Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
Danau kenangan


__ADS_3

"cici, tunggu!" kata Al menarik pergelangan tangan cici.


"sayang kau kenapa?" tanya Al bingung dengan sikap cici


"kenapa kau tidak bilang bahwa kau bukan Albert bukan pria angkuh itu?" tanya cici dengan mata berkaca-kaca.


"aku kira kau sudah tahu siapa aku hampir empat bulan, kita bersama mengenal satu sama lain hampir setiap hari kita berkomunikasi tidak mungkin kau tidak mengetahui siapa aku!" kata la yang terlihat dari raut wajah nya ia sangat kecewa.


"jadi kau menyalahkan aku? pantas saja setiap raga ku dekat dengan mu tetapi hati ku jauh" ujar cici yang mulai menuangkan kegundahan hati nya selama ini.


"apa maksud mu?" tanya Al yang tidak mengerti.


"saat pertama kali aku bertemu dengan pria angkuh itu Albert perasaan ku menjadi tidak menentu berbeda dengan mu, ya aku tahu kau pria yang sangat baik, tulus apapun akan kau lakukan untuk ku, tapi perasaan ku terhadap dirimu berbeda dengan perasaan saat tatapan mata ku bertemu dengan tatapan mata Albert" ujar cici


"maaf kan aku Al, aku tidak bermaksud melukai hati mu, ini lah perasaan ku, ini yang aku rasakan, aku sangat senang bisa bertemu dengan mu kau sangat baik tapi setelah aku mengetahui ini aku sangat kecewa dengan mu, kenapa tega kau menyembunyikan ini. Sama saja kau ingin menyiksa perasaan mu sendiri Al" lanjut cici meneteskan cairan bening.


"kau tidak perlu minta maaf, aku yang salah aku terlalu egois, terlalu berambisi untuk memiliki mu!" ucap Al penuh penyesalan seraya menarik cici kedalam pelukannya.


"aku mohon setelah kau tahu ini semua jangan tinggalkan aku" lanjut Al berbisik di telinga cici,


"maaf" ujar cici melepaskan pelukannya


"biarkanlah aku berpikir untuk ini" lanjut nya seraya meninggalkan tempat dimana Al terdiam mendengar ucapan itu.


***


meninggalkan rumah sakit dengan pandangan kosong, perasaan benci, kesal, marah, sedih bercampur menjadi satu.


kenapa ini semua terjadi dengan ku? mengapa saat aku mulai merasakan apa itu manis nya cinta di hempas kan oleh perasaan ku sendiri, orang yang aku anggap seperti rumah kedua tempat ku mengadu mengapa ia tega menyembunyikan ini semua? mengapa Al? dan kau pria angkuh mengapa kau pergi? saat aku mulai menyukai mu, kau pergi lihat lah kini dimana kita di pertemukan di saat kau sudah memiliki keluarga.


"ya Tuhan apa aku salah menaruh perasaan dengan Pria Yang kini sudah memiliki istri? kalau itu salah tolong hilang kan perasaan ini, aku mohon... hiks hiks" ujar cici melampiaskan kekesalan nya.


"aku benci kalian, aku benci kau Albert Danendra aku benci Aldrich Danendra kalian berdua!" teriak Cici di tepi danau,

__ADS_1


ia tidak menghiraukan pandangan orang orang yang ada di sekitar danau yang sembari melihat Cici menangis, berteriak menuangkan emosional yang ada di dalam hati nya.


" Aaaaaaa!" teriak Cici sekuat tenaga.


"Aaaaaa!" teriak seorang laki-laki yang berada di samping Cici.


membuka mata nya lalu Cici melirik ke arah dimana pria itu berdiri.


"kau..."


" pria angkuh?" tanya Cici menyerngitkan jidatnya,


ia takut salah menebak, tapi kini bisa di lihat mereka memiliki perbedaan dari segi berpakaian, rambut apalagi dengan aroma tubuh nya, aroma tubuh Bert selalu menghipnotis diri ku,


"iya bawel" jawab Bert dengan datar tanpa ekspresi berbeda dengan Al yang selalu manis saat bersama Cici.


"kenapa kau kemari? apa jangan-jangan!" kata Cici menyerngitkan dahinya dengan menunjuk wajah Bert.


"jangan-jangan apa?" tanya Al menepis tangan Cici yang sedikit lagi menyentuh hidung nya yang mancung itu.


"hah? come on baby, kau tidak pernah berubah terlalu percaya diri" jawab Bert Santai.


mendengar kata baby dari Bert membuat detak jantung Cici tidak dapat di kondisi kan, perasaan yang di rasa dimana pertama kali ia mendengar itu dari Bert, tetapi kini di suasana yang berbeda waktu dan tempat pun berbeda.


