
dini hari, kini menunjukkan pukul 1 lewat setempat dimana Clara baru sampai di rumah nya.
memasuki rumah dengan memperhatikan sekeliling berharap tidak ada manusia yang tahu apa yang telah ia lakukan.
tap tap ( anggap saja suara orang menepuk pundak Clara).
cilup ba!
oh no siapa sangka takdir malam ini tidak berpihak pada dirinya, Bert yang baru saja pulang dari kantor, banyak nya pekerjaan yang membuat nya harus pulang di jam seperti ini, yang seharusnya masih menikmati indahnya pengantin baru. eh tapi tidak malah sebaliknya.
"dari mana selarut ini? kok baru pulang?". tanya Bert
"hehehe, dari luar kak". jawab nya menggaruk tengkuk nya yang tidak Sama sekali terasa gatal.
"ngapain? angin malam GK baik untuk ibu hamil, ingat kamu tidak sendiri lagi ada nyawa di dalam sana". ujar Bert dengan pelan agar tidak menyingung perasaan Clara.
"tadi aku sangat menginginkan sate tapi aku bingung mau minta tolong sama siapa, hari sudah malam pasti mereka semua sudah tidur, aku tidak dapat menahan nya kak, makanya aku memutuskan untuk pergi sendiri mencari nya, aku tersiksa ngidam di tengah malam kak". jawab Clara dengan raut wajah sedih.
Bert tahu betul apa yang di rasakan adik bayi itu, di lubuk hati terdalam nya ia berjanji akan membuat laki laki yang telah membuat adik nya seperti ini akan menyesal.
perlahan Bert memeluk adik kesayangannya.
"kalau menginginkan sesuatu beri tahu aku atau Al, kami akan selalu ada untuk mu kapan pun". ucap Bert mengelus rambut coklat itu.
"iya kak". jawab nya membalas pelukan hangat Bert.
"jaga kesehatan ya. mommy. kalau gitu pergi lah ke kamar dan istirahat lah". tutur Bert memberi kecupan sayang kepada Clara.
"siap Daddy laksana kan". jawab Clara seperti anak kecil, bahagia tentu saja. mempunyai kakak seperti ini yang kadang aku merasa tak butuh sosok ayah sedang kan Kakak kakak ku bisa memberikan kasih sayang itu.
...****************...
ceklek
suara pintu kamar Bert terbuka, terlihat sang istri tercinta sudah tertidur pulas.
"night beby". gumam Bert seraya memberikan kecupan sekilas di bibir mungil itu.
siapa sangka si empu belum tertidur seperti yang di kira Bert.
__ADS_1
melihat mata Cici yang bergerak saat ciuman itu beri, Bert dengan sengaja menjahili Cici dengan mengecup bibir istrinya berulang kali.
"hmm seperti nya tidak mampan cara ini". gumam batin Bert menatap geli melihat tingkah laku nya sendiri.
"akh,, Bert apa yang kau lakukan? kau membuat ku terjebak dalam permainan ku sendiri". batin Cici kesal.
melihat mata Cici yang masih bergerak gerak, membuat Bert mempunyai ide yang ampuh, dia percaya pasti ini berhasil kalau tidak berarti ide ku salah,, ha-ha-ha bercanda. 1000% ampuh.
"Beby, aku sangat lelah, hari ini pekerjaan ku setumpuk cucian Mak Mak". curhat nya menceritakan keluh kesah nya sambil mengelus rambut yang tergerai itu.
"hmm Beby apakah aku boleh mengambil obat lelah ku? aku sangat ingin menyentuh nya". ujar Bert berbisik sensual di telinga Cici.
merinding? tentu, jantung jangan di tanya.
masih ia tahan, dirinya yakin Suami nya itu tidak nekat mengambil tanpa di izinkan. pikir Cici berusaha menetralkan tubuh nya.
huuff ( dengus kesal Bert kenapa ini tidak berhasil membuat nya bangun, owhh jangan jangan istri nya ingin meminta lebih atau dia juga sangat menginginkan sentuhan ku bukan) batin Bert tersenyum senang,
"okeh Beby, aku anggap kau mengizin kan nya, diam berarti iya. terima Beby aku mencintaimu". kata Al langsung melanjutkan aksinya jahil nya.
tidak lupa sebelum itu dirinya mengganti pakaian agar nyaman seperti baju kaos oblong dan bokser.
