
Saat ia meninggalkan para pria itu, kini ciysa berjalan menuju lantai dua untuk melanjutkan misi nya.
"Cici tersangka ada di kamar no dua sebelah kiri setelah anak tangga" ujar rekan nya Winda di balik earphone bluetooth yaitu salah satu anggota polisi umum yang saat itu membantu nya menjalankan misi.
"Baik" ujar cici.
"Semoga berhasil AIPTU ciysa Edelhart, kami akan masuk setelah anda memberikan kode" katanya kemudian.
"Terimakasih winda"
Bismillahirrahmanirrahim (gumamnya hendak memulai misi).
Cici berjalan ke arah kamar Target, tanpa aba-aba, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ia langsung menyosor masuk begitu saja, membuat target terkejut.
"Opss sorry tuan aku mungkin salah masuk kamar" kata nya dengan senyum cantik nan menggoda.
"Hmmm" ujar nya sembari menatap cici dengan liar dari bawah sampai atas. " Sepertinya kamu datang ke tempat yang sangat benar " lanjut nya kemudian sambil menyentuh dagu Cici.
Dengan spontan cici menepis tangan pria tersebut, sebenarnya ia ingin sekali mematahkan tangan laki laki kurang ajar itu. Ha tapi apa mau di buat demi misi,
Ingat ci demi untuk menangkap nya siap itu baru kau patah kan tangan brengsek itu (batin Cici).
"Hmm benar kah" ujar cici sambil menunjuk nunjuk dada bidang laki laki itu dengan tingkah manja nya seperti perempuan ******,
Alhasil laki laki itu terpancing dengan cepat menarik tangan Cici dari pintu agar masuk ke kamar nya, dan langsung menghempaskan tubuh Cici ke atas ranjang
Lalu ia menindih Cici.
Cici pun tak habis pikir akan terkunci oleh tubuh pria itu, ciysa pun meronta-ronta semakin meronta makan semakin nakal si brengsek bergerak, saat laki-laki itu ingin menautkan bibir mereka dengan cepat Cici mengelak dan memberikan tawaran.
"Kau ingin menikmati tubuh ku" ucap Cici berusaha menenangkan diri nya.
"Tentu sayang, aku sangat ingin menikmati itu" jawab laki laki itu dengan senyum sambil menatap dada nya yang padat itu.
Cici yang mendengar perkataan nya meneguk kasar Salivanya berusaha untuk tenang.
"Baiklah aku ingin aku yang berkuasa dalam permainan ini" ucap Cici berusaha untuk bangun.
"Kelihatannya tidak buruk" jawab nya dengan anggukan setuju.
"Oke mari kita lakukan dari belakang " ujar cici yang berusaha menuntun laki laki itu untuk menelungkup.
Laki laki itu bingung hanya menaikkan alis matanya.
"Aku ingin menikmati yang di belakang baru di depan, agar nikmat nantinya" goda manja Cici yang di anggukan oleh laki laki itu, entah pria itu bodoh atau tidak sabar menerkam mangsanya yang indah itu hanya menerima dan mengiyakan semua perkataan Cici.
Saat cici mulai menggosok punggung pria itu secara perlahan-lahan sampai ke tengkuk leher nya, seperti nya laki laki itu tidak bisa menunggu lagi saat ingin membalikkan badannya.
__ADS_1
Cekkleekk
Tangan nya sudah berhasil di borgol.
"Apa yang kau lakukan" ucap laki laki itu dengan terkejut karena tangannya dari belakang di borgol.
"Sayang kan sudah aku bilang bukan, bahwa aku yang memimpin" ucap nya dengan manja sembari tersenyum
"Harus kah tangan ku seperti ini"tanya nya dengan bingung merasa ada yang ganjal." Baiklah pastikan kan aku mengerang nikmat dengan mu sayang" lanjut nya kemudian ia ingin melihat kemampuan gadis itu.
"Aku pastikan kau akan mengerang nikmat"kata cici senyum sinis. "Maka dari itu berdiri lah sayang" lanjut cici.
Merasa ada yang tidak beres, kita lihat apa yang di akan di lakukan gadis ini (batin target).
