TERJEBAK HASRAT TERLARANG

TERJEBAK HASRAT TERLARANG
51. Sudah Menunaikan


__ADS_3

Aku tidak jadi menemui Dios. Aku cukup mengerti situasinya saat ini. Tidak perlu lagi aku mendengarkan penjelasan dari pria itu. Hanya saja sejujurnya aku sangat kecewa, karena dia pernah bilang padaku bahwa selama menikah dengan Sekar dia tidak pernah melakukan hubungan yang seperti itu.


Tapi pada kenyataannya dia sudah membohongiku. Dan lagi-lagi aku merasa sudah dibodohi oleh laki-laki. Kuseka air mataku segera, karena aku tidak mau satpam di rumah Dios mengetahui kalau aku tengah menangis saat ini.


"Kok cepat sekali non?" tanya Satpam.


"Iya pak. Mereka sedang istirahat, aku cuma mampir aja karena masih ada keperluan." Jawabku dengan dusta.


"Oh gitu. Nanti kesini lagi non?"


"Tidak pak. Titip salam saja buat om Dios dan tante Sekar ya?"


"Baik Non." Jawab Satpam.


Aku putuskan untuk kembali berpetualang. Karena takut Dios menemukanku dengan cepat, aku kembali naik pesawat untuk kembali ke Bandung. Sesampai disana aku bergegas untuk berkemas. Karena aku memutuskan akan pergi merantau ke kota lain. Namun meskipun aku sakit hati dengan perbuatan Dios, aku tidak ingin pergi tanpa pesan. Aku menuliskan sebuah surat untuk pria itu dan akan ku titipkan pada bosku nantinya.


Sementara itu di tempat berbeda, Dios yang baru usai menunaikan kewajibannya pada Sekar duduk ditepi ranjang dengan di tutupi sebuah selimut. Air mata pria itu jatuh, saat teringat Caren dan calon anaknya. Rasa bersalah menyeruak di hatinya.


Grepppp


Sekar memeluk Dios dari belakang, dan menempelkan wajahnya dipunggung bidang suaminya itu.


"Hanya tinggal 3 minggu lagi Dios. Aku cuma minta kamu menjadi suamiku yang sesungguhnya selama tiga minggu lagi, setelah itu kita akan resmi bercerai dan kamu akan bebas bersatu dengan Caren," ujar Sekar tanpa Dios tahu Sekar juga meneteskan air mata.


"Tapi Caren pasti menungguku. Dia pasti bertanya-tanya, kenapa ponselku tidak aktif." Jawab Dios.


Flashback On


Setelah Sekar tidak sadarkan diri, Dios kembali dibubungi oleh pelayan. Dios bergegas pulang karena ingin tahu keadaan Sekar. Setelah Sekar sadar, wanita itu membuat Dios tidak berkutik dan terpaksa menuruti persyaratan dari istrinya itu.


"Aku setuju bercerai denganmu, asalkan kamu memenuhi syarat dariku," ujar Sekar.


"Apa?" tanya Dios.


"Jadilah suamiku secara utuh selama satu bulan. Dalam artian kita benar-benar menjadi pasangan suami istri termasuk saling menunaikan kewajiban suami istri. Tidak ada kontak antara kamu dan Caren atau siapapun itu. Begitu juga denganku. Aku mohon penuhi permintaanku, anggap ini kenang-kenangan terakhir kita selama jadi suami istri. Setelah itu aku akan melepasmu dengan ikhlas, dan kami bisa bersatu dengan Caren untuk selamanya." Jawab Sekar.


Dios tampak berpikir keras. Diapun meraih ponselnya karena ingin memberitahu Caren. Namun Sekar menghalangi Dios, dan merebut ponsel pria itu.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Dios.


"Kalau kamu ingin menghubungi dia dan menceritakan apa yang aku katakan, apa menurutmu dia tidak akan sakit hati? lebih baik tanpa kabar, dan saat kamu kembali padanya semua urusan perceraian kita sudah kelar." Jawab Sekar.


Dios kembali berpikir keras. Dia tahu keputusan yang akan dia ambil terbilang sangat salah dan beresiko untuk hubungannya dengan Caren. Tapi dia melakukan hal itu demi dirinya bisa bersatu dengan Caren secara damai.


"Baiklah aku setuju," ujar Dios.


Flashback Off


"Sabar saja. Dia pasti sangat bahagia, saat tahu kamu dan aku sudah bercerai nantinya. Dan kalian bisa bersatu dengan tenang," ujar Sekar.


