu bilang aja. Biar kamu merasa nyaman!" pinta Keenan seraya membelai rambut yang terurai panjang.


"Rambut kamu ini bisa nggak kamu tutupi dengan jilbab?" tanya Keenan yang membuat Zoya terkejut.


"Kamu mau aku memakai jilbab? Kerudung?" tanya Zoya terbelalak.


"Iya, kenapa kamu kaget. Aku mau kamu menutup aurat kamu," pinta Keenan dengan lembut.


"Um..kasih aku waktu, aku nggak bisa melakukan itu saat ini!" pinta Zoya.


"Iya, aku nggak memaksa, kamu bisa melakukan perlahan. Berpakaian sopan, jangan memakai baju yang menarik berahi ya!" pinta Keenan.


"Iya, sayang. Muach.." Zoya menghujani kecupan di bibir Keenan berkali-kali.


Keenan pun tersenyum dan memeluk Zoya dengan eratnya. Setelah itu mereka melakukan tugas rumah tangga bersama. Zoya mencuci pakaian sedangkan Keenan menyapu dan mengepel lantai. Keenan juga membenahi rumah pemberian sang ayah yang minimalis, tak terlalu besar namun Keenan menyukainya.


"Sayang. Kamu mau makan apa hari ini?" tanya Zoya seraya memeluk Keenan yang tengah mengepel dari belakang.


"Haish, kaget aku sayang. Aku mau sayur nangka, rebusan daun singkong sama ayam bakar sayang! Sambal ijo jangan lupa!" Begitu banyak keinginan Keenan.


"Kayak nasi padang, ya hehe.." ujar Zoya dengan tawanya.


"Emang nasi padang, makanan favoritku hehe..Buatin ya, nanti aku bantuin deh!" ujar Keenan sangat berharap Zoya mau memaksakan untuknya.


"Oke, buat suamiku. Nasi padang ala Zoya hehe..Aku ke dapur duluan, kamu selesaikan mengepel lantai. Nanti kamu bantu, aku, ya!"


"Siap sayang!" sahut Keenan sehingga Zoya tersenyum dan mencubit pelan pipi Keenan.


Setelah itu Keenan kembali meneruskan mengepel lantai dan membersihkan toilet karena itu pertama kalinya mereka menempati rumah itu. Jadi, Keenan banyak merombaknya sesuai dengan yang ia inginkan.

__ADS_1


*********


__ADS_2