Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
masa kecil


__ADS_3

"Clara!" panggil Albert tidak menemukan Clara saat ia pulang dari kantor.


tidak ada sahutan


"kemana dia!" gumam Albert mencari ke dapur, taman dan ke kamar, tetapi nihil ia tidak menemukan Clara.


"dimana Clara mbok" tanya Albert saat hendak memasuki lift kepada wanita berusia lima puluhan yang melintas di depan nya dan kebetulan mbok runi orang Indonesia yang sudah merawat Clara dari kecil hingga dewasa saat ini.


beberapa hari yang lalu Albert memutuskan untuk pindah ke rumah yang ia beli, karena terlihat Clara merasa tidak nyaman dan kesepian saat tinggal di hotel.


maka dari itu diam diam Albert membeli rumah yang cukup besar dan mewah dan meminta mbok runi tinggal bersama mereka agar bisa menemani Clara di Waktu dirinya tidak di rumah.


Rumah tersebut memiliki tiga lantai, lantai pertama seperti biasa ada ruang tamu, dapur dan kamar para pembantu dan sopir. Lantai kedua terdapat 3 kamar utama 2 kamar tamu, ruang keluarga tempat berkumpul dan bersantai. Dan lantai ketiga paling atas itu terdapat ruang gym, bar, ruang musik, dan kolam berenang yang memiliki dasar kaca yang transparan sehingga saat seseorang sedang berenang dapat di lihat dari bawah.


"Clara ada di ruang olahraga den" jawab mbok runi.


"baik lah kalau gitu aku ke atas dulu ya mbok" ujar bert melanjutkan langkahnya.


"den! mau di masak kan apa menu untuk nanti malam?" tanya mbok runi


"tidak perlu masak buat kami mbok, aku dan Clara akan makan di luar jadi masak buat mbok dan yang lain aja" lanjut Bert meninggalkan mbok runi yang masih setia berdiri di pintu lift.


.


.


.


.


"olahraga boleh tapi untuk saat ini jangan yang berat berat yang akan membuat perut mu mengalami kontraksi" jelas Albert melihat Clara sedang melakukan yoganya.


"ia dad" jawab Clara memberhentikan kegiatan nya lalu melirik Bert


"ini lah kegiatan ku, setiap hari aku selalu di rumah pengen keluar shoping tapi kan Daddy melarang aku" keluh kesah Clara menidurkan tubuhnya ke lantai.


dengan sigap Bert menyambut tubuh Clara sehingga punggung nya tidak menyentuh lantai.

__ADS_1


"sudah ku katakan jangan pernah tidur di lantai itu berbahaya, Jangan di ulangi, kau dengar kata ku Clara" tegas Bert menuntun Clara duduk


melihat wajah Bert yang sudah seserius itu membuat Clara meremang dan mata nya berkaca-kaca.


"ya Tuhan" ujar bert mengacak kasar rambut nya, melihat Clara Yang sudah menitikkan air mata.


ya semenjak kehamilan nya membuat Clara susah di tebak ia selalu sensitif akan suara tegas.


"apa aku terlalu keras aku minta maaf, ini juga kebaikan untuk baby Clara" ujar bert dengan berkata selembut mungkin karena sudah melihat Clara menangis tersedu-sedu.


"iya" jawab Clara singkat lalu mendekat ke Bert untuk mengambil jas nya yang di gunakan untuk mengilap hingus dan air matanya.


"oh no! Clara kau sangat jorok tidak ada berubah nya ingat sebentar lagi kau akan menjadi mommy" kesal Bert melihat tingkah Clara.


"aku tau itu nanti akan ku serahkan tanggung jawab mengurus baby ke Daddy, puas!" teriak Clara kesal membuat Bert terkejut.


"ayo bangun, mandilah setelah itu pakai baju yang bagus aku akan membawa mu keluar kemanapun yang mau mau" bujuk Albert


"benarkah?" tanya Clara dengan mata berbinar-binar seperti anak kecil mendapatkan coklat yang di jawab anggukan oleh Albert.


tap tap


suara langkah kaki Clara sedang menuruni anak tangga dengan menggunakan high heels silver kesayangan nya.


