Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
my heroine


__ADS_3

"bagaimana dengan keadaan nya?" tanya seorang pria kepada asisten nya


"keadaan nyonya kini sudah membaik tuan, dia sudah mulai melakukan aktivitas normal" jawab sang asisten.


"akhirnya kau sembuh sayang" ujar pria itu dengan mata berkaca-kaca mengingat istri yang cukup menderita selama puluhan tahun ini,


betapa lega mendengar penjelasan sang asisten, ya pria itu adalah kenric Edelhard. betapa rindu dengan sang istri nya yaitu feren, yang telah terpisah puluhan tahun sejak kedua putrinya lahir ke dunia ini hingga saat ini ia tidak pernah berjumpa hanya saja ia selalu memantau perkembangan sang istri dari jarak jauh melalui anak buah nya.


entah lah masih bisa Kah di sebut istri atau tidak, yang jelas cinta nya tidak akan memudar walaupun di pisah kan oleh ayah mertuanya, walaupun sang papa sering meminta kenric melupakan Istrinya dan meminta untuk menikah kembali, dengan mentah mentah kenric menolak permintaan sang papa sampai suatu saat ia tidak bisa memenuhi permintaan sang papa di hari terakhir nya.


dirumah utama peninggalan keluarga Edelhard, rumah megah sebesar itu yang hanya di huni oleh dirinya,anak perempuan keduanya, satu ponakan laki laki dan beberapa asisten rumah tangga dan beberapa bodyguard nya.


kadang kenric berpikir apa masih bisa pernikahan ku ini disebut masih sah? dengan berpisah nya 24 tahun ini, apakah masih bisa aku bersatu dengan nya berkumpul dengan keluarga kecil ku? pertanyaan demi pertanyaan yang terlontar dari benaknya, ia tepis dalam dalam ingatan yang akan membuat goresan masa lalu itu semakin dalam, dia percaya pasti suatu saat nanti kita akan berkumpul bersama kembali, menunggu cucu kita lahir dan bermain mengajar kan nya berjalan sayang, semenderita nya aku lebih menderita hidup mu feren yang tidak pernah melihat buah hatimu kini telah tumbuh dewasa seperti ini.


"tapi tuan..." ujar asisten kenric ragu untuk memberitahu informasi sesuatu yang ia dapatkan tadi malam.


"tapi apa? bicara yang jelas jangan bertele-tele" tutur kata kenric penasaran, dengan apa yang di maksud asisten nya itu.


"tuan Raymond Pranda dan asisten nya tuan jeo, sedang mencari informasi mengenai keberadaan ciysa kini, mereka juga sudah berangkat ke Indonesia sejak kemarin tuan". jelas asisten


mendengar perkataan nya membuat kenric menggeram, betapa terkejutnya dulu sang mertua mati- matian menjauh kan buah hati nya dari kehidupan feren, tidak mau menganggap mereka jangan kan melihat kedua cucunya, mendengar nama nya saja ia tidak mau saking membenci diriku.


kenapa kau kini mencari nya? apa kau ingin melenyapkan nya tuan? sempat terjadi sesuatu dengan Putri Putri ku, aku tidak akan tinggal diam lagi, sudah cukup kau buat hidup ku menderita tuan Raymond Pranda ( batin kenric).


"siapkan semua nya malam ini kita harus berangkat ke Indonesia sekarang juga" tegas kenric Kepada asisten nya dengan perasaan bercampur aduk.

__ADS_1


****


di meja makan nan mewah anak dan ayah itu sedang menikmati hidangan dengan santai. kenric yang bingung mulai bicara dari mana untuk memberitahu alesya tentang keberangkatan nya nanti menuju Indonesia, dia tidak ingin memberitahu alesya bahwa ia ingin menemui Cici pasti alesya akan merengek minta ikut dengan nya,


ingin rasanya membawa mereka bertemu tetapi tidak sekarang, Waktu nya belum tepat.


"alesya..." ujar kenric saat sesi makan malam telah selesai.


