Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
dinner romantis


__ADS_3

Menempuh perjalanan yang cukup melelahkan bagi pria paruh baya itu dari Malaysia ke Indonesia membuat dirinya semakin lemah.


"Apa semua sudah siap?" Tanya paruh baya kepada sang asisten nya jeo dengan wajah sedikit pucat.


"Semua sesuai perintah anda tuan" jawab jeo penuh keyakinan.


"anda baik-baik saja tuan?" tanya jeo penuh cemas melihat keadaan Pria tua itu yang di Jawab anggukan tanda dia baik baik saja.


.


.


.


.


Sesampainya di salah satu hotel ternama di kota itu milik tuan Raymond Pranda, pria paruh baya itu di sambut dengan hormat oleh para karyawan, sungguh kehormatan mereka bisa ketemu dengan pemilik asli hotel tersebut yang sudah 24 tahun tidak pernah menginjakkan kakinya di Indonesia.


Kini pria paruh baya itu sedang istirahat di kamar pribadi mewah yang khusus di desain hanya untuk keluarga saja,


***


Malam harinya Cici baru terbangun dari tidur nyenyak nya, ia melirik ke kiri kanan mencari seseorang yang telah membawa dirinya ke kamar ini, tetapi mata itu terhenti menatap sebuah paper bag merah muda di atas meja hias.


"Apa itu?" Ujar Cici dengan menyipitkan matanya, lalu ia pun beranjak dari posisi ternyaman nya berjalan ke arah meja hias untuk mengambil paper bag tersebut.


Penuh penasaran dengan isi paper bag itu segera Cici membuka nya.


"Ini milik siapa?" ucap Cici dengan ragu untuk mengambil paper itu, kerena jiwa kepo nya menggebu-gebu akhirnya ia membuka paper bag tersebut,


"Ckckck" decak kagum seraya menggeleng kan kepala dengan menutup mulut nya, betapa indah nya gaun berwarna hitam elegan itu, lalu ia membentang kan gaun itu dan terjatuh lah sebuah surat kecil.


Hy Beby ketika kau sudah membaca surat ini berarti aku sudah tidak ada di samping mu, pakai lah gaun ini, ini khusus aku yang memilih kan nya untuk mu, aku yakin kau sangat cantik memakai gaun ini,,, berdandan lah secantik mungkin Beby, pukul delapan nanti asisten ku akan menjemput mu,,, aku tak suka penolakan!,, Semoga kau suka dengan kejutan kecil ku ini.


Dear: Albert Danendra.


Deg deg

__ADS_1


"Haa?" Betapa tidak percaya nya Cici mendapatkan surat seperti itu dari orang seperti tuan Al yang di kenal angkuh,


Plakk!


Cici menampar dirinya sendiri dengan keras agar terbangun dari mimpi nya, sungguh sakit yang ku rasakan berarti i-ini tidak mimpi ci, ini nyata.


Beberapa menit berlalu Cici yang masih terdiam Duduk di depan meja hias Masih memikirkan sesuatu yang akan terjadi.


Kring kring


Suara alarm yang membuat Cici sadar dari sikap bodohnya, ia melirik jam dinding tersebut yang menunjukkan pukul 07.20 PM.


Dengan terburu-buru Cici lari ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Hampir tiga puluh menit berlalu Cici yang sudah siap mengenakan gaun hitam nan alegan itu di padu dengan make-up natural ala Cici dengan rambut yang terurai di tambah high heels. Sungguh malam ini Cici tidak seperti seorang polwan tomboy melain kan seorang gadis muda nan sexsy yang membuat siapa saja melirik nya akan terpesona dengan kecantikan nya.



Saat Cici sudah keluar dari apartemen Albert, sudah ada mobil yang menunggu nya sembari tadi,


"selamat malam nona," sapa asisten Al, dia sungguh terpesona dengan kecantikan paras yang dimiliki kekasih bos nya itu.


"mari nona" ujar sang asisten membuka kan pintu mobil.


segera ia masuk dan mobil tersebut menancapkan gas dengan kecepatan rata-rata, sesuai perintah Al tidak boleh membawa kendaraan yang akan membahayakan keselamatan Cici.


