Terjebak Pernikahan Mafia Kejam

Terjebak Pernikahan Mafia Kejam
Jessie


__ADS_3

"Kau sudah mendapatkan semua informasi mengenai Peter dan istrinya?" seorang pria paruh baya duduk di atas kursi kebesarannya menatap sekertarisnya dingin, mengintimidasi.


"Ya, sir. Saya telah mengumpulkan semua informasi mengenai Peter dan istrinya. Dan beberapa kejadian yang menimpa mereka beberapa hari yang lalu!" menyerahkan map coklat yang sedikit tebal.


"Dimana nyonya mu?" bertanya sembari membuka map coklat itu. Ia meraih lembaran-lembaran putih dan satu foto pernikahan Peter dan Rachel.


"Nyonya sedang bersiap-siap, Sir!" jawabnya sopan.


"Heh, aku tak menyangka anak dari musuh-musuh ku hidup bersama. Bagus sekali, aku bisa melenyapkan mereka dengan sekaligus!" ucap pria tua itu, setelah membaca semua informasi yang di berikan sekertarisnya.


"Kau pulanglah, aku akan pergi menemui istri ku!" serunya sebelum menapakkan kaki, keluar dari ruang kerja yang hanya bisa dimasuki olehnya saja.


...🍁🍁🍁🍁...


Dibawah cahaya temaram, seorang wanita paruh baya tengah mengoles make up ke wajah mulusnya. Mengambil parfum mewah dan menyemprotkannya sedikit ke pergelangan tangan dan leher.


Aroma kayu manis bercampur dengan ekstrak bunga Lang Lang, menghadirkan aroma wangi lembut dan elegan. Wanita itu mengambil benda panjang bewarna merah, lalu memutarnya dan mengoleskannya ke bibir pink natural itu.


Mengecap bibirnya beberapa kali sebelum tersenyum, seraya menatap pantulan wajahnya di cermin besar dengan ukiran kayu.


"Kau sangat cantik malam ini, mau pergi kemana, sayang?" tanya pria tua tadi, melonggarkan dasi dan merengkuh pinggang sang istri.


β€œAku ingin menghadiri pesta ulang tahun teman sosialita ku," ucapnya seraya meletakkan lipstik bertuliskan Dior ke meja rias.


β€œSudah 25 tahun berlalu, kau tidak ingin mendengar kabar mereka sekarang. Aku dengar putrimu sudah menikah dengan pengusaha kaya raya!"


Pria tersebut adalah Thomas, dan wanita misterius itu adalah Jessie. Mantan istri Darion Caesar sekaligus ibu kandung Rachel.


Meskipun sudah tua, wajahnya masih cantik dan rambutnya masih bewarna hitam, tidak ada yang memutih. Halus dan terawat. Sepertinya Thomas memanjakan wanita itu selama ini.


"Aku tidak peduli dengan mereka, aku menganggap mereka sudah tiada. Jadi, berhentilah mengingatkan ku akan masa lalu ku yang suram!" ujar Jessie, melepaskan tangan Thomas dari pinggangnya.


"Aku tidak bermaksud mengingatkan mu pada masa lalu, sayang. Tapi, apa kau tidak ingin tahu bagaimana cara Darion membesarkan Rachel sampai menjadi sosok gadis cantik yang tangguh?"


"Aku tidak penasaran, kenapa kau tiba-tiba menyinggung mereka?" tanya Jessie dengan dahi berlipat, seraya bertatap mata dengan sang suami.

__ADS_1


"Tidak papa, aku dengar Rachel menikah dengan putra tunggal Dominic Abbey!" Jessie mematung, ingat perjanjiannya dengan Kanaya dulu.


Matanya berkaca-kaca, mengingat persahabatannya harus kandas bersamaan dengan hubungan pernikahannya.


Menyesal, tentu tidak. Namun, tak dapat di pungkiri hatinya penasaran dengan pertumbuhan anak yang telah ditelantarkan- nya.


"Aku mohon, berhentilah membahas mereka. Aku tidak ingin mengingat orang-orang bodoh itu!" tegas Jessie sebelum pergi keluar, meninggalkan Thomas yang masih berdiri dengan senyum sinis.


Wanita bodoh, kau sekedar beban yang ingin segera ku singkirkan. Kau tidak bisa memberiku keturunan, ataupun menyenangkan ku. Dasar wanita murahan.


...🍁🍁🍁🍁...


Tangis Peter mereda. Bersamaan dengan itu Peter tertidur pulas, lelah duduk berjam-jam di kursi pesawat dan menceritakan kisah pedih yang dialami Ara.


Karena itu setelah tenang, Rachel membawanya masuk kedalam kamar dan membiarkan pria itu tidur dengan nyaman. Tentu dengan pelukan hangatnya juga.


