
di taman belakang Elard yang masih memikirkan kejadian tadi di mana dirinya bertemu dengan wanita masa lalunya.
"mengapa dia kembali? apa dia ingin menghancurkan kebahagiaan... akh tidak,, kalau itu terjadi aku sendiri yang akan menghalanginya" monolog pada dirinya sendiri.
sementara di apartemen yang bisa di bilang cukup mewah, wanita itu menghempas kan semua barang barang yang ada di dalam kamarnya sambil berteriak histeris bercampur kesal
"akh kalian bahagia di atas penderitaan ku bert? aku kembali hanya ingin melihat ekspresi dirimu ketika aku kembali, tapi apa kau malah tertawa bahagia dengan wanita lain,,, kalian bahagia ha? hahahaha lihat saja nanti bagaimana kebahagiaan kalian akan berjalan karena aku sudah kembali".
"apa kau tidak mencintai ku bert? pria mana yang tidak tergoda dengan kecantikan yang ku punya, aku akan kembali sayang untuk mu dan..." ucapan nya terputus.
amarah yang meledak-ledak tadi seolah kini mereda saat mengingat anak kecil perempuan yang tidak sengaja dia tabrak tadi, entahlah mata nya seolah mampu menghipnotis diriku,
Yap benar sekali dia lah angel, angel Gracellina. Mantan kekasih kesayangan Albert Danendra yang ketahuan bermain di belakang dengan sahabat nya sendiri yaitu Elard Michael beberapa tahun silam.
......................
apartemen Cici.
di kamar cici, lili sedang merebahkan tubuh lelah nya, malam yang semakin larut tetapi mata indah itu tidak bisa terpejam kan, pikiran yang masih melayang memikirkan pria dewasa nan tampan itu , Elard sahabat Kakak ipar nya.
apa lili jatuh hati kepada pria beku itu?
"mengapa wajah pria tadi seperti melihat orang jahat yang akan melukai anak nya?" gumam lili yang belum tahu siapa nama pria yang bersama nya tadi. yang masih mengingat kembali kejadian tadi yang pasti akan membuat orang lain berpikir sama dengan nya.
flashback off.
brukk
"awww" ringis Cilla kesakitan karena siku nya terluka.
Cilla yang berlari lari tanpa melihat siapa yang ia tabrak membuat dirinya terpental ke belakang, untung orang tidak kendaraan yang akan membuat sebuah bogem mendarat di wajah tampan Elard.
"kau tidak apa-apa nak?" tanya wanita yang Cilla tabrak tidak keras tidak lembut suaranya.
berjongkok, meraih wajah bocah perempuan tersebut
sretttt
saat menyentuh tangan nya seolah ada aliran listrik yang menjalar di tubuhnya.
"apa ini?" gumam wanita itu, yang masih setia memperhatikan mata Cilla dengan dalam.
__ADS_1
"sayang, mana yang sakit? lain kali hati hati nak" ujar cemas Elard bertanya kepada Cilla tanpa memperhatikan wajah wanita yang ada di depan nya.
"e-elard" gumam wanita itu pelan tapi terdengar jelas oleh Elard nama nya di sebutkan, menoleh ke asal suara.
deg,, deg,,
bertatapan,,, pandangan itu kembali bertemu dari sekian lama nya,
seperkian detik nya Elard sadar apa yang dia lakukan.
"ayo sayang" ujar Elard terburu buru mengendong Cilla dengan ekspresi sedikit aneh
"mari kita obati luka mu" lanjut nya segera meninggalkan angel dengan penuh tanya.
flashback on.
"akh, jangan aneh aneh Li, mungkin dia hanya tidak ingin Cilla berdekatan dengan orang asing saja" lanjut nya sambil menelentang kan tubuh nya menatap langit langit kamar itu.
...****************...
pukul 2 dini hari.
