Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
Elfathan Gazwan


__ADS_3

1 bulan berlalu


sebulan sudah berlalu Cici yang heran dengan keadaan nya kini entah mengapa ada rasa yang tidak bisa di artikan, kini ia sibuk dengan pekerjaan nya misi demi misi ia jalani untuk melupakan kejadian yang telah ia alami.


"selamat siang ndan" tegur Winda dengan hormat saat melihat Cici sibuk mencatat, bagaikan bawahan dan atasan ketika di kantor, dirumah bagaikan tom and Jerry yang selalu ada cek-cokan yang menghangatkan dan meramaikan isi apartemen mereka.


"siang win" ujar Cici dengan menatap Winda yang ada di hadapannya seraya menghentikan kegiatan nya.


"Anda di minta ke lokasi patroli oleh perwira Wisnu" ujar Winda


"baiklah terimakasih" jawab Cici, segera beranjak dari tempat duduknya.


.


.


.


.


sesampainya di lokasi yang di tentukan, Cici segera di sambut dengan hangat oleh rekan sesama polisi lain nya, entah mengapa perwira Wisnu meminta ku kemari, akh mungkin hanya meminta ku membantu mengawasi saja.


beberapa menit berbincang-bincang datang lah seorang pria tampan memakai seragam memiliki bentuk kemeja lengan panjang di lengkapi atribut yang menempel, dan celana panjang berwarna gelap, yak benar ia seorang pilot.


kenapa ada seorang pilot? mengapa dia kemari? apakah dia alasan kenapa aku disuruh kemari? ( gumam batin Cici dengan betah memandang pria tampan yang ada di hadapannya)


wanita yang cantik (batin pria pilot itu)


"he'em" eheman perwira Wisnu membuyarkan lamunan mereka yang saling bungkam dalam diam


"Cici, ini putra ku anak pertama ku" ujar perwira Wisnu.


"elfathan Gazwan panggil saja dengan sebutan El" ujar pria pilot itu dengan senyum ramah nya.


"ciysa Edelhart, panggil dengan cici saja" balas nya dengan ramah.


percakapan pun berlangsung,,,


***


di seberang.


seorang pria tampan sedang duduk di sudut ruangan nya sibuk berkutat dengan alat-alat medis dan berkas kerjanya, pekerjaan yang cukup banyak beberapa pekan terakhir ini membuat nya tidak bisa mengabari sang pujaan hati, walau kadang pekerjaan yang melanda pikiran nya tidak lepas dalam memikirkan gadis nya itu,


maaf kan aku Cici, akhir akhir ini aku tidak menghubungi, pekerjaan yang sangat penting yang tidak dapat ditunda membuat ku tidak bisa berpamitan dengan mu, entah mengapa pikiran ku selalu ada pada mu, entah ini cinta atau hanya obsesi semata, tapi percayalah aku bekerja hanya untuk mu my Queen, agar hidup mu selalu bahagia permintaan mu bisa ku penuhi saat kau bersama ku kelak... setelah pekerjaan ini selesai aku akan kembali menemui mu dan mengungkapkan perasaan yang tidak bisa ku tahan lagi,,, tunggu aku Cici.

__ADS_1


gumam Al seraya tersenyum tipis mengingat senyuman di wajah Cici, bagai kan obat penawar penghilang penat nya bekerja bagi Al.


.


.


.


.


"akhirnya pekerjaan ku disini selesai, dan aku bisa kembali untuk menemui mu ci".


sudah sebulan Al pergi ke suatu desa untuk menangani warga disana yang terkena wabah penyakit yang cukup serius,


flashback off 📌


Di malam pengungkapan perasaan nya kepada Bert, ia merasa sedih dengan semua yang ia lakukan terhadap saudara nya sendiri, duduk di taman belakang rumah merenungi apa yang telah terjadi


"aku tidak ingin hubungan kita yang sudah merenggang semakin renggang hanya karena seorang perempuan Bert, aku biarkan kau mendekati nya kalau kau mencintai nya aku ingin bersaing sehat untuk mendapatkan hati wanita yang sama-sama kita cintai, biarlah dia yang memilih siapa di antara kita,,, aku tak masalah kelak dia memilih mu bert, biarlah kehilangan dirinya dari pada harus kehilangan dirimu, kau segalanya bagiku Bert, maaf kan kata kata ku tadi menyingung perasaan mu" ujar Al tanpa ia sadari cairan bening meluncur di wajah tampan nya itu.


"besok pagi aku akan menemui mu untuk minta maaf Bert atas kelakuan ku tadi dan aku ingin bilang ini semua kepada mu," lanjut nya penuh rasa bersalah.


sekuat apapun kita ingin egois kepada orang yang paling kita sayangi di Dunia ini pasti itu akan menimbulkan kebimbangan pada hati kita, tidak bisa di pungkiri bahwa jalinan hati ikatan batin itu sungguh kuat kita bisa merasakan sakit ketika ia merasakan sakit, itulah yang kini di rasakan Al kepada Bert ia sedih melihat Bert seperti itu.


malam yang terang bulan, bintang bintang yang bercahaya menemani keindahan malam itu, sudah puas memenangkan dirinya sendiri ia beranjak dari Kursi taman itu berjalan menuju kamar tidur nya.