Keenan masih duduk santai di kursi belakang, menikmati sebotol sampanye sambil menikmati indahnya langit gelap, bertabur gemerlap bintang yang disinari cahaya bulan.


Pria itu merenung, memikirkan sesuatu. Wanita itu, kenapa tidak mau enyah dari pikirannya. Ingin rasanya Keenan mencari tahu keberadaan wanita itu dan memberikan kompensasi.


Tidak masalah jika dia mau melayaninya sekali lagi, sebagai ucapan perpisahan. Brengsek! tapi itulah Keenan. Menganggap semua wanita rendah setelah pelacur itu berhasil melenyapkan ibunya secara perlahan.


"Kau ambilkan aku minuman lagi!" perintah Keenan pada seorang wanita muda berambut pirang.


"Baik tuan!" bergegas pramugari itu masuk kedalam galley atau dapur pesawat dan mengambil minuman yang diminta Keenan.


Tak sampai 10 menit, pramugari itu datang membawa nampan. Berjalan anggun tanpa di buat-buat dan meletakkan botol itu didepan Keenan dengan sopan.


"Silahkan tuan!" pramugari itu tersenyum, entah karena terpengaruh alkohol ataupun tidak. Keenan membalas senyuman pramugari itu.


Keenan merasa ada kemiripan diantara pramugari dan wanita yang di tidurinya dulu. Refleks, Keenan menarik pramugari itu duduk di pangkuannya.


"Kau cantik," bisiknya nakal. Semburat kemerahan mulai tampak di kedua pipi pramugari itu.


Pramugari itu terpesona dengan ketampanan Keenan. "Anda ingin meminta kepuasan?" pramugari itu meraba-raba dada bidang Keenan.

__ADS_1


Plak! satu tamparan Keenan daratkan. seketika sadar, setelah merasakan sentuhan menjijikan itu. Menyesal dia, telah membandingkan wanita 5 tahun lalu dengan pelacur berkedok pramugari ini.


Keduanya tidak mempunyai kemiripan, hanya warna rambut saja. Dulu wanita misterius itu marah dan berteriak garang seolah menolak untuk Keenan sentuh.


"Pergi kau, jangan menampakkan wajah jelek mu itu didepan mata ku lagi!" usir Keenan, kembali menegak sampanye- nya sampai habis tak menyisakan setetes pun. Pramugari itu tak menjawab, bergegas pergi tanpa berniat membela diri.


Sial! sampai kapan Keenan menahan hasratnya sendiri. Kejadian itu sudah sangat lama, mungkin saja wanita itu juga sudah melupakannya dan menikah dengan pria lain.


Apa dia harus meniduri pramugari itu. Mungkin saja perasaan aneh itu enyah tanpa di minta nanti. "Panggil pramugari yang tadi!" ya Keenan harus melupakan wanita itu.


Ingat, Keenan mempunyai misi. Menikah dalam jangka waktu satu tahun. Waktu bergerak sangat cepat, jika Keenan tak mencarinya sekarang. Mungkin dia kehabisan waktu nanti dan berakhir di tangan tuan mudanya.


"Dia pramugari tadi, tuan!"


"Siapa namamu?" tanya Keenan, mengarahkan tangan menarik dagu pramugari itu.


"Asha, tuan!" menunduk takut, tak berani menatap mata kebiruan Keenan. "Tadi, kau menawarkan dirimu sendiri bukan?" tanya Keenan. Pramugari itu mengangguk tak mengelak karena memang itulah faktanya.


"Aku berubah pikiran, kau akan ikut denganku sebagai pelayan ku nanti!"


Senang atau sedih, tentu pramugari itu senang. Pelayan yang dimaksud Keenan bukanlah maid house. Tapi teman ranjang atau pelacur pribadi. Tidak tahu malu sekali. Namun, siapa yang bisa menolak tawaran pria setampan dan se- memikat Keenan. Pramugari itu jatuh cinta pada pandangan pertama.


Dia rela menjadi wanita penghibur untuk pria setampan dan sekaya Keenan. Menjadi asisten bukan berarti miskin.


Keenan juga memiliki banyak usaha-usaha kecil seperti hotel bintang lima, restoran, rumah sakit. Bukan perusahaan, karena mungkin perusahannya bisa menyaingi perusahaan Peter nanti.


"Soal gaji-"


"Isi sesuai dengan nominal yang kau mau!" potong Keenan, melemparkan selembar cek kosong tepat di wajah wanita itu.


"Terimakasih, tuan!"


TBC


Jika menurut kalian karya author bagus silahkan vote dan kasih hadiah, jika jelek gak usah author gk memaksa tapi like dan komen ya makasih! πŸ™‚πŸ™‚πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


warning!


cerita ini hanya fiksi yang author buat sesuai dengan imajinasi author jadi mohon untuk tidak dianggap serius. πŸ™


__ADS_2