
keesokan harinya.
dimana hari hari sudah berjalan normal seperti biasa nya, cuaca hari ini tak secerah biasanya, menatap langit-langit biru menjadi sedikit gelap pertanda akan turun nya hujan,
sebulan sudah kecelakaan yang menimpa Geof yang kini sudah sembuh total, hari hari yang Cici lewati dengan dokter Al semakin lama Al semakin membuat dirinya selalu merasa istimewa seperti ratu. sang papa kenric yang sudah kembali ke tanah kelahiran nya yaitu London.
kini dirinya tinggal di apartemen sendirian Winda yang tidak bekerja di satu tempat dengan nya semakin membuat hari hari Cici sepi.
Yap, Winda yang masih tetap menjadi polwan akan tetapi dirinya di tugas untuk menjadi pengawal serta pengasuh pribadi untuk bayi besar yaitu tuan Geof Robert.
menatap ke arah luar jendela memikirkan perkataan Aldrich yang semakin serius malah semakin membuat nya dilema, apa yang mau di kata akibat tidak kejujuran dirinya drama yang seharusnya tidak terjadi kini malah berjalan lancar.
harus kah diri ku berkata jujur kepada Al tentang perasaan ku ini? apa mau dirinya menerima ini? dan Clara pasti akan membenci ku dan memberikan diri ku cap sebagai perebut Suami orang. pikir Cici.
akh! entah lah, berani berbuat berani bertanggung jawab.
......................
twins man, siapa lagi kalau tidak Albert dan Aldrich yang sedang berdiri menatap bintang bintang yang bertaburan di langit dari kolam berenang yang super besar yang ada di kediaman keluarga Danendra.
Al yang ingin memberikan kabar bahagia itu terlebih dahulu dengan sang kakak atas kemajuan hubungan nya dengan Cici,
"Bert!" panggil Al seraya memberikan segelas win Kepada Bert.
"thanks" kata Bert menerima gelas itu.
"aku tahu hubungan ku dengan nya masih terbilang singkat baru empat bulan, tapi kau tahu bukan aku sangat mencintai nya, karena itu aku tidak bisa bersabar lebih lama lagi, aku takut dirinya di ambil oleh orang lain, maka dari itu aku punya niat untuk segera bertunangan dengan nya" jelas Al menatap bintang bintang indah itu.
"apakah kau sudah memikirkan itu dengan matang matang Al?" tanya Bert memastikan.
__ADS_1
"aku sudah yakin, keputusan ku untuk mengajak Cici bertunangan, lebih cepat lebih baik bukan?" jawab Al menerbitkan senyum manis nya.
entah lah mendengar itu masih terasa bagaikan sembilu yang tepat menancap di hati Bert,
"kapan rencananya Kau akan bertunangan dengan nya?" ujar Geof menatap wajah bahagia saudara nya.
"Minggu depan, tepatnya 7 hari setelah hari ini" ucap Al sambil meneguk win yang ia pegang.
"apa!" teriak Bert terkejut dengan apa yang di ucapkan Al, melihat respon itu membuat Al sedikit curiga akan Saudaranya.
"eee maksud ku apa tidak terlalu cepat,apa Cici sudah mengetahui ini? tapi kalau itu keputusan kalian aku bisa apa, aku akan mendukung keputusan kalian, selamat!" lanjut Bert berusaha menetralkan perasaan nya agar tidak membuat Al curiga.
"dia setuju saja, Cici menyerahkan semuanya kepada ku, tetapi ia tidak mengetahui bahwa Minggu depan pertunangan nya" jawab Al tidak sabar ingin memberikan kejutan ini, pasti ini akan membuat Cici terkejut. pikir nya.
"aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian, semoga sukses" ujar nya memaksa kan lengkungan tipis di bibir sambil menepuk kecil pundak Al, seraya Bert beranjak dari tempatnya berdiri dan berlalu dari hadapan Al yang masih setia memandang bintang yang sedang bercahaya seperti hati nya.
senyuman itu seperti terpaksa Bert, apa kau masih mencintai nya? semoga dugaan ku salah, semoga kau cepat menemukan wanita sebagai pengganti Cici di hati mu, batin Al menatap punggung Bert hingga menghilang dari pandangannya.
🕳️🕳️🕳️.
di kamar Bert yang melampiaskan kesedihan nya melalui minuman yang beralkohol sehingga bisa membuat nya lebih tenang sementara.
ya walau itu menyiksanya itu tidak masalah, pikir Bert.
Clara dari kejauhan melihat pintu Bert sedikit terbuka tidak seperti biasa nya yang selalu tertutup rapat.
penasaran, ia berjalan mendekati pintu Bert dan mengintip apa Yang terjadi di dalam sana, seketika mata nya membulat sempurna saat melihat Bert yang di kelilingi oleh botol botol minuman, Bert yang sudah kehilangan kesadaran akibat terlalu banyak meminum.
"apa yang kau lakukan? apa kau ingin mati?" ujar Clara sedikit berteriak dengan mata berkaca-kaca Merasa iba melihat keadaan laki laki di hadapannya.
__ADS_1
"kau tahu Clara aku merasa sedih hati ku hancur saat mengetahui al saudara kembar ku sendiri yang dulu merebut cinta ku kini ingin bertunangan dengan wanita itu" kata Bert menatap wajah clara dengan mata sayu ia sudah kehilangan kesadaran sehingga ia mengatakan apa yang ia rasakan.
"ayo bangun" titah nya menuntun Bert naik ke atas ranjang.
"aku tidak mau aku mau minum lagi" bantah sedikit mendorong tubuh Clara sehingga mundur beberapa langkah.
"cukup kak! ini sudah cukup" kata Clara dengan mata berkaca-kaca.
"ini belum cukup ra, dengan ini aku bisa melupakan kesedihan ku, kau tahu aku masih sangat mencintai nya hingga kini dan sampai kapan pun" jelas Bert meneteskan air matanya.
melihat itu Clara sedih melihat kakak sepupu nya merasa sakit untuk kedua kalinya setelah angel wanita ular itu,
yap, Clara adalah anak dari adik kandung Loren mommy Albert dan Aldrich.
"jangan seperti ini kak, bayi ku akan sedih melihat Daddy nya seperti ini. apa Kakak mau ponakan Kakak mencontoh Daddy nya yang suka minum" ujar Clara yang sudah kehabisan akal untuk meminta Bert berhenti minum.
mendengar itu Bert menatap nanar Wajah Clara,
"tidak, jangan berbicara seperti itu, aku akan memarahi ponakan ku ketika minum. baiklah sayang aku akan berhenti minum" ujar Bert sedikit tersenyum seraya mengelus perut Clara.
akhirnya ide konyol Clara berhasil membuat Bert terpengaruh,
segera ia menuntun Bert agar naik ke atas Ranjang, saat hendak melangkah kan kaki nya keluar dari kamar Bert. Bert yang selalu mengingau memanggil nama cici, semakin membuat Clara merasa iba dengan kedua Kakak nya.
"mengapa kalian mencintai satu wanita kak? dan cinta kalian sama tulus nya untuk kak Cici. Betapa beruntungnya dirinya di cintai oleh dua orang pria sekaligus yang cinta nya tulus" batin Clara mengelus rambut Bert agar berhenti memanggil nama Cici.
"tidak seperti ku, aku tidak beruntung dalam namanya cinta, entah apa cinta itu, apa aku bisa merasakan manisnya cinta kembali?" lanjut bermonolog meneteskan cairan bening seraya keluar dari kamar Bert.
ada apa dengan kisah Clara? mengapa dia merasakan sedih saat mengatakan cinta? apa kah kisah cinta nya tidak semulus di bayangkan? dan anak siapa yang ia kandung?.
__ADS_1
penasaran?.