
Di luar ruangan saat melewati lorong lorong rumah sakit memikirkan apa yang dikatakan wanita tadi, seolah perkataan itu sudah cocok untuk nya. Dengan cepat berjalan keluar dari rumah sakit yang membuat nya tidak memperhatikan orang-orang sekitarnya.
"Braakkk".
Ia menabrak seseorang dengan kuat hingga terjatuh.
"Sorry, saya tidak sengaja". Ucapnya yang masih terduduk dan menunduk.
"Hmm tidak masalah, are you okay?,bangun lah" Jawabnya dengan suara berat, mengulurkan tangannya Dan di terima oleh Cici.
"Yaa Terimakasih" ujar Cici. Seperkian detiknya mereka bertatapan.
Ya Tuhan cantik bener ciptaan engkau
"Haii dokter" cic melambai-lambai kan tangan. "Hmm maaf kan saya dok, E, saya Cici". Mengulur kan tangan
"Saya Al..."
Belum sempat menerus kalimatnya, dia panggil suster.
"Maaf dokter ada pasien yang harus segera di tangani". Ucap suster dengan nada panik.
__ADS_1
"Iya baiklah" jawab nya kepada suster. "Saya permisi buk polwan" pamitnya kemudian.
***
Di kantor
Seorang pria tampan dengan tubuh yang kekar menatap sebuah gedung raksasa di depan nya, berjalan dengan berwibawa menuju keruangan miliknya, karyawan berdiri hanya untuk sekedar memberikan sapaannya,
seperti biasa di sepanjang jalan ia menjadi pusat perhatian dari kaum wanita dia mampu menghipnotis dan mampu membuat wanita berhalusinasi ingin memilikinya sekaligus menjadi nyonya dari tuan Albert Danendra begitulah nama nya.
"Permisi tuan Albert, saya ingin memberikan berkas berkas yang harus bapak tanda tangani segera" ucap Gehna sang sekretaris dengan suara lembut.
"He'em". Hanya itu yang keluar dari mulut Albert, Jangankan berbicara lebih panjang melirik sekretaris nya saja tidak, saking sibuk nya berkutik dengan laptop yang di atas nakas nya.
Albert Danendra sungguh pria yang terlalu cuek, datar, bahkan tersenyum saja ia tidak tertarik dengan wanita-wanita sekalipun wanita itu bertubuh sexsi, bohai, padat. Sekali tidak suka ya tidak.
Lainnya dengan sang mami selalu hangat, humoris, jujur akan semua hal. Tah seperti apa wanita yang ia cari dan dambakan. Apakah ada wanita yang membuat dia tersenyum? Mengubah hari hari nya bahagia?. Dan wanita mana yang mau menolak pria dewasa nan matang pekerja keras, kaya raya sang CEO pemilik perusahaan raksasa.
***
Setiba di apartemen bergaya bohemian dengan nuansa bewarna Dove, ciysa langsung menuju kamar ingin sekali rasanya berbaring di ranjang kesayangan untuk melepas kepenatan hari ini.
__ADS_1
"Brakkk"
Menghempaskan dirinya sendiri di atas ranjang
"Huuhh, rasanya begitu nyaman" ujarnya
Beberapa menit membaringkan tubuhnya merasa tidak nyaman akhirnya melangkah berjalan menuju dapur sebelum mandi untuk membuat teh hijau,
lalu membawanya berjalan menuju balkon menikmati sunset yang akan datang, Sambil menyajikan pemandangan ke arah gedung gedung tinggi menjulang.
Beberapa menit berlalu, cisya berjalan menuju kamar mandi karena ia sudah gerah karena belum mandi sejak kepulangan nya dari Palembang. Melepaskan pakaian yang menutupi tubuhnya. Ia masuk kedalam shower room dan menyalakan keran, air hangat yang menerpa tubuhnya yang mulus.
Usai dengan ritual membersihkan diri, ia bersiap siap dengan mengenakan pakaian rumahan. Tak selang berapa waktu handphone Cici berbunyi dengan nama yang tertera di layar handphone yaitu perwira Wisnu.
"Hallo ndan" sapa Cici .
"Hallo ci malam ini sepertinya kita tidak bisa istirahat dengan tenang" jawab perwira di balik layar.
"Maaf ndan maksud nya? Cici tidak paham" ujar Cici dengan bingung
"Malam ini kita akan menangkap tersangka keberadaan nya sudah di ketahui"
__ADS_1
"Ah syukur lah, apa rencana selanjutnya ndan?"
Dan perbincangan terus berlangsung