
flashback on 📌
tunangan cici dan Aldrich di adakan di kediaman keluarga Danendra atas permintaan sang mommy, yaitu Loren Danendra.
kini pukul 2 siang.
Dimana semua orang sedang sibuk untuk bersiap-siap untuk acara tunangan Aldrich dan Ciysa pukul 7 malam nanti.
Winda yang menemani Cici berhias diri di kamar tamu yang ada di kediaman keluarga Danendra, yang di dandani oleh MUA terkenal atas usulan mommy Loren.
di luar Clara yang ingin berbicara penting dengan Winda selalu ada saja halangan yang membuat diri nya menunda pertemuan dengan Winda, kadang mommy yang minta usulan ini itulah, Bert yang selalu memata matai nya agar dirinya tidak boleh kemana kemana dengan alasan agar dirinya tidak kelelahan.
saat merasa keadaan sudah mulai aman terkendali, semua orang sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing. Clara berjalan keluar dari kamar nya menuju kamar tamu di mana ada Winda dan Cici yang sedang berdandan.
tok..tokk.
"apa aku boleh masuk?" tanya Clara mengintip dari balik pintu dengan menampakkan gigi depannya yang berbaris rapi.
"tentu, masuk lah" jawab Cici tersenyum ramah melirik sekilas ke arah Clara.
"ayo kemari!" ujar Winda yang menuntun Clara untuk duduk di sebelah nya.
kini usia kandungan Clara sudah jalan 4 bulan, perut nya sudah terlihat tidak rata lagi.
mereka bertiga di temani beberapa pelayan, berbincang-bincang tentang seputar dunia fashion, kuliner dan random yang membuat mereka tertawa renyah.
ya semenjak seminggu terakhir mereka bertiga sudah mulai dekat bahkan kini tidak terlihat seperti teman biasa, dan dalam seminggu itu Cici semakin memantapkan langkah nya untuk menjalankan langkah ini karena ia melihat kebahagiaan hari hari Bert saat bersama Clara.
Albert yang selalu menunjukkan perhatian nya terhadap Clara dan bayi nya di saat ada Cici,
sakit, memang perih. tetapi di balik itu ada kebahagiaan saat melihat Bert tertawa dengan Clara.
tapi mengapa saat ada dirinya mereka selalu menunjukkan keromantisan? akh sudah lah, terserah itu kan hak mereka toh sudah menikah. pikir Cici.
"win! keluar yuk sebentar aku ingin berbicara penting" bisik Clara di telinga Winda,
"kenapa nggak disini saja?" tanya Winda dengan berbisik.
"ini masalah Cici dan Bert" jawab Winda sekilas menatap cici yang sedang sibuk.
"baiklah" jawab nya.
"ci! kami keluar sebentar, apa ada yang mau aku ambil kan dulu?" tawar Winda
"iya, tidak ada" jawab Cici menatap Clara dan Winda dari pantulan cermin besar yang ada di hadapannya.
.
__ADS_1
.
.
.
"ayo masuk" ujar Clara saat sudah berada di depan pintu kamar nya, sebelum masuk ia tidak lupa mengecek kondisi sekeliling lagak nya seperti maling agar aman terkendali.
melihat itu Winda hanya dapat menahan tawa saat melihat wajah serius Clara yang sangat lucu.
"apa yang lucu" tanya Clara melihat tingkah aneh Winda.
"tidak ada, ayo masuk aku tidak sabar mendengar apa yang ingin kau bicarakan* Winda menarik tangan Clara masuk kedalam.
tidak lupa Clara mengunci pintu kamar.
"kau tahu kan apa hubungan aku dengan Albert?" tanya Clara dengan wajah serius.
Winda menyerngitkan dahinya mendengar pertanyaan Clara,
apa Clara merasa tidak nyaman dengan ada nya Cici untuk hubungan dirinya dan tuan Albert? mengapa baru sekarang ia bertanya itu?, pikir Winda yang terdiam menatap Clara.
"kenapa diam win, jawab aku. Kau tahu apa tentang aku dan Albert" tanya Clara mengulang kembali pertanyaan nya.
"tahu kalian suami istri" kata Winda.
"hahaha kalian tahunya aku dan kak Albert suami istri" lanjut nya tidak bisa menahan tawa.
"kakak?" tanya Winda saat mendengar Clara yang dulu memanggil Bert Daddy sekarang kakak.
"iya dia Kakak aku, sepupu tepat nya. mommy aku dan dia adalah kakak beradik kandung" jelas nya
"apa!" teriak Winda dengan sangat keras, begitu terkejut mendengar ini.
"ststst, jangan keras keras nanti orang dengar dan aku belum menjelaskan semuanya, agar tidak ada kesalahpahaman lagi." ujar Clara menutup mulut Winda dengan tangan nya.
"iyaa" jawab Winda di sambut anggukan kepala nya
"sebenarnya aku ingin menjelaskan tentang hubungan aku dan Bert kala itu dimana kalian sedang mengobrol di taman belakang, kalau Cici salah paham dan menganggap aku selama ini adalah istri kak Bert, iya kan?" ujar nya di jawab anggukan oleh Winda.
