
perjalanan memakan waktu 15 menit kenric sampai lah di sebuah apartemen yang bisa di bilang lebih dari cukup.
"benarkah putri ku tinggal di apartemen ini?" tanya kenric Kepada asisten nya memastikan bahwa ia tidak salah tempat, betapa leganya bahwa sang putri tinggal di sini berarti hidup nya tidak susah di perantauan.
"benar tuan dan apartemen ini adalah milik Cici hasil dari jerih payahnya selama ini" jelas asisten.
setiba di depan pintu apartemen kenric menekan bel pintu
Ting tong
bel pertama tidak ada jawaban.
Ting tong
Ting tong
Beberapa kali menekan bel pintu tidak ada sahutan tidak ada orang yang keluar apartemen nya begitu sepi.
Cici yang sedang memakai baju karena ia baru saja selesai membersihkan tubuhnya, mendengar bel terus bernyanyi buru buru keluar dengan handuk yang masih melilit di atas kepala.
"apakah dia belum kembali?" ujar kenric menatap Rio asisten pribadi nya.
Belum sempat menjawab pertanyaan kenric pintu apartemen sudah terbuka.
ceklek...
betapa terkejutnya tidak dapat di pungkiri lagi bahwa Cici sangat sangat bahagia melihat pria yang sangat dirindukan nya kini telah ada di hadapannya.
"am i dreaming?" ucap nya dengan mata berkaca-kaca.
"No baby" ujar kenric membentang kan tangan nya menunggu pelukan hangat dari sang putri tercinta.
menepuk pipi nya agar sadar dan terasa sakit ia yakin bahwa ini tidak lah mimpi, segara berhamburan memeluk kenric.
"I really miss you dad" ujar Cici di dalam dekapan sang papa tak tahan membendung air mata akhirnya tumpah.
"papa juga sangat merindukan mu nak" melepaskan pelukannya mencium kening Cici.
kerinduan antara keduanya kini sudah terpenuhi, perpisahan selama 3 tahun dari sang papa membuat Cici tidak dapat menahan air mata bahagia, siapa yang tidak tau cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayah nya sendiri laki laki yang tulus mencintai kita tidak akan pernah membuat kita merasakan terluka, ayah cinta sebelum hadir nya laki laki yang akan merebut hati kita nanti. Ia juga selalu memberikan cinta kasih sayang apapun ia lakukan agar kita selalu bahagia.
.
__ADS_1
.
.
.
perbincangan hangat antara anak dan ayah, Cici yang sibuk menceloteh menceritakan kesibukan yang ia alami setiap hari, sibuk bercerita kadang tertawa mengingat kembali masa masa kecil dirinya dengan adik nya kadang sedih mengingat setiap momen yang di lewati tanpa ada seorang ibu yang mendampingi.
"Cici, kenapa diam sayang?" melihat Cici terdiam setelah bercerita tentang masa-masa kecil nya.
tidak ingin membahas sesuatu yang akan membuat papa sedih tapi Cici tidak bisa menyimpan nya sendiri ia ingin berbagi dengan kenric.
"pa" panggil Cici sembari menatap kenric Yang ada di sebelahnya.
"ada apa" kenric mengelus rambut Cici dengan lembut, ia menatap mata Cici yang sedang menahan kesedihan.
"apa tidak mau membaginya? tidak baik di tahan sayang apapun cerita kan lah papa siap mendengarkan apa pun itu nak" jelas nya dengan lembut agar Cici mau bercerita tentang apa yang ia rasakan saat ini.
tidak dapat di tahan lagi Cici memeluk papa nya
"papa maaf kan aku" tangis Cici pecah di dalam pelukan kenric.
mendengar ucapan Cici membuat kenric membisu seribu bahasa, apakah ia harus bilang yabg sebenarnya? maukah Cici memaafkan kenric setelah mendengar semua penjelasan kenric? berusaha untuk tenang sakit memang sakit melihat Cici menangis.
"cici, berhenti lah menangis nak. kalau ada yang melihat mu seorang polwan cantik sangat cengeng, pasti mereka akan menertawakan mu" ujar kenric menenangkan Cici.
"aaaa! biarin aku juga seorang manusia pa aku juga bisa merasakan sakit. terkadang aku berpikir kenapa ini semua terjadi pada ku kenapa?" teriak Cici semakin membuat kenric terdiam.
