
"Putus bagaimana? kok jadi tiba-tiba putus gitu? apa sebabnya?" tanya Leni yang kemudian melihat kearahku.
Aku jadi tertunduk. Aku jadi takut melihat tatapan ibunya Rendy. Rendy yang bisa membaca arah pikiran ibunya itu langsung mematahkan prasangka buruk itu secepatnya.
"Tidak ada hubungannya dengan dia. Dia temanku. Mama jangan berpikiran macam-macam." Jawab Rendy.
"Terus penyebabnya apa dong? pokoknya mama nggak mau kalian putus. Mama udah merasa cocok sama dia," ujar Leni.
"Mama yang cocok, tapi aku nggak. Bersyukur aku belum nikah sama dia. Tadi saat makan aku nggak sengaja liat dia berkencan mesra dengan Miko." Jawab Rendy.
"Nggak mungkinlah dia sama Miko. Kamu pasti cuma salah paham,"
"Kalau mama nggak liat sendiri pasti mama akan mengira begitu. Tapi tidak denganku, aku bukan laki-laki remaja yang bisa dibohongi."
"Ya pada intinya aku sudah nggak mau lagi pacaran sama dia," sambung Rendy.
"Ya nggak bisa semudah itu dong Ren. Segala sesuatu itu bisa dibicarakan. Takutnya kamu nyesal sudah mencampakkan gadis sesempurna dia demi...."
"Ya kamu tahu sendirilah jaman sekarang berbagai macam cara orang bisa mau ngangkat derajat diri sendiri," sambung Leni.
Entah apa maksud dari ucapan ibunya Rendy. Namun radarku cukup memberitahuku kalau wanita parubaya itu sama sekali tidak menyukaiku.
Melihat aku yang kurang nyaman dengan sindiran ibunya, Rendy bergegas mengantarku pulang. Berkali-Kali pria itu meminta maaf padaku atas nama ibunya.
"Maafin ibu aku ya Ren. Aku benar-benar nggak enak sama kamu," ujar Rendy.
"Tidak masalah kak. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya mendapat yang terbaik. Lagipula ibunya kakak ada benarnya juga kok," ucapku.
" Besok kamu mau dibantu buat pindahan?" tanya Rendy.
"Nggak perlu kak. Aku cuma bawa koper baju saja kok." Jawabku.
"Kalau kamu butuh bantuan telpon saja aku. Aku akan membantuku," ujar Rendy.
"Tidak usah. Kakak butuh istirahat dan menenangkan pikiran."
"Besok aku akan datang menemuimu di kontrakkan. Apa kamu tidak ingin membeli barang-barang buat keperluan dapur?" tanya Rendy.
"Sebenarnya butuh kak. Tapi mau bagaimana lagi, keadaan aku begini."
"Baiklah. Besok aku akan membantumu buat beli barang-barabg yang kamu butuhkan,"
"Eh? nanti ngerepotin kak. Lagipula nggak enak sama keluarga kakak,"
__ADS_1
"Ckk...tidak usah dipikirkan. Mereka tidak mengenalmu dengan baik,"
"Ya baiklah kak. Aku nurut saja kalau begitu."
Sementara itu di tempat berbeda Dios tengah mencari kerja. Semua tempat sudah dia masuki. Dan terakhir dia mencari peruntungan dengan memasuki sebuah klub malam, dengan mengandalkan pengalamannya selama mengelola klub selama ini. Dan pekerjaan pertama yang diberikan oleh pemilik klub yaitu sebagai bartender.
Dios tidak menolak pekerjaan itu. Beruntung di klub sebelumnya dia sudah banyak berlatih keahlian dalam mengelola semua pekerjaan di klub. Jadi dia sama sekali tidak kesulitan untuk menyesuaikan diri.
*****
"Apa ada lagi yang ingin kamu beli?" tanya Rendy.
"Sepertinya cukup kak. Mobil kakak hampir penuh." Jawabku.
"Tidak masalah. Coba ingat-ingat lagi apalagi yang kamu butuhkan?" tanya Rendy.
"Cukup dulu kak. Lagipula aku merasa sangat lelah. Aku mau istirahat." Jawabku.
"Ya sudah kita makan siang dulu kalau gitu,"
Kamipun pergi makan siang bersama. Setelah makan siang Rendy mengantarku pulang ke kontrakkan. Rasanya tubuhku sangat lelah, aku sudah tidak sabar untuk segera beristirahat.
Rendy segera pulang ke rumahnya setelah selesai mengantarku. Pria itu cukup terkejut, saat tiba di rumah, Melisa sudah ada dirumahnya itu.