"Maafkan aku Dios. Sejujurnya aku masih berharap, setelah penyatuan kita kamu akan jatuh cinta padaku. Walau bagaimanapun aku lebih berpengalaman dalam melayani pria, aku harap kamu jadi terkesan dan lebih memilihku daripada Caren. Tapi kalau suatu saat kamu masih tetap memilih dia, aku akan melepaskanmu dengan lapang dada," batin Sekar.


"Caren. Maafkan tante, biarkan tante sedikit egois selama sebulan ini. Walau bagaimanapun sekarang tantelah yang lebih berhak atas diri Dios. Tante masih ingin bersaing secara sehat, meskipun tante sudah tidak muda lagi,"


Dios berdiri dari tepi tenpat tidur dan pergi ke kamar mandi. Sekar sangat mengagumi bentuk tubuh suaminya itu, terlebih dengan pelayanan Dios saat diatas ranjang.


Kriekkkk


Dios keluar dari kamar mandi, setelah hampir 30 menit berendam di dalam bathup. Saat dirinya keluar dari kamar mandi, Dios mendapati Sekar tengah tertidur lelap. Dios mematut dirinya di cermin, dan mendapati banyak tanda kepemilikkan di leher dan dadanya. Dios kemudian mengenakan baju kaos lengan buntung, dan mengenakan hody dibagian luar.


"Tuan mau kemana?" tanya Satpam.


"Jalan-Jalan sore saja." Jawab Dios.


"Apa tadi tuan sempat ketemu non Caren?" tanya Satpam.


Langkah Dios mendadak berhenti, saat mendengar nama Caren disebut.


"Caren? apa maksudmu?" tanya Dios pada satpam.


"Iya tadi non Caren datang kesini ingin bertemu tuan Dios dan nyonya Sekar. Tapi baru masuk sekitar 10 menit, dia langsung keluar lagi. Katanya ada urusan penting." Jawab Satpam.


"J-Jam berapa dia kesini?" tanya Dios panik.


"Sekitar jam 11." Jawab Satpam.

__ADS_1


Tubuh Dios menegang. Dia tahu betul dijam itu dirinya tengah bercinta dengan Sekar. Dios bergegas kembali ke kamarnya, dan berganti pakaian.


"Kamu mau kemana?" tanya Sekar yang merasa terganggu, saat Dios menutup lemari dengan tergesa-gesa.


"Aku mau pergi ke bandung sekarang juga." Jawab Dios sembari mengenakan jam tangan.


"Ada apa? kamu mau mengingkari kesepakatan kita?" tanya Sekar.


Dios menghela nafas panjang, dan tubuhnya berbalik menatap Sekar yang tubuhnya hanya dililiti oleh selimut.


"Tadi Caren kesini sekitar jam 11. Kamu tahu sendiri di jam itu kita sedang melakukan hubungan suami istri. Mungkin dia mendengarnya dan tidak jadi menemuiku."


"Sekar. Aku harus bertemu dengannya. Apa gunanya kesepakatan kita, kalau aku kehilangan Caren untuk selamanya. Aku harus menjelaskan hal ini padanya, aku tidak mau kehilangan dia. Jadi Sekar, aku minta maaf padamu. Aku tidak bisa meneruskan kesepakatan kita," ujar Dios.


Dios melangkah pergi. Langkahnya tertahan saat Sekar menahannya.


"Aku ikut. Mungkin dia akan percaya saat aku membantumu menjelaskan. Tapi bisakah kita berangkatnya besok pagi saja? ini sudah terlalu sore," tanya Sekar.


Dios tampak berpikir, namun kemudian akhirnya Dios menyetujui ucapan Sekar. merekapun berangkat pada keesokkan harinya. Setelah memakan beberapa waktu, merekapun tiba di kota bandung. Mereka bergegas memesan sebuah taksi dan pergi menuju kontrakkan Caren.


Tok


Tok


Tok


Dios berkali-kali mengetuk pintu rumah Caren, namun sama sekali tidak dibukai.


"Cari siapa ya mas?" tanya tetangga Caren.


"Carennya sudah berangkat kerja ya?" tanya Dios.


"Caren pagi-pagi sudah pergi. Bawa koper besar, dia sempat berpamitan denganku."


"Kemana dia?" tanya Dios.


"Tidak tahu. Tapi dia sempat nitip pesan, kalau orang nama Dios datang, ambil surat titipan dia di toko bunga."

__ADS_1


Lutut Dios gementar. Wajahnya jadi pucat pasi. Bayang-Bayang kehilangan Caren sudah di depan matanya.


__ADS_2