
"will you start a new life with me?" ujar Al penuh harap.
deg deg
"tidak perlu menjawab nya sekarang" ujar Al seolah dia tau apa yang sedang Cici pikirkan.
"besok sore aku akan ke apartemen mu untuk menemui tuan kenric, aku akan meminta restu nya dan melamar dirimu di depan dirinya" lanjut Al yang membuat Cici ternganga mendengar perkataan Al.
"besok pakai lah cincin ini ketika kau menerima lamaran ku, .kalau tidak maka tidak usah memakai nya, simpan saja cincin itu sebagai kenangan" ujar Al memberikan cincin itu kepada Cici tanpa menyematkan nya ke jari manis Cici.
seserius itukah dirimu pada ku Al? apakah kau benar-benar mencintai ku? apa kau nanti tidak menyesal ketika tau bahwa hati ku ini separuh merasa kau bukan tuan angkuh yang dulu aku kagumi Secara diam diam. batin Cici menatap lekat mata Al sedang mencari kesungguhan laki laki yang di hadapannya.
***
Cici yang sedang bersiap siap untuk pergi bekerja ia menatap sebuah cincin berlian di atas meja rias minimalis itu
"apa yang aku harus aku lakukan? apa aku harus menerima lamaran nya? siap kah aku hidup bersama dirinya untuk selamanya?, oh no ada apa ini mengapa aku ragu menjalankan ini" gumam cici seraya beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan keluar dari kamar.
Cici tidak mendapati siapa pun di meja makan,
"dimana papa?" ujar nya sembari berjalan menuju kamar tamu yang di huni oleh kenric untuk beberapa hari kedepan. selama di Indonesia
setiba di depan di depan kamar kenric saat Cici ingin mengetuk Cici mendengar papanya sedang berbicara dengan serius di balik telpon nya, berusaha untuk menguping dengan menempelkan kuping nya di pintu tetapi suara kenric tidak jelas,
tok.. tok ( ketukan saat Cici sudah tidak mendengar kenric berbicara).
'paaa!" teriak Cici di ambang pintu
"masuk lah nak" sahut kenric.
ceklek
"pa, kok belum turun? papa baik baik saja?" tanya Cici khawatir .
"kemarilah" kenric menepuk ranjang nya. dengan cepat Cici duduk di samping kenric.
__ADS_1
"papa sehat nak! papa ingin berbicara sesuatu dengan mu"
"soal apa pa?" tanya Cici menyerngitkan dahinya.
"Al memang orang yang baik, dia sopan dan murah beradaptasi dengan orang baru, tapi mengapa papa merasa bahwa dirimu sebaliknya"
"maksud papa?" ujar Cici yang masih belum mengerti maksud kenric.
" jangan salah paham dulu papa nggak bermaksud untuk menjelekkan dirinya dan papa tidak melarang dirimu berhubungan dengan nya" ujar kenric agar Cici tidak salah paham apa yang ia katakan yang di jawab anggukan kepala tanda mengerti oleh Cici.
"papa merasa bahwa kamu tidak mencintai dirinya, tetapi kamu hanya nyaman dekat dengan nya, dia yang mampu membuat hari hari mu lebih bercahaya, menghadirkan tawa di balik bibir kecil ini" ucap kenric menunjuk bibir mungil putrinya itu.
"jangan pernah berbohong kepada perasaan mu sendiri juga kepada dirinya hubungan yang di mulai dari dasar kebohongan dan keterpaksaan akan membuat hasil nya tidak baik nak, jujur lah dengan perasaan yang di rasakan saat ini. Apakah benar kamu mencintai nya atau hanya sekedar menghargai dirinya agar dia tidak terluka atau sebaliknya dirimu sudah mulai menerima dia dalam hidup mu" jelas panjang lebar kenric, membuat Cici bertanya kepada dirinya.
"apakah papa tau awal hubungan antara aku dan Al?" gumamnya yang masih terdengar oleh telinga kenric.
"iya papa tau semua nya, sepandai-pandainya putri papa menyimpan rahasia suatu saat papa akan tau semuanya" ujar kenric yang membuat Cici merasa bersalah.
kenric sudah mengetahui semua tentang hubungan putrinya dengan pria itu, sejak kejadian dinner tadi malam ia dapat melihat sebuah keraguan di mata Cici, maka dari itu ia meminta sang asisten nya itu Rio mencari informasi terkait hubungan yang sedang mereka jalani.
