Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
kau lah penyebabnya


__ADS_3

sesampainya didepan ruangan dimana Geof di rawat, tidak ada satupun orang yang menemani Geof, menitikkan cairan bening Clara masuk ke dalam ruangan.


"Bert, Clara" sapa Al saat ingin memeriksa keadaan geof hari ini.


menoleh ke asal suara


" kak Aldrich" seru Clara langsung memeluk Aldrich.


"jangan terlalu memikirkan nya, ingat lah dengan baby mu" ujar Aldrich membelai lembut rambut Clara, yang di Jawab anggukan perkataan Al oleh Clara.


"apa kabar bro? bagaimana keadaan mommy dan Daddy?" tanya Bert langsung memeluk saudaranya itu.


"lihat lah aku sangat baik, mereka juga baik" jawab Aldrich.


"apa sekarang kita boleh masuk untuk melihat KK Geof, aku sangat merindukan nya" ucap Clara dengan mata berkaca-kaca.


"tentu saja" seru Aldrich dan Albert bersamaan.


CEKLEKK


"hay kak, lihat lah aku datang, apa kau tidak mau memeluk ku? baru saja empat bulan ini kau pergi meninggalkan ku sekarang lihat lah kau sudah membuat ku menangis, dulu kau pernah berjanji bukan? bahwa kau tidak akan membiarkan aku meneteskan air mata, tapi mengapa kini kau membiarkan aku melakukan nya?,hiks..hiks,,"


"lihat lah aku kini akan menjadi mommy kak dan kau akan menjadi Daddy, apa kau tidak mau menyentuh perut ku? aku mohon bangun lah, jangan tinggalkan aku seperti mereka, aku tidak punya siapa-siapa lagi kak, aku mohon bangun lah,, hiks hiks,, aku tidak akan memaafkan siapa orang yang sudah membuat mu seperti ini" ujar nya memeluk Geof.


"hy bro, baru juga beberapa Minggu kita saling memberi kabar, kau kemarin menyuruh ku untuk pulang bukan? kini aku sudah disini berada di samping mu, sadar lah apa kau tidak mau merayakan bahwa kita, aku, kau, Al, dan Elard akan menjadi Daddy dari anak Clara, apa kau tidak bahagia begitu banyak Daddy yang akan membuat baby Clara bahagia kita tidak akan membuat nya merasakan kekurangan kasih sayang seorang Daddy" ucap bert tanpa sadar ia meneteskan air mata nya.


"tolong cerita kan pada ku siapa yang membuat kak Geof seperti ini?" tanya Clara yang menggebu-gebu.


"sebaiknya kita bicara di luar saja,biar kn dia beristirahat nanti kita akan menjenguk nya kembali!" kata Aldrich yang di setujui oleh mereka.


"cepat kak, beritahu aku kenapa bisa kak Geof seperti itu?" tanya Clara dengan mata sembabnya.


Al yang tidak mau menceritakan kejadian ini, ia takut akan terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan antara Clara dan bayi nya, tetapi karena Clara selalu memaksa terpaksa Al menceritakan semua kejadian tentang kecelakaan itu.


"owhh jadi nama wanita itu Winda, gara gara wanita itu Kakak ku jadi seperti ini" ujar Clara.


"bukan sepenuhnya salah Winda Clara!" seru Bert bersuara yang dari tadi diam mendengarkan kronologi nya dari Al.

__ADS_1


"trus siapa yang bersalah? gara gara dia Kak Geof seperti ini, lihat lah kak Geof dia terbaring lemah begitu banyak peralatan yang menusuk di tubuhnya".


ujar Clara menangis tersedu-sedu.


"ini musibah, kita tidak bisa menyalahkan orang sepihak" kilah Aldrich.


"kenapa kalian semua membela wanita itu, kenapa? aku yang menderita Kakak ku merasa kan sakit nya, aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi lagi kak,hiks hiks" lanjut Clara menangis dengan memukul mukul dada Bert,


"tenang lah, kami akan selalu ada bersama mu kami semua juga kakak mu!" ujar bert memeluk erat tubuh Clara.


saat Clara mulai tenang Bert membujuk Clara untuk pulang agar bisa beristirahat, tetapi Clara menolak ia ingin menemani Geof, padahal hati berkata ia ingin berjumpa dulu dengan wanita yang bernama Winda itu,


merasa lelah hampir saja Clara menutup mata, terdengar Aldrich menyebut nama Winda.