Beberapa menit berlalu sampai lah Cici di sebuah taman yang ada danaunya di sepanjang jalan Cici di buat takjub oleh lampu warna-warni nan indah berbentuk hati, kelopak bunga mawar merah yang berbentuk love, satu lagi Cici dia buat takjub dengan acara dinner romantis yang di kelilingi lilin lilin aromaterapi, di tambah terang nya sinar rembulan, bintang yang bercahaya terang,,, sungguh ini mimpi paling terindah bagi Cici.


Ia terdiam dalam takjub nya memandangi pemandangan yang sangat indah itu,


He'em,


Eheman Al membuat Cici sadar dan menoleh ke asal suara yang berada di belakang nya.


"Apakah kau menyukai hadiah kecil ku?" Tanya Al dengan mengulurkan tangannya kepada Cici.


"Sangat suka, indah sekali"jawab Cici tidak menolak uluran tangan itu.

__ADS_1


"Kau jangan ke-pedean ini semua tanda permintaan maaf ku karena hari ini kau lembur" ujar Al yang sudah duduk di kursi nya, tanpa sadar sikap manis romantis tadi hilang membuat Cici ingin melempar kan lilin di atas meja ke wajah nya itu.


"Siapa yang ke-pedean, kau tau gara gara diri mu aku tidak jadi pergi dengan sahabat ku" ketus Cici.


"Dan satu lagi aku tidak mengharapkan ini.. karena..." Belum sempat Cici melanjutkan perkataannya jari telunjuk Al sudah mendarat di depan bibir Cici.


"Ststst kau terlalu banyak bicara, aku hanya bisa lakukan ini sebisa ku saja aku tidak bisa seromantis pria di luaran sana" ujar Al. Sedikit memajukan wajahnya.


Deg deg.


Seperti ini biasa saja? Jadi sebenarnya mau seromantis apa tuan? Ini saja sudah cukup membuat jantung ku ingin meledak apalagi dengan sikap manis mu itu, akhh Cici Barusan kau bilang apa ha?. ( Gumam batin Cici)


Ia menepis tangan Al yang ada di hadapannya, mengambil nafas agar bisa menetralkan detak jantung nya itu.


Makan malam berlangsung tanpa ada perbincangan di antara mereka berdua,


Lu kenapa Bert masak setiap bertemu dengan ni cewek jantung lu meledak ledak. ( Batin Al )


Ya ampun kenapa jadi canggung seperti ini, apa gue pulang aja yak? Yudah deh habisin makanan ni dulu baru pulang ci, sayang ni kalau Gak di habisin makanan mahal. (Batin Cici)


Setelah makan malam selesai, Cici beranjak dari tempat duduknya.


"Mau kemana" tanya Al.


"Mau pulang, kan sudah selesai makan nya" jawab Cici santai, mendengar perkataan Cici Al hanya terdiam Saat Cici melangkah Al menarik tangan Cici agar berhenti


"Mau kah berdansa dengan ku nona ciysa Edelhart" pinta Al.


Cici hanya melongo tak percaya dengan sikap Al,


"Ayolah kalini saja, aku tidak akan macam macam hanya berdansa" jelas Al yang di setuju Cici.


Mereka berdua berdansa dengan romantis layak nya pasangan yang sedang jatuh cinta, di sela sela dansa tanpa sadar Al menautkan bibir mereka


Kali ini Cici tidak bisa menolaknya karena tubuh Cici sudah di kunci oleh Al, permainan yang sangat lembut di berikan Al membuat Cici terbuai, ini lah ciuman kedua Cici yang selalu di ambil oleh Albert, semakin lama semakin tak terkendali, tiba-tiba hujan datang dengan lebat membuat dua insan yang sedang terbuai dalam cinta membuat sadar dimanakah mereka kini berada.


Dengan cepat Al merangkul Cici dan memasukkan nya ke dalam jas yang sedang di kenakan oleh Al,

__ADS_1


Aroma tubuh khas Al yang sangat memabukkan Cici ketika selalu di dekat nya, ingin sekali selalu mencium aroma tubuh pria itu, sungguh sangat begitu nyaman ketika ada di dalam dekapan nya, detakan jantung yang sangat terdengar oleh telinga ku. Eits apa yang sedang kau pikir kan Cici?.


__ADS_2