"maaf kan aku" lirih Cici menyesal.
"iya aku paham" jawab Cici dengan tersenyum manis.
"apapun keputusan mu nanti papa akan selalu mendukung mu, kalau Cici ingin mencoba menerima dirinya itu lebih baik, seperti nya dia sangat mencintai mu pasti kamu akan bahagia dengan nya kelak, keputusan mu ada di tangan mu pikir dan pilih lah secara bijak"
itu lah kata kata kenric yang selalu terbayang bayang di benak Cici hingga sampai di kantor pun ia masih memikirkan nya, gimana tidak di pikirkan nanti sore Al datang untuk menemui papa dan meminta Restu pada untuk melamar diriku.
***
sore.
waktu berjalan begitu cepat tidak terasa kini sudah sore, seperti yang di kata kan Al bahwa sore ini ia akan datang.
"selamat sore om" ujar Al mengulurkan tangannya kepada kenric.
"selamat sore nak Al" menerima uluran tangan itu.
__ADS_1
"apa semua ini?" tanya kenric melihat anak buah nya Aldrich bolak balik masuk mengantarkan buah tangan.
"hanya sekedar buah tangan, tidak mungkin saya bertamu tidak membawa apa-apa" tutur Al.
berbincang bincang santai di antara kenric dan Al , terkadang membahas tentang bisnis yang mereka jalani, semenjak Albert saudara kembar nya itu pergi kini dirinya nya lah yang mengambil alih untuk melanjutkan mengolah perusahaan keluarga Danendra.
"sepertinya asik sekali ya? sampai sampai aku datang tidak ada yang menyadari" kata Cici kesal di acuh kan, padahal dia sudah berdandan sangat cantik. bagaimana tidak asik ini lah kesempatan sesama rekan bisnis baru bertemu dan menambah relasi untuk rencana kedepannya untuk melanjutkan kerjasama.
"kata orang kalau suka kesel dia akan berubah jelek, benarkan om?" ujar Al mengedipkan matanya ke arah kenric yang di Jawab anggukan oleh kenric.
percakapan pun berlangsung dengan bercanda terlebih dahulu sebelum memasuki fase serius nya.
"om, Cici" tutur Al yang sudah memulai fase serius nya.
"kedatangan saya malam ini untuk meminta restu untuk melamar putri anda Ciysa untuk mengajak nya ke jenjang lebih serius yaitu pernikahan" ujar Al dengan nada penuh kewibawaan.
"apakah om memberikan restu kepada kami? lanjut al
"om merestui hubungan kalian tetapi itu semua keputusan ada di tangan Cici, kelak Kalian lah yang akan menjalankan hubungan ini" ujar Al melirik mereka berdua secara bergantian.
"pernikahan adalah hubungan sakral yang tidak dapat di permainkan, kita harus siap lahir dan batin untuk itu" ujar kenric yang di anggukan oleh Cici dan Al.
"bagaimana ci, apa jawaban mu?" tanya kenric menggenggam tangan Cici.
"Jangan pernah membohongi perasaan mu sendiri hanya karena ingin melihat ku bahagia, itu adalah cara yang salah ci" kata Al yang menarik paksa sudut bibirnya.
Cici yang mendengar itu segera mengeluarkan kotak cincin berlian yang di berikan Al malam itu lalu memberikan nya kepada Al.
"kenapa di kembalikan? tidak masalah kalau kau tidak menerima nya tapi simpan lah ini" ucap Al mendorong tangan Cici
"apa kau tidak mau memasang kan nya ke jari manis ku?" tawar Cici menarik bibir nya menerbitkan senyum manis.
Al yang masih termenung tidak mengerti, seperkian detiknya ia paham dengan kode di berikan Cici.
"mak-maksud nya kau me- menerima lamaran ku sayang" kata Al yang masih tidak percaya,
"iya tuan Al, apa kau tidak mau menyematkan kan nya? yasudah" ujar Cici menarik tangan nya.
__ADS_1
"eeh, jangan memancing ku cici" ujar Al menarik kembali tangan Cici lalu menyematkan cincin itu ke jari manis Cici. ingin rasanya bersorak kegirangan, melompat bagaikan mendapatkan hadiah yang di nanti tapi tidak untuk saat ini hanya senyuman yang dapat menggambarkan betapa bahagianya dirinya.
,