"Winda!" tegur Al.


"sendirian? kemana Cici?" lanjut Al.


"Cici ada di kamar mandi sebentar lagi sampai" jawab Winda,


merasa penasaran dengan dua orang yang ada di belakang Aldrich,


"jadi anda pun..." belum sempat menerus kalimatnya, datang lah Clara yang langsung menampar pipi Winda dengan keras.


plakk


"owh jadi kau yang namanya Winda?" tanya Clara merasa tidak bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan terhadap Winda.


"i-iya kenapa anda menampar saya?" tanya Winda memegangi pipi nya yang terasa panas,


"kenapa? kenapa kau bilang?" ujar Clara yang di jawab anggukan kepala oleh Winda yang tidak tahu apa apa.


"gara gara anda, kakak saya mengalami kecelakaan dan sekarang dia koma" teriak Clara yang sudah mulai tidak bisa mengendalikan amarahnya.


mendengar itu Winda hanya diam dengan meneteskan air matanya, ia merasa pantas menerima tamparan itu kalau saja ia berada di posisi wanita cantik ini mungkin ia sudah melakukan hal yang sama.


"maaf kan saya nona" lirih Winda dengan tatapan menyesal.

__ADS_1


"maaf anda bilang, apa karena permintaan maaf mu bisa membuat Kakak ku sadar kembali?" ucap Clara yang di jawab gelengan kepala oleh Winda.


"dia lah yang aku punya saat ini, dia lah hidup ku setelah kepergian kedua orang tua ku, dan kini kau membuat nya bertarung dengan maut, kenapa kau lakukan ini kenapa ha?" teriak Clara Yang mengguncang tubuh Winda yang hanya bergeming sambil meneteskan air mata,


"kita sama nona kita kehilangan orang-orang yang kita sayangi, mereka juga merenggut nya dari ku" batin winda yang hanya menerima semua omongan yang menyakitkan dari Clara,


melihat itu Albert dan Aldrich mulai melerai mereka berdua,


"cukup Clara!" ujar bert dengan lembut.


"tinggu dad aku belum selesai berbicara dengan nya" jawab Clara menatap Bert.


dari kejauhan Cici melihat ada beberapa orang yang lagi berbicara serius, dengan segera ia berlari menghampiri Winda dan Al disana.


"ada apa ini?" ujar Cici yang baru datang menatap mereka semua secara bergantian.


srettttt


Cici hanya terdiam menatap wajah kedua orang pria yang ada di sana, saat menatap satu pria yang tidak memakai baju identitas diri, melainkan menatap seorang pria yang memakai kemeja membuat jantung Cici berdegup kencang saat pertama kali bertemu dengan Albert calon suaminya.



"Cici" ucap Winda yang menggenggam tangan Cici dengan erat, ia tahu bahwa Cici sangat shock melihat ini sama dengan dirinya.



"aku tidak mau melihat mu disini, aku tidak akan mengizinkan mu bertemu dengan Kakak ku, ingat itu, jangan salah kan aku seperti ini, karena ini semua terjadi karena kau, kau lah penyebab nya, kau dengar kata ku?" lanjut Clara.


"sudah Clara, ingat kau sedang mengandung, kita serahkan semua kepada Tuhan agar Geof cepat sadar" ucap Albert memeluk Clara dari belakang.


entah lah melihat itu aku merasa kan sakit dan cemburu padahal kekasih ku ada di sebelah ku, bukan dia yang pasti nya suami dari nona cantik ini, batin Cici.


"ingat itu" ujar Clara menunjuk ke arah Winda.


"kak Jangan izin kan dia masuk" lanjut Clara yabg di anggukan oleh Aldrich, itu lah kata kata sebelum Clara kehilangan kesadaran.


"Clara,, Clara bangun lah!" ucap bert menepuk pelan pipi Clara yang pingsan.

__ADS_1


"bawa dia ke ruangan pribadi keluarga kita, nanti akan aku suruh dokter kandungan ke sana, dia kelelahan, tapi kau tahu bukan ini tidak baik untuk wanita yang sedang hamil muda tidak boleh banyak pikiran" jelas Al,


__ADS_2