"ya ampun Beby kau membuat ku kaget, mata mu besar sekali". kaget Bert memegangi dadanya.
mata Cici melotot tak di sangka kini Suami nya sudah berani.
"yahh,, semua nya batal". ujar Bert cemberut, di awal rencana memang hanya ingin mengerjai istrinya tapi siapa di sangka saat melihat mainan sudah terpampang indah di sana membuat dirinya benar benar ingin.
melihat ekspresi wajah Bert membuat nya bangun,
"mau?". tawar Cici seraya melepaskan tangannya yang tadi di gunakan untuk menutupi dada nya.
tidak percaya dengan ucapan itu, Bert mendongak menatap lekat wajah Cici Seolah meminta mengulangi kata itu lagi.
"aku tidak akan memaksa mu, tidur lah. aku mau mandi dulu". ujar Bert lesuh seraya meniggalkan cici yang heran.
tadi memancing ku, ketika ku beri dia menolak nya, hmm seperti nya tadi aku berlebihan. pikir Cici.
di kamar mandi Bert sedang berkecamuk dengan tubuh nya yang panas, siapa sangka dirinya sangat menginginkan itu, ingin rasanya menerkam langsung mangsa yang sudah ada di depan matanya tetapi Bert mengurung niat nya untuk tidak membuat Cici takut akan itu, selagi bisa di tahan aku akan bertahan kalau tidak bisa itu sudah di luar nalar ku, batin Bert
__ADS_1
"ayolah kebanggaan ku, tidur yok tidur besok mungkin belum rejeki mu malam ini, sungguh malang nasib mu". ujar nya kepada sang junior kekar nya.
30 menit berlalu.
Cici yang masih menunggu dan memperhatikan pintu kamar mandi, menanti Bert untuk keluar.
"kenapa lama sekali dia mandi? apakah dia baik? atau tidur di sana?". pikir Cici seraya dia beranjak dari ranjang nya.
berjalan mendekati pintu,
3 langkah, baru tiga langkah Cici berjalan Bert sudah keluar dari kamar mandi.
alangkah terkejutnya Bert melihat pemandangan itu, di mana Cici yang tadi mengenakan piyama kini di ganti dengan menggunakan lingerie seksi.
hanya mampu menelan Saliva nya dengan kasar, junior yang sudah tidur kini bangun memberontak ingin keluar.
"akh,,, come on Beby tutup lah tubuh mu itu nanti masuk angin". ujar Bert langsung membelakangi cici dengan suara serak yang tidak dapat di kondisi kan.
kodaan apa lagi ini Tuhan,,
mendekat semakin dekat Cici berjalan menghampiri Bert.
mendengar suara tapak kaki itu
"berhenti ci, jangan dekat nanti aku tidak bisa menahan nya lagi". ujar bert seperti orang mabuk dan menatap iba ke sang junior kekar yang mungkin sudah bangun yak.
tidak berhenti, cuci terus berjalan dan langsung memeluk bert dari belakang.
oh shitf (umpat hati Bert )
"kau menginginkan kan nya? dan aku akan memberikan nya". ucap Cici berbisik di telinga Bert dan sedikit menggigit daun telinga nya.
mendengar itu Bert yang seperti harimau yang tidak dapat menahan nya lagi, dengan cepat tetapi lembut dirinya mengangkat tubuh Cici ke atas ranjang.
perlahan-lahan memberikan kecupan di setiap inci di tubuh Cici tidak ada satupun tempat yang ia lewati, permainan yang lembut membuat cici tergelayut ikut dalam permainan itu.
mengambil mainan yang ingin ia sentuh, meremas gundukan bukit itu, membuat Cici meng***Ng nikmat sudah puas kini Bert beralih menjadi bayi layak nya menyusu, sesekali ia memeriksa di bawah sana sepertinya sudah berhasil membuat Cici basah berkali-kali... akhirnya bisa melanjutkan langkah selanjutnya... (selanjutnya bayangin aja sendiri)
cuaca yang dingin malam itu menjadi hangat, gairah bercinta yang bert berikan mampu membuat Cici tidak merasa sakit seperti yang di awal tetapi nikmat itulah yang ia rasakan.
__ADS_1