Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
kenapa kita mencintai wanita yang sama?


__ADS_3

"lu suka sama dia Bert?". Tanya Aldrich saat Bert melewati ruang tengah,


Ya kini mereka tinggal di rumah utama keluarga Danendra karena permintaan sang mommy.


Bert yang mendengar perkataan saudara nya itu langsung menghentikan langkahnya seraya menoleh ke asal suara.


"Maksud lu Al?" Tanya Bert dengan menyerngitkan dahinya.


"Gua udah tau, lu tadi lagi dinner kan sama tu gadis polwan" to the points Al, ia melihat kejadian itu dari awal dan ia pun mengikuti mobil yang membawa Cici tadi.


Flashback off๐Ÿ“Œ


Karena hari ini jadwal Aldrich tidak terlalu padat ia punya niat untuk membawa gadis polwan yang selalu membuat jantung nya berdetak kencang untuk jalan-jalan kemana pun asal menghabiskan waktunya hanya untuk gadis itu,


Sungguh kini di pikiran dan hati nya hanya lah ada Cici, entah pelet apa yang ia berikan sehingga aku bisa seperti ini, memang dari dulu Aldrich Walaupun pulang lebih cepat tapi dia tidak pernah pulang kerumahnya atau ke apartemen hanya menghabiskan waktu nya di rumah sakit untuk mengecek kondisi pasiennya. Tapi entah mengapa kini ingin selalu pulang cepat untuk menemui sang gadis pujaan.


Berjalan di sepanjang lorong rumah sakit Al tersenyum merkah membayang momen indah nya menghabiskan waktu bersama Cici, saat berjalan ke arah parkiran hendak memasuki mobil nya, dokter cantik yaitu celsie memanggil Al.


"Dokter Al!" Ujar celsie dengan senyum manis nya.


"Iya" ujar Al singkat padat jelas dan memperlihatkan wajah datar nya itu.


"Hmm boleh kah aku nebeng" ucap nya mendapatkan tatapan bingung dari Al.


"Maksud ku boleh kah aku pulang bersama mu, karena hari ini aku tidak membawa mobil" jelas celsie penuh harap agar Al mau mengantar kan nya.


"Hmm maaf cel aku tidak bisa, karena aku masih ada urusan penting" tolak Al dengan nada lembut ia tidak ingin menyakiti perasaan wanita yang ada di hadapannya.


Celsie mendengar perkataan Al membuat senyum manis tadi kini menghilang, membuat nya malu atas penolakan Al tapi mau bagaimana sudah terjadi.


"Baiklah mungkin lain kali" ujar celsie Berusaha buat tersenyum walaupun hati nya agak kecewa.


.


.


.

__ADS_1


.


Aldrich mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi agar bisa segera sampai di apartement Cici, sungguh hal yang membahagiakan itu membuat nya tidak bersabar, Al sengaja tidak memberi tahu kan kepada Cici tentang rencana nya, ia ingin memberi kejutan yang spesial buat wanita itu, ia tidak memikirkan resiko nya entah Cici menolak atau sebaliknya intinya kita harus mencoba, sebelum mencoba kita tidak tau hasilnya


Saat di perjalanan Al berhenti di toko bunga, untuk membeli bunga mawar merah sebagai lambang cinta nya,


Sesampai di depan apartemen Cici, saat Al hendak turun ia melihat asisten Bert sudah berada di sana, ingin menghampiri sang asisten saudaranya itu nampak Cici keluar dari apartemen nya dengan sangat cantik sungguh membuat Al semakin terpesona dengan Cici,


"Kau sangat cantik Cici" gumam Al yang tak henti menatap cici sembari tadi.


Cici yang langsung masuk ke dalam mobil itu, membuat Al mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka, karena penuh penasaran Al pun mengikuti mobil itu dari belakang.


kau mau kemana ci? Dengan dandanan seperti itu? Apakah kau ingin bertemu Bert? Ada hubungan apa kau dengan nya? (Gumam hati Aldrich seraya melirik bunga mawar merah yang ada di samping nya).