"apa tidak ada yang lebih tinggi dari itu?" oceh Albert mengulurkan tangannya


"apakah kurang tinggi dad?" tanya Clara, dirinya merasa bahwa heels nya sudah tinggi, mau setinggi apa? apa harus setinggi penggaris?. batin nya.


" Aden Albert sedang kesal Clara mengapa kamu tidak memakai sendal yang datar atau lebih rendah dari itu karena kamu sedang hamil nanti kamu bisa terjatuh atau tergelincir, kamu mah memang tidak paham dengan kodean" sambung mbok runi saat melihat majikan nya hendak pergi.


"owhh gitu,, hehehe" jawab Clara cengengesan


"baiklah aku akan mengganti nya tunggu sebentar ya!" lanjut Clara.


"tidak usah biar aku saja yang mengambil nya kau tunggu disini duduk manis saja" ujar bert segera berjalan menuju ke atas, ia tidak ingin Clara naik turun tangga pasti itu akan membuat nya kelelahan.


dua puluh lima menit berlalu.

__ADS_1


perjalanan ke taman yang Clara ingin kan, cukup macet Mungkin karena malam ini malam Minggu sehingga membuat sepasang kekasih berjalan jalan, dinner romantis di malam indah nya kota Marseille.


setiba di tujuan Clara memulai berpetualangan mencari dan menikmati makanan yang ada di sekitaran taman, ya kadang Albert melarang Clara membeli makanan di pinggir taman yaitu pedagang kaki Lima.


Clara yang tidak mengindahkan perkataan Albert ia tetap kekeuh dengan kemauan sehingga ia mencari cara agar dapat menikmati kuliner itu, dengan mengancam baby nya akan menangis dan nces. Toh makanan nya tidak kalah enak dengan makanan yang ada di restoran mewah.


sudah merasa puas, kenyang dan lelah menjadi satu, Albert memutuskan untuk membawa Clara yang masih bersemangat untuk pulang,


"mommy Clara mari kita pulang, sekarang sudah pukul 10 malam tidak baik untuk kesehatan mu" ujar bert melirik jam yang ada di pergelangan nya.


"sebentar lagi aku masih ingin menikmati malam ini" pinta Clara yang masih di anggukan Bert.


"apa kau tidak merasa lelah?" tanya bert yang di jawab di gelengan kepala oleh bumil.


"baiklah kita Disni sampai 10.30 pm, setelah itu kita pulang ya!" ujar bert di balas senyuman manis oleh Clara.


di kursi taman mereka berdua asik menceritakan kisah kisah masa kecil mereka saat di taman ini.


"oiya apa kau tidak akan kembali untuk menemui mommy di Indonesia" tanya Clara yang menyenderkan kepalanya di lengan Bert.


"aku akan kembali, aku akan pulang tapi tidak untuk saat ini Ra" jawab Bert membuang muka nya ke arah samping, seolah ia menyimpan jawaban lain.


"kenapa tidak sekarang?" tanya Clara penasaran, ia pikir bahwa laki-laki yang di samping nya sudah melupakan penjaga hati nya.


"karena sekarang kau hamil muda, aku takut itu akan membuat mu kelelahan, itu bukan perjalanan singkat Ra, aku tidak mau ada kenapa-kenapa antara kalian berdua" ujar bert menyentuh perut Clara dengan berusaha tersenyum walau hati tidak.


"hmm berarti kau akan membawa ku kesana juga? aku tidak masalah kalau harus tinggal disini sendiri kan ada mbok runi" kata Clara dengan bersemangat.


"tidak ada kata tinggal, aku ingin kau juga ikut kemana pun aku pergi,, dia anak ku juga" jawab Bert mengelus rambut bumil penuh kasih sayang.


"apakah kau masih mencintai dia?" tanya Clara tiba tiba membuat Bert kehilangan mood nya dan tidak berselera menjawab pertanyaan itu.


bukanya menjawab Bert malah mengalihkan topik perbicangan mereka.


"jam pulang sudah lewat mari kita pulang mommy" ajak Bert dengan merangkul bumil.


Clara mengerti maksud Bert sehingga bia tidak mau membahas tentang seseorang yang akan membuat Bert tidak nyaman.

__ADS_1


__ADS_2