Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
4 AAGE


__ADS_3

sebuah mobil Lykan Hypersport, itulah mobil super mewah yang terkenal setelah tampil d film Holywood, Fast & Furious 7. Beberapa waktu lalu, mobil ini mendapat penyegaran dan diluncurkan di Qatar Motor Show. Banderol yang dipasang bikin mulut menganga.


mobil mewah berwarna hitam mengkilap itu memasuki gerbang kantor perusahaan raksasa keluarga Danendra, terparkir di parkiran khusus yang ada di perusahaan,Yap benar pria pengendera mobil mewah tersebut adalah salah satu seorang CEO sukses yaitu Geof Robert.


memasuki gedung raksasa itu dengan melempar senyum manis nya ke semua karyawan yang ada di sana, para karyawan wanita yang mendapat kan senyuman itu bagaikan mendapatkan hadiah terindah di pagi hari,


siapa yang tidak mengenal 4 AAGE ( Albert, Aldrich, Geof dan Elard) mereka berempat seorang pemuda sukses, tampan ,kaya raya, CEO dan mempunyai perusahaan masing-masing. kaum wanita mana yang tidak mau dengan 4 AAGE.


Geof juga terkesan lebih mudah memberikan senyum nya di banding ketiga sahabat nya.


sampai di lobby utama saat ingin bertanya keberadaan pemimpin saat ini datang lah Aldrich yang berpasan saat ingin memasuki lift.


"Aldrich! " teriak Geof yang membuat langkah Al berhenti lalu menoleh ke belakang.


"Geof" ucap nya menyerngitkan jidatnya.


"mau apa pagi pagi kesini? apa ada sesuatu?" tanya nya saat geof sudah menghampiri dirinya.


"aku ingin berbicara sesuatu" ujar Geof dengan wajah serius nya .


"baiklah mari keruangan ku".


***


"akh" teriak Geof kesal memukul setir mobil nya.


" apa tidak ada hari tanpa macet? lampu merah terus! kalau aku yang jadi presiden aku akan meniadakan Lampu merah, biar cepat kasihan kan bagi mereka yang dikejar deadline". gerutu Geof dengan mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil untuk melihat keadaan di depan sana.


"akh apa itu? polisi selalu membuat jalanan macet, kadang minta ini itulah"


menunggu antrian panjang yang cukup lama yang memakan waktu kurang lebih 1 setengah jam, tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Geof keluar dari mobil nya menggunakan kacamata hitam yang semakin membuat tampilan nya menawan untuk menemui polisi yang ada di jalanan itu.


"selamat siang buk polwan" sapa Geof sopan penuh wibawa seorang pengusaha.


"maaf sebelumnya, ini sebenarnya ada apa? mengapa dari tadi macet sekali. apa ada kecelakaan? soal nya saya ada keperluan yang sangat penting dan mendesak" lanjut Geof menceloteh menceritakan isi hati nya kepada polwan yang memakai masker dan kaca mata.


seperti pernah melihat dirinya, tapi dimana? hm Mungkin wajah nya saja yang pasaran. batin polwan tersebut.


"hello, permisi nona seperti anda tidak pernah melihat pria tampan seperti saya" narsis Geof membuka kaca mata hitam nya.

__ADS_1


polwan cantik itu juga membuka masker dan kaca matanya, betapa terkejutnya ia melihat siapa yang kini berdiri di hadapan nya.


"lihat lah anda saja mengakui ketampanan ku bukan, sampai sampai mulut mu itu terbuka sangat lebar, hati hati nona ntar ada lalat mati mencium aroma mulut mu" ujar Geof santai memajukan wajahnya dekat dengan wajah polwan itu, dia berhasil membuat darah polwan itu mendidih.


polwan itu adalah Winda, mendengar perkataan Geof masalah aroma mulut membuat Winda meghempus kan nafas ke tangan nya kemudian mencium nya.


tidak bauk kok, sial pria ini hanya mengerjai ku ( batin winda dengan kesal manatap tajam Geof).


betapa lucu nya saat melihat wajah Winda kesal, sudah dua kali pertemuan dengan dirimu polwan kecil, ya di sebut kecil karena tubuh nya berukuran agak mungil. aku akan membuat pertemuan berikutnya kau tidak akan pernah bisa melupakan itu, akan ku pastikan kalau tidak jangan sebut namaku Geof Robert. batin Geof dengan menerbitkan senyum ala dirinya.