Laki laki itupun berdiri sesuai instruksi ciysa,
"Okee sayang mari kita nikmati permainan nya" ujar nya sambil mengusap dada bidang itu,
"Hitung mundur sayang" gumam cici.
*3
2
1*
Buuuukkk
pria itu terkejut
"sssshhhhfffff"
"Ini baru percobaan dan kau sudah mengeluh sayang" ujar cici sinis.
"Hay kau gila apa yang kau lakukan" teriak laki-laki itu.
Buukkkk
Bogem selanjutnya mendarat di pipi kanan
"Ini karena kau telah berani memegang wajah ku brengsek".
"Apa yang kau mau sebenarnya " ucap laki laki itu kesal .
Buukkkk
bogem ketiga
__ADS_1
Mendarat di pipi kiri dan membuat pria itu tersungkur
.
"Ini karena kau kurang aja telah menindih tubuh ku dan mau menyentuh bibir ku dengan bibir kotor mu itu" teriak Cici dengan kesal mengingat kejadian tadi.
tadi dia bisa menahan amarahnya untuk mengambil kesempatan menangkap pria itu tapi kini karena sudah mendapatkan target ia tidak lagi menahan emosi.
"Apa yang kau mau sebenarnya" tanya laki laki itu yang kedua kalinya dengan berusaha bangun ia merasa darah segar mengalir di ujung bibir nya.
"Tapi kau ingin mengerang nikmat bersama ku sayang, diriku ini hanya memberikan apa yang kamu mau". ujar nya dengan lembut, "hahahahah" lanjut nya seraya tertawa renyah.
"Dasar perempuan ******, aku ingin memberi kau banyk uang dan sebagai imbalannya aku ingin kau memberikan tubuh mu itu " ucap laki laki dengan marah.
plakkk
sebuah tamparan keras menyusul.
"Haii kurang ajar sekali kau bicara"ujar cici marah langsung mengeluarkan pistol di dari dalam dress dan mengarahkan ke kepala pria itu "kau brani mengatai ku ****** akan cabik cabik Perut mu itu, sekali peluru ku ini menembus jantung mu tamat sudah riwayat mu" lanjut nya tegas.
"M-mau apa kau" tanya pria itu gugup dengan kasar menelan Salivanya.
"123 selesai" kode Cici ke pada Winda di balik earphone bluetooth nya menandakan misi selesai dan menyuruh Winda masuk.
Beberapa menit berlalu masuk lah beberapa polisi termasuk Winda dan perwira Wisnu,
"Po-polisi kenapa ada polisi? Kenapa saya di tangkap atas tuduhan apa? Sedangkan saya belum menyentuh gadis itu" tanyanya nya dengan ketakutan.
"Kau di tangkap karena kau menjual obat obat terlarang, kasus pemerkosaan, prostitusi terlalu banyak kasus dan merugikan orang lain" ucap tegas polisi Winda " kau tau siapa dia?" Ujar nya menatap kepada laki-laki itu lalu menunjuk Cici.
Lalu pria itu menggeleng.
"Dia adalah seorang polwan" lanjut Winda dengan suara tegas.
"pol-polwan"
Betapa terkejutnya laki laki itu yang dia ajak adalah seorang polwan, sungguh mungkin inj terakhir nya ia menghirup udara kebebasan.
sesegera mungkin mereka membawa tersangka berjalan menuju keluar club dan masuk ke mobil yang sudah di sediakan untuk menuju ke kantor polisi.
***
Kantor polisi
"Selamat Ciysa Edelhart kau berhasil menjalankan misi mu" ucap perwira Wisnu
"Terimakasih pak ini juga berkat bantuan mereka" jawab nya seraya melirik rekan rekan yang membantu dia.
__ADS_1
"Sesuai janji ku kau boleh cuti untuk beristirahat selama 1 Minggu" ujar perwira Wisnu
"Terimakasih pak" ujar cici dengan bahagia, tentunya bahagia karena beberapa hari ini Cici tidak bisa tidur nyenyak, berlari kesana-kemari untuk menangkap pengedar tersebut.