
di balkon apartemen nya angel sedang menunggu anak buah yang ia suruh untuk memberikan kabar penting untuk nya, siapa sangka di balik kata menanti ada sebuah petaka yang mengintai anak buah nya.
"jangan biar kan dia lolos". perintah Geof terhadap Elard yang sedang menyetir.
"aku jamin pria itu tidak akan selamat dia telah berani mencelakakan putri ku". ujar Elard yang semakin panas.
"dia tidak boleh lolos kita harus membuat nya tak berkutik lagi mungkin dia mendengar perbincangan kita tadi kalau angel bisa tahu dirinya pasti mengambil Cilla dari kita". sela Bert yang sedang duduk di samping Elard.
"aku tidak biar kan wanita jal*Ng itu mengambil putri ku, aku tidak ingin Cilla seperti dirinya ini tidak boleh terjadi pria itu harus mati nyawa di balas nyawa". ucap Elard Menggeram emosi yang semakin menggebu.
"injak pedal gas nya". titah Geof, dengan cepat Elard menginjak pedal gas nya.
"akh sial kenapa mobil itu mengikuti ku sembari tadi". monolog pria itu kepada diri sendiri.
terjadi lah aksi kejar kejaran di jalanan yang sepi itu.
"oh shitf, dia berusaha kabur". umpat Bert.
"woi turun dasar pria pengecut badan lu aja yang gedek tapi GK berani, dasar payah". teriak Geof dari jendela mobil nya saat mobil mereka sejajar.
pria itu tidak berani turun karena dirinya mungkin tidak sanggup melawan tiga pria itu.
semakin Menggeram Elard memutar stir mobil nya ke kiri.
citttttt. (anggap saja bunyi rem mobil yang berhenti mendadak).
"akh sial kenapa dia bisa lolos". teriak Elard penuh emosi.
"lihat bro". teriak Geof saat melihat 3 mobil yang datang dari arah berlawanan yaitu mobil Al dan dua lagi mobil anak buah nya.
dengan senyum yang mengembang Elard memberhentikan mobilnya tepat di belakang mobil pria yang tak di ketahui siapa namanya itu, mereka semua berhasil mengepung mobil penjahat itu dari segala sisi.
"woi turun lu mo lari lagi bro Lo udah terkepung, mending turun kita silaturahmi". ucap Geof santai.
"kalau Lo GK turun gue jamin Lo GK selamat". ancam Elard.
"mau dia turun mau GK sama aja GK akan selamat". sela Bert dengan mengembangkan senyum smirk nya.
__ADS_1
dengan penuh kepasrahan pria itu turun tanpa di sadari pria itu menyiapkan senjata api yang ia sembunyikan di belakang baju nya.
"kau pria yang menabrak Cilla bukan?"tanya Geof memastikan bahwa dirinya tidak salah orang.
bukanya menjawab pria itu hanya terdiam.
"kau,,, gara gara perbuatan mu membuat putri ku harus melawan maut, dasar bajingan". geram Bert memegangi kerah baju pria itu.
"siapa yang menyuruh mu?". bentak Elard
bummm!
sebuah bogem keras dari Elard mendarat tepat di rahang bawah alhasil pria itu sedikit oleng.
dengan kehilangan akal pria itu mengeluarkan pistol nya dan menodongkan senjata nya ke arah Elard.
melihat itu dengan sigap Al memberi kode kepada anak buahnya untuk mengeluarkan senjata nya juga.
"turun kan senjata mu atau kau yang akan ku buat mati terlebih dahulu". ujar Al
"mau aku yang mati terlebih dahulu atau dirimu?". tanya Elard santai, dirinya tak takut mati kalau hari ini ajal nya menjemput asal pria yang membuat Putri nya juga ikut mati. Rasa bersalah kepada putri nya yang ia tidak ketahui adanya membuat Elard menyalahkan diri sendiri dan men- cap dirinya sebagai ayah yang kejam.
melihat kesombongan itu membuat pria yang di hadapannya lengah Elard mampu melumpuhkan tangan nya sehingga pistol itu berpindah haluan ke tangan nya.
"aku atau kau? siapa yang menyuruh mu? jawab! (bentak Elard) dalam hitungan tiga kau tidak menjawab pertanyaan ku akan ku buat kau menyesal dan membenci kata hidup, kau paham". lanjut Elard yang sudah tidak terkontrol.
"siksa dia sampai dia mengaku semua nya". perintah Al kepada anak buahnya.
bummm
prakk
plakkkk
bertubi-tubi pukulan dari beberapa anak buah itu secara bergantian mendarat di tubuh pria yang kini mulai melemah.
"cu-cukup a-aku a-akan mem-memberitahu sega-galanya". ucap pria itu terbata bata pandangan yang mulai kabur menatap mata mereka secara bergantian.
__ADS_1
"bagus,,, siapa yang menyuruh mu untuk mencelakai putriku?". tegas Bert.
"jawab". bentak Al.
"an-angel nona angel yang menyuruh ku". ucap nya sebelum kehilangan kesadaran.
"sudah ku duga, ada ya ibu kandung yang ingin mencelakakan putri nya sendiri, ops maksud ku dia belum tahu cilla putri nya". sela Geof.
"beres kan dia, jangan ada yang tinggal kan jejak". perintah Al kepada anak buah nya.
di sisi lain.
Clara yang senyam-senyum sendiri sambil menikmati angin dari balkon kamar nya mengingat di mana malam itu dirinya merasakan kebahagiaan yang tidak pernah ia rasakan, lebih tepatnya Clara mendapatkan apa yang selama ini ia inginkan. Ya walau dengan laki laki asing yang baru dekat dengan nya.
Nyaman itulah yang ia rasakan, bayi nya yang kini sudah mulai aktif menendang selalu bersorak ria saat ada Elfathan di sisi nya, ya seorang mantan pilot yang kini sudah menjadi pengusaha sukses yang mengurus perusahaan ayah nya yaitu perwira Wisnu.
"apakah ada pria yang mau menerima ku dan bayi ku? akh itu tidak mungkin". ujar nya kepada dirinya sendiri seraya mengingat kembali kejadian yang mungkin tidak dia lupakan.
flashback off📌
di saat mengetahui keadaan Cilla yang kritis dan membutuhkan darah secepatnya, Clara berusaha keras mencari darah yang terbilang langka tersebut, tidak memberitahu siapapun tentang kepergian nya, yang ada di benak nya kini adalah mencari darah untuk Cilla.
mencari pendonor darah kesana-kemari dirinya tidak menemukan apa yang ia cari, sampai sampai Clara merasa keram di perut nya. Berusaha untuk tenang dan kuat ia sadar mengapa perut nya sakit, makan ya Clara melupakan jam makan nya.
merasa lemah tidak kuat untuk menyetir mobil lagi Clara rela memakan nasi uduk pedagang keliling, saat sedikit lagi merasa sampai dirinya sudah tak kuat melangkah alhasil dirinya terjatuh dengan nasib yang berpihak padanya datang lah seorang pria tampan yaitu Elfathan, Dengan sigap El menyambut Clara.
"anda baik-baik saja nyonya?" tanya El sopan sambil membopong tubuh Clara ke arah tempat duduk.
Clara hanya memberikan seulas senyum paksa pertanda dirinya tidak baik-baik saja.
"tunggu sebentar". ujar El meninggalkan Clara sendirian, dan kembali membawa sebotol minuman
"minum lah". ucap nya menyodorkan Aqua botol ke arah Clara
"terimakasih tuan?" ucap Clara menerima itu.
"Elfathan, panggil saja El dan anda nyonya?".
__ADS_1
"Clara".