"iya pa, ada apa?" tanya alesya santai sambil memakan buah anggur, seperti biasa alesya anak yang selalu tampil ceria,


"papa akan berangkat malam ini ke Indonesia nak karena ada urusan bisnis yang tidak bisa papa tunda" ujar kenric yang berbohong kepada Alesya.


mendengar kata Indonesia, membuat alesya seketika bersemangat mengingat sang kaka bekerja disana ia bisa ikut untuk berlibur disana sungguh alesya sangat merindukan Cici.


"Indonesia pa?" tanya alesya antusias dengan wajah berbinar-binar


"apakah aku boleh ikut pa?" tanya alesya penuh harapan.


mendengar itu kenric menatap wajah anak nya, bagaimana cara agar alesya tidak ikut dengan nya.


"alesya,,,papa hanya ada urusan kerjaan nak, nanti kalau kamu ikut akan membuat mu ketinggalan mata kuliah, sebentar lagi semesteran bukan? ketika sudah libur baru kita akan liburan ke Indonesia" ucap kenric lembut agar alesya mengerti dan tidak tersinggung.


alesya berpikir sejenak meningkat yang di katakan oleh papa benar adanya."baiklah papa mungkin tidak sekarang aku menjenguk Cici mungkin lain kali" ujar alesya sedikit memaksa kan senyuman agar tidak membuat papa bersedih saat meninggalkan dirinya.


***

__ADS_1


"semua sudah siap?" tanya kenric Kepada asisten dan bodyguard nya.


"semua sudah beres tuan" jawab sang asisten.


"alesya,,, kemarilah" ucap kenric yang melihat alesya yang mematung di anak tangga menahan air matanya mengalir saat melihat papa yang akan meninggalkan nya, ya walau papa bilang hanya beberapa hari itu sungguh membuat ku berat tanpa bertemu papa.


dengan langkah perlahan alesya menghampiri kenric.


"Hay,,, alesya ku masih sangat manja ingat sayang umurmu sudah tidak remaja lagi sudah 20 tahun, baru papa tinggal sebentar sudah seperti ini, suatu saat dirimu yang akan meninggalkan papa ketika sudah menikah dengan laki-laki yang kamu cintai kelak" ujar kenric yang merasa gemas melihat tingkah putri nya yang selalu manja.


"aku tidak akan meninggalkan papa" ujar alesya yang sembari tadi sudah menahan bendungan air mata kini terjun bebas membasahi pipi mulus itu.


"kamu harus belajar mandiri sayang, suatu saat nanti ketika papa sudah tidak bersama mu, dirimu sudah terbiasa akan itu, belajar lah jangan manja lagi nak hidup ini keras, kejam, untuk sekarang papa bisa melindungi mu apapun permintaan mu papa beri tidak pernah menolak nya, satu lagi papa berpesan jangan pernah menangis karena seorang laki-laki, jangan pernah lihat kan kesedihan mu ke pada orang lain, jaga dirimu baik-baik alesya kau akan selalu menjadi putri kecil ku selama nya" jelas kenric tanpa sadar ia meneteskan air matanya, entah mengapa ada perasaan aneh saat menyebut kata kata itu,


"dan papa akan selalu menjadi my heroine" jawab nya dengan melihat kan gigi depan nya


"papa berangkat dulu ya nak, jaga diri baik-baik ya" lanjut kenric memeluk buah hati tercinta sembari mengusap air mata di pipi lembut itu.


"papa hati hati ya, kabari kalo udah sampai" ujar alesya masih memeluk papa nya dengan perasaan enggan melepaskan pelukannya.


"kalau seperti ini papa tidak bisa pergi" ujar kenric tersenyum melihat tingkah alesya, akhirnya iapun melepaskan pelukan itu,


alesya melambaikan tangan dengan memaksakan senyuman manis nya saat melihat papanya pergi,


entah mengapa perasaan ku menjadi tidak enak, apakah akan terjadi sesuatu? semoga papa baik baik saja,

__ADS_1


****


perjalanan yang cukup panjang dari London ke Indonesia memakan waktu kurang lebih 15 jam, kenric yang masih berpikir apa yang akan ia lakukan ketika Raymond bertemu dengan Cici, apa yang harus aku jawab ketika Cici bertanya.


__ADS_2