"dunia juga kejam kepada papa nak, mereka merebut istriku setelah itu perusahaan ku, dunia tidak memberikan aku hati untuk wanita lain ia menyiksaku dengan cinta yang selama ini entah bisa terbalas kembali apa tidak"
(batin kenric).
"papa janji akan mengembalikan senyuman kalian, kalian berdua akan merasakan hangatnya pelukan sang ibu, aku akan membawa nya kembali" gumam kenric tidak sadar ucapan itu terdengar jelas di telinga cici.
"maksud papa?" tanya Cici penasaran dengan maksud kenric berbicara seperti itu.
bingung dari menjelaskan keadaan bagaimana mencari alasan yang tepat untuk saat ini.
"maksud papa..." belum sempat melanjutkan perkataannya datang lah Winda yang baru saja pulang dari patroli.
"Cici!!! kita nanti.." perkataan itu terhenti melihat pria sedang merangkul Cici satu tangan nya menggenggam tangan Cici.
__ADS_1
"oh my God" Winda terkejut melihat pemandangan di hadapannya.
"apakah Lo GK cukup ma tuan Al dan sekarang Lo ma om om" ucap Winda tidak percaya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"what" teriak Cici mendengar perkataan Winda.
"sejak kapan Lo mau sama sugar dady dan Lo jadi sugar baby" ucap nya menyipitkan matanya melihat pria yang gagah berkarisma di sebelah Cici.
Cici yang paham dengan maksud Winda ia tertawa lepas melihat kekonyolan sahabat nya itu. kenric yang menatap kedua gadis polwan itu hanya tersenyum dengan gelengan kepala.
"Lo udah gila ya ci? sejak kapan Lo sama oom ini dan lihat lah sekarang Lo udah gila?" ujar Winda melihat kan raut wajah nya yang memprihatinkan.
"ngomong Lo ngacok Mulu dari tadi heran gue, ini bokap gue win my Daddy" teriak Cici disambut ketawa lepas sekaligus mendarat kan toyoran ke kepala Winda.
"ha? habis lah riwayat Lo win" ujar nya pada diri sendiri
"maaf kan saya oom saya tidak bermaksud soalnya oom masih sangat tampan" ujar Winda mencium punggung tangan kenric dengan cengengesan.
"iya tidak apa-apa terima kasih pujian nya nak" jawab kenric melihat kekonyolan sahabat putrinya itu.
"kenal kan ini Winda pa sahabat Cici selama di Indonesia ia tinggal di apartemen sebelah" ucap Cici merangkul Winda yang masih ketawa.
setelah kesalahpahaman sugar dady dan sugar baby terselesaikan, mereka bertiga berbincang bincang santai di balkon.
"jadi kamu sekarang tinggal sendiri " ujar kenric menatap Winda setelah mendengar perjalanan hidup yang di alami Winda sejak kecil hingga kini.
mendengar kisah itu membuat kenric merasa iba menatap wanita muda berjuang keras untuk hidup sendiri,
"mulai detik ini malam ini bulan dan bintang menjadi saksinya Winda kini adalah putri ku aku akan mengadopsi dirimu nak akan ku tambah kan nama belakang mu dengan nama ku yang menjadi Winda Edelhart, kau putri ku" ujar kenric mengelus rambut Winda dengan penuh kasih sayang
mendengar itu membuat Winda terharu ia meneteskan air mata bahagia nya kini dirinya tidaklah sendirian lagi ia memiliki papa dan saudara perempuan.
"terimakasih om" haru nya memeluk pria yang kini telah menjadi papa nya itu.
"tidak om tapi papa kau adalah putri ku, mengerti?"
"iya pa, aku mengerti" anggukan kepala oleh Winda pertanda mengerti.
ketiga makhluk ciptaan Tuhan itu berpelukan di bawah sinar rembulan malam yang menjadi saksi bahagia mereka.
mohon maaf ya reader tercinta 🙏 beberapa hari ini author tidak up karena ada kesibukan di Dunia nyata😌 author akan berusaha up setiap hari Insyaallah,,, terimakasih bagi reader yang selalu setia membaca karya aku🥰🥰🥰
__ADS_1