Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
mengandung anak mu?


__ADS_3

"kau wanita yang malam itu...". ujar El mengingat pertemuan pertama nya dengan wanita hamil di depan nya ini.


mengembangkan senyum manis seraya mengangguk kan kepala membenarkan perkataan El "ya benar aku wanita yang mengambil jatah sate mu". ujar nya tak enak tapi ya bagaimana keinginan untuk itu tak dapat di tahan lagi


"akh tak masalah berarti itu rejeki anak mu lagian akan bermasalah ketika aku tidak memberikannya sate". ucap El membuat Clara menyerngitkan dahi nya.


"iya dia akan menandai ku dengan om El pelit". sambung El Di sambut tawa oleh Clara.


hening sejenak


"kau mau kemana?" tanya El memecahkan suasana.


seperkian detik nya Clara baru mengingat tujuan nya dan disitulah tangis nya pecah ketakutan yang amat besar membuat nya gemetaran sehingga melupakan rasa laparnya.


"Ra,, Clara are you okey? apa aku telah melakukan kesalahan". ujar El bingung dirinya kehilangan akal melihat wanita di hadapan nya menangis sesenggukan.


dengan tenang memberikan ruang El beranjak dari tempat duduknya untuk mendekati Clara, memeluk nya memberikan ketenangan,


sedikit tenang tanpa ada perasaan ragu untuk menceritakan masalah nya Clara pun menceritakan semua nya dengan sangat senang El mendengar kan itu.


El memutuskan untuk membantu Clara mencari donor darah tetapi saat ingin melangkah kan kaki nya Clara di telpon Geof, mendengar kabar baik itu membuat beban berat yang menimpa hati dan pikiran nya kini hilang, penuh semangat Clara untuk kembali ke rumah sakit tetapi El dengan cepat menahan Clara.


El menyuruh nya untuk makan terlebih dahulu, karena tiba-tiba rasa lapar itu kembali Melanda nya ia mengangguk setuju, di saat pertengahan makan perut Clara di landa keram yang hebat.


"awwww". ringis Clara memegangi perutnya yang keram, mendengar itu El langsung memberhentikan kegiatan makan nya.


"kenapa? keram?".( tanya El yang seperti paham yang di rasakan wanita hamil, Clara pun menjawab dengan anggukan kepala).


"yok kedokter". ajak El cemas


"tidak perlu ini sudah biasa Terjadi sebentar lagi juga baikan kok". ucap Clara meremas rok nya.


melihat itu membuat El takjub dengan wanita kuat di hadapan nya.


"adek jangan lasak ya kasian mommy nya". ujar El refleks mengelus perut Clara, dirinya seolah seperti ayah yang sedang mengingati anak nya.


...sungguh elusan itu sangat ampuh membuat perut nya tidak lagi merasakan sakit tetapi sangat nyaman bagaikan ada ikatan. ...


...flashback on 📌...

__ADS_1


...di sisi lain....


angel


"hallo". ujar nya dengan nada menahan kesal


anak buah angel


"hallo nona".


angel


"kenapa dia belum sampai? sudah hampir 2 jam aku menunggu apa kalian berniat mempermainkan diri ku?". tegas nya penuh amarah.


anak buah


"ti-tidak nona Ka...". belum sempat meneruskan kalimatnya angel sudah memotong nya.


angel.


"aku tidak mau tahu 2 jam lagi aku akan menunggu ya kalau tidak aku tidak akan membayar kalian". ucap nya segera memutuskan telpon sepihak.


winda semenjak pulang dari rumah sakit dirinya merasa mual membuat Geof pusing mendengar suara itu sembari tadi.


"woekkk". suara Winda yang sembari tadi tidak dapat Geof hitung.


dengan sabar penuh perhatian Geof membawakan air putih dan minyak kayu putih untuk Winda, tidak ada rasa canggung atau sopan santun Geof menyelonong masuk ke kamar mandi yang terdapat di kamar Winda begitu saja tanpa ketukan pintu, toh Winda juga tidak mendengar nya lagian niat nya baik, pikir Geof.


"minum lah". ucap Geof menyodorkan air ke arah Winda tanpa curiga ada racun di dalam nya winda menerima itu dan meminum nya dengan satu tegukan.


"eh buset haus apa doyan neng?". tanya Geof tak percaya dengan orang sakit di hadapan nya.


"eeh tuan mau ngapain?" tanya Winda melihat apa yang di lakukan Geof di pantulan cermin westafel.


Geof mengikat rambut Winda agar mudah memberikan tengkuk dan punggung Winda minyak angin, tidak ada niat lebih kok tapi kalau di kasih lebih ya di terima dengan lapang dada.


"apa kau tidak bisa diam?". dengus Geof kesal melihat Winda bergerak gerak saat di berikan minyak angin.


"geli tahu" kilah Winda cengengesan.

__ADS_1


"ke dokter yok" ajak Geof


"tidak akh, aku tidak papa hanya masuk angin saja bentar lagi juga baikan kan udah di obati CEO tampan". jawab Winda sedikit rayuan


tidak ada komentar sedikit pun hanya ekspresi datar yang di tampilkan Geof membuat si empu kesal.


"ayo kedokter mana tahu kita dapat kabar gembira".


"hah?" tanya Winda tak paham yang ada di otak Geof.


" jangan jangan kau hamil anak ku". bisik Geof di telinga Winda yang berhasil membalas rayuan nya,


srettt


ucapan yang berhasil membuat mata Winda membulat dengan sempurna.


melihat ituh membuat Geof menerbitkan senyum jahil nya.


dengan perlahan-lahan Geof memutar tubuh Winda sehingga kini mereka berhadapan.


"apa kau tidak mau mengandung anak ku di rahim mu?" tanya Geof menatap dalam mata Winda.


apa ini? sebuah lamaran atau hanya sebuah dendam ingin membalas rayuan ku tadi, mimpi apa aku kalau bisa mengandung anak nya, pikir Winda yang betah bungkam.


Geof


"hahaha akhirnya kau kenak Winda". batin Geof.


dekat sedikit demi sedikit Geof pun mendekatkan wajahnya dengan wajah Winda.


mendarat kan sebuah ciuman hangat dan lembut yang berhasil membawa Winda lupa akan segalanya, di saat ******* Geof ingin di balas oleh Winda terlebih dahulu Geof melepaskan ciumannya, berhasil membuat Winda tersadar.


dengan perasaan campur aduk Winda pergi meninggalkan Geof yang tersenyum menang,


"aku akan menunggu saat itu Winda". teriak Geof yang masih terdengar jelas oleh Winda


"akh bodoh lu Winda kenapa lu terperangkap dengan jebakan sendiri, malu kan Lo". runtuk nya kepada diri sendiri.


sesuai janji aku nih reader TBCP tercinta, aku akan up dan hari ini akhirnya terpenuhi,,,,

__ADS_1


selamat membaca


__ADS_2