Winda yang masih belum bisa tidur sakin bahagia nya dirinya memikirkan hal yang tidak penting dengan membayangkan bagaimana seru nya malam pertama Cici dan Tuan Bert,
merasa haus dirinya melirik nakas di samping tempat tidur nya di mana seperti biasa Winda selalu menaruh sebotol air mineral, karena telah menjadi kebiasaan bagi Winda terbangun dan minum di tengah malam.
"yah habis" ujar nya kesel.
dengan malas dia berjalan keluar dari kamar nya menuju dapur.
"Huhh" lega nya saat sudah meminum air dingin.
saat ingin kembali ke kamar nya Winda melewati kamar geof yang pintunya sedikit terbuka,
tumben?, tentu saja Geof seseorang yang tidak pernah membiarkan pintu kamar nya terbuka selalu tertutup rapat.
penuh penasaran, Winda mendekat untuk mengintip
"tu-tuan!" ucap Winda yang terkejut melihat Geof menggigil di sofa yang di hadapkan dengan beberapa dokumen dokumen di atas meja dan laptop yang masih menyala.
"apa dia sakit?". ujar Winda mengecek suhu tubuh Geof dengan menempelkan telapak tangannya ke dahi Geof.
__ADS_1
"panas nya tinggi". gumam nya cemas
"tapi mengapa dia masih bekerja sampai selarut ini, kau selalu ingin bekerja dan bekerja tidak pernah memikirkan kesehatan mu untuk apa kaya tapi kau sakit sakitan". lanjut nya dengan asik mengoceh seraya membereskan meja yang berserakan itu.
melihat itu Geof hanya mengulum senyumnya, dia akui hanya wanita polwan ini yang berani mengomeli,memarahi, melawan dirinya.
"ingin membantu ku atau ingin mengomeli ku saja". dengus kesal Geof.
"ah, iya hehehe, ayo" jawab Winda segera memapah tubuh manusia yang pucat itu.
"kau sakit saja sangat berat bagaimana tidak sakit ya?" gumam nya memikirkannya.
mendengar itu Geof tersenyum nakal, melemah kan tubuhnya seolah-olah seperti tidak ada tenaga.
Bumm...
"eeeh, awww" ujar yang tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga mereka terjatuh ke atas ranjang dengan posisi Geof menindih tubuh mungil Winda.
terdiam, saling menatap satu sama lain.
hmm seperti nya akan muncul benih benih cinta ni!.
"huh bagaimana apa sudah merasakan berat nya tubuh ku" ucap Geof yang dengan sengaja menghimpit tubuh Winda tanpa menahan nya sedikit pun.
"akh,, kau sa-sangat berat" teriak Winda dengan wajah yang memerah, entah malu karena dia bisa merasakan semua nya dengan sangat jelas atau merah karena marah.
"ha-ha-ha tapi kau ingin merasakan nya jadi aku memberikan apa yang kau mau, aturannya kau berterima kasih kepada ku" ujar Geof berusaha bangkit.
"huh,,huh,, lama lama aku bisa gepeng di himpit oleh mu". omel Winda segera menetralkan detak jantungnya.
karena tubuh Geof yang sudah lemah tak bertenaga membuat nya kehilangan keseimbangan lagi sehingga membuat nya terjatuh dan kali ini wajah nya tepat terjatuh di atas wajah Winda dan.
"cupps". satu kecupan tanpa aba aba mendarat dari Geof untuk Winda tepat di bibir.
deg,, degg,,,
apa ini,, jantung mana jantung jangan membuat ku malu akan ini, Tolong biasa saja, please. batin Winda.
"kauu!" ujar Winda sedikit berteriak, Geof yang hanya terdiam kini mendadak kehilangan kesadaran.
panik,, tentu saja, Segera Winda bangun membantu membetulkan posisi tubuh Geof. dan berlari ke dapur untuk mengambil air kompres hangat.
__ADS_1
"badan mu sangat panas, kalau besok pagi tidak turun panas nya kita harus ke dokter". kata Winda yang masih mengkompres kening Geof.
seketika kecanggungan tadi hilang saat melihat tubuh pria yang selalu jahil itu ambruk tak berdaya di hadapan nya.