"hallo, Al maaf gue nelpon lu malam malam, gua mau ngabarin besok pagi gue akan berangkat ke desa yang terkena wabah itu, tapi gue bingung siapa pengganti dokter celsie yang seharusnya pergi dengan gue besok pagi" ujar teman sesama dokter Al dengan nada cemas.


"emang dokter celsie kenapa?" tanya Al penasaran.


"dia sakit Al, sekarang di rawat di rumah sakit karena dia demam tinggi" jelas rekan sesama dokter.


"jadi gue lagi butuh dokter Al, apa lu mau temenin gue, gue pasti sangat kewalahan menangani pasien sendiri sebanyak itu walaupun di bantu dengan beberapa suster Al " lanjut nya penuh harap dapat jalan keluar.


"hmm,,, baiklah aku akan pergi untuk menggantikan dokter celsie" jawab Al tanpa pikir panjang, ia rela mengorbankan nyawa nya demi warga yang membutuhkan bantuan nya itu, sebenarnya ia bisa menyuruh dokter lain ia punya hak menolak karena ia selaku pemilik rumah sakit itu.


tetapi ia tidak menolak karena itu sudah kewajiban nya sebagai dokter, siapa yang tidak jatuh cinta dengan dokter Al, hati nya sungguh baik, tampan dan kaya raya.


"serius Al?


"iye Bambang, gue serius"


"kalo nyokap lu tau pasti Lo GK di izinin Al, dan resiko ini gede Al"


"itu biar gue yang atur, intinya gue ingin nolongin mereka" jelas Al.

__ADS_1


"baiklah serah Lo, gue tunggu jam 9 pagi dirumah sakit" ucapan trahir sebelum telponan berakhir.


di sepanjang jalan menuju ke kamar, Al berpikir gimana caranya menjelaskan tentang ini kepada mommy nya esok pasti lah sang mommy melarang nya.


dan kapan aku bilang tentang keputusan ini kepada Bert, aku tidak ingin ia salah paham dengan ku .


Al pun menghentikan langkahnya di depan pintu kamar Bert, ia mengetuk pintu kamar Bert tapi tidak ada jawaban, akhirnya kembali ke kamar dan memutuskan besok pagi saja ia bertemu Bert sebelum kepergian dirinya .


.


.


.


.


pagi Harinya nya, Al dan mommy nya sudah ada di meja makan untuk sarapan, Al tidak melihat Bert turun sembari tadi yang akhirnya ia bertanya kepada mommy nya.


"mom, kenapa Bert dan Daddy tidak turun dari tadi?" tanya Al langsung memasukkan roti ke dalam mulutnya.


"mereka sudah pergi dari subuh tadi, karena ada pekerjaan penting" jelas mom


yang mendengar itu Al merasa sedih satu pihak ia tidak bisa berpamitan kepada Daddy dan bert, satu lagi ia tidak jadi memberitahu Bert tentang keputusan nya.


"kenapa sayang?" tanya mom


akhirnya Al memberanikan dirinya untuk berkata jujur kepada mommy nya


"mom" ujar Al beranjak dari tempat duduknya menghampiri mom seraya menggenggam tangan mommy nya.


"kenapa nak, apa semua baik baik saja?" tanya mommy cemas dengan mengelus rambut putra nya itu.


"Al akan pergi ke sebuah desa di kota terpencil untuk menangani warga yang terkena wabah penyakit mom," ujar Al dengan lembut, mendengar itu mommy nya menjadi cemas dengan keputusan yang telah di ambil anak nya.


"tapi Al ,itu sangat berbahaya nak, mom tidak ingin kamu kenapa-kenapa sayany" ujar mommy seraya menetes air mata.


"jangan menangis itu akan membuat langkah ku akan berat mom" ujar nya menghapus air mata mommy.


"mom,, ini sudah kewajiban anak mu ia menjadi dokter untuk bisa menolong orang yang membutuhkan bantuan nya, aku akan menjaga kesehatan ku aku janji, anak mu ini sangat kuat,,, aku mohon tolong mengerti aku mom," lanjut nya dengan lembut berusaha menahan air mata yang ingin terjun, tetapi ia tahan sekuat mungkin ia tak ingin air mata itu terlihat oleh mommy nya.


"kalau itu keputusan mu, baiklah pergi lah nak, tolong jaga kesehatan mu jaga pola makan mu sayang, janji" ujar mommy langsung memeluk buah hati nya itu, tak di sangka kini ia sudah besar sudah menjadi dokter mempunyai banyak tanggung jawab .


"janji mom" ucap Al langsung membalas pelukan mommy nya air mata yang sembari tadi di tahan kini pecah sudah terjun.


sesudah berpamitan dengan sang mommy penuh keharuan,

__ADS_1


"Titip salam untuk bert dan Daddy mom" ujar nya seraya mencium kening mommy.


"iya sayang ,kabari mommy ketika sudah sampai ya nak" ujar nya menyerka air mata di sudut mata.


__ADS_2