
saat di luar caffe, Cici merasa kan perut nya begitu sakit ia mempercepat langkahnya menuju parkiran motor untuk segera pulang, tiba tiba Cici di hadang oleh tiga orang pria yang sedang mabuk berat,
"hay cantik mau kemana" ujar nya dengan mata sayu
"awas minggir" Cici tidak menghiraukan para pria itu, ia langsung pergi dari hadapan mereka dengan langkah lambat memegangi perutnya,
"cantik mau ABG temani" ujar salah satu pria itu, menarik tangan Cici,
dengan segera Cici memutar tangan Pria itu,
"jangan galak galak neng" ujar pria itu perlahan maju untuk memeluk Cici.
Cici yang kesal karena kelakuan mereka segera mendarat kan bogem dengan keras.
***buggg
buggg***
"berani nya kalian macam macam dengan ku, kalian tidak tau apa kalau aku ini seorang polisi" tegas Cici.
mereka tak menghiraukan perkataan Cici atau tidak percaya, ntahlah kini mereka semakin menjadi jadi, Cici yang kesal ingin sekali menangkap mereka dan menjebloskan mereka ke penjara.
tapi apa mau di buat kini dirinya menahan sakit di perut, maka terjadilah baku hantam mau tidak mau Cici menghajar mereka dengan tenaga yang tersisa, sungguh kini ia merasa begitu lemas, pandangan nya berubah menjadi blur yang tersandar di pintu mobil milik orang lain.
para pria itu mencari cara agar bisa mendapatkan wanita yang ada di hadapannya selagi dalam keadaan lemah, salah satu dari mereka melihat kayu di bawah pohon tersebut dan mengambil nya.
prang!!!
Cici merasa tubuh nya di tarik ke dalam pelukan seseorang, aroma tubuh pria itu membuat ku nyaman, ada apa dengan perasaan ku ini?.
cici terkejut dengan apa yang terjadi, pukulan tersebut mendarat di kaca jendela mobil mewah yang di sandar kan Cici.
Cici merasa bersyukur atas bantuan pria itu yang telah menolong nya kalau tidak mungkin tahlah dengan keadaannya.
***buggg!
bugg***!!
terjadi lah baku hantam antara tiga pria mabuk itu dengan pria yang menyelamatkan Cici,
__ADS_1
Al... (panggil nya dengan suara pelan sebelum kehilangan kesadaran).
sebelum terjatuh dengan sigap Al menolong Cici, dan membawa nya ke apartemen pribadi Al, karna dia tidak tau tempat tinggal wanita itu, kalau di bawa kerumah utama keluarga Danendra sungguh tidak mungkin,, dapat dipastikan sang mami akan menjadi wartawan setia.
setiba di apartemen, dengan setia Al mengangkat tubuh Cici menuju kamar.
sungguh tenang wajah mu di kala tidur gadis bawel (gumam Al).
"oh shitt ada apa dengan diriku ini, sudah dua kali aku bertemu dengan nya tetapi masih membuat ku terpesona akan dirinya" lanjut nya.
pagi hari.
"hoamm" Cici menguap sambil mengucek matanya " sungguh tidur ku kali ini nyaman sekali" lanjut nya seraya menatap laki laki tidur di atas sofa.
ia pun beranjak dari tempat tidur nya berjalan menuju sofa ia penasaran dengan laki-laki itu.
"oh no ternyata tuan Al, ternyata aku tidak mimpi" ujar nya sedikit membuka mulut.
sungguh tampan sekali wajah mu tuan ******Al******.
gumam nya menatap ciptaan Tuhan dengan begitu lama tanpa sadar Al sudah terbangun.
ujar Al dengan cuek.
"CK tadi malam kau tertawa dengan ku sikap mu begitu hangat dan lihat lah kini kau berubah drastis" ujar nya dengan kesal.
Al menyerngitkan dahinya mendengar perkataan Cici.
"apakah kau sakit" ujar nya menempelkan tangannya di dahi Cici, " ataukah kau bermimpi?" lanjut nya kemudian.
"akh sudah lah" ujar Cici kesal segera enyah di hadapan Al sebelum melangkah kan kaki nya Cici sudah di tarik oleh Al, sehingga dia terjatuh di atas tubuh Al.
degg degg degg
oh no semoga dia tidak mendengar detak jantung ku ( batin Cici).
"ke-kenapa?" tanya Cici dengan gugup, melihat Al begitu dekat hanya jarak beberapa cm menatap nya dengan aneh, Al begitu ingin mencoba bibir mungil nan sexsy itu di hadapannya. perlahan Al memegang tengkuk leher Cici dan menautkan bibir mereka
Cici terkejut dengan apa yang barusan terjadi , sesegera mungkin ia keluar meninggalkan Al di kamar.
__ADS_1
"rasanya jantungku ingin keluar dari tubuh ku huhhh hahh" ujar nya sambil memegang dada.
Al yang di kamar masih terbaring di atas sofa merasa Bingung dengan sikap nya barusan.
"mengapa setiap melihat nya ingin sekali ku menerkam nya, ah sial ada apa ini". ujar nya kesal terhadap dirinya sendiri, ia tidak pernah sebegitu nya menginginkan wanita dan lihat kini kenapa itu terjadi? kenapa saat melihat nya pikiran ku selalu kotor?.
***
saat di meja makan tidak ada suara, Cici merasa malu dengan apa yang terjadi sedangkan Al merasa biasa saja seolah tak terjadi apa-apa.
"kau harus mengganti kaca mobil ku itu" ujar Al santai yang mengolesi selai di rotinya, ia tau kini Cici merasa canggung akan sikap nya tadi.
"apa?" teriak nya tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"iya kau harus mengganti nya"ulang Al dengan tatapan tajam.
"kenapa? kan bukan aku yang memecahkan kaca mobil mu" ujar Cici membela diri.
" kau bodoh atau pura pura lupa?" ucap Al datar, "kalau kaca mobil ku tidak pecah kemungkinan apa yang akan pecah" lanjut nya menatap cici dengan menyipitkan matanya.
"hmm" Cici tampak berpikir mengingat kejadian itu.
"mungkin kepala ku" lanjut nya sambil menunjuk dagu nya .
"pintar, maka dari itu kau harus ganti kaca mobil ku, itu sangat mahal dari gaji mu yang tidak seberapa" ucap Al sambil memakan sarapannya.
" whatt? " teriak nya.
"lebih besar dar gaji ku?" lanjut nya di jawab anggukan.
"kalau tidak ada aku yang menolong mu mungkin kau sudah di perkosa mereka" ucapan Al membuat dia sedih,
"baiklah aku akan mengganti nya, berapa harganya?" jawab Cici dengan santai karna ia mempunyai cukup tabungan untuk membayar utang.
"5" ucap Al sambil melihat kan kelima jarinya.
"juta nyo, besok aku akan kemari membayar utang ku" jawab nya dengan santai sambil meneguk air.
"Lima ratus juta" ujar Al, membuat Cici kaget menyemburkan air ke wajah Al.
__ADS_1