
sungguh wanita unik, (batin Albert)
"biar aku ingat kan kenapa kau teriak teriak memanggil ku" pria itu mengingat kan kejadian tadi.
"oiyaa" ujar nya cengengesan" gara gara anda baju dan wajah ku basah liat lah ini" lanjut nya dengan nada kesal sedikit teriak sambil menunjuk area yang kenak cipratan tadi.
"ohh shitt" umpat pria itu menatap pemandangan indah di depan matanya itu,
"hay apa yang kau liat" ucap Cici menyilang kan tangan nya di dada seperti nya Cici sadar apa yang sedang di tatap pria itu.
"baju mu" Albert menjawab dengan santai.
"owhh, aku kiraa" jawab Cici cengengesan.
"kau Kira apa,, jangan jangan" ujar Albert dengan menyipitkan matanya
"apaa,,"ujar cici "kau seharusnya minta maaf kepada ku karena telah membuat baju dan wajah ku basah,, kalau sempat terjadi iritasi dengan wajah ku kau harus tanggung jawab" jelas Cici panjang lebar.
"aku tak suka buang buang waktu dengan hal yang tidak penting apalagi dengan hal sepele seperti ini" ucap Albert dengan datar.
"apa! membuang waktu tidak penting" teriak Cici .
ternyata ini sifat asli dokter al sungguh angkuh ( batin Cici).
"aku harus pergi, ini kartu nama ku kalau kau membutuhkan apa apa kabari saja aku, hari ini aku ada rapat penting lain waktu kita akan berdebat kembali" ujar nya mengeluarkan dompet dan mengambil kartu lalu memberikan nya kepada Cici " siapa nama mu?" lanjut nya
"Cici " jawab nya singkat , ia sungguh bingung dengan apa yang di Dengar nya, aturan nya aku yang kesal tapi kenapa dia yang kesal dan bilang aku yang membuang waktu nya .
Albert Danendra, o itu nama nya ( batin Cici)
pria itu masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin nya segera menjalankan kendaraan mewah nya dengan kecepatan rata-rata.
.
__ADS_1
.
.
di sisi lain.
"Dady yakin kita akan kembali ke Indonesia?" tanya sang istri, sebenarnya di hati kecil nya ia merasa sangat bahagia karena sudah lama tak berjumpa dengan sang buah hati kesayangan nya, yang membuat dia bingung kenapa tiba-tiba? apakah ada masalah yang tidak aku ketahui?, batin mami.
"yaa kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya sang suami, "hmmm apa ada yang ingin kau tanyakan sayang" lanjut sang suami dengan lembut.
"e,,, kenapa secara tiba-tiba mas, dan kenapa kita GK bilang ke mereka kalau kita akan pulang ke Indonesia?" ujar nya dengan lembut.
"hmm kemarilah" ucap nya sembari menepuk pahanya, "beberapa hari ini kau sangat merindukan anak anak bukan?" lanjut nya kemudian sambil menyentuh wajah sang istri yang di jawab anggukan dengan mata berkaca-kaca.
"untuk itu mari kita kembali ke Indonesia untuk melihat mereka, aku juga sangat merindukan mereka " lanjut sang suami sambil mengecup pucuk kepala istri.
"terimakasih mas" ujar istri sembari menyandarkan kepalanya di dada bidang suami.
"sama sama sayang ku, kebahagiaan mu kebahagiaan ku" jawab nya dengan membalas pelukan.
beberapa jam menempuh perjalanan yang cukup panjang dari London ke Indonesia, akhirnya mereka sampai di tanah kelahiran sang istri YAITU Indonesia.
tanpa menunggu lama mereka berjalan keluar dari bandara di jemput oleh supir pribadi, beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah utama keluarga Danendra.
setiba di sana mereka di sambut penuh hormat oleh beberapa orang seperti asisten rumah tangga , tukang kebun, satpam.
***
"udah mo magrib gini anak-anak kok belum pulang ya?" ujar Loren kepada mbok Sumi yang sedang memotong motong sayuran yang akan di masak untuk hidangan nnti malam.
"biasanya Aden Albert dan Al jarang pulang kerumah ini nyonya, mungkin saja mereka pulang ke aparteman nya masing-masing". jawab mbok Sumi, mendengar apa yang di katakan mbok Sumi membuat Loren sedih, tak menyangka kedua anak ingin tinggal di apartemen nya dari pada rumah utama keluarga Danendra.
tak selang beberapa waktu kemudian bel berbunyi.
__ADS_1
*Ting tong ting tong
CEKLEKK*.
"Aden Albert dan den Al, barengan?. Alhamdulilah", ujar mbok tersenyum bahagia, melihat mereka sudah mulai membaik, tidak ada jawaban dari kedua manusia dingin itu. "silahkan masuk Aden" lanjut mbok Sumi
flashback off
Aldrich yang ingin menenangkan diri nya karena terlalu letih seharian di rumah sakit memutuskan untuk kerumah utama keluarga Danendra, ia menancapkan gas dengan kecepatan rata-rata, setiba di tujuan saat ingin memarkirkan mobilnya, tibalah mobil mewah berwarna hitam juga memarkirkan mobilnya yaitu yang tak lain saudaranya Albert.
tak ada kata yang keluar dari mulut mereka berdua,
sampai di depan pintu pun mereka tak ingin bicara.
kenapa kau mendiami aku selama ini Aldrich (batin Albert)
apakah kau masih marah dengan ku bert (batin Aldrich).
saling diam beberapa saat, akhirnya Albert maju Luan menekan bel.
flashback on.
Loren yang keluar dari kamar nya berjalan menuruni anak tangga, betapa bahagianya melihat kedua anak yang begitu dia rindukan.
"sayang" panggil nya melihat Albert dan Aldrich duduk ruang tamu.
"mami..." teriak mereka berdua secara bersamaan, begitu bahagia melihat sang mami yang begitu dirindukan, segera mereka berdiri lalu menghampiri memeluk sang mami,
"mami sangat merindukan kalian" ujarnya dengan mata berkaca-kaca langsung menghujami ciuman kepada kedua sang buah hati,
"kenapa mami datang tidak bilang Al, biar ak jempy" ujar Al merasa kesal.
"kapan mami tiba di Indonesia?" ujar Albert masih merangkul sang mami.
__ADS_1
"mami dan Dady sengaja tidak bilang karena ingin memberikan kejutan dong" jawab Loren." nanti kita lanjutkan bincang bincang nya, sekarang ayo makan, mami akan masakan makanan kesukaan kalian" lanjut Loren mengandeng lengan kedua anak nya sembari berjalan menuju dapur.