"hallo!" ujar bert melambai lambai kan tangan nya di depan wajah Cici yang sedang melamun.


"e-iya" ucap Cici gugup dengan membuang muka nya ke arah danau.


"tidak berubah, kau sangat suka memandangi wajah tampan ku". ujar bert menyibak rambut nya,


"idih pede lu, disini banyak kali pria yang tampan, Maco,kaya bukan anda saja tuan angkuh kadang ke-pedean anda melebihi kapasitas kolesterol" kesal Cici.


"apa kau tidak merindukan ku bawel?" tanya Bert yang tiba-tiba suasana berubah menjadi hening.

__ADS_1


perlahan-lahan Cici memajukan wajahnya dekat dengan wajah Bert hanya berjarak beberapa centimeter saja.


"eeh kenapa dekat dekat dengan ku, apa kau mau mencium ku, jangan macam macam ya" ujar bert dengan pura pura takut.


"tidak, aku tidak rindu dengan pria angkuh seperti mu, jangan kan rindu mengingat dirimu saja tidak ada, dan satu lagi jangan ke-pedean ya, macam macam emang anda wanita remaja yang akan ku sentuh" kesal Cici sedikit menahan tawa melihat mata Bert melotot saat di bilang wanita remaja.


"oiya,,, kenapa kau kemari?" tanya Cici.


flashback off 📌


setelah Clara di periksa oleh dokter, Bert meninggalkan Clara dan menyuruh nya untuk beristirahat, ia memutuskan untuk keluar mencari angin untuk bisa memenangkan dirinya sendiri,


"aku senang karena aku bisa melihat mu kembali Cici, aku akan bahagia saat kau bahagia sebentar lagi kau akan menjadi adik ipar ku,,, lucu bukan cintaku selalu berakhir dengan kepedihan, kini cintaku menjadi adik ipar ku" gumam Bert sambil tertawa walau pun hati nya tidak.


Bert berjalan dengan langkah santai menuju ruangan dimana anak anak kecil di rawat karena mengidap sakit kanker, disana lah ia bisa mendapatkan kebahagiaan dengan membuat anak anak tersebut tertawa setidaknya itu bisa menghilangkan sakit mereka walaupun hanya sementara.


saat melewati taman Bert melihat Cici dan Al sedang berbincang dengan serius, pikir nya mungkin mereka berdua sedang bertengkar kecil, toh bertengkar dalam hubungan itu hal biasa,


Dengan penuh rasa penasaran Bert memperhatikan mereka, ya walau tidak bisa mendengar apa yang mereka ucapkan, saat menyaksikan Cici menangis Bert merasa hati nya sakit bagaikan tersayat pisau, ada perasaan geram melihat Al yang membuat Cici menangis.


saat ingin mendekati Cici dan Al, langkah nya terhenti ia ingat bahwa siapa dirinya? apa hak nya dalam hubungan mereka? maka dari itu ia hanya menjadi penonton drama itu, yang lebih memilukan adalah Dimana saat Cici jatuh kedalam pelukan Al, di situlah Bert memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka berdua di sana.


kini haluan yang semula ingin keruang dimana anak-anak yang mengidap kanker itu, kini berubah. Bert memutuskan untuk pergi ke danau dimana ia menghabiskan malam romantis dengan Cici untuk terakhir nya.


duduk di tepi danau dengan melempar bebatuan kecil seraya mengucapkan kekesalan nya.


dari sudut seberang danau Bert melihat wanita yang sangat ia kenal siapa lagi kalau bukan Cici, yang sendirian terlihat sangat sedih. teriak disusul teriakan tidak dapat terdengar jelas oleh Bert.


merasa iba ia memutuskan untuk menemani Cici atas hanya dasar pertemanan tidak lebih. ya hanya di mulut tapi tidak di hati.


flashback on 📌


" ya terserah aku mau kemana ini kan tempat umum, lagian Disini tempat dimana aku bisa menuangkan kesedihan dan bisa mengenang masa indah yang ku lalui dengan mu dulu untuk terakhir nya dan itu tidak akan mungkin terulang lagi tapi kalau yang kuasa berkehendak apa boleh buat" ujar bert santai.

__ADS_1


"aku akan memberi nama danau ini danau kenangan" lanjut nya menatap mata Cici.


mendengar itu Cici hanya melongo tidak percaya bahwa tuan angkuh itu masih mengingat kenangan manis untuk pertama kalinya yang aku rasakan di hidup ku.


__ADS_2