Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
malam pengantin


__ADS_3

malam ini malam kedua di mana Cici dan Albert tidur bersama, hanya saja ini cerita yang berbeda di mana malam ini tanpa kesalahan dan kesadaran.


hari ini malam ini di mana pernikahan mereka sudah dua hari, Bert yang belum meminta hak nya, dia tidak ingin mengambil sesuatu yang nikmat dengan paksaan. Dia percaya suatu saat Cici istirnya lah yang akan memberikan nya Walaupun tidak sekarang.


"apa ini benar? seharusnya aku memberikan nya bukan menundanya". kesal cici pada dirinya sendiri.


dirinya tahu bahwa itu sudah menjadi kewajiban nya, tetapi hati nya masih canggung. Cici yang masih mengingat kejadian beberapa bulan lalu di apartemen Albert.


memang dia selalu belajar menjadi seorang istri yang baik selalu memenuhi semua kebutuhan Albert tapi Cici yang tidak mengerti keinginan Bert, Suami yang sangat mencintai nya dia selalu bersabar menanti hadiah itu.


sabar?sabar juga memiliki batasan.


cuti, hari ini Cici masih cuti pernikahan selama 1 Minggu, Yap Cici masih bekerja. Walaupun dirinya sudah menjadi istri seorang CEO besar tetapi tidak membuat nya menampung tangan kepada suami nya.


menatap Poto bahagia pernikahan dirinya dan Bert yang terpajang indah di dinding polos bernuansa Dave.


"maaf kan aku Bert, aku janji aku bakal belajar untuk bisa mengerti diri mu dan membuat surga di dalam rumah tangga kita" ujar nya senyum sembari menatap Poto pernikahan nya tersebut.


tlingg,,,,(suara ponsel Cici yang berbunyi pertanda ada pesan masuk).


nama yang tertera di layar ponsel, tuan angkuh.

__ADS_1


tersenyum geli melihat nama kontak Bert yang belum dia ganti, meraih ponselnya, membuka pesan.


"jangan lupa makan siang Beby" pesan singkat dari Bert yang terkesan simple hanya sekedar mengingatkan tetapi ada kebahagiaan tersendiri di hati kecil seorang istri.


"iyaa, yang ngomong juga harus makan" jawab Cici sedikit canggung pasalnya Cici yang selalu memanggil Bert dengan sebutan nama atau kau. apakah kini aku harus memanggil nya dengan sebutan apa? ya tahu dia lebih tua dari ku.


pukul 20.25, malam setempat


"hyy Beby" ujar Bert memeluk Cici dari belakang sontak membuat Cici terkejut dan ingin membalikkan tubuhnya.


yak, Bert baru saja pulang kerja dimana dirinya begitu merindukan istrinya sehingga tidak betah berlama-lama meninggal kan istrinya.


"biar kan seperti ini aku sangat merindukan aroma ini" . ucap Bert di tengkuk leher istrinya, yang tidak mau melepaskan pelukannya dari Cici,


"apa kau sangat lelah? apa mau aku buat kan minum?" tanya Cici memegang tangan Bert yang melingkar di perut nya.


"hmm" hanya itu yang keluar dari mulut Bert, mata yang sudah tertutup, sebuah kenyamanan yang ia dapatkan dari Cici yang membuat nya tidak ingin melepaskan pelukan ini. Seolah beban pekerjaan yang menerpa nya di kantor kini berangsur-angsur hilang.


membiarkan seperti ini, nyaman. Hanya itu yang aku rasakan aku tidak ingin melepaskan nya, aku harap ini tidak cepat berakhir, aku janji pada diriku aku akan selalu membuat mu selalu bahagia Beby, sekalipun aku harus mengorbankan nyawa ku hanya demi melihat senyuman indah di balik bibir kecil itu. pikir Bert yang menikmati aroma tubuh Cici yang menjadi candu nya kini.


memberikan keinginan Bert, hampir setengah jam Bert memeluk tubuh Cici dari belakang sampai benar-benar terdengar deru nafas suaminya sudah mulai teratur.

__ADS_1


"ayo masuk, sebaik nya kamu mandi dulu aku akan menyiapkan minuman" ujar Cici membalikkan tubuhnya menatap wajah tampan Bert,


"paham?" lanjut Cici yang di jawab anggukan serta senyuman hangat dari orang tercinta.


saat ingin melangkah kan kakinya tiba tiba langkah itu kembali terhenti, melihat ke belakang di mana Bert sedang menahan tangan nya.


"apa mau sesuatu?atau..." tanya cici, belum sempat meneruskan kalimatnya Bert sudah menarik tangan Cici, membuat nya masuk dalam pelukan Bert, dekat sangat dekat, terasa ya semua sangat jelas sehingga hidung ku dan hidung Bert bertemu.


dan


Bert memutar kepala nya membuat satu kecupan manis mendarat tepat sasaran di depan bibir Cici, tidak ada balasan Cici terkejut hanya terdiam, semakin lama semakin dalam membuat Cici mengikuti alur yang Bert berikan.


hati ingin menolak tetapi tubuh menerima nya, Bert yang pintar memainkan nya sehingga membuat Cici tanpa aba aba mulai membalas ciuman Bert.


akh bodoamat, lupakan gengsi toh dia Suami ku, aku tidak bisa mengelak aku menginginkan nya.


semakin panas semakin dalam tautan yang saling merespon, mendapatkan respon itu membuat Bert bersemangat untuk melanjutkan aksinya. perlahan tangan kekar itu masuk dan ingin menyentuh apa yang ia inginkan.


tunggu dulu,


Cici sadar dan Langsung melepaskan tautan dirinya dan Bert, dan menatap tangan kekar Suami nya sudah mulai meremas buah dada nya,

__ADS_1


"mandi lah dulu" ucap Cici segera berlari meninggalkan Bert.


"ah huh ****" umpat kesal Bert, seharusnya aku mendapatkan itu setidaknya mencoba nya tapi aku sudah lah,


__ADS_2