TERJEBAK HASRAT TERLARANG

TERJEBAK HASRAT TERLARANG
43. Sindiran


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu. Kini Dios sudah kembali dari rumah sakit dan sedang makan malam bersama sekar.


"Emm...menurut pendapatmu, selain murahan dan peselingkuh, bagaimana kepribadian Caren?" tanya Sekar dengan penuh hati-hati.


Dios yang tadinya hendak menyuapkan makanannya kedalam mulut, terpaksa menghentikannya sejenak karena Sekar tiba-tiba membahas tentang Caren.


"Waktu itu aku hanya asal bicara. Aku tidak tahu kepribadian dia seperti apa. Kan kami baru pertama kali bertemu." Jawab Dios sembari menghndari kontak mata dengan Sekar.


Sekar tersenyum hambar saat mendengar jawaban dari Dios. Begitu halus cara Dios melindung orang yang dia cintai, setelah sebelumnya menghinanya karena terlalu marah.


"Kalau aku pribadi sebenarnya malah berharap dia nggak bersatu dengan kekasihnya itu," ujar Sekar sembari melirik kearah Dios.


Dios lagi-lagi menghentikan kunyahan dalam mulutnya.


"Kenapa kamu berpikir begitu?" tanya Dios.


"Ya buat apa coba dia mengharap hal yang tidak pasti. Siapa tahu sekarang kekasihnya itu sudah menikah dengan orang lain. Pasti Caren akan sakit saat tahu orang yang dia cintai malah sudah menikahi wanita lain." Jawab Sekar.


"Jadi menurutku biarkan saja dia mencari pria lain untuk menjadi ayah bagi anaknya," sambung Sekar.


"Tidak bisa begitu. Cobaan cinta bermacam-macam. Kalau dia sabar, pasti dia akan bersatu dengan kekasihnya itu," ujar Dios berapi-api.


"Terus kalau seandainya pria itu adalah kamu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Sekar.


"Anggaplah pria itu adalah kamu, sementara kamu sudah memiliki istri lain. Apa yang akan kamu lakukan? apa kamu akan menceraikan istrimu itu dan kembali dengan orang yang kamu cintai?" tanya Sekar.


Deg


Sindiran Sekar begitu mengena dihati dan jantungnya. Dios menoleh kearah Sekar, dan menatap dalam kearah mata istrinya itu. Sekar tak kalah lekat menatap mata suaminya, dia ingin jawaban yang benar-benar berdasarkan dari lubuh hati suaminya itu.


"Apa kamu akan menceraikan istrimu, atau kembali bersama kekasih dan anakmu itu?" ulang Sekar.

__ADS_1


Dios menelan ludahnya. Sekar bisa melihat wajah cemas di air muka suaminya itu. Bibir Dios terasa kelu. Sekar memang bukan orang yang dia cintai. Tapi karena kabaikkan Sekar, wanita itu berubah menjadi orang yang ingin dia lindungi. Sementara Caren, wanita itu tidak bisa disamakan dengan posisi Sekar dihati Dios. Mereka mempunyai peranan berbeda dalam hatinya.


"Sampai kapan kamu ingin merahasiakan semuanya dariku? apa status sebagai istri belum cukup membuatmu agar terbuka denganku? atau selamanya kamu akan menutupinya dariku?" tanya Sekar yang mulai hilang kesabaran.


Mendengar pertanyaan Sekar, Dios jadi menoleh kearah Sekar tiba-tiba.


"Kenapa? masih belum mengerti juga ucapanku? apa karena aku ini sudah tua, jadi kamu tidak ingin menghargaiku? apa aku ini cuma istri statusnya hanya diatas kertas?" tanya Sekar kembali.


"Justru karena kamu istriku, aku tidak ingin menyakiti hatimu." Jawab Dios.


"Kenapa? bukankah kamu tidak mencintaiku?" tanya Sekar.


Entah mengapa Sekar jadi berharap kalau Dios malah mengatakan kalau pria itu sangat mencintainya. Dan dia bertekad kalau Dios sampai mengatakan itu, maka dia akan egois untuk sekali sebelum dirinya pergi untuk selamanya. Dirinya akan memiliki Dios secara untuh, dan tidak akan berbagi dengan wanita lain termasuk Caren.


"Meskipun aku tidak mencintaimu, tapi pernikahan kita sakral. Ada hal yang pantas dan tidak pantas dilakukan oleh pasangan, agar perasaan pasangannya tetap terjaga."


