
sesudah nya makan malam keluarga inti itu berbincang bincang melepaskan kerinduan, kadang mereka tertawa lepas, berdebat.
"bagaimana keadaan kantor Bert" tanya Dalbert
"baik pa" jawab Albert singkat sambil melirik Al.
"dan bagaimana pekerjaan mu Al?" tanya kemudian kepada Aldrich.
"hmm lebih baik" jawab nya dengan nada datar.
"apakah kalian masih marahan nak?" tanya Loren kepada sang buah hati.
tidak ada jawaban berarti menandakan iya,, Loren terdiam melihat anak anak nya yang dulu jauh berbeda dengan yang sekarang, mereka lebih seperti orang asing.
...****************...
di caffe Cici sedang duduk menikmati musik band yang ada di caffe itu, hari ini ia ingin menikmati hari libur nya dengan berjalan jalan, belanja, intinya kemana pun hati nya ingin ia pun mengikuti nya.
hay liat siapa yang ada di sana cici. (gumam cici dengan menyeringai tiba tiba melihat laki laki angkuh itu lagi kalau GK salah nama nya Al... Albert Danendra yang sedang duduk di pojok kanan ruangan tersebut.
baik lah mari kita mulai Cici .
ujar nya beranjak dari tempat duduk.
__ADS_1
"ohh shitt" umpat Al, merasakan tubuh nya dingin
"maaaf tuan" ujar nya seolah olah menyesal atas perbuatannya, Cici sengaja menumpahkan orange jus nya di kemeja laki laki itu.
"iya tidak apa, lain kali hati hati" jawab nya masih sibuk mengelap kemeja nya dengan tisu.
Cici tidak percaya kenapa pria angkuh ini tidak marah tidak memaki maki diri nya.
"i-iya" ujar cici saat hendak melangkah kaki untuk pergi dari hadapannya, pra itu menarik tangan nya.
"nona Cici bukan?" tanya nya dengan ramah dan di jawab anggukan oleh Cici dan langsung melepaskan tangannya.
ternyata dia bisa ngomong seramah ini. (batin Cici).
"kau mau makan apa?" tanya nya sambil menyodorkan menu makanan ke arah Cici, Cici manusia yang tidak jaim apa ada nya, ia pun menerima dengan lapang dada tawaran dari pria tampan di hadapannya .
" hmm aku mau ini, ini dan ini, cukup itu aja" jawab nya dengan semangat seraya memamerkan gigi putih nya menunjuk menu yang mengunggah selera itu.
"wow" Al melongo melihat perempuan di depan nya. " sungguh kau perempuan yang tidak pemalu eee sorry maksud ku no jaim apa adanya" lanjut nya dengan hati hati takut nya Cici tersinggung mendengar kata-kata dia.
"hahahah tidak apa-apa tuan Al, aku bukan lah tipe yang ja'im, kalau aku mau ya mau tidak ya tidak, apalagi ini gratis pasti lebih nikmat" jawab nya sambil tertawa renyah.
kau dari awal sudah membuat ku terpana Cici. (batin Al yang tidak sadar menaikkan sedikit sudut bibirnya).
__ADS_1
"hay lihat lah kau bisa tersenyum" ujar nya membuat Al menggeleng kan kepala nya melihat tingkah cici
mereka berbincang-bincang dengan tertawa lepas yang tidak menghiraukan pandangan orang lain terhadap mereka berdua, itulah cici bisa dengan mudah akrab dengan orang lain, suasana tersebut membuat Al begitu nyaman dengan celotehan Cici.
berselang beberapa jam mereka ada di caffe itu, Cici merasakan tidak nyaman di area sensitif nya.
"hmm tuan Al saya permisi ke toilet dulu" ujar nya yang di jawab he'em oleh Al. sembari berdiri dan melangkah berjalan menuju toilet.
setiba di dalam toilet Cici merasa ada yang tidak beres dan setelah di cek ternyata ia datang bulan yang membuat nya sakit perut, itulah yang dirasakan Cici setiap datang bulan
"aihh kenapa kau datang di saat tidak tepat bulan ku sayang" ujar nya langsung keluar menemui Al.
"tuan Al saya pamit dulu" ucap nya menahan sakit di perut Nya,
"kenapa? apakah kau baik-baik saja?" tanya Al melihat wajah Cici agak pucat.
"aku baik tuan,, aku ada urusan penting makanya aku harus pergi" jawab Cici dengan santai menahan sakit perutnya.
"okeh baiklah, aku akan mengantarmu pulang" tawar Al.
"ti- tidak tuan saya bisa sendiri" tolak nya secara lembut, ia tak enak hati tapi mau bagaimana ia takut akan mengotori tempat duduk mobil mewah itu.
"hmm baiklah kalau begitu". ujar Al sedikit kecewa baru kali ini ia merasa di tolak oleh seorang wanita.
__ADS_1
oh no perut ku sakit sekali, rasanya ingin nungging hiks,,, hiks( rengek nya sambil memegang perutnya).