"kau mau..." perkataan Winda terputus karena suara klakson mobil yang memekakkan telinga.


"Hay tuan jalan kan mobil mu atau mau aku tabrak!" teriak pengedara kesal kepada Geof.


"mobil mahal ku!, sabar!" teriak Geof tak kalah keras.


"lihat saja kau akan menyesal mengerjai ku". gumam Winda.


.


.


.


.


"tumben ada razia? ada apa dengan hari ini? tidak masalah aku kan mempunyai semuanya, santai Geof" lanjut nya mengunyah permen karet.


tibalah giliran pemeriksaan Geof.


"selamat siang tuan" sapa salah satu polisi muda


"siang" jawab Geof singkat mengeluarkan Wajah datar nya.


"apa bisa kami lihat SIM, KTP dan surat surat mobil ini?" tanya polisi itu tegas.


"apakah dari wajah ku terlihat seperti mencuri sehingga anda bertanya seperti itu?" kesal Geof, dengan cepat Al merengkuh dompet dari dalam saku celana nya,


"loh kok tidak ada". ujar Al memeriksa semua kantong dan isi mobil tetapi tidak menemukan dompet nya.

__ADS_1


"apa masih lama lagi pak?" tanya polisi yang memperhatikan gerak-gerik Geof yang kebingungan.


"sebentar" ujar Geof


mengingat kembali di mana ia meninggal kan dompet nya"


"oh shitt" umpat Geof kesal karena dompet milik nya tertinggal di kantor nya.


"maaf pak, dompet saya tinggal dan surat-surat mobil ini ada di tas saya yang kebetulan juga tinggal jadi saya tidak ada apa apa untuk melengkapi persyaratan yang bapak minta" ucap Geof.


"kalau itu anda kami tilang"


"tapi pak, saya ada urusan penting" kilah Geof


"bukan anda saja yang mempunyai urusan setiap orang punya urusan" tegas polisi.


dari sudut sana Winda sembari tadi memerhatikan Geof dan polisi teman nya sedang bercekcok.


"selamat siang, ada apa ini pak?" tanya Winda ke polisi itu.


"siang ndan, pengendara ini tidak membawa SIM, dan surat surat mobil yang ia kendarai" jelas polisi itu.


"biar aku yang urus tuan yang tidak tau peraturan ini, anda bisa kembali menjalankan tugas" ujar Winda


"tampan, kaya, tampilan oke, pasti pakaian yang Anda pakai mahal?"


"tentu" dengan bangga nya Geof menjawab.


"tapi apakah mobil ini milik mu? atau kau hanya sopir orang kaya? dan pakaian yang kau pakai adalah bekas majikan mu?" pertanyaan Winda yang semula manis menyanjung kini berubah menjadi menghempaskan Pujian itu.


"Hay nona ingin rasanya aku menyumbat mulut mu yang sangat pedas itu" ucap Geof kesal, mengapa hari ini berada dalam kondisi yang sangat sial.


"hahaha dengan apa? dengan tangan mu yang bau itu" jawab Winda dengan ejekan.


"dengan mulut ku, rasanya aku ingin mencicipi bibir mungil itu pasti sangat manis bukan?" goda Geof yang berhasil membuat Winda terdiam.


***


di perjalanan menuju caffe siang ini karena ada rapat penting bersama rekan bisnis baru nya, Geof mengingat kejadian pertemuan ke-tiga dengan polwan cantik itu.

__ADS_1


"sudah ku bilang bukan nona, aku akan membuat pertemuan ketiga kita. kau tidak akan pernah melupakan itu jadi ingat lah nama ku Geof Robert yang tampan" ujar nya di sambut tertawa renyah mengingat wajah mungil Winda.


__ADS_2