"disaat aku ingin menghampiri kalian, tiba-tiba kak Bert datang dari belakang dan menarik tangan ku. Aku berusaha untuk menjelaskan kalau ini tidak benar ini semua salah paham, Tapi kak Bert tidak menghiraukan perkataan ku, dia malah menarik aku ke kamar nya"
"di kamar kak Bert lah, dia menatap ku penuh harap dan bilang biar lah mereka menganggap ku istri nya, dari kejadian itu kah kak Bert selalu menunjukkan perhatian bahkan romantis kepada ku seperti suami pada umumnya tapi itu hanya di hadapan Cici saja, melihat Cici sedih kak Bert lah orang yang paling sedih. di depan dia lah paling bahagia tetapi di dalam dia lah paling hancur." lanjut Clara menatap Winda dengan mata berkaca-kaca.
"apa alasannya? mengapa dia ingin menyiksa dirinya sendiri?" tanya Winda menatap netra mata Clara.
"karena aku memberitahu nya semua yang aku dengar, aku dengar kalau kau bertanya kepada Cici, misal nya Albert belum menikah belum punya istri apa yang kau lakukan. dan Cici menjawab aku akan tetap bersama tuan angkuh itu.
__ADS_1
mendengar itu kak Bert terkejut seraya tersenyum dan setelah itu dirinya sedih" jawab Clara.
"kak Bert tidak ingin kak Al merasakan kesedihan sama seperti dirinya, kak Bert begitu menyayangi kak Al, sehingga ia rela mengorbankan cinta nya, tapi kalian tidak tahu kak Bert selalu menyiksa diri nya sendiri dengan minum sampai tidak sadarkan diri dengan alasan bisa menghilangkan sedikit kesedihan walaupun sementara " lanjut nya di mana Bert minum dan tidak sadar kan diri.
" maka dari itu aku mengikuti kemauan nya, aku meng-iyakan kalau aku istri kak Bert. tapi ini salah ini tidak bisa terjadi cinta tidak bisa di paksa, aku tidak ingin kakak ku yang satu lagi sakit hati saat tahu yang ada di hati Cici hanya kak Bert bukan dia, makanya aku ingin mencari mu untuk menjelaskan ini, Aku tidak ingin kedua kakak ku saling membenci satu sama lain hanya karena cinta" lanjut nya seraya menetes kan cairan bening.
Winda terdiam menatap wanita yang ada di hadapannya, sungguh berhati mulia hati nya,
"apa kau mau melakukan sesuatu agar semua nya kembali seperti semula?" tanya Clara menatap Winda penuh harap.
"tentu demi kebahagiaan Cici aku rela melakukan apa pun itu" jawab nya menggenggam tangan Clara.
"terimakasih" ujar nya membalas genggaman itu.
"baiklah aku punya ide..." percakapan pun berlangsung.
🕳️🕳️🕳️
malam hari nya.
acara tunangan bertema outdoor hitam putih, yang para pria memakai jas berwarna hitam dan para wanita memakai gaun berwarna putih atas permintaan Cici.
Al yang hanya mengundang orang orang penting seperti keluarga, rekan bisnis dan teman seprofesi.
tiba lah di acara yang di nanti oleh banyak orang yakni tukar cincin, kelihatan dari wajah Al yang sangat bahagia. tapi di sudut sana ada dua pasang bola mata yang menatap tidak rela melihat ini, yaitu Bert dan celsie dokter cantik yang menyukai Al sejak dulu.
saat Al ingin memasang kan cincin untuk Cici, tiba tiba ia Tremor Alhasil cincin itu terjatuh berputar-putar tepat di depan Celsie.
pertanda apa ini? mengapa cincin itu tepat mendarat di depan kaki nya? apakah dia takdir nya?.
celsie berjongkok untuk mengambil cincin berlian itu, dengan mata berkaca-kaca ia berjalan dengan langkah anggun menghampiri sepasang kekasih itu, dirinya menjadi pusat perhatian tamu undangan ada juga yang berbisik mengenai ketidak sengajaan ini.
"i-ini" gugup celsie menyodorkan cincin nya ke arah Al.
"terimakasih" ucap Al tersenyum ramah.
"sama sama" jawab nya memaksakan senyuman.
segera Al menyemat kan cincin ke jari manis Cici, kini Cici telah resmi menjadi tunangan Al, milik Aldrich Danendra.
sebelum meninggal kan acara itu celsie memberi selamat kepada Al dan Cici.
"selamat atas pertunangan kalian semoga lancar sampai hari H" doa celsie tulus seraya memeluk Al.
celsie lah orang pertama memberikan ucapan selamat kepada sepasang yang lagi berbahagia itu, dirinya memeluk Al dengan meloloskan setitik air mata, untuk terakhir kalinya.
Al yang mendapat pelukan itu hanya menerima, dirinya tahu kalau wanita di hadapannya sedang berusaha untuk ikhlas.
__ADS_1
toh, berpelukan sesama rekan di acara kebahagiaan tidak ada salahnya bukan.