"Sekar. Aku minta maaf, karena kamu harus tahu dengan cara seperti ini. Aku akui aku sangat mencintai Caren, dan mungkin tidak akan ada wanita yang bisa menggantikan posisinya dihatiku,"


"Aku akui aku ini pria terbodoh didunia. Padahal dia sudah sangat dekat denganku, tapi aku makah menyakitinya hingga dia memutuskan pergi lagi dariku," Dios mengatakannya dengan wajah yang sangat sedih.


Dios meraih kepala Sekar dan membawa kepala wanita itu kedalam dekapannya. Tangis Sekar jadi pecah.


"Maafkan aku Dios. Aku sudah melibatkan perasaanku dalam hubungan kita. Harusnya aku tidak boleh memiliki perasaan itu, tapi aku juga tidak tahu kapan rasa itu datang," ucap Sekar disela isaknya.


Dios cukup terkejut mendengar pengakuan Sekar. Tapi Dios tidak bisa menyalahkan Sekar, wanita itu juga berhak atas dirinya karena dia adalah suaminya.


"Harusnya aku sadar, aku bukan dalam usia untuk jatuh cinta berkali-kali. Tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Maafkan aku Dios,"


"Itu bukan salahmu. Kamu berhak memiliki perasaan itu. Maafkan aku yang sudah membuat semuanya jadi rumit. Tapi Sekar, aku berjanji padamu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikanmu. Sesuai janjiku waktu itu, aku akan menjagamu sampai maut memisahkan kita," ucap Dios sembari memejamkan matanya.


Ada rasa sakit yang beriringan, saat Dios mengatakan hal itu. Dengan kata lain dia harus mengorbankan hidup dan cintanya demi janji yang sudah terlanjur terucap.

__ADS_1


"Apa kamu tidak ingin mencari Caren?" tanya Sekar sembari menyeka air matanya.


"Kalau kami berjodoh, kami pasti akan dipertemukan lagi. Bukan berarti aku harus menceraikanmu dan menyambung hubungan kami kembali. Lagipula aku tidak tahu harus mencari dia kemana. Negara kita ini sangat luas, dan aku tidak punya koneksi apapun. Jawab Dios.


"Aku hanya berharap dimanapun dia berada, dia akan baik-baik saja," sambung Dios.


"Dan selama kamu bersama denganku, kamu pasti seperti mayat hidup Dios. Maafkan aku karena kamu harus menemui situasi ini. Aku janji, saat Caren sudah ketemu aku akan menyatukan kamu dengannya. Dan selama Caren belum ketemu, izinkan aku untuk egois sementara waktu. Aku ingin memilikimu meskipun itu tidak secara utuh," batin Sekar.


*****


Jedag


Jedug


Jedag


Jedug


Suara musik di klub membelah kesunyian malam. Dios yang baru tiba di klub matanya langsung menyipit, saat melihat orang yang dia kenal tengah bercumbu mesra dengan dua orang pria disalah satu sudut ruangan.


"Heh....menjijikkan," ucap Dios lirih.


Dios kemudian berlalu begitu saja, tanpa perduli apa yang sedang dilakukan Vika dengan kedua pria parubaya. Tidak berapa lama kemudian Vika dan kedua pria itu bangkit dari tempat duduk, dan memesan kamar ditempat itu.


Waktu menunjukkam pukul 3 malam, saat Vika keluar dari salah satu kamar dengan kondisi bermandikan keringat. Namun alangkah terkejutnya dia, saat keluar pintu dirinya bertemu dengan Dios. Dios juga terkejut, karena mereka hampir bertabrakkan.


Vika melihat penampilan Dios dari ujung rambut, hingga ujung kaki. Dios memang sudah jauh berbeda jika dibandingkan saat dia berpisah dari pria itu beberapa bulan yang lalu. Dios saat ini penampilannya lebih keren dan terlihat berkelas.


"Di-Dios," ucap Vika lirih.


Dios hanya memindahi pandangannya ke Vika dari ujung rambut, hingga ujung kaki. Pandangan yang sangat merendahkan. Dios kemudian berlalu begitu saja, tanpa ada niat ingin menyapa mantan istrinya itu.

__ADS_1


"Dios tunggu!" seru Vika.


Namun Dios seolah tuli. Vika mengerutkan dahinya saat melihat Dios begitu dihormati di klub itu. Vika kemudian mencari tahu apa peran Dios di klub, dan dia cukup tercengang saat tahu Dios pemilik dari klub itu.


__ADS_2