Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
akhirnya


__ADS_3

"mengapa Clara tidak ingin menceritakan segalanya, pantas Aku memiliki ketertarikan yang cukup aneh kepada bayi itu yang ternyata dia adalah darah dagingku". ucap nya.


*akh dasar bodoh". runtuk menjambak rambut nya sendiri.


*"sekarang aku yakin dia lah wanita itu, aku yakin. akhh mengapa aku tak mengingat wajah wanita itu, dasar bodoh, aku ayah yang tidak bertanggung jawab aku telah menelan ntar kan ibu dan anaknya". selanjutnya sedih, tanpa ia sadari sudah ada 1 Bogeman yang akan mendarat di pipi tanpanya itu.


buggh


sebuah Bogeman keras mendarat tepat di pipi ElFathan dari Bert dengan penuh emosi yang membara Bert menarik El menjauh dari kamar Clara.


buggh


buggh


3 kali Bogeman itu mendarat tetapi el tidak melawan sama sekali, ia hanya menyapu darah segar yang mengalir di sudut bibirnya lalu menyunggingkan senyum tipis nya.


"tumbuk lagi gue Bert, kalau bisa bunuh gue, gue pria yang tidak bertanggung jawab, pria brengsek, gue benci diri gue sendiri ". ucap El lirih, menyesal itulah kata yang ada dibenaknya, hanya tertunduk lemas di bawah sambil menangis.


"kenapa lo berhenti hukum gue, gue udah membuat dia sengsara Bert". lanjutnya dengan nada hampir tak terdengar.


menyaksikan wajah El yang sudah babak belur, antara iba dan penuh benci, akibat nya lah adik perempuan nya hancur tak merasakan masa muda yang cerah.


"gue ingin bunuh lu El, tapi sayang tangan gue GK hina sehingga membunuh pria pengecut seperti Lo, lagian cepat atau lambat bayi itu akan tahu siapa ayah nya, aku tak ingin di cap sebagai pembunuh ayah nya". ucap Bert datar.


"tapi mengapa lu pergi gak nyariin adik gue, dia tersiksa El". Triak Bert sambil mencengkram kerah kemeja El.


"lho salah Bert, tiada hari tanpa mencari wanita yang malam itu gue nodai, hidup di dalam rasa bersalah selamanya 10 bulan Lu kira mudah Bert? semenjak itu gue berhenti mencari pasangan mempermainkan wanita karena gue masih mikirin wanita itu, dia perawan gue renggut kesuciannya, ke sana ke mari gue nyariin tapi tiba-tiba identitasnya hilang, lenyap begitu saja gue harus apa?". ucap El penuh emosi menatap Bert.

__ADS_1


Bert langsung ingat bahwa dari itu dimana Clara yang ingin mengakhiri hidupnya, menangis sesenggukan di dalam pelukan Bert dengan cepat Bert menghubungi asistennya untuk segera menghapus identitas Clara.


"akh dasar brengsek lo El, lu lu masuk ke dalam kehidupannya hanya kasihan kan sama adik gua, sebaiknya lu pergi jauh-jauh dari sini jangan nampakkan wajah lo itu lagi di hadapan gue". tegas Bert mensejajarkan wajah nya dengan El


"gue baru tahu dia wanita itu Bert".


"enggak , gue enggak mau pergi lagi, gue nggak mau jadi laki-laki brengsek dengan mengulangi kesalahan ini lagi,, dan gue bukan laki-laki pengecut yang lo kira". tegas El menatap kesal Bert yang berwajah datar.


"mau lu apa sebenarnya El?". teriak Bert frustasi


". gue ingin bersama Clara berada disisinya gue mohon Bert, mereka butuh gue , jangan renggut kebahagiaan mereka lagi Bert".


"bukan gue yang rambut tapi lo, lho yang membuat Clara, adik gue menderita". tunjuk Bert.


"ya gue sadar, Tolong kasih gue kesempatan untuk bertanggung jawab, biarkan Clara yang nyuruh gue pergi tapi ingat walaupun dia nyuruh gue pergi dari kehidupannya gue enggak kan pergi ingat kata-kata gue". tegas El.


"terserah lo, sekali lagi lu buat adik menangis lo nggak akan selamat El". ancam Bert dan segera pergi meninggalkan El.


melihat respon itu itu ya hanya menyunggingkan senyuman nya menatap kepergian Bert.


****************


brakkk


bunyi suara pintu yang dibanting keras.


membuat Cici yang sedang berhias terkejut alhasil lipstiknya mencoret pipi nya.

__ADS_1


"Bert". teriak Cici kesal. seraya menatap suami nya dengan tatapan tajam, mendengar teriakan sang istri tercinta Bert hanya menelan salivanya. menatap Cici dengan diam seperkian detik nya ia pun langsung tertawa.


"hahaha". tertawa Bert sangat lepas.


"oh baby, sejak kapan dirimu bertukar profesi dari polwan hingga menjadi badut, ha-ha-ha". lanjutnya disambut tertawa puas seraya memegangi perutnya.


mendengar itu cici hanya mendengus kesal, dengan cepat ia menghapus coretan lipstik tersebut.


"terus, lanjut kan tertawa nya tuan selagi bisa tertawa tertawa lah". ujar Cici kesal


"opss, baby ku kesal sini aku akan menghilangkan kesal mau itu ". goda Bert mendekati Cici, dengan cepat ia mendorong tubuh kekar itu.


"aku sudah berhias sudah cantik jadi jangan macam-macam denganku". tunjuk kici tepat di depan wajah Bert.


"mmm". gumam Bert segera menarik Cici ke pelukannya.


"oiya mengapa kau membanting pintu dengan keras". tanya Cici menyelidik.


kini Bert yang sudah berada di posisi ternyaman nya dengan meletakkan dagunya nya di pundak Cici, mencium aroma tubuh sang istri mampu membuat ya tenang dan candu,


seperkian detik nya Bert melonggarkan pelukannya dan kembali mengingat kekesalan nya kepada El.


"Bert". ucap Cici melambai-lambai kan tangan di depan wajah Bert.


"ah iya, duduklah Aku ingin bercerita ". jawab Bert menonton Cici untuk duduk di tepi ranjang.


ia pun langsung menceritakan semua nya, betapa shock nya Cici saat mendengar itu. sungguh iba takdir Clara, masa muda yang sungguh sulit untuk di jalani tetapi wanita itu sanggup bertahan hingga sekarang, pikir Cici .

__ADS_1


__ADS_2