Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
Hukuman yang setimpal


__ADS_3

Cici tersenyum menang tetapi ia belum puas dengan kejadian itu, akhirnya ia meminta sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan.


"aku ingin kau memakai baju yang tertutup " ucap Cici kepada wanita gatal itu seperti bos,


yaa wanita itu kekantor selalu memakai baju sexsy bukan sekali tetapi hampir setiap hari memakai baju yang kekurangan bahan, entah ingin melihat kan badan nya yang kurus tinggi itu yang masih kalah jauh dari badan bohay ku, ataukah dia mau menggoda salah satu karyawan disini? apakah Albert Danendra seorang bos muda tampan nan kaya raya yang ingin dia godai? sungguh cici melihat nya dari awal sudah tak menyukai nya.


"a-apa?" wanita itu terkejut jangan kan wanita itu Albert Pun terkejut ia tak habis pikir ternyata tunangan nya, eits calon. cici seolah sangat mengerti dengan keresahan yang dia alami.


bagi laki laki normal seperti Al bagaimana ia tak luluh dengan godaan wanita di hadapan nya seperti sebuah tantangan, tapi untung nya iman nya kuat saat menghadapi wanita itu sehingga ia tak tertarik dengan apa yang wanita itu miliki. hanya satu yang menarik hatinya kini YAITU gadis di sebelah nya Cici atau ciysa Edelhart membuat jantung nya berdetak lebih kencang saat berdua bersama nya.


hahaha rasain kau dapat hukuman yang setimpal, besok kau tidak dapat melihat kan dada mu yang kecil itu (gumamnya dengan menahan tawa melihat wajah wanita itu seperti kehilangan duit 1 M)


melihat itu Al hanya menggeleng-gelengkan kan kepalanya, entah kenapa ada perasaan bahagia ketika Cici tersenyum dan yang tak kalah bahagia nya dengan keputusan Cici Yang tak pernah dia bisa lakukan.


"hai mbak" tegur Cici melihat wanita itu terdiam.


"aku hanya ada dua tawaran yang tidak bisa di tawar kembali, pertama selama bekerja Disini kau harus memakai baju sewajarnya tidak seperti ini". tunjuk Cici dari atas sampai kebawah membuat wanita itu tak berkutik lagi ia hanya dia mendengar kan kata tunangan bos nya itu kalau dia berani menjawab perkataan nona itu mungkin besok ia sudah tak dapat menginjak kan kaki di kantor raksasa itu.


"kedua kau hmmm pasti mengerti bukan maksud ku?" tanya nya yang di Jawab anggukan oleh wanita itu.


"jadi kau pilih yang mana" tegas Cici membuat ketiga orang disitu terkejut.


"i-iya aku pilih tawaran no 1, mulai be-besok aku akan memakai baju yang tertutup" jawab wanita itu dengan terbata-bata sedikit menunduk kan kepala nya.


.

__ADS_1


.


.


.


saat sudah memasuki ruangan Albert, Cici mendaratkan pantat nya di sofa empuk di dalam ruangan tersebut.


"apa kau sudah puas memberi nya pelajaran?" tanya Al seraya berjalan menuju kursi kebesarannya.


"hmm, menurut mu?". jawab Cici bukanya menjawab pertanyaan Al tapi malah melempar kan pertanyaan.


Al hanya menjawab dengan mengangkat bahunya.


"aku tau aku sangat cantik" narsis Cici sambil memainkan rambutnya.


"huukkk hukkkk" Al tersedak mendengar perkataan Cici,


"hahahah aku tidak habis pikir kenapa wanita seperti mu bisa menjadi polwan" lanjut Al dengan nada mengecimus,


"kenapa?" tanya Cici penuh penasaran.


"tidak" Al tidak melanjutkan perkataannya karena Cici sudah menatap nya dengan tatapan tajam.


"yasudah kau boleh pulang!" lanjut Al Santai menghampiri Cici untuk mengambil berkas yang di bawa kan Cici tadi.

__ADS_1


"oh no, aku baru saja duduk, apakah kau tidak mau menawarkan aku minum?" ujar Cici kesal.


"tidak" ketus Al


"tunggu,,, seperti nya aku kenal dengan pakaian yang sedang kau kenakan" ucap Al seperti berpikir dimana melihat baju tersebut.


deg deg


"aku baru ingat, itu pakaian yang ada di lemari kamar tamu?" tanya Al yang hanya mampu di jawab anggukan oleh Cici.


"sebenarnya ta..." belum sempat menerus kan perkataannya Al sudah memotongnya


"ahk sudah lah, baju ini sangat cocok untuk mu" ucap Al yang masih menutup mulut Cici dengan jari telunjuk nya.


benar kau sangat cocok dengan pakaian ini dari pada wanita itu, ( batin Albert)


Al mengingat kejadian malam penghianatan itu dimana ingin meminta maaf atas kesalahannya yang telah membentak angel karena lebih memilih pekerjaan dari pada kekasih nya itu.


saat di perjalanan menuju apartemen angel, Al singgah di butik langganan Angel tentu saja butik mahal, disana Al melihat dres putih yang mungkin sangat cantik ketika angel memakai nya.


tapi takdir berkata lain, saat sampai di apartement itu hanya lah luka yang ia dapatkan,


pulang dari apartemen angel , Albert hendak membuang dress yang dia beli tadi. tapi entah kenapa ada perasaan yang aneh yang membuat nya tidak menjadi membuang baju itu. yang akhirnya di bawa pulang di simpan di lemari di kamar tamu dan yang kini sudah di pakai oleh orang yang tepat hampir bertahun lamanya baju itu di simpan.


***

__ADS_1


__ADS_2