TERJEBAK HASRAT TERLARANG

TERJEBAK HASRAT TERLARANG
57. Omelet terlezat


__ADS_3

"Enak?" tanyaku saat melihat Rendy makan omelet dengan lahap.


"Ini omelet terlezat yang pernah aku makan. Apa karena yang buat orangnya cantik, dan sedang mengandung?" tanya Rendy.


Aku tahu Rendy tengah menggodaku, itulah sebabnya aku memukul bahunya pelan dan disambut kekehan oleh pria tampan itu.


"Apa kamu betah tinggal disini?" tanya Rendy sembari menyocol omelet kedalam saus sambal.


"Harus betah dong. Tinggal dua bulan lagi aku akan melahirkan. Aku sudah tidak sabar lagi ingin melihatnya lahir ke dunia." Jawabku sembari mengusap-usap perutku.


"Apa pada saat lahiran nanti kamu nggak akan memberitahu mantan suamimu?" tanya Rendy yang membuat usapan tanganku jadi terhenti seketika.


"Sebenarnya ada hal yang belum pernah aku ceritakan pada kakak tentang bayiku ini. Mungkin saat kakak mendengarnya, kakak pasti tidak mau berteman denganku lagi," ucapku sembari tertunduk sedih.


"Ada apa sebenarnya?" tanya Rendy.


"Anak yang ku kandung bukan anakku dan mantan suamiku. Tapi anak hasil perselingkuhanku dengan tetanggaku."


Gerakkan tangan Rendy terhenti saat mendengar ucapanku. Dan ekspresi pria itu mendadak berubah. Akupun tersenyum hambar, dan menceritakan semua apa yang aku alami tanpa ada yang tertinggal sedikitpun.


Aku melihat Rendy menghela nafas panjang setelah selesai menyantap omelet tanpa sisa.


"Sekarang kakak sudah tahu wanita seperti apa aku ini. Dengan masa lalu yang buruk, aku rasa berteman denganmu juga tidak pantas."


"Semua orang punya masa lalu. Tinggal orang itu mau berubah lebih baik atau mau berubah lebih buruk."


"Tapi menurut saranku. Ayah dari anakmu juga berhak tahu. Jangan karena rasa cemburu berlebih, kamu malah ingin memisahkan dia dari anaknya. Lagipula dia tidak bersalah, walau bagaimanapun dia punya ikatan dengan istrinya terlepas dia cinta atau tidak," ucap Rendy.


Yah...apa yang Rendy katakan semuanya memang benar. Tapi entah kenapa rasa cemburu yang besar membuatku sedikit sulit menerima.


"Nanti akan aku pikirkan," ujarku.


"Kamu juga sendiri disini. Bagaimana saat lahiran nanti kalau kamu cari perawat atau jasa home care gitu? aku sudah bisa membayangkan kamu pasti sangat kerepotan," ujar Rendy.


"Akan aku pikirkan juga kak." Jawabku


"Ya sudah. Aku pergi kerja dulu ya?"


"Emm. Hati-Hati kak." Jawabku sembari mengangguk.


Rendy pergi dengan mobilnya. Aku menghela nafas, mendadak aku jadi teringat sosok Dios. Setelah kututup pintu, mendadak aku ingin menangis. Sesuai keinginanku, aku jadi menangis tersedu-sedu.


Betul apa yang dikatakan Rendy.Kasihan anakku. Dia pasti akan di bully oleh teman-temannya karena tidak memiliki seorang ayah. Tapi aku bisa apa? aku tidak mungkin memaksa Dios agar bercerai dari Sekar, dan lebih memilih hidup bersamaku. Sedangkan aku juga tidak mau hidup dimadu, jadi aku lebih memilih mundur.

__ADS_1


Ah...meski dimulutku berkata ikhlas, tapi kenyataannya Aku masih saja mencintai pria yang sudah mengecewakanku itu.


*****


Kamu dimana? katamu hari ini libur kan?" tanya Rendy.


"Iya. Aku ada dirumah kontrakkanku. Ada apa? mau main kesini?" tanya Dios.


"Ya. Sedang suntuk nih. Baru pulang kerja, tapi malas pulang ke rumah," ujar Rendy.


"Ya sudah kesini saja. Aku baru selesai masak. Kita makan bersama," ucap Dios.


"Oke meluncur," ujar Rendy.


Setelah menunggu hampir 25 menit, Rendy akhirnya tiba setelah di beri lokasi oleh Dios. Kini Dios baru tahu, kalau teman barunya itu seorang abdi negara. Karena Rendy datang dengan masih mengenakan seragam lorengnya.


"Masak apa nih?" tanya Rendy.


"Soto." Jawab Dios.