Beberapa menit kemudian sampai lah di sebuah taman yang telah di hias seromantis mungkin, dari luar kelihatan anak buah Bert yang sedang berjaga-jaga di sana,


Aldrich pun turun dari mobil mewah nya mengikuti Cici.


"Tuan Aldrich" ujar salah satu anak buah Bert.


"Hmm ada acara apa sebenarnya Disini?" Tanya Aldrich penasaran".


Aldrich yang mendengar itu semua membuat nya kecewa. Dia pun segera meninggalkan tempat itu agar Albert tidak melihat nya di situ.


"Akhh" teriak Aldrich memukul setir mobilnya,


"Kenapa kau juga menyukai nya Bert!" Teriak Al dengan membuang bunga mawar merah tadi ke jalanan.


Dengan perasaan yang campur aduk, ia memutuskan pulang menunggu Albert untuk menjelaskan semuanya.


Flashback on.๐Ÿ“Œ


.


.


.

__ADS_1


Aldrich menceritakan semuanya kecuali tentang dia yang ingin memberikan bunga mawar merah itu kepada Cici.


"Owh Lo udah liat semuanya" tanya Al mendengar perkataan Aldrich dengan santai sembari duduk di hadapan Aldrich.


"Jadi lu udah kenal lama tu ma cewek?" Ujar Al pemasaran.


Bukannya menjawab Aldrich malah bertanya kembali. " Gua tanya sekali lagi lu suka ma tu gadis polwan" ujar Al santai ia tak ingin melihat kan ia begitu kecewa.


Albert lebih memilih untuk pergi dari hadapan Aldrich ketimbang menjawab pertanyaannya.


Aldrich yang sangat mengharapkan Jawaban dari nya tapi malah di tinggal pergi oleh Albert,


Albert ingin jujur bahwa dia menyukai gadis itu tapi tidak sekarang tunggu ketika gadis itu mengakui bahwa dia juga menyukai ku, baru akan aku bawa menemui Daddy and mommy terutama lu saudara yang paling gua sayang Aldrich.


Saat Albert berjalan menaiki anak tangga...


"Bert, gua suka ma tu Gadis polwan, gua juga sayang ma dia semoga lu paham maksud gua Bert " ujar Aldrich dengan berani ia tak ingin menunda itu, supaya Bert tidak lagi mendekati gadis yang ia suka.


Srettttt, perkataan Aldrich bagaikan petir yang menyambar secara tiba-tiba membuat detak jantung nya berdetak tak beraturan,


Mendengar itu Bert tak mampu melihat wajah Al,


"Jangan pernah menyakiti nya atau tidak aku akan merebut nya" ucap bert melanjutkan langkahnya kembali ke kamar.


Mendengar perkataan Albert membuat Aldrich terkejut, akan kah dia juga menyukai Cici? Maaf kan aku Bert untuk kali ini aku egois, aku ingin mengalah tetapi hati ku ini tidak bisa ku bohongi, maafkan aku Bert.


***


Di kamar Bert sedang bingung apa yang harus ia lakukan, ia tak ingin membuat adiknya bersedih. Saat ingin memejamkan matanya pikiran Bert selalu melayang memikirkan Cici dan Aldrich.


Kenapa kita mencintai wanita yang sama Al? Kenapa? Kita sudah berjanji bahwa kita tidak akan mencintai wanita yang sama.


Batin Al dengan mata berkaca-kaca.


Handphone Albert berdering tanda panggilan masuk, nama yang tertera di layar Rayhan sang asisten kepercayaan.


"Hallo,, selamat malam tuan maaf menganggu mu jam segini" ujar Rayhan sambil melirik jam yang ada di pergelangan yang menunjukkan pukul jam 12.00

__ADS_1


"Ada apa han" tanya Albert penasaran apa ada hal yang penting sehingga menelpon di jam seperti ini.


Percakapan pun berlangsung dengan membahas tentang pekerjaan yang tidak bisa di tunda.


__ADS_2