Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
sepi


__ADS_3

sudah seminggu semenjak kejadian dinner romantis malam itu Albert Danendra tidak kelihatan batang hidungnya, entah mengapa Cici begitu rindu dengan jahilan Al, wajah datarnya tak bisa di pungkiri bahwa ia juga merindukan aroma tubuh yang khas milik Albert.


dan Sudah beberapa hari ini Cici sengaja datang lebih awal datang ke apartemen Albert hanya bisa melihat Pria angkuh itu, semakin ingin berjumpa semakin tidak bertemu dengan ibarat semakin mengejar semakin menjauh.


pikiran negatif ia tepis dalam dalam, Cici berpikir Mungkin Al terlalu sibuk sehingga terlalu pagi ia pergi atau menginap di kantor nya.


malam itu ia menunggu Al, berharap malam ini bisa bertemu Al untuk terakhir kalinya ia menjadi pembersih apartemen Al.


malam semakin larut menunjukkan pukul sepuluh, ingin sekali menginap di apartemen itu tetapi ia mengingat bahwa besok pagi sekali ia harus ke kantor polisi,


dengan langkah berat Cici terpaksa meninggalkan apartemen itu, dengan sebuah surat yang ia letakkan di kamar di atas meja samping tempat tidur Albert.


*hufff ...


kini hari terakhir ku menginjak kan kaki di apartemen ini pertanda hutang ku kini telah selesai, aku sebenarnya kesal karena kau selalu mengancam ku dengan pakaian dinas yang sedang ku pakai ini, kadang sifat mu yang berubah ubah menjadi datar, cuek , dingin kadang hangat , baik , romantis. sungguh kau kini menjadi hiburan baru untuk ku,,,


saat aku ingin berpamitan dengan mu Secara langsung tetapi tidak bisa takdir tidak mempertemukan kita selama 1 Minggu penuh ini,


kau boleh bekerja tetapi ingat lah pola makan mu, akhh aku ini terlalu bawel... ha-ha-ha, tetapi terima kasih untuk semuanya hanya saja aku tidak akan pernah lupa dengan apa yang terjadi dengan ku kau sangat jahat tuan Albert Danendra, memang cocok dengan nama yang ku berikan pria angkuh.


eits jangan marah ya,,, kalau kau marah marah nanti kau sangat merindukan ku,,,


sekian yang bisa aku ucapkan


sampai ketemu entah kapan kita bertemu kembali*

__ADS_1


Dear: Cici yang baik tuan


***


saat di perjalanan di malam sungguh ia merasakan sangat kesepian tiba-tiba perasaan sepi itu melanda pada diriku,


asik berbincang pada dirinya sendiri Cici melihat pria tua sedang duduk di taman sendirian dengan memegang dada nya, karena ada perasaan aneh Cici pun menghampiri pria itu.


"permisi tuan" ujar Cici seraya duduk di sebelah pria itu.


seperti ada angin yang berhembus kencang, detak jantung berdetak tidak beraturan saat melihat wanita muda di samping nya itu.


"apakah anda baik baik saja tuan?" tanya Cici cemas saat melihat wajah keriput itu berkeringat di cuaca dingin malam ini.


"hanya sedikit sakit di bagian dadaku nak" jawab pria itu dengan senyum tipis di wajah pucat nya, sungguh pandai Pria tua itu menyembunyikan sesuatu yang ia rasakan.


Pria tua itu mendengar nasehat dan perhatian itu sungguh ia sangat merindukan momen momen indah yang bertahun-tahun lamanya sudah hilang bak di telan bumi.


"kau sangat baik nak, siapa namamu". tanya nya ramah.


"Ciy emm maksud ku Cici, panggil saja dengan sebutan Cici" jawab nya sambil memamerkan Gigi putih itu.


"baiklah Cici jangan panggil aku tuan panggil aku granpa" ucap pria itu tersenyum ramah.


"hmm baik lah granpa" ucap Cici dengan senyum manis nya, sungguh ia sangat ingin memiliki granpa dan granma seperti teman-teman nya yang lain.

__ADS_1


mau di bilang apa takdir nya sangat unik, sembari kecil hanya tinggal dengan papa dan adiknya, tidak memiliki bunda atau pun keluarga lain nya layak nya seperti orang lain. sungguh miris kehidupan kecil ku tetapi karena itu aku bisa kuat seperti ini bisa mandiri seperti ini, aku bersyukur masih memiliki dua orang yang paling berharga di Dunia ini yaitu papa dan adikku.


melihat senyuman Cici pria itu teringat dengan anak perempuan nya. senyum itu begitu tulus, entah mengapa ada perasaan lain ada ketertarikan dengan anak ini,


"seperti nya granpa memikirkan sesuatu yang sangat berat" ujar nya seraya melirik pria tua di samping nya


"maaf, aku tidak bermaksud membuat granpa sedih!" ujar Cici sedikit menunduk kan pandangan nya.


"tidak masalah" mendengar perkataan pria itu Cici Langsung menatap nya dan bersemangat mendengar kan cerita yang ia sebut granpa.


"ketika kau memiliki kesalahan apa yang akan kau lakukan nak?" ujar pria itu seketika membuat raut wajahnya berubah sedih.


"aku akan meminta maaf kepada mereka yang telah aku buat sakit hatinya" ujar Cici santai mendengar perkataan pria itu


"kalau dia mau memaafkan dirimu kalau tidak?" pertanyaan itu membuat Cici menyerngitkan dahinya.


"setiap manusia pasti memiliki kesalahan tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, terkadang suatu masalah yang tidak bisa terselesaikan secara mudah mungkin itu terjadi karena kesalahpahaman, jelas kan kenapa kita melakukan ini? pasti ada sebab nya bukan? yak mungkin dia tidak semudah itu memaafkan kita karena yang sudah kita lakukan dengan nya, kita tidak boleh menyerah untuk meminta maaf,,, hidup dalam sebuah masalah dan kesalahpahaman sungguh itu sangat menganggu pikiran kita dan itu membuat hidup kita tidak tenang" jelas Cici panjang lebar membuat pria itu terkagum-kagum melihat wanita muda itu bisa berpikir sebijak itu.


"kau benar kita tidak boleh menyerah untuk mendapatkan maaf dari nya" jawab pria itu sedikit tersenyum.


"apakah anda ada masalah?" tanya Cici pemasaran, pria itu hanya menjawab dengan senyuman ramah membuat Cici tidak menanyakan hal yang lebih dalam lagi,


"maaf!" lirih Cici lembut


"tidak masalah, hanya saja aku tidak pernah membagi masalah dengan siapapun kecuali Istri ku saja, kau tau nak mendengar ucapan mu itu membuat ku sedikit lebih tenang,. terimakasih " ujar nya sembari tersenyum dengan sedikit mengelus rambut Cici dengan penuh kasih sayang, ada perasaan nyaman di antara sentuhan itu

__ADS_1


"sama sama tuan eh granpa" ujar Cici cengengesan menutup mulutnya di sambut tawa oleh pria itu


***


__ADS_2