"Ajib...seger pastinya," ujar Rendy.


Dios membantu Rendy meracik soto ayam ke dalam mangkok. Rendypun makan dengan lahap. Setelah makan bersama, merekapun berbincang banyak hal.


"Jandaku apa. Mau ngeledek ya?" ucap Rendy terkekeh.


"Kalau nggak mau biar aku yang ngembat," canda Dios.


"Bukan nggak mau. Tapi urusannya tambah semakin gawat. Baru tadi pagi dia bercerita padaku, kalau anak yang dia kandung adalah hasil perselingkuhan." Jawab Rendy yang membuat Dios jadi terbatuk asap rokok.


"Maksudnya gimana sih? kamu bilang dia janda beranak satu. Kalau masih hamil berarti janda beranak dua dong," ujar Dios.


"Aku yang salah. Anaknya itu memang belum lahir. Ya tapi sama aja, janda beranak satu juga judulnya." ucap Rendy.


"Hasil perselingkuhan gimana maksudnya?" tanya Dios.


"Waktu dia nikah sama suaminya, dia selingkuh sama tetangganya saat suaminya pergi keluar kota." Jawab Rendy.


Uhukk


Uhukk


Uhukk

__ADS_1


"Sial. Kenapa nasib wanita itu jadi sama persis kayak Caren," batin Dios.


"Sebenarnya aku nggak masalah sih dengan masalalu buruknya itu. Dia melakukan itu juga ada alasan. Meskipun sebenarnya semua alasan tidak dibenarkan. Selingkuh tetap saja selingkuh."


"Aku juga pernah melakukan kesalahan fatal itu. Tapi akhirnya aku kehilangan orang yang aku cintai, karena kebodohanku itu," timpal Dios.


"Kalau aku menikahi dia. Keluargaku pasti mengamuk. Aku tahu betul seperti apa selera keluargaku itu. Rencananya kalau dia nggak mau ngurus anaknya, kakakku mau ngadopsi anaknya itu. Tapi nggak tahu dia setuju atau tidak. Menurutmu bagaimana Di?" tanya Rendy.


"Bagaimana apanya?" tanya Dios.


"Ya kakak dan kakak iparku menyuruhku mendekati Dia, karena ingin mengadopsi anaknya. Menurutmu aku jahat tidak?" tanya Rendy.


"Apa dia sudah setuju? apa kamu sudah mengutarakan maksud kakakmu?" tanya Dios.


"Belum. Aku tidak sampai hati melakukannya, terlebih dia sangat sayang pada anaknya itu." Jawab Rendy.


Kalau begitu jangan lakukan. Apa Kamu tidak tahu betapa ganasnya seorang ibu yang ingin melindungi anaknya," tanya Dios.


"Ya. Aku juga berpikir begitu. Tidak ada seorang ibu yang normal mau dipisahkan dengan anaknya." Jawab Rendy.


"Dia pasti akan membencimu kalau sampai kamu melakukan itu," ujar Dios.


"Pastinya," timpal Rendy.


"Aku juga lagi pusing mikirin kerjaan nih. Kayaknya nggak cocok kalau aku kerja di dunia malam terus menerus. Aku jadi nggak punya kesempatan buat nyari orang yang aku cintai," ujar Dios.


"Emang kenapa dengan orang yang kamu cintai?" tanya Rendy.


Dios kemudian menceritakan semua yang Dia alami dari awal sampai akhir. Rendy mengerutkan dahinya karena merasa pernah mendengar kisah itu hampir sama persis.


"Kenapa aku merasa kisah hidupnya sama persis seperti kisah Caren? apa mungkin orang yang dia cari adalah Caren? nggak mungkin kan?" batin Rendy.


"Jadi orang yang kamu cintai itu sedang hamil juga?" tanya Rendy.


"Ya. Tinggal dua bulanan lagi anakku akan lahir." Jawab Dios.


"Apa kau tahu? sepertinya takdir memang mempermainkan cinta kami. Kemanapun dia melangkah, seolah kami mempunyai tujuan yang sama. Kemarin aku sempat melihatnya di pasar, namun aku kehilangan jejak."


"Benarkah?" tanya Rendy.


"Ya. Itulah sebabnya aku harus mencari kerja lain. Kalau aku masuk malam terus aku nggak bisa nyari dia. Aku harus kepasar itu tiap hari, karena ada kemungkinan dia kepasar itu tiap hari kan?"


"Benar juga. Aku do'akan biar cepat ketemu ya? lalu kamu mau cari kerja yang bagaimana?" tanya Rendy.

__ADS_1


Dios terdiam. Dia juga bingung, karena usianya tidak produktif lagi buat melamar di perusahaan besar.


__ADS_2