
Saat cici di parkiran hendak menyalakan motor nya, langkah nya terhenti saat seseorang memanggil Cici.
"Selamat ndan misi mu berhasil" ucap wanita tersebut tak lain Winda rekan yang membantu nya tadi menjalankan misi.
"Terimakasih winda, ini berkat dirimu dan juga yang lain" Cici tersenyum ramah.
"Oiya ndan, saya penasaran bagaimana anda bisa kepikiran ide itu" ujar Winda penuh penasaran.
Flashback off
Tak selang berapa waktu handphone Cici berbunyi dengan nama yang tertera di layar handphone yaitu perwira Wisnu.
"Hallo ndan" sapa Cici
"Hallo ci malam ini sepertinya kita tidak bisa istirahat dengan tenang" jawab perwira di balik layar.
"Maaf ndan maksud nya? Cici tidak paham"
"Malam ini kita akan menangkap tersangka keberadaan nya sudah di ketahui".
"Ah syukur lah, apa rencana selanjutnya ndan?"
"Kita harus mempersiapkan rencana yang betul-betul matang agar kali ini agar tidak kecolongan lagi"
"Ya siap komandan,, kalau boleh tau dimana keberadaan tersangka kini" tanya cici
"Tersangka kini berada di club di daerah x " jelas Perwira Wisnu."Kita harus bermain cerdik" lanjut nya kemudian.
"Seperti menjebak?" Tanya Cici
"Yap benar, maka dari itu saya butuh bantuan kamu untuk menjebak target, kamu harus berdandan feminim dan semenarik mungkin agar dia tergoda dengan mu, tapi jangan lupa bawa senjata, setelah dia masuk ke perangkap. Kau pasti tau langkah selanjutnya, tenang saja misi ini kita libat kan beberapa anggota polisi yang lainnya termasuk Winda polis wanita umum, apa kah kau paham ciysa?"
Jelas Perwira Wisnu panjang lebar.
"Siap ndan saya sangat paham" jawab Cici
Flashback on
*********
Langit yang begitu cerah, matahari yang mulai menampakan dirinya, sinar sinarnya menerangi hari yang indah itu, suara burung yang merdu diiringi suara kendaraan yang berlalu lalang, cahaya yang menembus jendela jendela yang menusuk kulit membuat setiap insan bangun dan segera melangkahkan kaki keluar rumah untuk menjalankan aktivitas.
__ADS_1
Hanya saja pemandangan indah itu tidak dinikmati oleh seorang ciysa Edelhart, ia merasa sangat kelelahan di tambah mengantuk berat karena ia baru tidur pukul 3 dini hari setelah selesai nya semua misi nya tersebut.
"woii bangun " teriak Winda
"berisikk" jawab Cici kesal melempar bantal ke arah Winda.
"woii mana ada gadis perawan yang bangun di siang bolong gini Cici" ujar Winda menarik selimut Cici sambil melompat lompat di atas tempat tidur.
"lu kan tau gw tidur jam 3 , gue ngantuk dan sekali lagi gw tegas kan jangan ganggu gw" jawab Cici dengan kesal langsung menarik selimut dan menutup kembali tubuhnya dengan selimut.
"kalo ada yang tau gadis perawan pemalas kayak lu bangun jam segini, mana ada cowok yang mau sama Lo
ciysa Edelhart, "ujar Winda teriak di telinga cici
"heh Lo jangan asal ngomong ya tanpa Lo sadar gini gini gw antrian para pria kaya, pengusaha sukses. pria mana yang gak mau Ama gw dah cantik, bohay, sexsy PNS lagi. GK kan ada yang nolak gw" ucap Cici dengan bersemangat membanggakan diri nya itu.
Winda dengan Cici selain rekan kerja mereka juga bersahabat selama Cici pindah dari Prancis ke Indonesia, Winda lah orang pertama membantu nya dan kini ia menjadi sahabat terbaik Cici di Indonesia, Winda tinggal bersebelahan dengan apartemen Cici kadang juga nginap di apartemen Cici .