"Sayang," Melisa tiba-tiba memeluk Rendy, namun Rendy dengan cepat mendorong tubuh gadis itu.
Rendy menatap kearah Melisa dan tersenyum sinis kearah gadis itu.
"Mau seperti apapun kamu menipu ibuku, aku tetap tidak ingin kembali padamu Melisa. Aku akan mencoba memaafkanmu, tapi aku tidak bisa untuk kembali padamu," ujar Rendy.
"Rendy aku minta maaf padamu. Aku sadar aku khilaf, aku sudah tidak punya hubungan apapun dengan Miko," ucap Melisa.
"Jadi kamu bohongi tante?" tanya Leni kecewa.
"Maafin Melisa tante. Tapi sekarang Melisa sadar, Miko cuma godaan buat hubungan kami," ujar Melisa.
"Berapa lama kamu berhubungan dengan dia dibelakangku?" tanya Rendi.
"6 bulan. Miko tidak sebaik yang aku kira." Jawab Melisa.
Rendy terkekeh saat mendengar ucapan Melisa.
"Jadi karena dia tidak baik, kamu ingin kembali sama aku?" tanya Rendy.
__ADS_1
"Maaf Melisa. Aku ini bukan tempat pembuangan sampah. Jadi sebaiknya kamu terima saja nasibmu, dan aku akan menerima nasibku,"
"Aku mohon beri aku kesempatan Ren. Tante, aku mohon bujuk Rendy agar mau balikkan sama aku," ucap Melisa.
Leni tidak menggubris ucapan Melisa.Wanita parubaya itu meninggalkan Melisa dan naik keatas menuju kamarnya. Baginya keputusan putranya itu sudah tepat. Dia tidak suka kalau ada orang yang mempermainkan putranya.
"Pulanglah! kamu tidak diterima disini. Hubungan kita sudah selesai, dan aku tidak mau balikkan lagi sama kamu," ujar Rendy.
Melisa melangkah pergi denga perasaan tidak menentu. Dia tidak menyangka hubungan iseng yang dia jalani bersama Miko membuat hubungannya dengan Rendy jadi hancur.
*****
"Satu wine,"
Rendy menatap lautan manusia dilantai, berjoget diiringi musik yang memekakkan telinga.
Tap
"Ini minuman anda," ujar Dios sembari menyodorkan satu gelas kecil berisi wine.
"Terima kasih," Rendy meraih minuman diatas meja, dan meminumnya sembari menatap kearah orang-orang yang tengah berjoget.
"Lagi suntuk ya?" tanya Dios.
"Emm. Kelihatannya kamu orang baru. Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya," ujar Rendy.
"Ya. Aku baru beberapa hari di kota ini."Jawab Dios.
"Rendy," Rendy mengulurkan tangannya dan disambut hangat oleh Dios.
"Dios."
"Semoga betah di kota Ini. Sebelumnya tinggal dimana?" tanya Rendy.
"Surabaya." Jawab Dios.
Tidak banyak percakapan yang terjadi antara Dios dan Rendy. Karena Rendy sangat fokus ingin mabuk. Setelah benar-benar mabuk, Rendy berencana ingin pulang. Namun tentu saja itu hanya berada di angan-angan pria itu. Dirinya sama sekali tidak bisa menyetir dalam keadaan seperti itu. Jadilah dia tidur telungkup di meja bartender.
Dios menghela nafas panjang, terlebih saat mendengar ocehan Rendy disaat pria itu tengah mabuk berat.
"Melisa pengkhianat. Aku benci kamu! jangan berada dihadapanku lagi," oceh Rendy dalam keadaan mabuk.
Dios kemudian merogoh ponsel Rendy yang berada disaku celana pria itu. Beruntung ponsel itu tidak terkunci, sehingga Dios bisa mencari kontak orang di dalam ponsel itu. Dios melihat panggilan terakhir, panggilan yang dia gunakan terakhir kali.
__ADS_1
"Ca-Caren? hah...mana mungkin Caren di kontak ini adalah Carenku. Sepertinya aku sudah mulai gila, karena menyangka semua wanita bernama Caren adalah milikku," batin Dios.
Dios memilih mengetik nama mama di kontak itu. Setelah bicara dengan mama Rendy, Dios akhirnya diberikan alamat oleh wanita parubaya itu. Dios kemudian mengantar Rendy kerumahnya. Karena sudah dini hari, Dios disuruh Leni buat menginap dirumahnya sebagai ucapan terima kasih.