***
dirumah sakit
Kini dirumah sakit Al sangat sibuk dengan pasien pasien nya, walaupun ia pemilik rumah sakit itu tetapi ia tidak pernah melakukan sesuatu yang akan merugikan orang lain, Al selalu profesional walau kadang ia harus bolak-balik kekantor.
"bro ngantin yuk" ujar temannya satu profesi.
"gw lagi kepengen makan di luar nih" jawab Al dengan ramah sebenernya ia tak enak hati tapi Al butuh waktu untuk menenangkan pikiran nya seharian ini.
"oowh okeh bro,, kalau gitu gw Luan ya"ujar nya sembari meninggalkan Al.
.
.
.
di perjalanan Cici tertawa dengan perkataan yang ia katakan tadi dengan Winda dan menghayal bertemu pria sukses, kaya idaman para ciwi - ciwi lah,
"gw jomblo gini sampe sekarang Karena menunggu laki kaya raya yang akan meminang nantinya" ujar cici tersenyum senyum sepanjang jalan,
saat asik bercerita dengan pikiran nya sendiri, tiba tiba motor yang ia kendarai berhenti.
__ADS_1
"eeehhhh" Cici turun dari motor sport nya langsung mengecek motor nya.
"ealah pake bocor segala lagi,, emang sengaja ni Lo cemburu kan gw mikirin laki laki selain Lo" ucap Cici menatap kesal kepada motor nya motor .
mungkin orang yang ngeliat Cici berbicara dengan motor seperti itu pasti di kira tidak waras, cantik cantik kok gitu, oh no. melirik ke kiri kanan mencari bengkel tapi sepertinya tidak ada.
terpaksa mendorong sampai ketemu bengkel, dari kejauhan Cici melihat motor lewat dengan segera Cici meminta pertolongan karena sudah sangat lelah mendorong tu motor yang gede mungkin lebih berat tu motor dari pada dia tapi ternyata pengendara tersebut tidak berhenti saat Cici memanggilnya, tak patah semangat menunggu beberapa menit akhirnya lewat mobil mewah
"byurrr"
Cici basah terkena cipratan air dari Aqua yang di tindas oleh mobil tersebut.
" oh no, " teriak nya dengan kesal.
seperti nya pengendara itu sadar kalau dia di panggil, sesegera mungkin ia memundur kan mobil mewah nya.
tokkkk tokkk
"woii turun, gara gara anda wajah dan baju saya basah" teriak Cici kesal dengan mengetuk kaca mobil itu
pria itu melihat wajah Cici dari dalam mobil terpana dengan kecantikan paras yang ia miliki, di tambah kemeja putih yang Cici kenakan basah membuat belahan dada nya terlihat jelas .
tokkk tokkk
ketukan yang lebih keras membuat pria itu sadar dari lamunannya
terbukalah pintu mobil itu kemudian keluar lah pria tampan bak dewa, sungguh memang tampan. membuat Cici tertegun melihat wajah pria itu dengan sedikit membuka mulutnya.
"hay nona, saya tau kalau saya tampan tapi tidak usah seperti itu liat lah air liur mu hampir menetes". ucap pria itu
"ha " jawab Cici melongo mendengar perkataan pria itu segera menutup mulutnya, "gara gara ketampanan mu itu membuat ku lupa apa yang mau aku katakan" lanjut nya kemudian dengan polos.
laki laki itu hanya menaikkan alis matanya sembari menggeleng atas sikap polos wanita itu,
sungguh wanita unik, (batin Albert)
"biar aku ingat kan kenapa kau teriak teriak memanggil ku" pria itu mengingat kan kejadian tadi.
"oiyaa" ujar nya cengengesan" gara gara anda baju dan wajah ku basah liat lah ini" lanjut nya dengan nada kesal sedikit teriak sambil menunjuk area yang kenak cipratan tadi.
"ohh shitt" umpat pria itu menatap pemandangan indah di depan matanya itu,
__ADS_1
"hay apa yang kau liat" ucap Cici menyilang kan tangan nya di dada seperti nya Cici sadar apa yang sedang di tatap pria itu.